Abstrak
Ika Puspita.2026. Klausa Pemerlengkap Bahasa Massenrempulu Dialek Duri di Kota Tarakan (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Muhammad Ilham, S.,S.M.Pd). Penelitian ini membahas klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri di Kota Tarakan dengan kajian sintaksis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian bahasa daerah, khususnya bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang masih digunakan oleh masyarakat penuturnya di lingkungan perantauan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang mengandung klausa pemerlengkap. Sumber data diperoleh dari penutur asli bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang berdomisili di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, simak, rekam, catat, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung untuk menentukan struktur klausa utama dan klausa pemerlengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri memiliki beberapa bentuk, yaitu klausa pemerlengkap verba, klausa pemerlengkap nomina, klausa pemerlengkap adjektiva, dan klausa pemerlengkap preposisional. Dari segi fungsi, klausa pemerlengkap berperan melengkapi makna unsur dalam klausa utama, seperti isi ujaran, isi pengetahuan, isi pikiran, isi harapan, isi perasaan, isi kabar, dan isi pembicaraan. Dengan demikian, klausa pemerlengkap memiliki peran penting dalam membentuk kalimat yang utuh secara sintaktis dan semantis.