Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Berpikir Kreatif Matematis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis: Eksperimentasi Realistic Mathematics Education di SMP Negeri 14 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis (KBKM) siswa yang dibelajarkan menggunakan Realistic Mathematics Education (RME) di SMP Negeri 14 Tarakan. Peningkatan dilihat dengan menguji perbedaan KBKM siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru (pembelajaran konvensional). Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas 7 SMP Negeri 14 Tarakan. Melalui teknik kluster sampling sederhana, diperoleh kelas 7.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas 7.1 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara KBKM siswa yang belajar dengan RME dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menunjukkan bahwa RME dapat meningkatkan KBKM siswa secara signifikan. Lebih lanjut, temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran konvensional juga dapat meningkatkan KBKM siswa tetapi tidak sebaik RME.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Proses Berpikir Kreatif Matematis SIswa Kelas 7 SMP Negeri 3 Tarakan

2023•

Kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas mengenai proses dari berpikir kreatif matematis (BKM) tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses BKM sekaligus faktor yang menghambat BKM siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan merupakan soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, proses BKM siswa mencakup: membaca, memilih, dan mempelajari soal, mengalami perubahan persepsi, mencari ide awal untuk menyelesaikan soal, mengalami inkubasi, menyelesaikan soal dan memeriksa solusi. Selama mengerjakan tugas, siswa melakukan pengaturan diri. Lebih lanjut, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik dan perasaan jenuh, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan pendekatan guru yang tidak sesuai dengan harapan siswa. Dengan demikian, hal-hal yang menjadi perhatian untuk meningkatkan KBKM siswa adalah memberikan kesempatan dan melatih siswa dalam menyelesaikan soal open-ended, mengevaluasi dan meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 12 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol yaitu 67,72 untuk kelas eksperimen dan 56,53 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y= 56,531+11,188D, dimana pada kelas eksperimen variabel dummy (D) bernilai 1 karena menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 56,531+11,188(1)=67,72. Sedangkan pada kelas kontrol variabel dummy (D) bernilai 0 karena tidak menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas kontrol adalah sebesar 56,531+11,188(0)= 56,53. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 4,626>ttabel = 1,999) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Pengaruh yang diberikan ini adalah sebesar 25,7% dan sisanya 74,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing : Dr. Jero Budi Darmayasa, M.Pd. Si. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan yang mengacu pada tiga indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan orisinalitas. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, mulai tanggal 17 Januari – 17 februari 2022 di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Informan pada penelitian ini sebanyak 3 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan 1) hanya terdapat 1 indikator yang masuk kriteria tinggi yaitu indikator kefasihan yang terlihat dari kemampuan semua subjek dalam menyelesaikan soal matematika dengan jawaban yang bervariasi dan bernilai benar; (2) Indikator fleksibilitas tergolong sedang karena hanya ada 2 subjek yang mampu menyelesaikan soal matematika dengan cara yang berbeda; (3) Indikator orisinalitas tergolong rendah karena hanya 1 subjek yang mampu menyelesaikan soal matematika dengan caranya sendiri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI KELAS IX PSU INTEGRATED SCHOOL – HIGH SCHOOL BAYAMBANG FILIPINA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan mendiskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa untuk setiap indicator dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina. Metode pengumpulan data menggunakan soal uraian Higher Order Thinking Skill (HOTS). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina dan teknik sampel yang digunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu aspek originality pada kemampuan berpikir kreatif matematika siswa tergolong sedang, dengan rata-rata skor sebesar 66.29; aspek fluency tergolong rendah rendah, dengan rata-rata skor sebesar 57.14; aspek flexybility tergolong sedang dengan rata-rata skor 68.97; aspek elaboration tergolong rendah dengan rata-rata skor 62.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS masih rendah yaitu dengan skor 63.62.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail