Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Atonik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Fermentasi Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)

2024•

Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KANTONG SEMAR (NEPENTHES MIRABILIS) TERHADAP WAKTU PERENDAMAN STEK BATANG DALAM LARUTAN ATONIK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kantong semar (N. mirabilis) merupakan tumbuhan tropis yang memiliki nilai penting sebagai tanaman hias dan tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara tradisional. Upaya perbanyakan tanaman Kantong Semar secara vegetatif dengan stek batang dapat menemukan kendala tanaman mudah mati karena sulit membentuk akar dan tunas baru. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tunas dan perakaran dilakukan dengan bantuan ZPT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman stek batang dalam larutan atonik terhadap pertumbuhan bibit kantong semar (N. mirabilis) dan untuk mengetahui waktu perendaman stek batang dalam larutan atonik yang mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit kantong semar (N. mirabilis). Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Baru Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Penelitian ini menggunakan RAK satu faktor yaitu pengaruh waktu perendaman stek batang di dalam larutan atonik. Terdapat lima perlakuan yaitu (P0) control, (P1) 10 menit (P2) 20 menit, (P3) 40 menit, (P4) 80 menit, dan diulang sebanyak lima kali dengan pemberian 2 ml/l air larutan atonik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan waktu perendaman stek batang dalam larutan atonik mampu meningkatkan pertumbuhan panjang tunas, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter persentase stek hidup, kecepatan tumbuh tunas, jumlah tunas dan panjang akar bibit Kantong Semar (N. mirabilis). Perlakuan waktu perendaman stek batang dalam larutan atonik konsentrasi 2 ml/l air dengan waktu perendaman 0 menit (P0), 10 menit (P1), 20 menit (P2), 40 menit (P3), dan 80 menit (P4) menunjukkan bahwa 80 menit (P4) adalah perlakuan waktu perendaman yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit Kantong Semar (N. mirabilis) pada umur 12 MST dengan panjang tunas (9,34 cm), panjang daun (8,02 cm), jumlah daun (5,2 helai), lebar daun (2,34 cm).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK DAUN GREEN TONIK DAN ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PUPUK DAUN GREEN-TONIK DAN ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Oleh sebab itu perlu suatu alternatif ke arah peningkatan dengan cara penggunaan ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Dilaksanakan dilahan petani kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 2 faktor yaitu faktor petama ZPT Atonik notasi (K) memiliki 3 taraf dan faktor ke dua pupuk daun Green Tonik notasi (G) memiliki 4 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola faktorial, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata mengunakan Duncan’s Multiple range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ZPT Atonik tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter jumlah buah serta perlakuan pupuk daun Green Tonik tidak berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter berat buah pada perlakuan G1 dengan nilai terbaik 349.07 serta ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik menujukan adanya interaksi nyata pada parameter berat buah perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air) dengan nilai terbaik 379.24. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan ZPT Atonik K3 (4 ml ZPT Atonik/ 1 liter air) mampu membantu proses pertumbuhan tanaman tomat serta perlakuan pupuk daun Green Tonik G1 (1 ml Green Tonik/1 liter air) mampu membantu kebutuhan unsur hara produksi tanaman tomat. Hal ini diduga interaksi perlakuan terbaik dihasilkan pada perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengkombinasian antara ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik dengan menambahkan konsentrasi ZPT Atonik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail