BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Yusfina Yunus Sampe. 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur matematika yang terdapat pada rumah Tongkonan Toraja serta mengetahui pandangan peserta didik SMP Negeri 1 Tarakan apabila unsur matematika pada rumah Tongkonan Toraja dijadikan sebagai konteks dalam pembelajaran matematika disekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek, Penentuan lokasi dan sampel, dan sumber data penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Temuan dari penelitian ini yaitu beberapa konsep matematika pada rumah Tongkonan Toraja dari tiga bagian utama yaitu pada bagian bawah atau kaki rumah (sulluk banua), bagian tengah atau badan rumah (kale banua), dan bagian atas atau atap rumah (rattiang banua). Konsep matematika yang ditemukan pada bagian-bagian tersebut antara lain: 1) konsep bangun datar diantaranya persegi pada kale banua, persegi panjang pada bagian sulluk banua, dan segitiga pada bagian rattiang banua; 2) konsep bangun ruang diantaranya balok pada bagian sulluk banua dan tabung pada bagian tiang a’riri posi; 3) kesebangunan dan kekongruenan pada bagian rattiang banua; 4) transformasi geometri diantaranya pencerminan pada bagian kaso, pergeseran pada bagian kale banua, dan perputaran pada bagian kale banua. Selain itu diperoleh juga temuan mengenai pandangan peserta didik SMP Negeri 1 Tarakan bahwa mereka setuju dan tertarik jika pembelajaran matematika memanfaatkan etnomatematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yusfina Yunus Sampe. 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur matematika yang terdapat pada rumah Tongkonan Toraja serta mengetahui pandangan peserta didik SMP Negeri 1 Tarakan apabila unsur matematika pada rumah Tongkonan Toraja dijadikan sebagai konteks dalam pembelajaran matematika disekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek, Penentuan lokasi dan sampel, dan sumber data penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Temuan dari penelitian ini yaitu beberapa konsep matematika pada rumah Tongkonan Toraja dari tiga bagian utama yaitu pada bagian bawah atau kaki rumah (sulluk banua), bagian tengah atau badan rumah (kale banua), dan bagian atas atau atap rumah (rattiang banua). Konsep matematika yang ditemukan pada bagian-bagian tersebut antara lain: 1) konsep bangun datar diantaranya persegi pada kale banua, persegi panjang pada bagian sulluk banua, dan segitiga pada bagian rattiang banua; 2) konsep bangun ruang diantaranya balok pada bagian sulluk banua dan tabung pada bagian tiang a’riri posi; 3) kesebangunan dan kekongruenan pada bagian rattiang banua; 4) transformasi geometri diantaranya pencerminan pada bagian kaso, pergeseran pada bagian kale banua, dan perputaran pada bagian kale banua. Selain itu diperoleh juga temuan mengenai pandangan peserta didik SMP Negeri 1 Tarakan bahwa mereka setuju dan tertarik jika pembelajaran matematika memanfaatkan etnomatematika.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Setiap pulau memiliki potensi alam yang bebeda-beda yang dapat dikembangkan untuk kemajuan negara Indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk memfasilitasi pulau-pulau berpotensi yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataan masih banyak daerah terpencil yang tidak dapat menikmati listrik secara maksimal. Hal ini disebabkan belum tersalurkannya listrik dengan baik karena sulitnya transportasi untuk penjangkauan penyaluran pembangunan tenaga listrik ke daerah terpencil. Salah satu daerah yang merasakan hal ini adalah masyarakat di daerah sebakis, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini membahas tentang perencanaan penerangan rumah tangga dengan sistem tenaga surya. Untuk perencanaan ini memerlukan beberapa komponen yaitu panel surya, baterai, SCC, inverter.Penggunaan PLTS ini sangat cocok digunakan di daerah pedalaman seperti daerah Sebakis. Alasan saya menggunakan PLTS karena matahari selalu ada. Hasil pengukuran radiasi matahari ini dilakukan di kampung Trans Baru Sebakis Kabupaten Nunukan didapatkan nilai rata-rata pengukuran radiasi matahari terkecil sebesar 386,901 W/m2 dengan menggunakan alat ukur UV Light Meter. Untuk hasil perhitungan jumlah panel surya yang dapat dibangkitkan untuk kebutuhan beban listrik kampung Trans Baru sebesar 15623 W dapat menggunakan panel surya sebanyak 83 panel, baterai dengan kapasitas 12 Volt 100 Ah sebanyak 20 unit, Solar Charger Controller dengan kapasitas 211,5 A, dan untuk inverter berkapasitas 2441,25 W.