Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: SURAYA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pemberian Dispensasi Kawin Terhadap Anak Yang Telah Hamil Di Pengadilan Agama Tarakan Pasca Diberlakukannya Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pemberian dispensasi kawin terhadap anak yang telah hamil di Pengadilan Agama Tarakan pasca diberlakukannya Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pemberlakuan undang-undang tersebut yang menaikkan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan menimbulkan berbagai persoalan, terutama ketika terjadi kehamilan di luar nikah. Kondisi tersebut mendorong orang tua untuk mengajukan permohonan dispensasi kawin agar perkawinan dapat dilangsungkan secara sah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Studi dilakukan terhadap Putusan Nomor 17/Pdt.P/2025/PA.Tarakan dan Putusan Nomor 20/Pdt.P/2025/PA.Tarakan untuk melihat perbedaan pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan dispensasi kawin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Putusan Nomor 17/Pdt.P/2025/PA.Tarakan, hakim mengabulkan permohonan karena menilai adanya keadaan mendesak berupa kehamilan di luar nikah, kesediaan calon mempelai, serta tanggung jawab keluarga yang dianggap mampu menjamin masa depan anak. Sementara itu, dalam Putusan Nomor 20/Pdt.P/2025/PA. Tarakan, hakim menolak permohonan karena calon mempelai dinilai belum siap secara fisik, psikologis, dan ekonomi. Kedua putusan tersebut sama-sama berpedoman pada Pasal 7 Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2019 Pasal 7 serta PERMA No. 5 Tahun 2019, dengan prinsip utama perlindungan anak dan kemaslahatan. Hakim harus mengedepankan perlindungan anak dan prinsip kemaslahatan dalam setiap putusan,sehingga perlu pedoman yang lebih jelas tentang “alasan mendesak” serta peningkatan edukasi masyarakat tentang tanggung jawab hukum dan perlindungan anak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pemberian Dispensasi Kawin Terhadap Anak Yang Telah Hamil Di Pengadilan Agama Tarakan Pasca Diberlakukannya Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pemberian dispensasi kawin terhadap anak yang telah hamil di Pengadilan Agama Tarakan pasca diberlakukannya Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pemberlakuan undang-undang tersebut yang menaikkan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan menimbulkan berbagai persoalan, terutama ketika terjadi kehamilan di luar nikah. Kondisi tersebut mendorong orang tua untuk mengajukan permohonan dispensasi kawin agar perkawinan dapat dilangsungkan secara sah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Studi dilakukan terhadap Putusan Nomor 17/Pdt.P/2025/PA.Tarakan dan Putusan Nomor 20/Pdt.P/2025/PA.Tarakan untuk melihat perbedaan pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan dispensasi kawin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Putusan Nomor 17/Pdt.P/2025/PA.Tarakan, hakim mengabulkan permohonan karena menilai adanya keadaan mendesak berupa kehamilan di luar nikah, kesediaan calon mempelai, serta tanggung jawab keluarga yang dianggap mampu menjamin masa depan anak. Sementara itu, dalam Putusan Nomor 20/Pdt.P/2025/PA. Tarakan, hakim menolak permohonan karena calon mempelai dinilai belum siap secara fisik, psikologis, dan ekonomi. Kedua putusan tersebut sama-sama berpedoman pada Pasal 7 Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2019 Pasal 7 serta PERMA No. 5 Tahun 2019, dengan prinsip utama perlindungan anak dan kemaslahatan. Hakim harus mengedepankan perlindungan anak dan prinsip kemaslahatan dalam setiap putusan,sehingga perlu pedoman yang lebih jelas tentang “alasan mendesak” serta peningkatan edukasi masyarakat tentang tanggung jawab hukum dan perlindungan anak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAYA BAHASA ANIES BASWEDAN DALAM ACARA KICK ANDY SHOW MELALUI KANAL YOUTUBE METRO TV (KAJIAN STILISTIKA)

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan atau simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, sarkasme, satire, inuendo, antifrasis, dan paronamasia. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu: mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, menganalisis data membuat kesimpulan. Data dan sumber data pada penelitian ini adalah tuturan yang diucapkan Anies Baswedan pada acara Kick Andy Double Check – Dosa dosa Anies Baswedan dan Kick Kontroversi – AMIN Makin Yakin, data diperoleh melalui kanal youtube Metro Tv. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 11 gaya bahasa kiasan dari 18 jenis gaya bahasa kiasan dengan jumlah data yang ditemukan yaitu 24 data yang terdiri dari 3 persamaan atau simile, 1 metafora, 4 alegori, 1 personifikasi, 1 alusi, 1 epitet, 2 antonomasia, 2 ironi, 3 sinisme, 3 satire dan 3 inuendo. Jadi gaya bahasa yang paling dominan digunakan dalam penelitian ini adalah gaya bahasa kiasan alegori karena ditemukan terdapat sebanyak 4 data yang menunjukkan penggunaan majas alegori.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAYA BAHASA ANIES BASWEDAN DALAM ACARA KICK ANDY SHOW MELALUI KANAL YOUTUBE METRO TV (KAJIAN STILISTIKA)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan atau simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, sarkasme, satire, inuendo, antifrasis, dan paronamasia. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu: mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, menganalisis data membuat kesimpulan. Data dan sumber data pada penelitian ini adalah tuturan yang diucapkan Anies Baswedan pada acara Kick Andy Double Check – Dosa dosa Anies Baswedan dan Kick Kontroversi – AMIN Makin Yakin, data diperoleh melalui kanal youtube Metro Tv. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 11 gaya bahasa kiasan dari 18 jenis gaya bahasa kiasan dengan jumlah data yang ditemukan yaitu 24 data yang terdiri dari 3 persamaan atau simile, 1 metafora, 4 alegori, 1 personifikasi, 1 alusi, 1 epitet, 2 antonomasia, 2 ironi, 3 sinisme, 3 satire dan 3 inuendo. Jadi gaya bahasa yang paling dominan digunakan dalam penelitian ini adalah gaya bahasa kiasan alegori karena ditemukan terdapat sebanyak 4 data yang menunjukkan penggunaan majas alegori.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

The Correlation Between Reading Habit and Vocabulary Mastery in Learning English at Eighth Grade Students of SMP Negeri 3 Tarakan

2023•

The purpose of this research was to measure the relationship between reading habits and vocabulary mastery in learning English of eighth grade students at SMP Negeri 3 Tarakan. This study used quantitative techniques and a correlational research method. Students in the eighth grade made up the subject of this study, which used a sample of up to 32 pupils using the cluster random sampling methodology. In collecting data, researchers used reading habit questionnaires and vocabulary test. Data was analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results of the research showed that the reading habits and vocabulary mastery in learning English in eighth grade students at SMP Negeri 3 Tarakan were in the medium category. A t-test result of 0.443 > r-table = 0.361 revealed a medium category positive correlation between eighth graders at SMP Negeri 3 Tarakan English reading habits and vocabulaty mastery. In conclusion, reading habits and vocabulary proficiency in learning English had a good link in the medium category.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Correlation Between Reading Habit and Vocabulary Mastery in Learning English at Eighth Grade Students of SMP Negeri 3 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The purpose of this research was to measure the relationship between reading habits and vocabulary mastery in learning English of eighth grade students at SMP Negeri 3 Tarakan. This study used quantitative techniques and a correlational research method. Students in the eighth grade made up the subject of this study, which used a sample of up to 32 pupils using the cluster random sampling methodology. In collecting data, researchers used reading habit questionnaires and vocabulary test. Data was analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results of the research showed that the reading habits and vocabulary mastery in learning English in eighth grade students at SMP Negeri 3 Tarakan were in the medium category. A t-test result of 0.443 > r-table = 0.361 revealed a medium category positive correlation between eighth graders at SMP Negeri 3 Tarakan English reading habits and vocabulaty mastery. In conclusion, reading habits and vocabulary proficiency in learning English had a good link in the medium category.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail