.
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
Infiltration is an essential component of the hydrological cycle that influences groundwater availability and the efficiency of water resource management. This study aims to estimate the infiltration rate in the area around the Rawasari Reservoir, which serves a strategic function as a rainwater storage facility and local flood control. Measurements were conducted using the double-ring infiltrometer method at several points around the reservoir with varying land cover conditions and soil characteristics. The data obtained were analyzed using the Horton model approach to determine the initial infiltration rate, steady-state infiltration rate, and maximum infiltration capacity. The study results indicate that the infiltration rate around the Rawasari Reservoir varies depending on vegetation conditions and soil compaction levels. Areas with good vegetation cover show higher infiltration rates than open areas or those frequently traversed by vehicles. These findings provide critical information for reservoir management planning, particularly in optimizing water absorption and surface runoff control. The data analysis results show that the first point of actual infiltration rate capacity (FC) with initial infiltration rate or fo = 17.86 cm/hour, the second point of actual infiltration rate capacity (FC) with initial infiltration rate or fo = 10.00 cm/hour, and the third point of actual infiltration rate capacity (FC) with initial infiltration rate or fo = 11.07 cm/hour.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TAHU MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (STUDI KASUS: PADA PABRIK PAK YUNUS KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas pada produk tahu dengan menggunakan metode seven tools pada UMKM pabrik Pak Yunus Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 420 tahu yang di ambil selama 25 kali proses produksi dan menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar dan diagram sebab akibat. Hasil dati penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan yang terdiri dari cacat lembek, hancur, berbau, dan warna dengen presentase pada cacat lembek yaitu 36,15% cacat hancur sebesar 21,54%, cacat berbau sebesar 20,77%, dan cacat warna sebesar 21,54%. Berdasarkan peta kendali pada Pabrik Pak Yunus masih terdapat 11 kali proses produksi yang garis proses cacatnya melewati batas kontrol. Faktor yang mempengaruhi produk cacat terdiri dari faktor manusia, mesin, bahan baku, dan metode. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa hubungan antara jumlah produk cacat dengan faktor manusia memiliki hubungan yang positif.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TAHU MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (STUDI KASUS: PADA PABRIK PAK YUNUS KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas pada produk tahu dengan menggunakan metode seven tools pada UMKM pabrik Pak Yunus Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 420 tahu yang di ambil selama 25 kali proses produksi dan menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar dan diagram sebab akibat. Hasil dati penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan yang terdiri dari cacat lembek, hancur, berbau, dan warna dengen presentase pada cacat lembek yaitu 36,15% cacat hancur sebesar 21,54%, cacat berbau sebesar 20,77%, dan cacat warna sebesar 21,54%. Berdasarkan peta kendali pada Pabrik Pak Yunus masih terdapat 11 kali proses produksi yang garis proses cacatnya melewati batas kontrol. Faktor yang mempengaruhi produk cacat terdiri dari faktor manusia, mesin, bahan baku, dan metode. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa hubungan antara jumlah produk cacat dengan faktor manusia memiliki hubungan yang positif.
ABSTRAK ANALISIS EKONOMI INDUSTRI UMKM BATIK KOTA TARAKAN Jamilah Sulistya Rini Pratiwi, S.E.,M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, perilaku dan kinerja UMKM Batik di Kota Tarakan serta persepsi konsumen terhadap batik Tarakan dengan batik luar Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur pasar pada UMKM Batik Kota Tarakan berbentuk oligopli. Perilaku pada Industri UMKM Batik di kota Tarakan dengan perhitungan CLR memiliki kecendrungan sebagai industri padat modal. Kinerja pasar dengan keuntungan dari perhitungan PCM terbesar diperoleh oleh Batik Pakis Asia dan Julak Batik dengan nilai PCM yang diperoleh sama besarnya yaitu 55%, tingkat keuntungan terendah dimiliki oleh Lubung Batik dengan nilai PCM sebesar 2%. Persepsi konsumen terhadap produk batik luar Tarakan memperoleh interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya produk lebih bervariasi, pewarnaan produk lebih menarik, kenyamanan produk saat digunakan dan produk mudah untuk didapatkan konsumen. Sedangkan persepsi konsumen untuk produk tidak mudah rusak dan tahan lama terhadap produk batik Tarakan memiliki interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik luar Tarakan. Produk untuk bahan yang berkualitas untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Persepsi konsumen terhadap harga produk batik luar Tarakan lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya harga yang ditawarkan lebih terjangkau, harga produk lebih sesuai dengan kualitas dan harga produk sesuai dengan manfaat yang diterima konsumen. Sedangkan harga produk yang ditawarkan bervariasi untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Kata Kunci: Struktur, Perilaku, Kinerja, Persepsi Konsumen
ABSTRAK ANALISIS EKONOMI INDUSTRI UMKM BATIK KOTA TARAKAN Jamilah Sulistya Rini Pratiwi, S.E.,M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, perilaku dan kinerja UMKM Batik di Kota Tarakan serta persepsi konsumen terhadap batik Tarakan dengan batik luar Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur pasar pada UMKM Batik Kota Tarakan berbentuk oligopli. Perilaku pada Industri UMKM Batik di kota Tarakan dengan perhitungan CLR memiliki kecendrungan sebagai industri padat modal. Kinerja pasar dengan keuntungan dari perhitungan PCM terbesar diperoleh oleh Batik Pakis Asia dan Julak Batik dengan nilai PCM yang diperoleh sama besarnya yaitu 55%, tingkat keuntungan terendah dimiliki oleh Lubung Batik dengan nilai PCM sebesar 2%. Persepsi konsumen terhadap produk batik luar Tarakan memperoleh interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya produk lebih bervariasi, pewarnaan produk lebih menarik, kenyamanan produk saat digunakan dan produk mudah untuk didapatkan konsumen. Sedangkan persepsi konsumen untuk produk tidak mudah rusak dan tahan lama terhadap produk batik Tarakan memiliki interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik luar Tarakan. Produk untuk bahan yang berkualitas untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Persepsi konsumen terhadap harga produk batik luar Tarakan lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya harga yang ditawarkan lebih terjangkau, harga produk lebih sesuai dengan kualitas dan harga produk sesuai dengan manfaat yang diterima konsumen. Sedangkan harga produk yang ditawarkan bervariasi untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Kata Kunci: Struktur, Perilaku, Kinerja, Persepsi Konsumen