BookOpen AccessMetadata saja
2026•
GAMBARAN STIGMA KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNG SELOR ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai pengasuh utama. Stigma yang diterima keluarga dapat meningkatkan beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi dalam merawat pasien sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan stigma keluarga dengan beban keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor. Metode pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stigma keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor dalam kategori stigma sedang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program edukasi dan pendampingan keluarga guna menurunkan stigma serta mengurangi beban keluarga dalam merawat skizofrenia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN STIGMA KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNG SELOR ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai pengasuh utama. Stigma yang diterima keluarga dapat meningkatkan beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi dalam merawat pasien sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan stigma keluarga dengan beban keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor. Metode pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stigma keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor dalam kategori stigma sedang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program edukasi dan pendampingan keluarga guna menurunkan stigma serta mengurangi beban keluarga dalam merawat skizofrenia.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Abstrak Keadaan tofografi Indonesia yang memiliki banyak pegunungan membuat distribusi listrik menjadi tidak merata. Salah satunya yaitu di Desa Kayu Indah di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Desa tersebut dilalui oleh sungai Pancakaria yang memiliki debit air berpotensi untuk dibangun pembangkit listrik skala mikro. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk membuat desain PLTMH (pembangkit listrik tenaga mikrohidro) berdasarkan potensi energi debit pada sungai. Dengan mengetahui pada penelitian sebelumnya, maka metode penelitian yang digunakan yaitu melakukan perhitungan dan analisis yang meliputi diameter pipa pesat, pemilihan jenis turbin, dimensi turbin, sistem transmisi, pemilihan generator dan perhitungan jumlah rumah. Perhitungan dan analisis ini bertujuan untuk mengetahui potensi air dan kelayakan dalam membangun PLTMH di daerah tersebut. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu potensi air dan sumber daya alam pada sungai Pancakaria cukup memadai dan layak secara teknis untuk membangkitkan daya listrik dengan PLTMH. Daya yang dibangkitkan sekitar 2,661 MW, memiliki jatuh efektif air (H) dengan ketinggian 20 meter dan debit air terhitung sebesar 15.09 m3 /detik. Pemakaian beban direncanakan dengan 2 Ampere atau 450 Watt per rumah dengan daya keseluruhan desa sebesar 93.150 Watt. Abstract Topographical conditions in Indonesia has many ridge makes uneven electricity distribution. One of them is Desa Kayu Indah Kabupaten Berau Province Kalimantan Timur. The village is crossed by Pancakaria river that has potential water discharge to build micro-scale power plants. Consequently, this research was conducted to design a MHP (Microhidro Power Plant) based on the potential energy discharge in the river. According the previous research, this research method used is to perform calculations and analyzes which include pipe diameter, turbine type selection, turbine dimensions, transmission system, selection of generators and calculation number of houses. This calculation and analysis intends to determine the potential of water and the feasibility of building a MHP in that area. The conclusion from this research is that the potential for water and natural resources in the Pancakaria river is sufficient and technically feasible to generate electricity using MHP. The generated power is about 2,661 MW, has an effective water fall (H) with a height of 20 meters and a calculated water discharge of 15.09 m3 /s. The load usage is planned to be 2 Ampere or 450 watts each house with a total village power of 93,150 watts.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan