Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas belanja modal pemerintah terhadap penurunan kemiskinan dan pengangguran di Kota Tarakan dan untuk mengetahui kebutuhan belanja modal pemerintah di Kota Tarakan tahun 2024-2028. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari tahun 2009-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan Time Series dengan menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang ditransformasi menjadi efektivitas belanja modal pemerintah terhadap penurunan kemiskinan dan pengangguran. Adapun hasil analisis ICOR yang ditransformasikan, kemiskinan tahun 2009-2013 nilai efektivitasnya -5,00. Periode berikutnya 2014-2018 efektivitasnya 2,63 dan periode ketiga tahun 2019-2023 efektivitasnya 0,52. Berdasarkan ketiga nilai itu maka nilai rata-rata efektivitas belanja modal terhadap kemiskinan -1,82. Artinya bahwa secara umum belanja modal terhadap penurunan kemiskinan efektif. Sedangkan pengangguran tahun 2009-2013 nilai efektivitasnya -0,28. Periode berikutnya 2014-2018 efektivitasnya 3,17 dan periode ketiga tahun 2019-2023 efektivitasnya -0,13. Berdasarkan ketiga nilai itu maka nilai rata-rata efektivitas belanja modal terhadap pengangguran 2,58. Artinya bahwa belanja modal terhadap penurunan pengangguran tidak efektif. Adapun untuk hasil dari proyeksi belanja modal pemerintah Kota Tarakan tahun 2024-2028 untuk penurunan kemiskinan dan pengangguran. Belanja modal yang diperlukan untuk penurunan kemiskinan yaitu 3% di setiap tahun : Kemiskinan tahun 2024 dibutuhkan belanja modal sebesar Rp902,036073 miliar. Kemiskinan tahun 2025 dibutuhkan Rp874,974991 miliar. Kemiskinan tahun 2026 dibutuhkan Rp848,725741 miliar. Kemiskinan tahun 2027 dibutuhkan Rp823,263969 miliar. Kemiskinan tahun 2028 dibutuhkan Rp798,566050 miliar. Sedangkan untuk target penurunan penganggurannya yaitu 5% di setiap tahun : Tahun 2024 dibutuhkan belanja modal Rp699,3520000 miliar. Pengangguran tahun 2025 dibutuhkan Rp664,3844000 miliar. Pengangguran tahun 2026 dibutuhkan Rp631,1651800 miliar. Pengangguran tahun 2027 dibutuhkan Rp599,6069210 miliar. Pengangguran tahun 2028 dibutuhkan Rp569,6265750 miliar.