SUNARTI
2026 · Thesis · Open Access
Kehamilan yang timbul akibat perkosaan merupakan sebuah kerugian permanen dengan dampak yang luas bagi korban, meliputi bidang fisik, psikologis, serta sosial ekonomi. Pemerintah wajib secara konstitusional melindungi dan menjamin hak perempuan yang menjadi korban kejahatan tersebut, serta memastikan mereka mendapatkan kepastian hukum yang adil melalui prosedur pertanggungjawaban pidana yang proporsional kepada pelaku. namun, dalam realitas terdapat jurang antara hukuman pidana yang dijatuhkan dan beban seumur hidup yang harus dipikul korban. Keputusan pengadilan masih cenderung mengadopsi keadilan (Retributif) yang menitikberatkan pada penjara bagi pelaku, sementara hak korban untuk mendapatkan pemulihan lewat (Restitusi) atau kompensasi materiil atas konsekuensi kehamilan sering diabaikan atau tidak dapat dilaksanakan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana dibentuk bagi pelaku perkosaan yang menyebabkan kehamilan sesuai dengan peraturan yang ada, serta menilai penerapan sanksi pidana dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut agar tercapai keadilan bagi korban Penelitian ini memakai pendekatan perundang undangan, konseptual, serta studi kasus. Bahan hukumnya meliputi sumber primer, sekunder, dan non hukum. Jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif. Menurut temuan penelitian, Penulis menyatakan bahwa kehamilan yang diakibatkan oleh perkosaan harus dianggap sebagai faktor pemberat (aggravating circumstance) dalam penetapan tanggung jawab pidana pelaku karena konsekuensinya yang bersifat permanen. Selain hukuman penjara, tanggung jawab pidana perlu diperluas lewat mekanisme Restitusi yang meliputi biaya perawatan medis, persalinan, dan pemeliharaan hidup anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TPKSsebagai (lex specialis). Tindakan pelaku dalam Putusan Nomor 52/Pid. Sus/2023/PN Tar telah memenuhi unsur pidana, namun putusan yang diberikan belum optimal dalam mencapai keadilan (Restoratif ) karena tidak mencantumkan perintah pembayaran Restitusi secara konkret. Kurangnya pengawasan atas hak Restitusi membuat korban menanggung beban fisik dan finansial sendirian, sementara pelaku hanya menjalani hukuman yang bersifat sementara.
ASIYAH NURKASIH ILHAM SOLEHA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum dalam pelaksanaan perlindungan anak sebagai saksi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam proses peradilan pidana di Indonesia, serta untuk mengkaji faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan anak sebagai saksi telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang secara normatif memberikan dasar perlindungan baik secara fisik, psikologis, maupun hukum. Namun demikian, pengaturan tersebut masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya mengatur mekanisme perlindungan anak sebagai saksi secara spesifik.Selain itu, implementasi perlindungan anak sebagai saksi dipengaruhi oleh faktor pendukung, seperti adanya dasar hukum yang jelas, meningkatnya kesadaran masyarakat, serta dukungan aparat penegak hukum, serta faktor penghambat, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya sosialisasi, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan belum optimalnya pengaturan teknis. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan antara norma dan praktik, yang berakibat pada belum terpenuhinya perlindungan secara optimal, munculnya risiko tekanan dan trauma pada anak, serta melemahnya kualitas pembuktian dalam proses peradilan pidana.Dengan demikian, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta optimalisasi peran LPSK agar perlindungan anak sebagai saksi dapat terlaksana secara efektif dan menjamin keadilan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.
RESTI APRILIA
2026 · Thesis · Open Access
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
DINI DESITA
2026 · Thesis · Open Access
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diketahui berperan terhadap kejadian BBLR, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi sehingga diperlukan kajian pada berbagai karakteristik populasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor ibu, meliputi usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia, penyakit selama kehamilan, dan jarak anak terdahulu dengan kejadian BBLR serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif menggunakan data rekam medis persalinan periode Januari–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 154 responden yang terdiri atas 77 kelompok kasus (BBLR) dan 77 kelompok kontrol (BBLN). Sampel kasus ditentukan menggunakan teknik total sampling, sedangkan kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk menentukan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun), memiliki paritas tidak berisiko, usia kehamilan aterm, tidak mengalami anemia, tidak memiliki penyakit selama kehamilan, dan memiliki jarak anak terdahulu yang tidak berisiko. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0.004), usia kehamilan (p0.001), penyakit selama kehamilan (p=0.010), dan jarak anak terdahulu (p=0.002) berhubungan secara bermakna dengan kejadian BBLR, sedangkan usia ibu dan status anemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa paritas (OR=2.700), usia kehamilan (OR=36.576), dan penyakit selama kehamilan (OR=4.886) merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR, dengan usia kehamilan sebagai faktor yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko BBLR dipengaruhi terutama oleh usia kehamilan, paritas, dan penyakit selama kehamilan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, mencegah persalinan preterm, meningkatkan pemantauan ibu dengan paritas berisiko dan penyakit penyerta, serta mengoptimalkan pelayanan antenatal sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.
YULIANA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.
FEBRIANA
2026 · Thesis · Open Access
Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil. Metode: Studi cross-sectional menggunakan data yang diambil secara retrospektif dari data rekam medis pemeriksaan ibu hamil di Puskesmas Long Bawan periode tahun 2023–2025. Sebanyak 77 ibu hamil dipilih pada penelitian ini. Variabel dependen adalah KEK. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, IMT, keluhan mual, riwayat penyakit, dan anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (OR=2,692; p=0,035), IMT (OR=0,052; p0,001), dan anemia (OR=7,250; p0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Sementara itu, usia (OR = 0,442; p=0,321), keluhan mual (OR=0,468; p=0,163), dan riwayat penyakit (OR=1,368; p=0,554) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Simpulan: Pendidikan, IMT, dan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Diperlukan upaya peningkatan pemantauan status gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan untuk menurunkan kejadian KEK pada ibu hamil.
SENDA
2026 · Thesis · Open Access
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG HARAPAN ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini melibatkan 53 ibu yang memiliki balita usia 0–1 tahun dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,111), tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,208). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan edukasi dan pembentukan persepsi positif ibu terhadap imunisasi guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
AGUS SRIWATI
2026 · Thesis · Open Access
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
MUHAMMAD ALFAJRI
2026 · Thesis · Open Access
Perairan Muara Tias merupakan wilayah estuari yang dipengaruhi oleh masukan air tawar dan air laut, serta berbagai aktivitas pemanfaatan pesisir seperti perikanan tangkap dan budidaya tambak ikan dan udang, sehingga pemantauan kualitas airnya menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter fisika-kimia serta menentukan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) di perairan Muara Tias, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode purposive sampling pada sembilan titik yang mewakili zona dalam muara, mulut muara, dan luar muara, dengan pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada kondisi pasang tertinggi, suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 7–15 ppt, pH 7,15–7,76, kecerahan 0,13–0,90 m, DO 5,9–8,0 mg/L, TSS 20–88 mg/L, minyak dan lemak 0,047–0,178 mg/L, amonia 0–0,085 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,039 mg/L; sedangkan pada kondisi surut terendah, suhu berkisar 29–31°C, salinitas 0–13 ppt, pH 6,3–7,7, kecerahan 0,13–0,70 m, DO 6,5–8,5 mg/L, TSS 21–68 mg/L, minyak dan lemak 0,045–0,670 mg/L, amonia 0,073–0,452 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,047 mg/L. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode NSFWQI sesuai PERMEN LHK No. 27 Tahun 2021, nilai IKAL rata-rata pada saat pasang tertinggi sebesar 82,05 dan pada saat surut terendah sebesar 81,51, keduanya termasuk dalam kategori Baik. Perairan Muara Tias secara umum masih berada dalam kondisi layak secara ekologis, meskipun pemantauan berkala tetap diperlukan mengingat adanya beberapa titik yang menunjukkan tekanan lingkungan lebih tinggi, khususnya terkait konsentrasi amonia, TSS dan orto-fosfat.
RESKI AMALYA
2026 · Thesis · Open Access
Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki potensi besar sebagai sumber serat dan pangan fungsional yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam produk camilan modern seperti tortilla chips. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan sensori, kandungan proksimat, dan kadar serat kasar tortilla chips yang difortifikasi dengan tepung rumput laut tersebut. Metode penelitian yang digunakan eksperimental dengan 3 konsentrasi formulasi: F0 (0 g), F1 (3 g), dan F2 (5 g) sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan panelis secara sensori yaitu pada formula F1 (3 g) dengan skor 7,63 yang berarti tortilla chips memiliki tingkat kesukaan tertinggi dan merupakan formulasi terbaik berdasarkan penilaian organoleptik panelis. Hasil analisis proksimat menunjukkan kadar protein sebesar 10,63% (F0), 10,76% (F1), dan 23,45% (F2); kadar lemak sebesar 2,6% (F0), 2,2% (F1), dan 2,4% (F2); kadar air sebesar 5% (F0), 9% (F1), dan 2% (F2); kadar abu sebesar 1% (F0), 2% (F1), dan 2% (F2); serta kadar karbohidrat sebesar 80,77% (F0), 76,04% (F1), dan 70,15% (F2). Kadar air tepung rumput laut K. alvarezii yang digunakan sebesar 10%. Kadar serat kasar tortilla chips meningkat dari 1,06% (F0) menjadi 8,00% (F1) dan 9,95% (F2). Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi tepung rumput laut Ka alvarezii pada tortilla chips berpengaruh terhadap tingkat penerimaan panelis, kandungan proksimat, dan kadar serat kasar produk.
NUR VADILLA
2026 · Thesis · Open Access
Keberhasilan budidaya dipengaruhi oleh kemampuan post larva udang untuk bertahan hidup, yang seringkali rentan terhadap kematian akibat kekurangan nutirisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian nutrisi tambahan melalui Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris. Proses Bioenrichment selama 3 jam diharapkan memungkinkan Artemia salina menyerap nutrisi dari Chlorella vulgaris sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan pakan Artemia salina yang diberi Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan selama 20 hari dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan alami Artemia salina), P2 (Pakan alami Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris selama 3 jam), dan P3 (Pakan komersil). Parameter yang akan diamati meliputi Average Body Weight (ABW), Average Body Length (ABL), Average Daily Growrt (ADG), Survival rate (SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 17,4% yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 dan P3 tetapi perlakuan P3 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 4,9% tidak lebih baik dibanding perlakuan P2 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 13,4%. Kualitas air yang terkontrol seperti suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas dan amonia selama penelitian masih dalam kisaran batas toleransi dalam budidaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pakan Bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris selama 3 jam waktu pengkayaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan (95%) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu (Penaeus monodon).
FRIDAYANTI
2026 · Thesis · Open Access
Artemia salina merupakan salah satu pakan hidup yang umum digunakan, namun kandungan nutrisinya masih dapat ditingkatkan melalui proses bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris yang kaya akan asam lemak, protein, lipid, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil nutrisi Artemia salina yang diperkaya Chlorella vulgaris serta potensinya sebagai pakan hidup bagi larva udang windu (Penaeus monodon) di Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol tanpa bioenrichment, bioenrichment selama 3 jam, dan bioenrichment selama 6 jam dengan masing – masing tiga ulangan. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa salinitas 25 ppt menghasilkan tingkat kelangsungan hidup Artemia salina lebih tinggi dibandingkan 30 ppt, dengan nilai tertinggi pada perlakuan 6 jam sebesar 49,62% (25 ppt) dibandingkan 47,87% (30 ppt), sehingga digunakan sebagai kondisi optimal penelitian. Parameter utama yang diamati meliputi kadar protein, lemak dan asam lemak, karbohidrat, serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioenrichment mampu meningkatkan kandungan nutrisi Artemia salina seiring bertambahnya lama waktu perlakuan, dimana kadar protein meningkat dari 18,45% (kontrol) menjadi 22,10% (6 jam), kadar lemak dari 17,80% menjadi 46,40%, dan karbohidrat dari 20,84% menjadi 30,13%. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 6 jam sebesar 81,59%, dibandingkan kontrol (66,90%) dan 3 jam (51,15%). Hasil ini menunjukkan bahwa durasi bioenrichment 6 jam memberikan waktu optimal bagi Artemia salina untuk mengakumulasi nutrien dari Chlorella vulgaris. Dengan demikian, Artemia salina yang diperkaya Chlorella vulgaris berpotensi menjadi pakan hidup berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan larva udang windu.
RABIATUL ADWIAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran (Marketing Mix) serta menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan pelanggan di Cafe Muddani, Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026 dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang pelanggan Cafe Muddani. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran di Cafe Muddani secara umum berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Variabel produk memperoleh nilai rata-rata 21,4, harga 21,5, tempat 21,2, promosi 20,7, orang 21,0, proses 20,5, dan bukti fisik 20,7. Hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 5,837 + 0,901X₁ − 0,120X₂ − 0,031X₃ − 0,062X₄ + 0,275X₅ + 0,129X₆ + 0,047X₇. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,558 menunjukkan bahwa 55,8% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel bauran pemasaran, sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,05), yang berarti seluruh variabel bauran pemasaran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara parsial, variabel produk dan orang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan variabel harga, tempat, promosi, proses, dan bukti fisik tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, produk dan orang merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di Cafe Muddani. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Marketing Mix 7P, Kepuasan Pelanggan, Regresi Linear Berganda, Cafe Muddani.
ALVIANI PONGLIKU
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan dan kelayakan usaha coffee shop di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki usaha Coffee Shop di Kota Tarakan, Adapun Populasi penelitian ini berjumlah 3 sampel usaha coffee shop dengan pengambilan sampel mengunakan Purposive sampling. Purposive sampling digunakan karena sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan bersih dari usaha selama 1 tahun yaitu Garden Space Coffee sebesar Rp. 276.697.000. Usaha Kedai KopiQue Rp. 162.757.667 dan Usaha Cerita Koffie Rp. 249.701.333. Dari perhitungan analisis kelayakan, nilai R/C ratio Garden Space Coffee senilai 2,04, BCR senilai 1,04. Kedai KopiQue memiliki R/C ratio senilai 1,71, dan BCR 0,71. Dan Cerita Koffie memiliki R/C ratio senilai 2.00, dan BCR 1.00. Berdasarkan Kriteria uji kelayakan R/C ratio, ketiga usaha tersebut layak dijalankan. Sementara itu, kriteria uji kelayakan BCR Garden Space Coffee layak dan menguntungkan untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Kedai KopiQue tidak layak dijalankan karena nilai BCR 1, dan Cerita Koffie menunjukan bahwa usaha impas BCR = 1.
SYELIFRISKILA KILA
2026 · Thesis · Open Access
Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.
ADI PANCA INDRIAWAN
2026 · Thesis · Open Access
Tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 27,40% pada 2023, sementara Kalimantan Utara tertinggal pada angka 66,69% di tahun 2024, kondisi yang memicu persaingan ketat di pasar infrastruktur serat optik dan belum dikaji melalui pendekatan terintegrasi RBV, VRIO, Porter's Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya, kapabilitas, serta struktur kompetitif PT Telkom Akses Tarakan, lalu merumuskan strategi keunggulan yang relevan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan tujuh informan kunci posisi manajerial dan teknis sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan infrastruktur nasional, reputasi Telkom Group, dan kapabilitas managed service tergolong sustained competitive advantage, sementara SDM bersertifikasi baru mencapai temporary advantage dan sistem digital berada pada competitive parity. Struktur industri menguntungkan pemain mapan dengan ancaman substitusi rendah meski daya tawar pembeli korporat kuat. Disimpulkan bahwa strategi diferensiasi managed service korporat dan ekspansi preemptif ke wilayah baru menjadi langkah paling relevan untuk memperkuat posisi defensif perusahaan di Kalimantan Utara.
MILKA JELI BANNE MANIK
2026 · Thesis · Open Access
Produksi Padi Sawah di Kelurahan Mamburungan Timur dan Kelurahan Kampung Satu, Kota Tarakan merupakan salah satu faktor penting dalam ketahan pangan masyarakat. Namun, tingkat produksi padi sawah dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi yang digunakan petani. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah serta menganalisis faktor mana yang paling dominan mempengaruhi produksi padi sawah. Data yang di gunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang di analisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, tenaga kerja, dan modal berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, dengan nilai Fhitung sebesar 15,292 dan nilai signifikansi 0,000. Secara parsial, variabel luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi sawah, sementara variabel modal berpengaruh positif namun tidak signifikan. Sehingga faktor yang paling dominan terhadap produksi padi sawah adalah luas lahan. Kata kunci: produksi padi sawah, luas lahan, tenaga kerja, modal, regresi linear berganda.
FITRI
2026 · Thesis · Open Access
Pencemaran mikroplastik di perairan menjadi masalah lingkungan yang berpotensi menggangu ekosistem laut dan organisme akuatik, termasuk rumput laut budidaya. Rumput laut mampu mengakumulasi mikroplastik dari lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan karakteristik mikroplastik pada rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2026 di dua lokasi budidaya, yaitu Binalatung dan Tanjung Batu. Analisis mikroplastik dilakukan melalui destruksi sampel menggunakan H₂O₂ 50%, pemisahan dengan larutan NaCl, sentrifugasi, filtrasi menggunakan kertas saring Whatman 0,45µm, dan identifikasi menggunakan mikroskop stereo. Parameter yang diamati meliputi bentuk, warna, ukuran, dan kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumput laut terkontaminasi mikroplastik dengan 103 partikel, terdiri atas 54 partikel di Binalatung dan 49 partikel di Tanjung Batu. Mikroplastik yang ditemukan berbentuk fragmen, fiber, dan film, dengan fragmen sebagai bentuk yang paling dominan. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi transparan, hitam, biru, coklat, hijau, dan ungu, dengan dominasi warna transparan dan hitam. Ukuran mikroplastik didominasi oleh kelompok 1000-5000 µm. Kelimpahan mikroplastik pada rumput laut di Binalatung sebesar 10,8 ± 1,92 partikel/g sampel, sedangkan di Tanjung Batu sebesar 9,80 ± 2,17 partikel/g sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah kawasan budidaya rumput laut di Kota Tarakan telah terpapar pencemaran mikroplastik. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan limbah plastik dan pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas perairan dan hasil budidaya.
SALSIAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitan ini bertujuan menganalisis dan mengetahui pengaturan penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau dan menganalisis faktor yang mempengaruhi penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum non hukum dengan teknik pengumpulan melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis menggunakan metode preskriptif. Penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman, Serta Perlindungan Masyarakat serta Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 13 Tahun 2002 tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol di Kabupaten Malinau yang mengatur pengawasan dan peredaran minuman beralkohol. Pelaku usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa izin atau melanggar ketentuan yang berlaku dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana. Penegakan hukum dilakukan oleh Kepolisian, Satpol PP, dan PPNS melalui pengawasan, razia, penyitaan barang bukti, serta penyidikan terhadap pelanggaran yang ditemukan. Pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau dilakukan melalui pengawasan, razia, penyitaan barang bukti, dan penyidikan serta penjatuhan pidana denda dan kurungan terhadap pelaku yang menjual minuman beralkohol tanpa izin atau melanggar ketentuan hukum. Penegakan hukum dilaksanakan oleh Kepolisian, Satpol PP, dan PPNS melalui kerja sama dalam melakukan penertiban dan penindakan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan personel pengawas dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat.
AKHMAD SYAIFUL ANAM
2026 · Thesis · Open Access
Stabilitas tegangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasi sistem pembangkit tenaga listrik. Ketidakstabilan tegangan pada generator dapat menyebabkan penurunan kualitas daya dan mengganggu kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kompensator berbasis metode Tempat Kedudukan Akar (Root Locus) guna meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem eksitasi generator yang terdiri dari amplifier, eksiter, dan generator sinkron, kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Perancangan kompensator dilakukan dengan menentukan posisi pole dan zero berdasarkan analisis Root Locus sehingga diperoleh kompensator Lead yang mampu memperbaiki karakteristik respon sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum penambahan kompensator, sistem closed-loop memiliki Rise Time sebesar 0,5545 detik, peak time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan steady-state error 0,0833. Setelah penambahan kompensator Lead, Rise Time menurun menjadi 0,3979 detik, peak time menjadi 0,9146 detik, Settling Time menjadi 1,4558 detik, Overshoot berkurang menjadi 15,775%, serta steady-state error menurun menjadi 0,0723. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompensator Lead yang dirancang mampu meningkatkan kecepatan respon, memperbaiki redaman sistem, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, metode Tempat Kedudukan Akar efektif digunakan untuk merancang kompensator dalam meningkatkan performa sistem eksitasi generator.