Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 303 dari 338

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

IDA HAYANI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit kronik saluran napas yang ditandai dengan hambatan aliran udara ke dalam paru-paru (khususnya udara ekspirasi) berersifat revesibel dan bersifat kronik progresif yaitu semakin lama semakin memburuk (Kemenkes RI, 2017). Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. N. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis penulis menggunakan metode deskripif dengan studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe , dokumentasi, kepustakaan subjektif adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan empat diagnosis keperawatan yaitu: Pola Nafas Tidak Efektif ditandai dengan Hambatan Upaya Nafas, Gangguan Pertukaran Gas ditandai dengan Ketidakseimbangan Ventilasi Perfusi, Bersihan Jalan Nafas tidak Efektif ditandai dengan Sekresi yang tertahan dan Intoleransi Aktivitas ditandai dengan Kelemahan. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Ny. N ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Bersihan jalan nafas tidak efektif, pertukaran gas, nutrisi, infeksi dan kurang pengetahuan dan diagnosis yang ada pada kasus namun tidak ada pada teori yaitu: Bersihan jalan nafas dan gangguan pertukaran gas. Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Asuhan keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.D DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

MUHAMMAD NUR
2021 · Thesis · Open Access

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individ dapat berkembang secarafisik,mental,spiritual, dan sosial sehigga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaaan atau penghiduan. Tujuan umum pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatan gambaran dan pengalama nnyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.D dengan masalah utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menemukan kesenjangan diagnosa keperawatan pada Tn.D yaitu ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Isolas isosial: menarik diri, Harga diri rendah dan diagnosa ada pada kasus namun tidak ada pada teori yaitu: Resiko perilaku kekerasan dan penulis melakukan intervensi yang tidak teratasi yaitu pada diagnosa: gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan Defisit perawatan diri. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.D yaitu melaksanakan 3 strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.J DENGAN DIAGNOSA MEDIS KEJANG DEMAM KOMPLEKS DIRUANGAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

SANTI WINARNI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada suhu badan tinggi diatas 38°C. Berdasarkan data Medical Record Rumah Sakit Umum Kota Tarakan terdapat 135 kasus kejadian kejang demam. Tujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kejang demam kompleks. Metode penulisan dengan deskritif tipe studi kasus yaitu dengan mengunakan lima langkah proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi pemeriksaan fisik dokumentasi dan studi kepustakaan. Diagnosa keperawatan yang di dapatkan pada An. J adalah hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, bersihan jalan napas tidak efektif berhubunga dengan penumpukan sputum, defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kontrol tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah di susun berdasarkan prioritas masalah maka penulis menemukan semua masalah diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Bayi. T DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

MUSDALIFAH NOLA WULANDARI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing lainnya. Kasus bronkopneumonia banyak terjadi pada anak-anak usia balita. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi. T dengan masalah Bronkopneumonia. Metode penulisan ini adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pada pasien Bronkopneumonia masalah keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko ketidakseimbangan elektrolit. Masalah keperawatan pada pasien kelolaan ditemukan lima yaitu, bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko jatuh. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Berdasarkan lima diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.

Asuhan Keperawatan Pada Tn.i Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Puskesmas Sebengkok

PRENGKI INCAU
2021 · Thesis · Open Access

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang berat dan ditandai dengan ketidakmampuan atau penurunan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi, waham), efek tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif serta kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa dimana klien merasakan suatu stimulus yang sebenarnya tidak ada, klien mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.I dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan Metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.I penulis menegakkan 3 diagnosa keperawatan yaitu, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial: menarik diri, defisit perawatan diri. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.I yaitu diagnosa risiko perilaku kekerasan ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.I yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga klien, klien yang kurang kooperatif dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien dalam memberikan dukungan kepada klien selama proses penyembuhan klien.

AKIBAT HUKUM PERUBAHAN JENIS KELAMIN TERHADAP SAHNYA PERKAWINAN

JULIANA
2021 · Thesis · Open Access

Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.

Regulasi Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan pada Masa Pandemi COVID-19

NURUL AINUN ALWIYAH
2021 · Thesis · Open Access

Peningkatan jumlah kasus Corona terjadi sangat cepat dan membutuhkan penanganan khusus. Di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown atau isolasi. Mobilitas masyarakat yang tinggi, menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang menunjang. Salah satunya yaitu pelayanan publik dalam hal pengurusan paspor. Dengan ini muncul regulasi serta sistem baru dalam pelayanan paspor di masa Pandemi COVID-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease (COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan/observasi dan kuesioner/angket. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan yang berada di Jl. Tien Soeharto, Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan dan di Kecamatan Sebatik Semasa pandemi COVID-19 Direktorat Jenderal Imigrasi telah banyak mengeluarkan pemberitahuan atau himbauan melalui Surat Edaran kepada seluruh kantor Imigrasi di Indonesia dalam rangka penanganan, pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19). Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan juga berinovasi dalam pelayanan pengurusan paspor yang dimana hal tersebut memudahkan pemohon dalam mengurus paspor. Beberapa inovasi dalam pengurusan paspor yaitu Sedadap Buton, Sebakis dan Lumbis Go. Inovasi ini diperuntukkan untuk kelompok khusus. Semua hal tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan yang berlaku.

Eksplorasi Kandungan Antioksidan dan Antibakteri pada Dua Tumbuhan Mangrove di Kota Tarakan

AYU ANDIRA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum. ABSTRACK Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN DIAGNOSA DEMAM TIFOID DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

ANIRA ANGGRAINI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN DIAGNOSA DEMAM TIFOID DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Anira Anggraini, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Demam tifoid merupakan masalah keseshatan yang penting di berbagai Negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti demam tifoid di dunia ini sangat sukar ditentukan, sebab penyakit ini dikenal mempunyai gejala dengan spectrum klinisnya sangat luas. Tujuan penulis: Dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat memberikan penerapan asuhan keperawatan secara komperehensif pada An.A. dengan demam tifoid yang di rawat di ruang irna cemra di Rumah Sakit Kota Tarakan. Hasil Laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus disajikan dalam bentuk naratif, pada studi kasus pada An.A dengan demam tifoid yang dirawat di ruang perawatan cemara rumah sakit kota Tarakan didapat tiga masalah diagnosa keperawatan yaitu hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keenganan untuk makan), konstipasi berhubungan dengan ketidak cukupan asupan serat. Berdasarkan intervensi yang dilakukan dan criteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka hasil evaluasi yang telah dicapai ke tiga diagnosa keperawatan. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Demam Tifoid Mengetahui, Alfianur, S.Kep.,Ns.,M.Kep NIP. 197908232005021004

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. D DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

RIVANTI NISSA AMARTYA
2021 · Thesis · Open Access

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penghiduan dimana klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. D dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan seperti pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil pengkajian klien terdapat 8 masalah keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, gangguan konsep diri: HDR, isolasi sosial, kerusakan komunikasi verbal, waham, koping individu inefektif, ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan kurang perhatian. Terdapat 3 diagnosa prioritas yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial dan gangguan konsep diri: HDR. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. D yaitu diagnosa ada pada teori tapi tidak ada pada kasus yaitu resiko perilaku kekerasan karena klien tidak menunjukkan tanda-tanda resiko perilaku kekerasan. Pada pelaksanaan, tidak dapat dilakukan intervensi lanjutan untuk diagnosa isolasi sosial dan intervensi keluarga pada HDR. Diharapkan bagi perawat untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan melibatkan peran keluarga.

Asuhan keperawatan pada Ny.M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas sebengkok

RAWIYAH
2021 · Thesis · Open Access

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realita (halusinasi dan waham) efek yang tidak waj ar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berfikir abstrak) dan mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori yang diebabkan stimulus yang sebenarnya itu tidak ada. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran .Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Hasil pengkajian klien terdapat tiga masalah keperawatan yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan, Gangguan memori, sedangkan pada kasus Ny.M terdapat dua diagnosa keperawatan jiwa yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan pada implementasi gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan risiko perilaku kekerasan yang terdapat pada teori namun tidak dengan kasus. Dimana pada teori perencanaan terdapat 5 strategi pelaksanaan pada masing-masing diagnosa keperawatan jiwa,namun pada kasus Ny.M diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran penulis hanya dapat melakukan 3 strategi pelaksanaan dan pada diagnosa risiko perilaku kekerasan hanya dapat melakukan 2 strategi pelaksanaan. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang sekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dihentikan. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien dan bekerja sama dengan perawat puskesmas.

Asuhan Keperawatan Pada Ny. W Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Di Puskesmas Kota Tarakan

MUTIARA MEITRISIA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny W. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “W”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga dan perawat puskesmas mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

Asuhan keperawatan pada An. G dengan diagnosa medis Gizi Buruk di ruang perawatan anak rumah sakit umum kota tarakan

DITA SITI AMINAH
2021 · Thesis · Open Access

Gizi buruk terjadi jika tubuh mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan kematian pada anak. Laporan Tugas Akhir melakukan pedekatan studi dengan proses keperawatan. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An. G dengan diagnosa medis Gizi Buruk. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilakukan meluputi identitas klien, riwayat penyakit yang pernah dialami sebelumnya dan sekarang, pengkajian kesehatan secara menyeluruh. Diagnosa keperawatan ditemukan adalah defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari empat diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditentukan.

Asuhan Keperawatan Pada Tn. B Dengan Masalah Utama Isolasi Diri: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

MUHAMMAD NAUFAL AQIL
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Berdasarkan data Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan pada tahun 2018 sebanyak 32 jiwa penderita isolasi sosial yang dirawat di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalamannya tatentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. B masalah utama isolasi sosial: menarik diri di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.B yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: harga diri rendah dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus tidak ditemukan kesenjangan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupunTn.B

Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

AJI EGA SYAHWALIA
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian Tn. S terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, ketidakpatuhan, dan defisit pengetahuan. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis keperawatan teratasi, satu diagnosis keperawatan teratasi sebagian dan satu diagnosis keperawatan belum teratasi.

Asuhan Keperawatan Padan Tn. M dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri di Puskesmas Sebengkok Daerah Tarakan

APRILIA CHRISTIANI DEWI
2021 · Thesis · Open Access

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian pada Tn. M di dapatkan 3 masalah keperawatan yang diangkat menjadi diagnosa keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Defisit Perawatan Diri: Mandi. Intervensi pada diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, diagnosa kedua gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan ada beberapa yang terlaksana, diagnosa ketiga defisit perawatan diri ada beberapa diagnosa yang terlaksana. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu keluarga klien tidak mendukung sehingga waktu bertemu klien hanya pada malam hari, faktor pendukung intervensi terlaksana klien sangat kooperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dank lien serta keluarga untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

JUSTINA MUTAKABBIR
2021 · Thesis · Open Access

Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Puskemas Pantai Amal Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 6 masalah keperawatan yang kemudian diangkat menjadi 3 diagnosa yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri: Berhias. Adapun 5 sp yang dapat terlaksana hanya 3 sp dan 2 sp yang tidak dilakukan yaitu sp 4 dan 5 dikarenakan Ny. S yang memang tidak melakukan pengobatan di puskesmas dan rumah sakit. Kesimpulannya ditemukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN Pada BAYI Ny. H DENGAN PNEUMONIA NEONATUS di RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

MUSLAN
2021 · Thesis · Open Access

Pneumonia merupakan penyakit radang akut pada sistem pernafasan yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi Ny. H dengan penyakit pneumonia neonatus. Metode penulisan yaitu deskriptif, tipe studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan srudi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu: gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme, dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan yaitu: pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar intervensi yang belum teratasi dapat teratasi.

Asuhan keperawatan pada Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas Sebengkok Kota Tarakan

NUR ATIQAH OKTAVIA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skizofrenia termasuk dalam golongan psiko ditandai dengan dua gejala utama yaitu tidak adanya pemahaman diri dan ketidakmampuan menilai realitas. Dari jenis skizofrenia, halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik yaitu dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Banyak terdapat waham dan halusinasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, regiment terapeutik inefektif, dan defisit pengetahuan. Dari 5 masalah diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. A yaitu: diagnosa harga diri rendah yang terdapat pada teori namun tidak terdapat dalam kasus karena klien tidak menunjukkan tanda dan gejala harga diri rendah. Terdapat kesenjangan pada intervensi isolasi sosial yang dimana pada teori terdapat 5 strategi pelaksanaan dan pada kasus Tn.A terdapat 4 strategi pelaksanaan. Pada saat pelaksanaan penulis tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga karena saat penulis ingin melakukan implementasi strategi pelaksanaan keluarga ibu klien pergi bekerja dan penulis juga tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga pada saudara klien karena terdapat hambatan yaitu saudara klien memiliki gangguan pada pendengarannya sedangkan pada teori terdapat strategi pelaksanaan keluarga yang seharusnya dapat dilakukan agar membantu klien mempertahankan intervensi yang telah dilakukan. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN DIAGNOSIS SIROSIS HEPATIS B DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

AYU FITRIA WARDANI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK sirosis hepatis merupakan peradangan difus dan kronik sehingga timbul kerusakan susunan parenkim hati. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR). Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Rikesdas), studi dan uji saring darah donor PMI maka diperkirakan di antara 100 orang di Indonesia, 10 diantaranya telah terinfeksi hepatis B dan C. Sirosis hepatik menempati urutan ke-7 penyebab kematian di dunia. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. S terdapat 5 diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu pola napas tidak efektif, konstipasi, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri, defisit pengetahuan kurang. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ditegakkan pada Ny. S dimulai dari pengkajian, pengkajian sirkulasi. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat. Kata kunci:sirosis hepatis, dokumentasi keperawatan, asuhan keperawatan.