Abstrak
ABSTRAK Skizofrenia termasuk dalam golongan psiko ditandai dengan dua gejala utama yaitu tidak adanya pemahaman diri dan ketidakmampuan menilai realitas. Dari jenis skizofrenia, halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik yaitu dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Banyak terdapat waham dan halusinasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, regiment terapeutik inefektif, dan defisit pengetahuan. Dari 5 masalah diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. A yaitu: diagnosa harga diri rendah yang terdapat pada teori namun tidak terdapat dalam kasus karena klien tidak menunjukkan tanda dan gejala harga diri rendah. Terdapat kesenjangan pada intervensi isolasi sosial yang dimana pada teori terdapat 5 strategi pelaksanaan dan pada kasus Tn.A terdapat 4 strategi pelaksanaan. Pada saat pelaksanaan penulis tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga karena saat penulis ingin melakukan implementasi strategi pelaksanaan keluarga ibu klien pergi bekerja dan penulis juga tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga pada saudara klien karena terdapat hambatan yaitu saudara klien memiliki gangguan pada pendengarannya sedangkan pada teori terdapat strategi pelaksanaan keluarga yang seharusnya dapat dilakukan agar membantu klien mempertahankan intervensi yang telah dilakukan. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien.