Karakterisasi padi Gogo lokal (Oriza sativa L) di desa Antutan kabupaten Bulungan Kalimantan Utara
AA
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
AA
Prostitusi masih marak terjadi ditengah masyrakat, prostitusi merupakan hal yang melibatkan penyedia layanan seksual (mucikari) dengan tujuan memperoleh imbalan uang dan berbagai keuntungan lainnya, prostitusi itu sendiri sama halnya memperdangankan manusia. Manusia bukanlah suatu barang atau jasa yang dapat diperjual-belikan. Penelitian ini berfokus pada pertama bentuk tindak pidana prostitusi didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang. Kedua fokus penelitian ini ialah penerapan sanksi hukum terhadap para pelaku tindak pidana prostitusi. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitiaan normatif. Hasil dari penelitiaan ini meyimpulkan tindak pidana prostitusi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diatur dalam pasal 293, pasal 295 ayat 1 dan 2, pasal 296, pasal 297, dan pasal 506. Pasal-pasal ini menintikberatkan pada mucikari sebagai penyedia layanan jasa prostitusi yang mempermudah dan memperoleh keuntungan, pada pasal 293 dan 295 korban dalam kategori anak dibawah umur. Prostitusi diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, pada pasal 2 ayat 1, pasal 5, dan pasal 12, dalam hal perbuatan pengeksploitasi. Dalam penerapan sanksi pidana prostitusi pelaku dijerat pasal 269 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang dijatuhi pada terdakwa dalam putusan nomor 427/Pid.Sus/2017/PN.Trk berdasarkan fakta hukum dan pertimbangan hakim. Pebuatan terdakwa selain mempermudah dan menyebabkan sebagaimana yang bunyi pasal 296, terdakwa juga memperoleh keuntungan secara pribadi atas pebuatannya tersebut selain pasal 296 yang dijerat juga terdakwa dapat dikenai pasal 506 sebagaimana terdakwa mendapatkan keuntungan pribadi dari hasil perbuatan terdakwa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan, Kab. Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas XII MIA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Nunukan dimulai dari tahapan persiapan guru dalam menyusun RPP dan bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Proses pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp, Telegram, dan Microsoft Teams. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain guru sulit untuk merancang metode dan media yang akan digunakan, siswa sulit memahami materi secara online dan jaringan internet tidak stabil. Sedangkan motivasi belajar siswa selama menjalankan pembelajaran daring mengalami penurunan sehingga penemuan ini menunjukan bahwa ada terjadinya learning loss dalam proses pembelajaran daring selama pandemi.
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Adapun persoalan yang dikemukakan penulis ini yang pertama pemenuhan hak orang dengan gangguan jiwa yang terlantar di jalanan menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, kedua kendala/hambatan dan solusi dari pelaksanaan pemenuhan hak terhadap orang dengan gangguan jiwa yang terlantar di jalanan yang dilakukan Dinas sosial. Metode penelitian ini merupakan penelitian normatif. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: hak merupakan sesuatu yang harus didapatkan oleh tiap individu dan tiap individu memiliki hak-hak yang berbeda juga sesuai dengan porsi mereka. Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan jiwa menyatakan setiap ODGJ terlantar berhak mendapatkan pelayanan dan upaya rehabilitasi yang dapat membantu mengembalikan fungsi sosialnya, hak-hak tersebut terdiri atas hak untuk tidak didiskriminasi, tidak untuk disiksa dan ditelantarkan selanjutnya hak-hak dasar seperti pengobatan, perawatan, makanan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang mendukung. Namun Pemerintah Daerah Kota Tarakan khususnya Dinas Sosial dalam pemenuhan hak penderita gangguan jiwa kurang maksimal yaitu masih kurangnya dalam bentuk pelayanan kesehatan seperti fasilitas maupun pengobatan dan biaya yang cukup mahal. Bahkan masih banyak penderita gangguan jiwa yang terlantar maupun menggelandang di jalan. meskipun sudah ada aturan terkait yang mengatur tentang ODGJ tetapi belum juga menurunkan tingkat gangguan jiwa yang terlantar di jalanan. Adapun kendala/hambatan dalam pemenuhan hak penderita gangguan jiwa yaitu permasalahan ditingkat keluarga, permasalahan ditingkat masyarakat dan ditingkat anggaran dari pemerintah mengakibatkan terbatasnya dalam memenuhi hak penderita orang dengan gangguan jiwa.
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN DISTRIBUSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MASKER BEDAH DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kulaitas Produk, Harga Dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Masker Bedah Di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan koesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental samphling dengan teknik penentuan sampel menggunakan Rumus Unknown Populations. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Tarakan yang lebih memilih menggunakan Masker Bedah dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel Kualitas Produk dan Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Masker Bedah di kota Tarakan, sedangkan untuk variabel Harga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian Masker Bedah di kota Tarakan. Kata Kunci : Kualitas Produk, Harga, Distribusi, Keputusan Pembelian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kualitas pelayanan, harga dan ketepatan waktu terhadap kepuasan konsumen (studi kasus pada konsumen JNE kota Tarakan). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah menggunakan jasa pengiriman PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dengan jumlah sampel sebanyak 190 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan progam SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menunjukan variabel kualitas pelayanan, harga dan ketepatan waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen JNE kota Tarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media pembelajaran audio visual pada kemampuan menyimak isi berita siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian True Experimental Design model Pretest-Posttest Control Group Design. Model desain ini terbagi menjadi 2 kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Startified Random Sampling dengan total sampel 40 siswa yang masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Adapun teknik tes yang dilakukan berupa Pretest – Posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Independent Sample t-test dengan bantuan Software SPSS Versi 23 For Windows. Berdasarkan data pada baris Equal variance assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t-hitung 4.342 pada taraf signifikan a= 0,05 dan dk = 38 diperoleh nilai t-tabel 1.697 berarti t-hitung ≥ t-tabel ( 4.342≥ 1.697 ) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan “penggunaan media audio visual efektiv terhadap pembelajaran keterampilan menyimak teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan”. Dengan penggunaan media audio visual membuat siswa lebih antusias dan lebih aktif dalam menerima dan menyimak pembelajaran. Hal inipun tak lepas dari peran guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa.
ABSTRAK Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Pada dasarnya koperasi dalam masyarakat saling berkesinambungan. Dengan ini, koperasi mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi demi kehidupan yang sejahtera. Di skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah pengurus dan pengawas koperasi sebagai pertanggungjawaban berbeda dalam rapat anggota. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor. 19 Tahun 2015. Data sekunder yang digunakan adalah buku, jurnal, dan beberapa sumber lainnya. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengenai pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi adalah salah satu utama alasan yang terjadinya penundaan dalam rapat anggota tahunan yang akan diselenggarakan dalam setiap tahun sekali. Dalam hal ini, menggunakan peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 19/Per/M.KUKM/IX/2015 dalam pasal 20 ayat (3) menyatakan bahwa koperasi yang tidak menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan selama 2 (dua) tahun, Menteri melalui instransi memaksakan persetujuan sebagai pemberitahuan secara tertulis terlebih dahulu, larangan menyelesaikan sebagai jabatan sebagai pengurus persetujuan, pemcabutan izin usaha, serta pembubaran yang dilakukan oleh Menteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru bahasa Inggris dalam pelaksanaan pembelajaran online mulai dari persiapan, proses, hingga evaluasi pada masa pandemi virus corona 2019 di MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar online selama periode Coronavirus 2019 adalah: 1) Persiapan mengajar, seperti; a) Penyusunan persiapan tertulis, menentukan alokasi waktu dalam menyampaikan mata pelajaran kepada siswa (75%), menentukan bentuk prosedur penilaian hasil belajar (50%), memformat tujuan pembelajaran, menentukan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan metode pengajaran yang tepat, dan pemilihan media pembelajaran yang tepat sumber daya (25%), b) Pembuatan media ajar; menyesuaikan media ajar dan keterbatasan kemampuan IT untuk membuat media ajar. 2) Proses pengajaran seperti; a) Melaksanakan proses pengajaran; rendahnya motivasi belajar siswa dan keterbatasan kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran online (75%), b) Metode dan strategi pembelajaran; tidak diterima dengan baik oleh siswa (50%), c) Pengelolaan kelas; siswa lambat dalam memahami materi (100%), dan siswa sulit diatur, siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dan media pendukung tidak tersedia (50%), d) Alat dan sarana; Masalah Wi-Fi dan listrik, dan penyimpanan ponsel juga. 3) Evaluasi pengajaran, seperti; a) Penilaian keterampilan siswa; keterbatasan alat penilaian online dan keterbatasan waktu dalam menilai kinerja siswa (50%), b) Menentukan jenis tes yang sesuai dengan kemampuan siswa (25%), c) Kurang disiplin siswa dalam menyerahkan tugas (75%).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel yang terdapat pada Theory of Planned Behavior yaitu, sikap, norma subjektif, efikasi diri, dan menambah hubungan norma subjektif terhadap efikasi diri serta variabel efikasi diri sebagai variabel Pemediasi. Sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 360 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas, reabilitas, dan normalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi dengan alat SPSS 21. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) Sikap berpengaruh positif terhadap Niat Berwirausaha (2) Norma Subjektif berpengaruh positif terhadap Niat Berwirausaha (3) Efikasi Diri berpengaruh positif terhadap Niat Berwirausaha (4) Norma Subjektif berpengaruh positif tehadap Efikasi Diri (5) Efikasi Diri sebagai variabel pemediasi antara Norma Subjektif terhadap Niat Berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jam kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan pada masa pandemi covid 19 (Studi pada PT. pelabuhan indonesia (Persero) Cabang Kota Tarakan). Pada penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Kota Tarakan yang berjumlah 77 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 16. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sedangkan variabel insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kedisiplinan siswa MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi Man Tarakan yang berjumlah 414 siswa. Dari populasi tersebut 15% dari populasi sehingga jumlah sampel yang digunakan 15% X 414 siswa = 62 siswa. Adapun teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan rumus standar deviasi dengan tujuan untuk mengetahui tinggi, sedang atau rendahnya nilai suatu objek dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dari skala yang telah diisi oleh siswa, maka dapat diketahui bahwa kedisiplinan siswa kategori sedang 32 siswa dengan presentase (50%), dan pada kategori tinggi 31 siswa dengan presentase (50%). Kategori tinggi ini menunjukkan bahwa siswa di MAN Tarakan telah melakukan atau memenuhi aturan-aturan yang berada disekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kajian fitogeogafi tumbuhan anggrek endemik yang ada di hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini adalah metode eksplorasi dan peneliti mengunakan sampel adaptive sampling untuk menentukan titik pengambilan sampel lokasi penelitian ini dilakukan di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan, dengan luas area penelitian berkisaran ± 70 Ha. Daerah lokasi pengambilan sampel dengan luas lokasi 120.617m². Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 jenis anggrek yang termasuk anggrek Bromheadia Finlaysoniana habitatnya Teresterial dan Dendrobium Crumenatum habitatnya epifit. Hasil eksplorasi di kawasan tersebut memiliki persebaran atau indeks morisitita (I𝛿) yang sangat rendah nilai pola persebaran terendah yaitu Bromheadia Finlaysoniana -0,95 dan Dendrobium Crumenatum -0,96 dari hasil nilai tersebut diperoleh rata-rata nilai persebaran > 1 yang berarti pola persebarannya acak. Pertumbuhan anggrek juga dapat berpengaruh oleh paramter lingkungan yang berbeda disetiap lokasi.Dari hasil jenis yang didapatkan anggrek anggrek yaitu Bromheadia finlaysoniana dan Dendrobium crumenatum merupakan jenis anggrek endemik di Negara tropik di Asia Tenggara yang tersebar luas diberbagai wilayah Indonesia meliputi wilayah Kalimantan, Maluku, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi dan Sumatra.
AKI dan AKB merupakan indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak. Tujuan Asuhan Komprehensif untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk membantu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Asuhan komprehensif adalah asuhan yang diberikan oleh bidan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 2 Juni 2021 di BPM Rubiyah Kota Tarakan dengan Ny. R sebagai responden untuk melaksanakan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat usia kehamilan klien 41 minggu. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 41 minggu. Kala I berlangsung selama ±3 jam, kala II berlangsung selama 10 menit, kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Pelaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN) dan tidak ditemukan adanya masalah. Masa nifas Ny. R berjalan dengan normal. dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 03-Juni 2022. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisilogis, observasi Bayi lahir dengan berat badan 2.600 gram dan panjang 50 cm, bayi lahir spontan, tidak ada masalah dan bayi telah melakukan IMD selama 60 menit bayi setelah lahir. Asuhan kebidanan komprehensif telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Asuhan kebidanan secara COC adalah salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
Pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berkualitas membutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai bidan diharapkan mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam pelayanan kebidanan, termasuk asuhan kebidanan yang diberikan oleh bidan. Oleh karena itu asuhan komprehensif yang diberikan pada Ny. Y G6P5A0 adalah dengan melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 6 kali pada usia kehamilan 37 minggu 4 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan pada tanggal 17 Mei 2022 pukul 21.10 WITA. Usia kehamilan 39 minggu 3 hari, Pada kala I, II, III, IV, tidak ditemukan celah dan berjalan normal. Ibu Y berjalan normal mulai dari kunjungan 6 jam terhitung tanggal 18 Mei 2022. Pada asuhan nifas dilakukan 1 kali kunjungan dan tidak ditemukan masalah. Tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, selama nifas berjalan secara fisiologis tidak ada celah. Perawatan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan dan tanpa adanya identifikasi masalah, serta dilakukan untuk menjaga bayi tetap hangat, melakukan IMD dan melakukan imunisasi awal yaitu HB0. Pengamatan pada bayi baru lahir dilakukan mulai 1 jam setelah lahir hingga 11 hari. Bayi lahir berjenis kelamin perempuan dengan berat badan normal 3.700 gram, panjang badan spontan 50 cm, dan tidak ditemukan komplikasi.
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI dan AKB salah satunya dengan asuhan kebidanan komprehensif yang mencakup asuhan kebidanan dimulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N dengan menggunakan dokumentasi SOAP. Pengkajian dilakukan pada Ny. N G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 1 kali di Puskesmas Karang Rejo pada usia kehamilan 38 minggu 1 hari pada Tanggal 5 April 2022 Pukul 09.55 WITA. Persalinan pada tanggal 9 april 2022 di usia kehamilan 38 minggu 5 hari. Kala I berlangsung 8 jam 55 menit, Kala II berlangsung 7 menit, Kala III berlangsung 5 menit dan Kala IV berlangsung 2 jam. Pelaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN) dan tidak ditemukannya komplikasi. Masa nifas Ny. N berjalan dengan normal, kunjungan nifas dilakukan 4 kali. Dilakukan pada 6 jam postpartum, 3 hari postpartum, 10 hari postpartum dan 32 hari postpartum. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi dan pengeluaran lochea berjalan secara fisiologis. Terdapat bendungan ASI pada hari ketiga postpartum dan dapat teratasi. Asuhan pada bayi baru lahir dilakukan 3 kali. Kunjungan dilakukan sejak 6 jam kelahiran sampai usia bayi 10 hari. Bayi lahir spontan dengan BB 3.750 gram, PB 51 cm, JK laki-laki, cukup bulan, menangis kuat, tidak ada kelainan kongenital.Berdasarkan asuhan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. N, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukannya penyulit maupun kesenjangan antara teori dan asuhan yang telah diberikan.
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN IKAN AIR TAWAR KECAMATAN LUMBIS DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis dan untuk mengetahui potensi implementasinya pada pembelajaran biologi kelas X SMA berdasarkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian Ikan air tawar terdapat 14 jenis pisces. Analisis data dalam penelitian ini adalah indeks Keanekaragaman, Indeks Kemerataan dan identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada Pembelajaran Biologi. Hasil Indeks Keanekaragaman tinggi yang di dapatkan dari hasil penelitian ini terdapat pada Titik VII dengan nilai 1.40 . Hasil indeks kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis yaitu kemerataan jenis ikan tergolong rendah terdapat pada titik I dan II sedangkan indeks kemerataan jenis ikan tergolong sedang terdapat pada titik II,IV,V,VI,VII. Adapun hasil penelitian keanekaragaman dan kemerataan ikan dengan pembelajaran biologi, terdapat pada materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.4 mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan. Kata kunci: ikan (Pisces), indeks keanekaragaman, indeks kemerataan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bantuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode di pasar Gusher Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan dari interaksi pedagang dan pembeli di pasar Gusher kota Tarakan yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pedagang dan pembeli yang ada di pasar Gusher serta informan yang akan menvalidkan data mengenai bahasa Toraja. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik metode simak beserta teknik lanjutannya yaitu teknik sadap, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknk catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode dan campur kode serta faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Data dalam penelitian ini berjumlah 31 data, diantaranya yaitu: bentuk alih kode internal dan eksternal antar bahasa, alih kode internal antar ragam ringkas, bentuk campur kode penyisipan kata, frasa, kata dan frasa, serta klausa. Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode antara lain agar lawan tutur memahami maksud yang ingin disampaikan, untuk membuat suasana menjadi lebih santai, agar lebih sopan jika berkomunikasi dengan yang lebih tua, dan sudah menjadi kebiasaan.
Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Modal Kerja, Lama usaha dan Tenaga Kerja secara parsial dan simultan terhadap tingkat pendapatan petani rumput laut di Kota Tarakan. Jumlah sampel penelitian adalah sebesar 74 petrani rumput laut Kota Tarakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukkan secara parsial variabel Modal t hitung untuk variabel modal sebesar 4,856 > t tabel 1,666 dengan signifikansi 0,000 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel modal berpengaruh terhadap variabel pendapatan, Variabel Lama Usaha t hitung untuk variabel Lama Usaha sebesar 4,602 > t tabel 1,666 dengan signifikan 0,002 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lama usaha berpengaruh terhadap variabel pendapatan, Variabel Tenaga Kerja t hitung untuk variabel tenaga kerja sebesar 3,177 > t tabel 1,666 dengan signifikansi 0,011 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tenaga kerja berpengaruh terhadap variabel pendapatan. Secara simultan, nilai F hitung 8,519 > F tabel 2,73 dan Sig. 0,000 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen antara lain modal, lama usaha, dan tenaga kerja secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu pendapatan.
Sero (guiding barrier) merupakan alat tangkap ikan yang sifatnya menetap di daerah penangkapan (fishing ground). Hasil tangkapan guiding barrier di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara mempunyai kelimpahan yang tinggi dalam jenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan komposisi hasil tangkapan menggunakan alat tangkap Sero, meliputi kelimpahan hasil tangkapan, komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan alat tangkap Sero di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara. Penelitian telah dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama 3 kali pengambilan sampel (sampling) dalam 2 bulan. Hasil identifikasi selama penelitian didapatkan sebanyak 30 spesies sebanyak 2.112 ekor dengan berat 112,688 kg. Hasil tangkapan Sero meliputi hasil tangkapan utama (HTU) sebesar 10%, hasil tangkapan sampingan (HTS) sebesar 70% dan hasil tangkapan buangan (HTB) sebesar 20%. Komposisi ukuran yang didapatkan pada ikan kakap putih (Lates sp) yaitu berkisar antara 13,5-29,3 cm dan memiliki 6 kelas, didominasi oleh ukuran 21,78-24,53 cm. Kisaran ukuran pada ikan kakap merah (Lutjanus sp) yaitu berkisar antara 9-31 cm dan memiliki 6 kelas, dominan pada kisaran ukuran 12,67-16,33 cm. Kisaran ukuran pada ikan bawal putih (Pampus sp) yaitu berkisar antara 13-16,5 cm dan memiliki 2 kelas dengan kisaran ukuran pada kelas pertama yaitu 13,0-14,75 cm dan pada kelas kedua yaitu berkisar 14,76-16,51 cm, kisaran ukuran yang didapatkan menunjukkan bahwa spesies yang tertangkap termasuk kedalam katagori yuwana.