MEGA TULKHANIFA RIDWAN
2026 · Thesis · Open Access
Taman kota di Kota Tarakan masih menghadapi beberapa keterbatasan dalam penyediaan fasilitas dan aksesibilitas yang dapat memengaruhi kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Fasilitas dan Aksesibilitas terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Taman Kota di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pengguna taman kota dengan nilai t sebesar 4,880 dan signifikansi 0,000. Aksesibilitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t sebesar 2,214 dan signifikansi 0,029. Secara simultan, fasilitas dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat Pengguna taman Kota dengan nilai F sebesar 20,128 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,302 menunjukkan bahwa fasilitas dan aksesibilitas mampu menjelaskan 30,2% variasi kepuasan masyarakat, sedangkan 69,8% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Fasilitas menjadi variabel yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas dan kemudahan akses secara bersama-sama penting untuk mendukung taman kota terhadap kepuasan masyarakat di Kota Tarakan.
MUHAMMAD RIZKI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini menganalisis karakteristik path loss sinyal LoRa 433 MHz dan mengevaluasi akurasi model propagasi Two Ray Ground, Weissberger, dan COST-235 di lingkungan lahan pertanian cabai tropis. Pengukuran lapangan dilakukan dengan memvariasikan ketinggian antena pada 0 meter dan 1 meter. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan ketinggian antena ke 1 meter secara signifikan menurunkan path loss empiris dari rentang 84–124 dB menjadi 72–105 dB. Evaluasi terhadap ketiga model standar menunjukkan adanya underestimasi redaman yang sangat parah karena tidak mengakomodasi atenuasi vegetasi dan pantulan permukaan tanah. Model Two Ray Ground mencatatkan Root Mean Square Error (RMSE) terendah (sekitar 38–42 dB), namun tetap jauh di atas batas toleransi, sementara model Weissberger dan COST-235 menghasilkan RMSE di atas 55 dB. Disimpulkan bahwa model propagasi standar tidak relevan untuk digunakan secara langsung di lingkungan pertanian tropis. Diperlukan kalibrasi parameter berbasis data lapangan atau pengembangan model empiris baru guna mendukung perencanaan jaringan Wireless Sensor Network (WSN) berbasis LoRa yang andal untuk aplikasi pertanian presisi.
LINGAI BAYUK
2026 · Thesis · Open Access
Kulit buah pedada merupakan limbah biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pektin alternatif. Kualitas pektin dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan dalam ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan dua jenis pelarut asam, yaitu asam sulfat dan asam oksalat, terhadap kualitas pektin yang diekstraksi dari kulit buah pedada. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu preparasi sampel, ekstraksi pektin menggunakan asam sulfat sebagai perlakuan A dan asam oksalat sebagai perlakuan B, serta analisis kualitas pektin. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat, dan derajat esterifikasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent-samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, dan derajat esterifikasi pektin (p>0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar asam galakturonat (p>0,05). Ekstraksi menggunakan asam sulfat menghasilkan rendemen pektin yang lebih tinggi, yaitu 6,53 ± 0,04%, dibandingkan dengan ekstraksi menggunakan asam oksalat. Namun, pektin yang diekstraksi menggunakan asam oksalat menunjukkan kualitas yang lebih baik, dengan kadar air sebesar 15,17 ± 0,19%, kadar abu sebesar 3,51 ± 0,15%, berat ekivalen sebesar 333,58 ± 11,13 mg, kadar metoksil sebesar 22,32 ± 0,31%, kadar asam galakturonat sebesar 169,22 ± 0,47%, dan derajat esterifikasi sebesar 70,59 ± 0,87%. Dengan demikian, asam sulfat lebih efektif dalam meningkatkan rendemen pektin, sedangkan asam oksalat berpotensi digunakan sebagai pelarut alternatif untuk menghasilkan pektin kulit buah pedada dengan kualitas yang lebih baik.
MUHAMMAD FAZRI
2026 · Thesis · Open Access
FIJRA DWI HANDINI
2026 · Thesis · Open Access
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN KOSMETIK BERLABEL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KEAMANAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu berupa kosmetik berlabel BPOM yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang. Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara jaminan normatif melalui izin edar dan keamanan aktual produk yang beredar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen kosmetik berlabel BPOM yang tidak memenuhi standar keamanan serta bentuk perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif, evaluatif, dan preskriptif dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peraturan BPOM, serta kasus Pinkflash dan MH Cosmetic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha, baik produsen, importir, maupun pemegang nomor notifikasi, tetap bertanggung jawab atas keamanan produk yang diproduksi atau diedarkannya. Tanggung jawab tersebut meliputi kewajiban memberikan ganti rugi dan dapat dikenakan dalam ranah perdata, administratif, dan pidana. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) lebih relevan digunakan karena menitikberatkan pertanggungjawaban pada produk tidak aman dan timbulnya kerugian atau risiko bagi konsumen. Perlindungan hukum bagi konsumen tersedia dalam dua bentuk, yaitu preventif (pengawasan, edukasi, dan inspeksi mendadak) dan represif (sanksi administratif, BPSK, litigasi, dan pidana).
RENDI CHRISTIAN SUJOKO
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini menjelaskan pemasangan sistem listrik pada turbin angin berbentuk heliks untuk menghidupkan lampu jalan umum (PJU) di Kota Tarakan. Sistem ini terbuat dari turbin angin berbentuk heliks, generator berbasis DC dengan magnet permanen, Solar Charge Controller (SCC), baterai, inverter DC ke AC, serta lampu pencahayaan jalan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem kelistrikan tersebut dan memahami sifat-sifat tegangan, arus, serta daya yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan cara menguji di lapangan dan laboratorium. Pengujian di lapangan dilakukan di Jalan Mulawarman dan Jalan Aki Balak selama lima hari, sementara pengujian di laboratorium dilakukan untuk memahami sifat keluaran generator saat putarannya berubah. Parameter yang diukur mencakup kecepatan angin, putaran turbin, tegangan dan arus generator, kapasitas baterai, serta beban yang digunakan. Data hasil pengukuran diproses untuk mengetahui besar daya generator, daya DC di sisi baterai, daya semu AC di sisi beban, serta karakteristik tegangan keluaran inverter. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya generator di Jalan Mulawarman adalah 0,0273 W, sedangkan di Jalan Aki Balak sebesar 0,0632 W. Daya DC rata-rata di sisi baterai adalah 58.3724 W dan 58.6865 W, sedangkan daya semu AC di sisi beban adalah 36.9147 VA dan 36.7168 VA. Tegangan keluaran dari inverter rata-rata adalah 215,71 V dan 214,68 V, dengan perbedaan terhadap tegangan standar 220 V masing-masing sebesar 1,95% dan 2,42%. Hasil uji menunjukkan sistem sudah bisa dioperasikan dan menghasilkan output AC pada beban PJU, meskipun daya generator masih tergolong kecil dibandingkan kapasitas beban nominal 300 W.
MUHAMMAD FAZRI
2026 · Thesis · Open Access
Peningkatan kebutuhan listrik mendorong pemanfaatan energi terbarukan,
salah satunya energi angin. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan
menguji prototipe turbin angin heliks sumbu vertikal sebagai energi alternatif
Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah
rancang bangun eksperimental yang mencakup perancangan mekanik-kelistrikan,
pembuatan prototipe, serta pengujian lapangan (Jalan Mulawarman dan Jalan Aki
Balak) dan laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa di Jalan
Mulawarman (kecepatan angin rata-rata 2,17 m/s) dihasilkan putaran 108,91 rpm
dan daya rata-rata 0,01 W. Sementara di Jalan Aki Balak (kecepatan angin rata-rata
2,44 m/s) dihasilkan putaran 150,73 rpm, daya rata-rata 0,0238 W, dan daya puncak
0,0595 W. Pada pengujian laboratorium, daya tertinggi yang terukur adalah 0,1265
W pada kecepatan angin 4,6 m/s. Prototipe ini terbukti mampu mengonversi energi
angin menjadi listrik, namun daya keluarannya belum memadai untuk menyuplai
PJU secara mandiri. Pengembangan selanjutnya memerlukan optimasi pada rotor,
transmisi, generator, pengontrol pengisian, serta integrasi hibrida angin-surya.
FRANSISKA AMARAL CASIMIRA TALAN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perkawinan beda agama menurut Hukum Gereja Katolik serta keabsahannya menurut hukum nasional Indonesia dan perbandingan antara kedua sistem hukum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum Gereja Katolik membedakan mixta religio dan disparitas cultus. Mixta religio merupakan perkawinan antara seorang Katolik dengan orang yang telah dibaptis tetapi tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik dan memerlukan izin dari otoritas Gereja, sedangkan disparitas cultus merupakan perkawinan antara seorang Katolik dengan orang yang tidak dibaptis yang menjadi halangan yang menggagalkan dan memerlukan dispensasi agar dapat dilangsungkan secara sah menurut hukum kanonik. Pemberian izin atau dispensasi tersebut disertai persyaratan tertentu yang berkaitan dengan kehidupan iman dan pendidikan anak. Sementara itu, hukum nasional Indonesia berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan menentukan bahwa perkawinan sah apabila dilaksanakan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Dengan demikian, perbedaan kedua sistem hukum tersebut terletak pada mekanisme pengaturannya, yaitu Hukum Gereja Katolik menyediakan mekanisme izin dan dispensasi dengan persyaratan tertentu, sedangkan hukum nasional menjadikan hukum agama dan kepercayaan sebagai dasar penentuan keabsahan perkawinan.
GRACESYA PANGESTUTI GUSTI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis dari mekanisme verifikasi negara yang diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 14 Tahun 2024 terkait kepastian hukum atas hak komunal tanah adat (tanah ulayat), serta mengidentifikasi dan mengkaji hambatan hukum dalam mekanisme verifikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, historis, dan komparatif. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implikasi yuridis verifikasi negara berdasarkan Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 menghasilkan kepastian hukum yang bersyarat, pengalihan beban pembuktian kepada masyarakat hukum adat, proses pengakuan hierarkis yang terkendala oleh kebijakan politik lokal, serta kesenjangan antara kejelasan prosedural dan prediktabilitas hukum (kesenjangan Radbruch). (2) Hambatan hukum dalam pelaksanaan verifikasi negara meliputi disharmoni regulasi (inkongruensi struktural) khususnya terkait pengecualian tanah yang telah dibebani hak atas tanah dan kontradiksi dalam pengaturan Hak Pengelolaan (HPL) hambatan kelembagaan dan prosedural birokrasi (sangkar besi rasionalitas), pergeseran sistem pembuktian dari "hukum yang hidup" (living law) ke hukum administrasi, keterbatasan anggaran daerah dan kapasitas sumber daya manusia (defisit implementasi), serta kendala akibat politik hukum lokal (regulatory capture). Disarankan agar pemerintah merevisi peraturan teknis pendaftaran tanah adat dan mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat demi menjamin kepastian hukum dan keadilan substantif.
DELLA SANIA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian online di Kota Tarakan serta mengetahui kendala dan hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana perjudian online di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan penyidik Satreskrim Polres Tarakan unit Tipidter, serta studi pustaka terhapat regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian online di Kota Tarakan telah dilakukan melalui proses penerimaan laporan informasi dari masyarakat, penyelidikan. Namun, sampai penelitian dilakukan belum terdapat perkara perjudian online yang berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan karena terdapat Hambatan dalam penegakan hukum berkaitan dengan sulitnya mengumpulkan alat bukti elektronik, keterbatasan sarana dan prasarana digital forensik, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi. Pemeriksaan barang bukti elektronik yang harus dilakukan melalui Laboratorium Forensik Kepolisian Surabaya juga menyebabkan proses penanganan perkara membutuhkan waktu yang lebih lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan peningkatan kemampuan aparat dalam pengumpulan dan pembuktian alat bukti elektronik, peningkatan sarana dan prasarana digital forensik, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang dapat mendukung proses penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian online Di Kota Tarakan.
REZKY ARDANA SIMANJUNTAK
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jeruk siam di Desa Mara I, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode sensus (Total Sampling) terhadap seluruh populasi petani jeruk siam yang berjumlah 9 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), serta kriteria kelayakan investasi jangka panjang (NPV, Net B/C Ratio, IRR, dan Payback Period) untuk periode umur ekonomis 15 tahun dengan tingkat diskonto 4,75%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan per petani selama umur ekonomis adalah sebesar Rp22.334.614, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp364.491 dan biaya variabel sebesar Rp21.970.123. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani dari hasil produksi 4.734 kg dengan harga Rp10.000/kg adalah sebesar Rp47.672.222, sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan sebesar Rp25.337.608. Nilai rata-rata R/C Ratio sebesar 2,13 mengindikasikan usahatani ini menguntungkan. Berdasarkan analisis kelayakan investasi jangka panjang, diperoleh nilai rata-rata Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp14.174.255, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 3,15 (Net B/C > 1), Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,81% (di atas tingkat suku bunga 4,75%), serta Payback Period (PP) selama 7 tahun 4 bulan. Kesimpulannya, budidaya jeruk siam di Desa Mara I secara finansial dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan
GITA ARMITA SIMANGUNSONG
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK TINJAUAN KRIMINOLOGI EKSPLOITASI EKONOMI TERHADAP ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN DI KOTA TARAKAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik anak yang bekerja sebagai pedagang asongan di ruang publik Kota Tarakan, meskipun kota ini telah menyandang predikat Kota Layak Anak dan peraturan perundang-undangan telah secara tegas melarang eksploitasi ekonomi terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan di Kota Tarakan, serta upaya penanggulangan yang telah dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, menggunakan data primer dari hasil wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan disebabkan oleh faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, pendidikan, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum yang saling berkaitan dan diperkuat oleh keterlibatan orang tua maupun pihak ketiga. Upaya penanggulangan yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan lebih didominasi kebijakan non-penal, seperti assessment, konseling, sosialisasi, Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/210/DP3AP2KB/2023, serta penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja, sedangkan kebijakan penal melalui Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak belum optimal diterapkan karena belum terdapat kasus yang diproses hingga tahap pidana. Upaya tersebut belum mampu menekan angka eksploitasi secara konsisten. Penelitian ini menyarankan penguatan edukasi kepada orang tua, pengawasan rutin di titik-titik anak berjualan, serta optimalisasi kebijakan non-penal secara berkelanjutan dengan kebijakan penal sebagai ultimum remedium.
RAKHA PRAMANA AJI FADHLILLAH
2026 · Thesis · Open Access
Pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan informasi, menjalin komunikasi dengan konsumen, serta memmperkenalkan produk melalui konten yang menarik. Bius Coffee Tarakan menggunakan Instagram sebagai salah satu media untuk melakukan pemasaran dan berkomunikasi dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual Instagram serta menganalisis pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun secara bersamasama terhadap keputusan pembelian konsumen di Bius Coffee Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui Teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel konten informasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,99, interaksi sebesar 3,75, dan daya tarik visual 3,97. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian k onsumen, dengan nilai signifikansi masingmasing 0,027; 0,000; dan 0,033. Variabel interaksi menjadi variabel yang paling dominan dengan koefisien regresi sebesar 0,571. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, yang ditunjukkan oleh Fhitung sebesar 63,927 dengan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,656 menunjukkan bahwa konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual mampu menjelaskan 65,6% variasi keputusan pembelian konsumen, sedangkan 34,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
SELVI NANDA KHARIA
2026 · Thesis · Open Access
Sekolah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan keagamaan, sehingga berpotensi membentuk persepsi siswa yang khas terhadap mata pelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA terhadap mata pelajaran Biologi di sekolah berbasis pesantren, dikaji berdasarkan aspek kognitif dan afektif dengan merujuk pada konsep persepsi sebagai proses individu dalam menerima, memahami, dan memaknai suatu objek berdasarkan pengalaman belajarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua puluh siswa kelas XI dan XII MIA SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif siswa memahami Biologi sebagai ilmu kehidupan yang bermanfaat dan penting bagi masa depan, meskipun sebagian mengalami kesulitan pada materi abstrak seperti sel, enzim, dan metabolisme. Secara afektif, siswa menunjukkan respons yang cenderung positif namun bervariasi, disertai preferensi terhadap praktikum dan media visual. Persepsi terhadap integrasi Biologi dengan nilai keislaman juga beragam. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap Biologi di sekolah berbasis pesantren bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh pengalaman belajar serta konteks keagamaan lingkungan pesantren.
REZKY AMANDA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
DEWI INDRAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Gizi lebih pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gizi lebih pada balita dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi energi, gula, dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan pemilihan jenis, jumlah, dan frekuensi makanan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo masih ditemukan balita berisiko gizi lebih serta keterbatasan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi serta menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 51 ibu yang memiliki balita berusia 36–60 bulan berisiko gizi lebih di wilayah Puskesmas Karang Rejo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi berupa video berdurasi 5 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 26 responden (51,0%). Sesudah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 37 responden (72,5%). Nilai mean meningkat dari 60,49 menjadi 70,76. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 (p0,05) sehingga terdapat pengaruh. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih di Puskesmas Karang Rejo.
BUDIAWANTORO
2026 · Thesis · Open Access
THE EFFECT OF PRE-TREATMENT AND DRYING METHODS ON THE CHARACTERISTICS OF NATURAL FLAVOR ENHANCERS OF STRAW MUSHROOMS (Volvariella volvacea) Abstract Straw mushrooms (Volvariella volvacea) are food ingredients that contain protein and natural glutamic acid, making them potentially useful as natural flavor enhancers to replace synthetic seasonings. The utilization of straw mushrooms as flavor enhancers is influenced by the processing methods, particularly pre-treatment and drying methods, which can determine the quality characteristics of the final product. This study aims to investigate the effect of pre-treatment and drying methods on the characteristics of natural flavor enhancers of straw mushrooms. The research was conducted at the Agricultural Product Processing Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan, using a factorial two-factor completely randomized design with three repetitions. The first factor was pre-treatment, which consisted of control, blanching, soaking in 0.5% citric acid, soaking in 0.25% sodium bisulfite, and soaking in 2% salt, while the second factor was the drying method, which included conventional drying (sunlight) for 12 hours and oven drying at 60°C for 5 hours. The observed parameters included yield, moisture content, protein content, and glutamic acid content. The results showed that pre-treatment and drying methods had a significant effect on moisture content, protein content, and glutamic acid content, whereas the interaction of the two factors did not have a significant effect. Salt soaking treatment resulted in the highest glutamic acid content, while oven drying tended to better preserve the chemical quality of the product compared to conventional drying. The application of appropriate pre-treatment and the use of oven drying methods can enhance the quality characteristics of natural flavor enhancers from straw mushrooms.
MIFTAHUR REZKY PADILLAH
2026 · Thesis · Open Access
ALDIYANSYAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaturan masalah pelanggaran administrasi serta upaya hukum bagi calon legislatif yang dinyatakan bersalah dan dibatalkan pencalonannya oleh KPU. Pentingnya pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis, khususnya dalam konteks penegakan aturan mengenai persyaratan calon anggota legislatif. Kasus pelanggaran administrasi yang menimpa calon legislatif Kota Tarakan, EH, menjadi contoh konkret bagaimana Bawaslu berperan dalam menegakkan hukum, serta bagaimana mekanisme upaya hukum tersedia bagi pihak yang merasa dirugikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, pendekatan historis, dan pendekatan perbandingan. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur dan doktrin hukum, serta bahan nonhukum yang mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pelanggaran administrasi pemilu oleh Bawaslu Kota Tarakan telah sesuai dengan ketentuan UU No. 7 Tahun 2017 dan Perbawaslu No. 8 Tahun 2022, di mana Bawaslu berperan sebagai lembaga quasi judicial yang berwenang memutus pelanggaran administrasi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala, seperti keterbatasan waktu pemeriksaan, perbedaan tafsir hukum, dan resistensi dari pihak terlapor. Selanjutnya, calon anggota legislatif yang merasa dirugikan oleh putusan Bawaslu tetap memiliki ruang untuk menempuh upaya hukum melalui mekanisme gugatan ke PTUN, kasasi ke Mahkamah Agung, hingga permohonan sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi. Mekanisme ini mencerminkan perlindungan terhadap hak politik warga negara, meskipun dalam praktiknya integritas pemilu sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kepentingan individu.
RAMANDIKA MOHAMMAD USMAN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.