RUSDIANA
2022 · Book · Open Access
Dalam suatu peristiwa perceraian dimana pada perkawinan tersebut telah memiliki anak, anak tersebut tentu tetap memerlukan perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya. Setelah perceraian, orang tua juga berkewajiban untuk merawat anak-anak mereka. Jika anak masih di bawah umur, dianggap bahwa anak tersebut tidak dapat memilih dengan siapa akan tinggal dan dirawat. Perceraian juga akan timbul permasalahan mengenai siapa yang lebih berhak antara ayah dengan ibu atas hak untuk mengasuh serta mendidik anak. Hal tersebut yang mendasari ditulisnya skripsi berjudul Hak Asuh Anak Yang Belum 12 Tahun Setelah Putusan Perceraian Studi Kasus Nomor 464/Pdt.G/2020/PA.Tar dan Nomor 105/Pdt.G/2017/PA.Smn. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif dengan analisis putusan, yaitu dengan menganalisis masalah hak asuh anak dengan meggunakan pendekatan konseptual (Conceptual Approach), pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), dan pendekatan kasus (Case Approach) . Suatu perceraian berakibat pada timbulnya permasalahan penetapan hak asuh anak. Pengaturan tentang hak asuh anak tertulis dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 105 huruf (a) yang menjelaskan bahwa dalam hal terjadinya perceraian, pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Pasangan suami isteri yang bercerai hak asuh anaknya dapat jatuh ke tangan ayah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang akhirnya hak asuh anak tersebut jatuh ke tangan ayah bukan ke tangan ibunya padahal anak-anaknya masih dibawah umur. Dalam aturan positif sebagaimana tertuang dalam KHI merupakan pilihan kedua bagi majelis hakim setelah si Ibu dinilai tidak sanggup atau kurang baik untuk diberikan hak asuh anak karena pertimbangan keselamatan tumbuh kembangnya anak yang lebih baik untuk kedepannya.
RIZQA MURHANI
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK Keterampilan menulis permulaan adalah suatu tahap dasar dalam menulis untuk menyampaikan pola bahasa dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan tersebut diharapkan siswa dapatt memahami dan menyuarakan lambang bunyi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis permulaan siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan yang ditinjau dari tiga aspek kriteria keterampilan menulis permulaan yaitu: aspek penulisan huruf, aspek penulisan kata, dan aspek penulisan kalimat sederhana. Pendekatan yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu: tes, observasi, dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data dilakukan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa keterampilan menulis permulaan siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan pada aspek penulisan huruf siswa sudah dapat mengenali huruf dan mampu menulis bentuk huruf, pada aspek penulisan kata siswa sudah dapat menuliskan kata berdasarkan ide gambar dan menggunakan huruf kapital diawal kata, pada aspek penulisan kalimat sederhana siswa menuliskan kalimat tidak memperhatikan kesesuaian ukuran bentuk huruf dan jarak antar huruf tidak konsisten..
DENDY ALFIANTO
2022 · Book · Open Access
ANALISIS BAURAN PEMASARAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PRODUKSI DEDAK PADI MENJADI PAKAN TERNAK DI DESA MANSALONG KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Dedak padi sering diartikan sebagai bahan buangan atau hasil samping dari proses penggilingan padi. Masalah utama dari dedak padi sebagai bahan pakan ternak yaitu nilai nutrisinya rendah. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui bauran pemasaran produk pakan ternak di Desa Mansalong Kabupaten Nunukan. (2) Menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan pelanggan pada produksi pakan ternak di Desa Mansalong Kabupaten Nunukan. Penentuan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling. Teknik pengambilan sempel adalah menggunakan purposive sampling. Dengan sebanyak 50 responden. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses (pengumpulan data, kuisione, wawancara, studiputaka dan dokumentasi) dan kuantitatif menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakterisitik konsumen terdiri dari jenis kelamin pria yang bekerja sebagai peternak, dominan usia yaitu 17 – 26 tahun dan tingkat dominan pelanggan adalah orang dewasa. Model persamaan regresi linier berganda ini menunjukan bahwa factor produk, harga dan promosi berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di peroleh Y= 7,848 + 0,251X1 - 0,028X2 - 0,016X3 + 0,195X4 + e. Hasil uji F menunjukan bahwa secara simultan semua variabel independent (X) berpengaruh nyata terhadap variabel dependent (Y) yang artinya input yang digunakan memberikan pengaruh nyata terhadap kepuasan pelanggan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai R square sebesar 0,851 yang berarti bahwa 85,1% variasi dari Kepuasan Pelanggan bisa dijelaskan oleh variasi dari variable independennya ( Produk, Harga, Tempat dan Promosi). Sedangkan sisanya sebesar 14,9% (100%-85,1%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak disertakan dalam analisis penelitian ini. Secara persial (uji t) variabel produk (X₁) dan harga (X₂) dan promosi (X₄) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan sedangkan varibel tempat (X₃) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dikarenakan nilai signifikannya > 0,05.
DERA PUSPASARI
2022 · Book · Open Access
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PETERNAKAN AYAM BROILER (Studi Kasus peternakan Bapak Muji Madrais Kelurahan Kampung 4 Kecamatan Tarakan Timur Abstrak Usaha peternakan ayam broiler merupakan salah satu andalan dalam subsektor peternakan di Indonesia. Peternakan ayam boiler mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan, naik dalam skala peternakan besar maupun skala peternakan kecil (peternakan rakyat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan peternak ayam bapak Muji serta untuk mengetahui kelayakan finansial peternak ayam bapak Muji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) analisis biaya yaitu penerimaan dan pendapatan dan (2) analisis kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period. Penelitian ini dilakukan di peternakan Bapak Muji di gang ayam Kelurahan Kampung 4, Kecamatan Tarakan Timur. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria yaitu: (1) berternak ayam broiler (2) Memiliki produksi yang tinggi yaitu 4000 ekor (3) telah berternak ayam broiler selama 20 tahun (4) Peternakan dijalankan minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). hasil analisis biaya produksi yang dikeluarkan rata-rata sebesar Rp. 182.130.887, sedangakan penerimaan yang diterima bapak Muji rata-rata sebesar Rp. 189.158.021, sehingga diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 11.588.976 dan 2). hasil analisis kelayakan finansial peternakan ayam broiler bapak Muji maka dapat disimpulan beberapa hal yaitu: analisis NPV sebesar Rp. 112.840.558 > 0 maka dinyatakan layak, Net B/C sebesar Rp. 12.2 > 1 maka dinyatakan layak, IRR sebesar Rp. 7.5% > 2.39% artinya mendapatkan keuntungan lebih besar dari suku bunga yang digunakan sebesar 2.39%, dan Payback Period sebesar 13.5, modal kembali pada periode ketigabelas lima hari. Kata Kunci : Peternakan ayam, Analisis Kelayakan.
ERFINA
2022 · Book · Open Access
Viterna merupakan suplemen pakan ternak yang berperan untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh, memacu enzim-enzim pencernaan serta mempercepat pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan tubifex sp. dengan viterna dan ekstrak daun karamunting pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan cupang. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah pemberian Tubifex sp tanpa viterna dan ekstrak (kontrol), P1= Pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 10ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, P2= pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 15ml dan ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, dan perlakuan P3 yaitu pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 20ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 15ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji statistic menunjukkan beda nyata pada pertumbuhan panjang dan berat mutlak serta SGR (Specific Growth Rate) pada perlakuan pengkayaan cacing sutera menggunakan viterna dan ekstrak daun karamunting pada pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens) dibandingkan perlakuan kontrol. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-280C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 2,55 mg/l, menunjukkan masih dalam ambang normal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan Tubifex sp dan ekstrak karamunting dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens).
NAZZIRA DWI LUKITA
2022 · Book · Open Access
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rantai pasok cabai rawit merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui mekanisme rantai pasok pada komoditas cabai rawit terkait aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan (2) Untuk mengetahui efesiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai share keuntungan. Metode penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling digunakan untuk pengambilan contoh lembaga atau mata rantai yang terlibat. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran di Pasar Gusher Kota Tarakan meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokanberupa cabai rawit dengan kualitas terbaik, (b)aliran informasi pada rantai pasokan komoditas cabai rawit adalah informasi dari petani dan pedagang pengepul, (c)aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan dimana aliran keuangan tersebut sistem pembayaran yang digunakan yaitu tunai.Terdapat tiga saluran rantai pasok yaitu : margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp. 47.750/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp. 10.833/kg dan pada saluran III diperoleh total margin Rp.28.333/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total 66%, kemudian saluran II diperoleh total 91,2% dan pada saluran III diperoleh total margin 74%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok II merupakan saluran paling efisien.
NATALIS LAGA SUBAN TEMU
2022 · Book · Open Access
.
YAN ERIKSON
2022 · Book · Open Access
.
PEPRI KOMBA
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan soal pretest-posttest dengan populasi seluruh siswa kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Hasil penelitian kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas konrol hal ini dibuktikan dari nilai thitung sebesar 2,695 pada taraf signifikansi 0,05 dan df 67 diperoleh nilai ttabel 1,996 berarti thitung> ttabel dan untuk hasil belajar siswa diperoleh nilai thitung sebesar 2,323 pada taraf signifikansi 0,05 dan df 67 diperoleh nilai ttabel 1,996 berarti thitung> ttabel. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. This study aims to determine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on the problem-solving abilities and learning outcomes of X MIA students of SMA Hang Tuah Tarakan. This research is a quantitative research using quasi-experimental. Data collection in this study used pretest-posttest with a population of all students of class X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. The results of the research on problem-solving abilities and student learning outcomes indicate that there is a difference between the experimental class and the control class, this is evidenced by the tcount of 2.695 at a significance level of 0.05 and degree of freedom = 67, the ttable 1.996 means tcount> ttable and for student learning outcomes obtained tcount of 2.323 at a significance level of 0.05 and degree of freedom = 67 obtained ttable 1.996 means tcount> ttable. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is an effect of the Contextual Teaching and Learning Problem Solving Ability and Learning Outcomes of Class X MIA students at Hang Tuah High School Tarakan.
SERLIANA
2022 · Book · Open Access
Surimi adalah daging lumat yang terkonstrat dengan protein miofibril melalui proses pencucian berulang-ulang menggunakan air dingin yang terstandar dengan penambahan garam dan gula (Cryoprotectant). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas surimi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dengan menggunakan tiga jenis ikan yang berbeda. Metode penelitian dengan cara deskriptif kualititatif untuk analisis menggunakan rendemen surimi, pengujian kadar air, protein, lemak dan analisis sensori yang meliputi kenampakan, uji lipat dan uji gigit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen surimi yang dihasilkan pada ikan barakuda 7,86, gulamah 7,66 dan bulan-bulan 7,26. Proksimat ikan segar yang dihasilkan ikan barakuda dengan kadar air 77,88%, protein 16,23%, lemak 6,67% dan abu 1,61%, gulamah dengan kadar air 79,41%, protein 15,58%, lemak 3,18% dan abu 1,56% sedangkan bulan-bulan kadar air 69,90%, protein 16,52%, lemak 4,18% dan abu 1,06%. Proksimat surimi yang dihasilkan adalah surimi barakuda kadar air 79,22%, protein 12,41% dan lemak 1,61%. surimi gulamah kada air 80,55%, protein 12,94% dan lemak 1,56% sedangakan surimi bulan-bulan kadar air 75,00%, protein 12,69%, dan lemak 1,06%. Sensori surimi barakuda, gulamah dan bulan-bulan mencapai rata-rata 7 sampai 8, dimana surimi yang dihasilkan sesuai dengan SNI 2694:2013.
DWI SHINTA OKYVIANTI
2022 · Book · Open Access
Udang Putih (Penaeus merguiensis de man) merupakan salah satu jenis udang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Udang putih termasuk kedalam famili Penaeidae dan suku Decapoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi dari Udang Putih wilayah pesisir kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel selama 5 bulan dalam 8 kali sampling dengan total sampel 193 ekor dengan jantan sebanyak 91 ekor dan betina sebanyak 102 ekor. Hasil analisis terhadap udang putih jantan didapatkan pola pertumbuhan udang putih jantan (2.5365) bersifat allometri negative dengan nilai koefisien determintasi baik dan korelasi sangat kuat dan nilai indeks kondisi kisaran 0.50-0.99 dengan bentuk tubuh kurus (53.8%). Pada udang putih betina didapatkan pola pertumbuhan bersifat allometri negative (2.4358) dengan nilai koefien determintasi baik dan korelasi sangat kuat dan nilai indesk kondisi kisaran 0.50-0.99 dengan bentuk tubuh kurus (51%).
BETHANYA ENJEL
2022 · Book · Open Access
Petani padi sawah di Desa Seputuk membudidayakan padi sawah untuk kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan lahan alami yang banyak mengandung air. Padi sawah sangat berbeda dari tanaman padi gunung karena tanaman padi sawah dapat meminimalisir penggunaan lahan yang luas, namun budidaya padi sawah memerlukan perawatan yang intensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani dalam membudidayakan padi sawah di Desa Seputuk Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus sebanyak jumlah 32 petani di Desa Seputuk. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan teknik pengolahan data menggunakan model sistematis Y=0,337 + 0,440X1 + 0,875X2 + 0,143X3 + 0,467X4 + e. Berdasarkan hasil uji F variabel pengalaman (X1), modal (X2), luas lahan (X3) dan pendapatan (X4) secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terhadap keputusan petani (Y) dalam membudidayakan padi sawah. Berdasarkan hasil uji t secara parsial variabel pengalaman modal (X2) dan pendapatan (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani (Y) dalam membudidayakan padi sawah, sedangkan variabel berusaha tani (X1) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh. Berdasarkan nilai koefisien determinan R2 untuk pengaruh keempat variabel pengalaman (X1), modal (X2), luas lahan (X3), dan pendapatan (X4) adalah 84,9% dan pengaruh dari variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini adalah 15,1%.
NOOR AINA
2022 · Book · Open Access
ANALYSIS OF LAND CARRYING CAPACITY BASED ON BIOPRODUCT BALANCE IN TARAKAN. Abstract Achievement of food security and food self-sufficiency is the goal of agricultural development. Food security is a condition of fulfilling food for the state to individuals, which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality. To achieve food security and self-sufficiency, land availability and land requirements are very important to consider. This study aimed to determine the availability and needs of land and the status of the carrying capacity of land in the city of Tarakan. This research used a descriptive qualitative method. It was conducted through primary data studies and field surveys. The data was in the form of calculation of land availability and needs, while the evaluation of the carrying capacity of the land was carried out by comparing the value of land availability and land requirements. The results showed that the total production value of all commodities reached Rp. 1,015,265.725,000, rice productivity was 4.1 tons/ha, so the value of land availability was 20,635,4822 ha. There were 24570 people living in Tarakan, and since each person required 0.24 ha of land to live decently, the total amount of land required was 5,896.8 ha. The status of the carrying capacity of the land was in surplus, meaning that the availability of land in Tarakan was still able to meet the needs of a decent living for the people in Tarakan. Based on the observation of the types of bioproducts, the land that was still available had the potential to be used for the cultivation of horticultural crops, especially vegetables.
MUHAMMAD KADRI
2022 · Book · Open Access
aa
LEO TOAD NUR MADJID
2022 · Book · Open Access
Usaha produksi tahu dan tempe termasuk dalam kategori industi kecil. Pada umumnya industri kecil seperti tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terstandarisasi. Dengan adanya beberapa usaha produksi tahu dan tempe di Kelurahan Karang Anyar yang berdekatan langsung dengan masyarakat nantinya akan menimbulkan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaku usaha produksi tahu dan tempe mengolah limbah produksi dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap dampak limbah buangan hasil produksi tahu dan tempe. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan lokasi dan sampel responden terhadap pelaku usaha produksi dan masyarakat sekitar usaha produksi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknis analisis deskriptif dan pembobotan. Analisis data untuk tujuan pertama adalah analisis deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui fakta dan kondisi dilapangan terkait pengolahan limbah usaha tahu dan tempe. Analisis data untuk tujuan kedua adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait estetika, bau dan lingkungan. Penentuan responden kepada para pelaku usaha produksi tahu dan tempe yang ada di Karang Anyar adalah yang memiliki kriteria telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun, sedangkan penentuan responden masyarakat adalah yang tinggal berdekatan dengan usaha produksi tahu dan tempe yang berjarak 500 meter dari tempat usaha produksi dan tinggal berdekatan dengan saluran drainase. Hasil dari penelitian ini dari 7 pelaku usaha produksi tahu dan tempe pada pengolahan limbah cair tahu dan tempe rata-rata usaha produksi tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga langsung dialirkan ke saluran drainase sehingga menimbulkan berbagai persepsi dari masyarakat sekitar usaha produksi. Hasil dari persepsi rata-rata nilai sikap masyarakat menunjukkan ada yang merasa terganggu namun ada pula yang merasa tidak terganggu terhadap limbah cair produksi tahu dan tempe yang dibuang pada saluran drainase.
AGUSTINA
2022 · Book · Open Access
Kelompok wanita tani adalah sekumpulan petani dibentuk atas dasar kesamaan, kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, partisipasi dan solidaritas serta untuk tujuan bersama. Modal sosial memilih peran penting dalam memelihara dan membangun integrasi sosial, serta menjadi perekat sosial didalam masyarakat. Penelitian ini berjudul Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Subur di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan, memiliki tujuan untuk mengetahui modal sosial pada kelompok wanita tani tunas subur di Desa Salimbatu. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus, dengan mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel sebanyak 15 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada Kelompok Wanita Tani Tunas Subur terdapat nilai-nilai sosial bahwa peran modal sosial pada kelompok wanita tani tunas subur di Desa Salimbatu yaitu: (1)Kepercayaan salah satu cara untuk membuat kenyamanan didalam kelompok dan menjadikan keharmonisan di dalam masyarakat kelompok wanita tani tunas. (2)Norma sosial merupakan segala peraturan baik yang tidak tertulis berlaku sebagai acuan yang harus ditaati oleh setiap anggota kelompok wanita tani. (3)Jaringan sosial yang ada dikelompok wanita tani tunas subur masih mempunyai ikatan erat, terdapat fasilitas internet dan terdapat jaringan yang saling menghubungkan yang satu dengan yang lainnya dalam hubungan sosial petani. (4)Gotong royong yang ada pada kelompok tani tunas subur yaitu adanya rasa saling membantu dan berkerja sama antara petani yang lain dalam melakukan kegiatan berkerja sama mempersiapkan lahan. (5)Partisipasi pada kelompok wanita tani tunas subur adalah keikutsertaan petani di dalam bergotong royong dengan saling membantu dan saling berkerja sama dalam kelompok.
HERTI ZULIFAH APRIANI
2022 · Book · Open Access
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep yang menjelaskan bahwa berdirinya suatu perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar perusahaan yakni masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Program CSR yang dilakukan oleh PT.Pertamina EP Asset 5 Di Kota Tarakan dan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Kelompok Wanita Tani (KWT) terhadap program CSR yang dilakukan oleh PT.Pertamina EP Asset 5 Di Kota Tarakan. Untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini adalah dengan metode kualitatif Deskriptif dengan 5 pendekatan: 1.pemungkinan, 2. Penguatan, 3. Perlindungan, 4. Penyokongan dan 5. pemeliharaan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan menggunakan perhitungan skoring (skor) menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan pemungkinan proses pemberdayaan sehingga menciptakan kesejahteraan bagi para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Penguatan memperkuat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki anggota kelompok wanita tani (KWT) Kartini sehingga dapat memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Perlindungan mampu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan anggota kelompok tani sehingga dalam persaingan usaha mereka mampu bertahan dan tetap berjiwa wirausaha. Penyokongan mendukung usaha taninya dan mengevaluasi kelayakan bantuan bantuan yang diberikan kepada kelompok wanita tani (KWT). Pemeliharaan mempromosikan hasil usahanya melalui kegiatan/acara pameran yang bertujuan unutk menjaga kestabilan hasik usaha dan semakin berkembanh dipasaran. . Tingkat kepuasan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini terhadap program pemberdayaan yang terdiri dari indikator Kualitas program pemberdayaan, waktu pelaksanaan program pemberdayaan dan dampak program pemberdayaan memiliki nilai indeks 8 yang termasuk pada kategori sangat puas.
ANDI CITRA
2022 · Book · Open Access
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Tahu Di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (2) Apa saja faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (3) Bagaimana strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan Sampel Jenuh (teknik sensus) dengan 10 pengusaha industri tahu. Metode analisis menggunakan kualitatif deskriptif, Matriks IFAS dan EFAS, Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal kekuatan sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; lahan produksi luas, kualitas bahan baku sangat baik, pengalaman usaha dalam usaha tahu, kualitas produk tahu baik, tahu yang dihasilkan bebas bahan kimia. Faktor eskternal peluang sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; harga tahu terjangkau, kesadaran masyarakat mengonsumsi tahu tinggi, produk tahu bisa dikreasikan dalam berbagai produk, pangsa pasar luas. Strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan adalah Strategi Agresif (strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) yang terdiri dari: (1) Memanfaatkan lahan tempat produksi yang cukup luas untuk melakukan penyimpanan bahan baku kedelai ditengah tidak stabilnya atau mahalnya harga bahan baku dan mempertahankan kualitas bahan baku guna meningkatkan keunggulan produk dan meciptakan kualitas tahu yang baik serta mempertahankan harga tahu yang terjangkau (2) Memanfaatkan bahan baku yang bisa dikreasikan dalam berbagai produk dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi tahu yang tinggi (3) Memanfaatkan pengalaman dalam usaha guna mempertahankan kualitas tahu dan kembangkan produk dengan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak mitra usaha dan memanfaatkan pasar tahu yang luas.
SRI ANDINI LESTARI
2022 · Book · Open Access
The mung bean plant is a plant that is included in secondary crops that is widely consumed by the people of Indonesia. The mung bean plant has the potential to be developed because it contains many nutrients that are beneficial for humans. Some of the problems in cultivating mung bean plants result in decreased production, one of which is the presence of weeds on cultivated land. Weeds are plants whose presence is undesirable on cultivated land because it can harm farmers, for this reason it is necessary to control them. Weed control can be done by weeding. This study aimed to determine the effect of the weeding period on growth and production yield of mung bean crops. This study was conducted on the land of Agriculture Faculty, University of Borneo Tarakan using a randomized group design (RAK) consisting of one factor in 4 treatments and repeated for 6 times, the treatment was PO (without weeding), P1 (one-time weeding of 15 HST), P2 (weeding twice of 15 and 30 HST), P3 (weeding three times of 15, 30 and 45 HST). The data obtained were analyzed by means of variance, there were significantly different treatments which were tested further with the smallest significant difference test (BNT) level of 5%. The results showed that weeding treatment had a significant effect on plant growth at the age of 6 and 8 MST. However, it had no significant effect on the yield of mung bean crops. The best treatment for growth was found in P2 treatment (weeding twice of 15 and 30 days after planting) with an average plant height value of 31.76 aged 6 MST, 32.68 aged 8 MST. In the parameter, the number of leaves had a value of 5.08 at the age of 6 MST, 5.54 at the age of 8 MST.
DANNY RAMADHAN
2022 · Book · Open Access
Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami Mengapa konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen tahu dan tempe di Pasar Induk Kabupaten Malinau (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam membeli tahu dan tempe di Pasar Induk Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling, yaitu sampling kebetulan (insidental/accidental sampling) dengan 50 responden. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses (pengumpulan data, kuesioner, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi) dan kuantitatif menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen terdiri dari jenis kelamin wanita yang bekerja sebagai rumah tangga, dominan usia yaitu usia 31 – 40 tahun dan tingkat pendidikan dominan yaitu sarjana. Model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh adalah Y = 3,470 + 0,096X1 + 0,279X2 - 0,074X3 + 0,508X4 + e. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel independent (X) berpengaruh nyata terhadap variabel dependent (Y) yang artinya faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi yang digunakan memberikan pengaruh nyata terhadap pembelian tahu dan tempe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R square sebesar 0,743 yang berarti bahwa 74,3% menunjukan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian, sedangkan sisanya sebesar 25,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Secara parsial (uji t) variabel sosial (X2) dan psikologis (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan variabel kebudayaan (X1) dan pribadi (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dikarenakan nilai signifikannya > 0,05.