Abstrak
Usaha produksi tahu dan tempe termasuk dalam kategori industi kecil. Pada umumnya industri kecil seperti tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terstandarisasi. Dengan adanya beberapa usaha produksi tahu dan tempe di Kelurahan Karang Anyar yang berdekatan langsung dengan masyarakat nantinya akan menimbulkan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaku usaha produksi tahu dan tempe mengolah limbah produksi dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap dampak limbah buangan hasil produksi tahu dan tempe. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan lokasi dan sampel responden terhadap pelaku usaha produksi dan masyarakat sekitar usaha produksi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknis analisis deskriptif dan pembobotan. Analisis data untuk tujuan pertama adalah analisis deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui fakta dan kondisi dilapangan terkait pengolahan limbah usaha tahu dan tempe. Analisis data untuk tujuan kedua adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait estetika, bau dan lingkungan. Penentuan responden kepada para pelaku usaha produksi tahu dan tempe yang ada di Karang Anyar adalah yang memiliki kriteria telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun, sedangkan penentuan responden masyarakat adalah yang tinggal berdekatan dengan usaha produksi tahu dan tempe yang berjarak 500 meter dari tempat usaha produksi dan tinggal berdekatan dengan saluran drainase. Hasil dari penelitian ini dari 7 pelaku usaha produksi tahu dan tempe pada pengolahan limbah cair tahu dan tempe rata-rata usaha produksi tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga langsung dialirkan ke saluran drainase sehingga menimbulkan berbagai persepsi dari masyarakat sekitar usaha produksi. Hasil dari persepsi rata-rata nilai sikap masyarakat menunjukkan ada yang merasa terganggu namun ada pula yang merasa tidak terganggu terhadap limbah cair produksi tahu dan tempe yang dibuang pada saluran drainase.