Analisis Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Terhadap Pelayanan Publik (Studi Kasus Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan)
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
Profil penulis
9 karya publik ditemukan.
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
A
A
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PERDAGANGAN ILEGAL PAKAIAN BEKAS DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menjawab penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan ilegal pakaian bekas impor di Kota Tarakan. Yang pertama penanggulangan perdagangan pakaian bekas impor dan bentuk pertanggungjawaban hukum pedagang pakaian bekas impor. Adanya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DA/7/2015 Tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, tidak sesuai dengan kenyataan, sudah banyak pedagang pakaian bekas impor khususnya di Kota Tarakan yang masih banyak menjual pakaian bekas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menanggulangi perdagangan pakaian bekas impor, dan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum bagi pedagang pakaian bekas impor. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian normatif. Berdasarkan pembahasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa pemerintah sudah membuat upaya penanggulangan perdagangan pakaian bekas contohnya dengan membuat regulasi terkait larangan perdagangan maupun impor pakaian bekas. Kedua bentuk pertanggungjawaban bagi pedagang pakaian bekas impor memiliki 3 sanksi, yaitu: sanksi administratif, sanksi perdata, dan sanksi pidana. Akan tetapi dari banyaknya kasus perdagangan pakaian bekas penegak hukum sanksi yang diberikan adalah sanksi administratif, dimana sanksi tersebut tidak menimbulkan efek jerah kepada pelaku. Penulis menyarankan agar pemerintah, penegak hukum dan lembaga yang terkait dalam perdagangan pakaian bekas melakukan upaya pencegahan, seperti sosialisasi tentang dampak negatif pakaian bekas impor, melakukan patroli, dan lain sebagainya. Khusus bagi pemerintah Kota Tarakan untuk membuat regulasi turunan dari larangan perdagangan pakaian bekas.
Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama Nazwa dan pembimbing anggota ibu diah. Peran guru BK adalah tindakan dan pencegahan yang dilakukan oleh guru BK untuk mengatasi permasalahan yang di alami siswa di SMPN 9 Tarakan. Penggunaan media sosial dikalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Teknologi saat ini menyebabkan pornografi sangat mudah diakses melalui media sosial. Tidak hanya itu, tidak sedikit buku, majalah, film dan komik yang secara sengaja maupun tidak, membuat unsur pornografi untuk meningkatkan nilai jualnya. Pencarian informasi tentang perilaku seskual remaja saat ini sangat didukung oleh perkembangan dan kemajuan teknologi informasi internet yang sedang diminati dan digemari oleh remaja di SMPN 9 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk peran guru BK dalam mengatasi siswa kebiasaan menonton pornografi di SMPN 9 Tarakan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan 2 guru BK dan 1 siswa yang mengalami kebiasaan menonton pornografi sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa guru BK SMPN 9 Tarakan berperan dalam mengatasi siswa kebiasaan menonton pornografi, kemudian diperkuat dengan data wawancara yang diperoleh dari guru BK AS, SY dan siswa, maka perlunya kerja sama antara guru BK, pihak-pihak sekolah dan orang tua siswa SMPN 9 Tarakan. Dukungan dari berbagai pihak yang terlibat akan membantu guru BK untuk dapat menyelesaikan permasalahan siswa terkait pornografi di SMPN 9 Tarakan.
Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama Nazwa dan pembimbing anggota ibu diah. Peran guru BK adalah tindakan dan pencegahan yang dilakukan oleh guru BK untuk mengatasi permasalahan yang di alami siswa di SMPN 9 Tarakan. Penggunaan media sosial dikalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Teknologi saat ini menyebabkan pornografi sangat mudah diakses melalui media sosial. Tidak hanya itu, tidak sedikit buku, majalah, film dan komik yang secara sengaja maupun tidak, membuat unsur pornografi untuk meningkatkan nilai jualnya. Pencarian informasi tentang perilaku seskual remaja saat ini sangat didukung oleh perkembangan dan kemajuan teknologi informasi internet yang sedang diminati dan digemari oleh remaja di SMPN 9 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk peran guru BK dalam mengatasi siswa kebiasaan menonton pornografi di SMPN 9 Tarakan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan 2 guru BK dan 1 siswa yang mengalami kebiasaan menonton pornografi sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa guru BK SMPN 9 Tarakan berperan dalam mengatasi siswa kebiasaan menonton pornografi, kemudian diperkuat dengan data wawancara yang diperoleh dari guru BK AS, SY dan siswa, maka perlunya kerja sama antara guru BK, pihak-pihak sekolah dan orang tua siswa SMPN 9 Tarakan. Dukungan dari berbagai pihak yang terlibat akan membantu guru BK untuk dapat menyelesaikan permasalahan siswa terkait pornografi di SMPN 9 Tarakan.
Upaya untuk peningkatan hasil tanaman padi sawah terus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan akan konsumsi beras. Beberapa upaya peningkatan produktivitas tanaman padi sawah adalah melalui anjuran pemupukan yang berimbang dan pemanfaatan potensi bahan organik yang ada disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian konsentrasi POC dan takaran pupuk kotoran ayam terhadap hasil dan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan, faktor yang pertama yaitu konsentrasi POC (P) yang terdiri dari : P0 (Tanpa POC), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), P3 (6 ml/liter) dan P4 (8 ml/liter), faktor kedua takaran pupuk kotoran ayam (K) yang terdiri dari : K1 (10 ton/ha), K2 (15 ton/ha) dan K3 (20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi POC berpengaruh nyata meningkatkan jumlah anakan umur 42 HST pada perlakuan P2(4 ml/liter). Perlakuan takaran pupuk kotoran ayam berpengaruh nyata pada semua parameter. Parameter tinggi tanaman berpengaruh nyata pada semua pengamtan pada perlakuan K1 (10 ton/ha) 14HST dan 28, perlakuan K3 (20 ton/ha) 42 dan 56 HST. Jumlah anakan berpengaruh nyata pada pengamatan 42 dan 56 HST pada perlakuan K2 (15 ton/ha) dan K3(20 ton/ha), daun terpanjang berpengaruh nyata pada semua pengamatan perlakuan 14, 28 dan 56 HST K1 (10 ton/ha) dan 42 HST K3(20 ton/ha). Pada perlakuan anakan produktif berpengaruh nyata pada perlakuan K3 (20 ton/ha.
Upaya untuk peningkatan hasil tanaman padi sawah terus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan akan konsumsi beras. Beberapa upaya peningkatan produktivitas tanaman padi sawah adalah melalui anjuran pemupukan yang berimbang dan pemanfaatan potensi bahan organik yang ada disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian konsentrasi POC dan takaran pupuk kotoran ayam terhadap hasil dan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan, faktor yang pertama yaitu konsentrasi POC (P) yang terdiri dari : P0 (Tanpa POC), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), P3 (6 ml/liter) dan P4 (8 ml/liter), faktor kedua takaran pupuk kotoran ayam (K) yang terdiri dari : K1 (10 ton/ha), K2 (15 ton/ha) dan K3 (20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi POC berpengaruh nyata meningkatkan jumlah anakan umur 42 HST pada perlakuan P2(4 ml/liter). Perlakuan takaran pupuk kotoran ayam berpengaruh nyata pada semua parameter. Parameter tinggi tanaman berpengaruh nyata pada semua pengamtan pada perlakuan K1 (10 ton/ha) 14HST dan 28, perlakuan K3 (20 ton/ha) 42 dan 56 HST. Jumlah anakan berpengaruh nyata pada pengamatan 42 dan 56 HST pada perlakuan K2 (15 ton/ha) dan K3(20 ton/ha), daun terpanjang berpengaruh nyata pada semua pengamatan perlakuan 14, 28 dan 56 HST K1 (10 ton/ha) dan 42 HST K3(20 ton/ha). Pada perlakuan anakan produktif berpengaruh nyata pada perlakuan K3 (20 ton/ha.