Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RISNA

68 karya publik ditemukan.

2026: 102025: 102024: 192023: 142022: 62021: 12020: 7

Studi Komparatif Kinerja Keuangan Berdasarkan Economic Value Added (EVA) Pada PT Kalbe Farma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk Periode 2019-2023

2025 · Thesis ·

Kinerja keuangan mencerminkan efektivitas dalam mengelola sumber daya dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai penciptaan nilai ekonomi adalah Economic Value Added (EVA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Kalbe Farma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk berdasarkan EVA. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan purposive sampling sebagai metode pemilihan sampel. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda independent sample t-test menggunakan SPSS IBM versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kinerja keuangan kedua perusahaan berdasarkan hasil uji beda. Berdasarkan Perhitungan EVA, PT Kalbe Farma Tbk menunjukkan EVA yang lebih baik selama 2019-2022 yang menunjukkan perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah ekonomi, namun mengalami penurunan pada periode 2023 yang menunjukkan potensi penurunan kinerja keuangan. Sedangkan, PT Kimia Farma Tbk memiliki EVA negatif secara konsisten selama periode penelitian yang menunjukkan perusahaan belum berhasil menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Pengaruh Pelaksanaan Pengayaan dan Remedial Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH PELAKSANAAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 14 TARAKAN ABSTRAK Risna Arfintiani 2024. Pengaruh Pelaksanaan Pengayaan dan Remedial Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. dan Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M. Hum.) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksaan pengayaan dan remedial terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 90 orang siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling. Sampel data dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan penyebaran angket. Berdasarkan analisis deskriptif nilai rata-rata pengayaan 81,50, remedial 80,90 dan hasil belajar Bahasa Indonesia 71,40. Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji hipotesis Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji T. Uji T adalah uji signifikasi yang dilakukan untuk menguji kebenaran atau kesalahan dari hasil hipotesis. Dengan hasil Thitung variabel X1 sebesar 4,503 dan Thitung variabel X2 sebesar 4,494 dengan nilai sig kedua variabel adalah X1 0,004 dan X2 0,00. Thitung X1= 4,503 > ttabel = 2,052 dan Thitung X2 = 4,494 > ttabel = 2,052. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha dierima. Artinya adalah pelaksanaan pengayaan dan remedial berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Pengayaan, Remedial.

Pengaruh Waktu Aplikasi Kitosan Terhadap Induksi Ketahanan Cabai Rawit (Capsicum Annum) Pada Serangan Antraknosa

2024 · Book ·

Penyakit antraknosa adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai dan dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi lebih dari 50%. Salah satu pengendalian antraknosa adalah dengan fungisida bahan organik seperti kitosan. Kitosan diketahui dapat merusak DNA jamur. Kitosan diketahui juga dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan patogen karena kitosan berkaitan dengan SAR (Systemic Acquired Resistance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu aplikasi kitosan yang efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan yaitu : P0 (-) (Tanpa inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P0 (+) (Inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P1 (Aplikasi fungisida 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P2 (Aplikasi fungisida bersamaan dengan inokulasi patogen), P3 (Aplikasi fungisida 1 minggu setelah inokulasi patogen), P4 (Aplikasi fungisida 2 minggu setelah inokulasi patogen), P5 (Aplikasi kitosan 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P6 (Aplikasi kitosan bersamaan dengan inokulasi patogen), P7 (Aplikasi kitosan 1 minggu setelah inokulasi patogen), P8 (Aplikasi kitosan 2 minggu setelah inokulasi patogen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0(-) dan P5 memiliki intensitas serangan buah yang rendah dibandingkan perlakuan lain dan berbeda nyata dengan perlakuan P0 (+) dan pada parameter intensitas serangan pada daun perlakuan P0 (-) berbeda nyata terhadap semua perlakuan. Pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan buah menunjukkan perlakuan P5 memiliki nilai efektivitas pengendalian tertinggi sebesar 19,48% dan pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan daun menunjukkan efektivitas pengendalian P1 memiliki nilai tertinggi sebesar 17,538%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada parameter berat basah dan berat kering tanaman perlakuan kitosan P5 dan perlakuan fungisida P2 menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan kitosan dan perlakuan fungisida lainnya.

BIOLOGI REPRODUKSI PADA IKAN TEMBANG (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN KABUPATEN BULUNGAN

2024 · Book ·

Setiap makluk hidup mengalami reproduksi atau perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, begitu juga dengan ikan yang memiliki kebiasaan, cara hidup, dan cara makan yang berbeda. Ikan melakukan reproduksi untuk mempertahankan populasinya di alam. Penelitian ini berfokus pada biologi reproduksi ikan tembang (Sardinella lemuru). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG) ikan Tembang di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024 menggunakan alat tangkap Surface trawl dan kelong (Guiding barrier) yang dilakukan di Perairan Kabupaten Bulungan dengan jumlah sampel 50 ekor, dimana ikan jantan sebanyak 17 ekor dan ikan betina sebanyak 33 ekor. Dari banyaknya ikan jantan dan betina maka perbandingan nisbah kelamin antara kelamin jantan dan kelamin betina adalah 1:1.94 Tingkah Kematangan Gonad (TKG) ikan Tembang jantan dan betina dominan TKG IV. Hasil pengamatan dan perhitungan terhadap nilai indeks kematangan gonad ikan Tembang dimana ikan jantan tertinggi sebesar 0,075% pada TKG IV dan terendah sebesar 0,014% pada TKG I. Sedangkan pada ikan Tembang betina nilai IKG tertinggi pada TKG IV sebesar 0,102 % dan terendah sebesar 0,006% pada TKG I.

Analisis kesulitan siswa dalam berbicara bahasa Inggris pada kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan.

2024 · Book ·

This study aimed to identify the difficulties and factors contributing to students' challenges in speaking English. This research adopted a descriptive qualitative approach with purposive sampling, focusing on the X-B class at SMA Muhammadiyah Tarakan, consisting of 37 students. The instruments used in this study include observation, questionnaires, and interviews. The researcher employed the Miles and Huberman framework for data analysis, which involves data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings revealed two primary factors contributing to students' difficulties: linguistic and non-linguistic factors. Linguistic issues included limited vocabulary, pronunciation problems, fluency, and grammar. Non-linguistic issues encompass anxiety, lack of self-confidence, shyness, fear of making mistakes, and low motivation. Based on the research findings, it can be concluded that the most dominant factors influencing students' English-speaking abilities are limited vocabulary and anxiety.

BIOLOGI REPRODUKSI PADA IKAN TEMBANG (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN KABUPATEN BULUNGAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Setiap makluk hidup mengalami reproduksi atau perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, begitu juga dengan ikan yang memiliki kebiasaan, cara hidup, dan cara makan yang berbeda. Ikan melakukan reproduksi untuk mempertahankan populasinya di alam. Penelitian ini berfokus pada biologi reproduksi ikan tembang (Sardinella lemuru). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG) ikan Tembang di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024 menggunakan alat tangkap Surface trawl dan kelong (Guiding barrier) yang dilakukan di Perairan Kabupaten Bulungan dengan jumlah sampel 50 ekor, dimana ikan jantan sebanyak 17 ekor dan ikan betina sebanyak 33 ekor. Dari banyaknya ikan jantan dan betina maka perbandingan nisbah kelamin antara kelamin jantan dan kelamin betina adalah 1:1.94 Tingkah Kematangan Gonad (TKG) ikan Tembang jantan dan betina dominan TKG IV. Hasil pengamatan dan perhitungan terhadap nilai indeks kematangan gonad ikan Tembang dimana ikan jantan tertinggi sebesar 0,075% pada TKG IV dan terendah sebesar 0,014% pada TKG I. Sedangkan pada ikan Tembang betina nilai IKG tertinggi pada TKG IV sebesar 0,102 % dan terendah sebesar 0,006% pada TKG I.

Pengaruh Waktu Aplikasi Kitosan Terhadap Induksi Ketahanan Cabai Rawit (Capsicum Annum) Pada Serangan Antraknosa

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit antraknosa adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai dan dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi lebih dari 50%. Salah satu pengendalian antraknosa adalah dengan fungisida bahan organik seperti kitosan. Kitosan diketahui dapat merusak DNA jamur. Kitosan diketahui juga dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan patogen karena kitosan berkaitan dengan SAR (Systemic Acquired Resistance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu aplikasi kitosan yang efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan yaitu : P0 (-) (Tanpa inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P0 (+) (Inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P1 (Aplikasi fungisida 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P2 (Aplikasi fungisida bersamaan dengan inokulasi patogen), P3 (Aplikasi fungisida 1 minggu setelah inokulasi patogen), P4 (Aplikasi fungisida 2 minggu setelah inokulasi patogen), P5 (Aplikasi kitosan 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P6 (Aplikasi kitosan bersamaan dengan inokulasi patogen), P7 (Aplikasi kitosan 1 minggu setelah inokulasi patogen), P8 (Aplikasi kitosan 2 minggu setelah inokulasi patogen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0(-) dan P5 memiliki intensitas serangan buah yang rendah dibandingkan perlakuan lain dan berbeda nyata dengan perlakuan P0 (+) dan pada parameter intensitas serangan pada daun perlakuan P0 (-) berbeda nyata terhadap semua perlakuan. Pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan buah menunjukkan perlakuan P5 memiliki nilai efektivitas pengendalian tertinggi sebesar 19,48% dan pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan daun menunjukkan efektivitas pengendalian P1 memiliki nilai tertinggi sebesar 17,538%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada parameter berat basah dan berat kering tanaman perlakuan kitosan P5 dan perlakuan fungisida P2 menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan kitosan dan perlakuan fungisida lainnya.

Pengaruh Pelaksanaan Pengayaan dan Remedial Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PELAKSANAAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 14 TARAKAN ABSTRAK Risna Arfintiani 2024. Pengaruh Pelaksanaan Pengayaan dan Remedial Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. dan Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M. Hum.) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksaan pengayaan dan remedial terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 90 orang siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling. Sampel data dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan penyebaran angket. Berdasarkan analisis deskriptif nilai rata-rata pengayaan 81,50, remedial 80,90 dan hasil belajar Bahasa Indonesia 71,40. Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji hipotesis Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji T. Uji T adalah uji signifikasi yang dilakukan untuk menguji kebenaran atau kesalahan dari hasil hipotesis. Dengan hasil Thitung variabel X1 sebesar 4,503 dan Thitung variabel X2 sebesar 4,494 dengan nilai sig kedua variabel adalah X1 0,004 dan X2 0,00. Thitung X1= 4,503 > ttabel = 2,052 dan Thitung X2 = 4,494 > ttabel = 2,052. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha dierima. Artinya adalah pelaksanaan pengayaan dan remedial berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Pengayaan, Remedial.

KEANEKARAGAMAN IKAN AIR TAWAR DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN DESA MARA I KABUPATEN BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA

2024 · Book ·

Sungai Kayan, yang menghubungkan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan, memiliki peranan penting bagi masyarakat setempat, terutama dalam aktivitas pertanian, perikanan, dan kegiatan sehari-hari. Namun, terjadi penurunan hasil tangkapan ikan yang diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan di Sungai Kayan Desa Mara I sebagai langkah awal untuk mendukung pelestarian jenis ikan dan sebagai informasi awal untuk kebijakan pengelolaan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024 menggunakan tiga alat tangkap, yaitu rawai, gillnet, dan tangguk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 527 ekor ikan berhasil diidentifikasi dan didistribusikan ke dalam 1 filum, 3 kelas, 6 ordo, 6 famili, dan 8 genus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat keanekaragaman ikan yang cukup signifikan di Sungai Kayan Desa Mara I, namun kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut terkait upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan sungai tersebut.

KEANEKARAGAMAN IKAN AIR TAWAR DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN DESA MARA I KABUPATEN BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Kayan, yang menghubungkan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan, memiliki peranan penting bagi masyarakat setempat, terutama dalam aktivitas pertanian, perikanan, dan kegiatan sehari-hari. Namun, terjadi penurunan hasil tangkapan ikan yang diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan di Sungai Kayan Desa Mara I sebagai langkah awal untuk mendukung pelestarian jenis ikan dan sebagai informasi awal untuk kebijakan pengelolaan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024 menggunakan tiga alat tangkap, yaitu rawai, gillnet, dan tangguk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 527 ekor ikan berhasil diidentifikasi dan didistribusikan ke dalam 1 filum, 3 kelas, 6 ordo, 6 famili, dan 8 genus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat keanekaragaman ikan yang cukup signifikan di Sungai Kayan Desa Mara I, namun kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut terkait upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan sungai tersebut.

Analisis kesulitan siswa dalam berbicara bahasa Inggris pada kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan.

2024 · Thesis ·

This study aimed to identify the difficulties and factors contributing to students' challenges in speaking English. This research adopted a descriptive qualitative approach with purposive sampling, focusing on the X-B class at SMA Muhammadiyah Tarakan, consisting of 37 students. The instruments used in this study include observation, questionnaires, and interviews. The researcher employed the Miles and Huberman framework for data analysis, which involves data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings revealed two primary factors contributing to students' difficulties: linguistic and non-linguistic factors. Linguistic issues included limited vocabulary, pronunciation problems, fluency, and grammar. Non-linguistic issues encompass anxiety, lack of self-confidence, shyness, fear of making mistakes, and low motivation. Based on the research findings, it can be concluded that the most dominant factors influencing students' English-speaking abilities are limited vocabulary and anxiety.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK PADA TEMA 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP SUBTEMA 1 CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DI KELAS III SDN 026 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Media pembelajaran merupakan alat bantu pada saat kegiatan belajar mengajar agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bisa tercapai. Big Book (buku besar) adalah buku cerita yang berkarakteristik khusus yang dibesarkan, baik teks maupun gambarnya, sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajran berupa buku besar atau big book yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran khusus yaitu membaca, yang ditinjau dari validasi media dan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi awal, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, serta dokumentasi. Produk media pembelajaran big book yang dihasilkan memiliki ukuran A3 yang terbuat dari kertas art paper. Hasil validasi yang telah dilakukan ahli media memperoleh presentase sebesar 78%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 96%, serta ahli praktisi 94%. Hasil penelitian berupa validasi dan angket kemenarikan siswa dengan kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan pada lima orang siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 84% dan pada uji coba lapangan yang dilakukan pada seluruh siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 93%. Dari kedua uji coba tersebut menunjukan bahwa siswa merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran big book.

Analisis Yuridis Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pengujian Undang-undang

2024 · Book ·

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan tentang tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengujian undang-undang. Pertama, bagaimana tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi oleh lembaga legislatif dan atau lembaga yang terkait? Kedua, bagaimana mekanisme dan prosedur putusan Mahkamah Konstitusi menjadi undang-undang? Skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pasal 10 ayat (2) UU No. 13/2022 tentang perubahan kedua UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan ditindaklanjuti oleh Presiden dan DPR namun dalam kenyataannya tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi tidak hanya berupa undang-undang tetapi juga ditindaklanjuti diluar dari pembentuk undang-undang seperti mengeluarkan PKPU, Kepres, dan Surat Edaran. Beragamnya bentuk tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi untuk menghindari adanya kekosongan hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat ergaomnes dan berlaku untuk semua orang sehingga ditindaklanjuti dengan berbagai macam produk hukum selain dari pada undang-undang. Kedua, mekanisme dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar yang masuk dalam prolegnas dilaksanakan sesuai dengan prosedur pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang namun selain dari pada itu mekanismenya juga bergantung pada lembaga pembentuknya, prosedur pembentukan undang-undang dimana Rancangan Undang-Undang harus diajukan terlebih dahulu kemudian disetujui dan masuk dalam Program Legislasi Nasional dan mengikuti tahapan pembentukan undang-undang sampai disahkan menjadi undang-undang dengan mengimplementasikan putusan dari Mahkamah Konstitusi. Akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang dapat dimasukan dalam daftar kumulatif terbuka sebagaimana yang diatur dalam pasal 23 UU No. 13/2022 tentang perubahan kedua UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Analisa Penambahan Kapasitor Bank Terhadap Faktor Daya di PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field

2024 · Book ·

ANALISA PENAMBAHAN KAPASITOR BANK TERHADAP FAKTOR DAYA DI PT PERTAMINA HULU INDONESIA REGIONAL 3 ZONA 10 TARAKAN FIELD ABSTRAK Faktor daya merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan, akan tetapi berdasarkan data dari PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field faktor daya pada sistem memiliki nilai yang rendah sehingga menjadi salah satu hambatan atau faktor yang dapat menurunkan kualitas listrik. Beban induktif yang besar pada bagian produksi merupakan penyebab utama rendahnya faktor daya pada sistem jaringan listrik. Sehingga diperlukan cara atau metode untuk memperbaiki faktor daya agar kualitas listrik menjadi lebih baik. Pada penelitian ini, untuk meminimalisir nilai dari faktor daya (power factor/ PF) yang rendah dilakukan pemasangan kapasitor bank yang disimulasikan menggunakan software Etap 19.0.1. Selanjutnya untuk pemasangan kapasitor bank ydilakukan menggunakan metode Optimal Capacitor Placement (OCP). Sebelum pemasangan kapasitor bank, nilai faktor daya sebesar 0,63 dengan rugi-rugi daya aktif sebesar 44 kW. Penentuan lokasi dan ukuran kapasitor dilakukan menggunakan metode OCP yang menyarankan penambahan kapasitor bank di 7 bus station. Setelah penambahan kapasitor bank nilai faktor daya meningkat menjadi 0,84 dan rugi-rugi daya aktif turun menjadi 15 kW. Selanjutnya, dilakukan analisa perhitungan untuk menentukan ukuran kapasitor bank dengan rated kVAr dari metode optimal capasitor placement. Kemudian dilakukan simulasi menggunakan sofware Etap 19.0.1 dengan memasukkan data yang sudah dikumpulkan dan sudah diolah. Setelah dilakukan simulasi dapat dilihat terjadi perubahan nilai dari faktor daya yang semula 0,63 menjadi 0,84 dan nilai rugi-rugi daya aktif yang semula 44 kW menjadi 15 kW. Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa nilai dari faktor daya menjadi sesuai standar PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field dan sekaligus mampu menurunkan rugi-rugi daya aktif.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK PADA TEMA 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP SUBTEMA 1 CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DI KELAS III SDN 026 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media pembelajaran merupakan alat bantu pada saat kegiatan belajar mengajar agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bisa tercapai. Big Book (buku besar) adalah buku cerita yang berkarakteristik khusus yang dibesarkan, baik teks maupun gambarnya, sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajran berupa buku besar atau big book yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran khusus yaitu membaca, yang ditinjau dari validasi media dan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi awal, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, serta dokumentasi. Produk media pembelajaran big book yang dihasilkan memiliki ukuran A3 yang terbuat dari kertas art paper. Hasil validasi yang telah dilakukan ahli media memperoleh presentase sebesar 78%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 96%, serta ahli praktisi 94%. Hasil penelitian berupa validasi dan angket kemenarikan siswa dengan kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan pada lima orang siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 84% dan pada uji coba lapangan yang dilakukan pada seluruh siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 93%. Dari kedua uji coba tersebut menunjukan bahwa siswa merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran big book.

Analisis Yuridis Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pengujian Undang-undang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan tentang tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengujian undang-undang. Pertama, bagaimana tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi oleh lembaga legislatif dan atau lembaga yang terkait? Kedua, bagaimana mekanisme dan prosedur putusan Mahkamah Konstitusi menjadi undang-undang? Skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pasal 10 ayat (2) UU No. 13/2022 tentang perubahan kedua UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan ditindaklanjuti oleh Presiden dan DPR namun dalam kenyataannya tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi tidak hanya berupa undang-undang tetapi juga ditindaklanjuti diluar dari pembentuk undang-undang seperti mengeluarkan PKPU, Kepres, dan Surat Edaran. Beragamnya bentuk tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi untuk menghindari adanya kekosongan hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat ergaomnes dan berlaku untuk semua orang sehingga ditindaklanjuti dengan berbagai macam produk hukum selain dari pada undang-undang. Kedua, mekanisme dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar yang masuk dalam prolegnas dilaksanakan sesuai dengan prosedur pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang namun selain dari pada itu mekanismenya juga bergantung pada lembaga pembentuknya, prosedur pembentukan undang-undang dimana Rancangan Undang-Undang harus diajukan terlebih dahulu kemudian disetujui dan masuk dalam Program Legislasi Nasional dan mengikuti tahapan pembentukan undang-undang sampai disahkan menjadi undang-undang dengan mengimplementasikan putusan dari Mahkamah Konstitusi. Akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang dapat dimasukan dalam daftar kumulatif terbuka sebagaimana yang diatur dalam pasal 23 UU No. 13/2022 tentang perubahan kedua UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Fungsi Ambiguitas Pada Radar Multiantena Menggunakan Kode Barker

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FUNGSI AMBIGUITAS PADA RADAR MULTIANTENA MENGGUNAKAN KODE BARKER Nama Mahasiswa : AJI TRISNA BHAKTI NPM : 1840302004 Dosen Pembimbing : Dr. Syahfrizal Tahcfulloh, S.T., M.T. ABSTRAK Perlunya resolusi yang tinggi untuk menentukan jarak (range) dan kecepatan (velocity) antara dua target yang berdekatan merupakan masalah utama pada desain sistem radar. Hal ini bisa diatasi dengan penggunaan dan pemilihan yang tepat pada bentuk gelombang (waveform) yang dipancarkan radar. Untuk menganalisa kinerja waveform tersebut pada radar digunakan fungsi ambiguitas (ambiguity function, AF) karena fungsi ini yang digunakan untuk menentukan resolusi range dan velocity serta parameter-parameter yang lain. Pada penelitian ini digunakan jenis radar Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memiliki salah satu keunggulan mampu mendeteksi banyak target. Perpaduan antara radar ini dengan waveform bertipe kode Barker diharapkan mampu meningkatkan resolusi range dan velocity pada radar tersebut sehingga bisa dengan tepat menentukan target yang saling berdekatan satu dengan lainnya. Dari hasil penelitian ini, telah didapatkan Fungsi ambiguitas kode Barker yang memiliki nilai level sidelobe rendah, resolusi range dan kecepatan beturut-turut sebesar 160,65 m dan 10,950 km/det yaitu kode Barker 13-Bit yang dimana dapat mengurangi interferensi pada objek yang ingin dideteksi. Kemudian FA dengan kode Barker pada radar MIMO K = L = 10 nilai diperoleh level mainlobe dan sidelobe berturut-turut 41111 dan 2846 sedangkan pada radar FA dengan kode pada radar PA dengan K = 1 dan L = 10 maka diperoleh level mainlobe dan sidelobe berturut-turut 13000 dan 900. Untuk nilai Peak Side Lobe Ratio (PLSR) yaitu -26,520 dB pada fungsi FA tehadap time delay dan -26,523 dB pada fungsi FA terhadap Frekuensi Doppler. Untuk perbedaan kinerja pada kedua radar yaitu MIMO dan PA dimana mainlobe dan sidelobe pada Radar MIMO lebih besar tetapi memiliki nilai PSLR yang sama.

Analisa Penambahan Kapasitor Bank Terhadap Faktor Daya di PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISA PENAMBAHAN KAPASITOR BANK TERHADAP FAKTOR DAYA DI PT PERTAMINA HULU INDONESIA REGIONAL 3 ZONA 10 TARAKAN FIELD ABSTRAK Faktor daya merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan, akan tetapi berdasarkan data dari PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field faktor daya pada sistem memiliki nilai yang rendah sehingga menjadi salah satu hambatan atau faktor yang dapat menurunkan kualitas listrik. Beban induktif yang besar pada bagian produksi merupakan penyebab utama rendahnya faktor daya pada sistem jaringan listrik. Sehingga diperlukan cara atau metode untuk memperbaiki faktor daya agar kualitas listrik menjadi lebih baik. Pada penelitian ini, untuk meminimalisir nilai dari faktor daya (power factor/ PF) yang rendah dilakukan pemasangan kapasitor bank yang disimulasikan menggunakan software Etap 19.0.1. Selanjutnya untuk pemasangan kapasitor bank ydilakukan menggunakan metode Optimal Capacitor Placement (OCP). Sebelum pemasangan kapasitor bank, nilai faktor daya sebesar 0,63 dengan rugi-rugi daya aktif sebesar 44 kW. Penentuan lokasi dan ukuran kapasitor dilakukan menggunakan metode OCP yang menyarankan penambahan kapasitor bank di 7 bus station. Setelah penambahan kapasitor bank nilai faktor daya meningkat menjadi 0,84 dan rugi-rugi daya aktif turun menjadi 15 kW. Selanjutnya, dilakukan analisa perhitungan untuk menentukan ukuran kapasitor bank dengan rated kVAr dari metode optimal capasitor placement. Kemudian dilakukan simulasi menggunakan sofware Etap 19.0.1 dengan memasukkan data yang sudah dikumpulkan dan sudah diolah. Setelah dilakukan simulasi dapat dilihat terjadi perubahan nilai dari faktor daya yang semula 0,63 menjadi 0,84 dan nilai rugi-rugi daya aktif yang semula 44 kW menjadi 15 kW. Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa nilai dari faktor daya menjadi sesuai standar PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field dan sekaligus mampu menurunkan rugi-rugi daya aktif.

TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 20/PUU-XXI/2023 TENTANG KEWENANGAN JAKSA UNTUK MENGAJUKAN PENINJAUAN KEMBALI MELALUI SUDUT PANDANG TEORI HUKUM POSITIVISTIK

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 20/PUU-XXI/2023 Tentang Kewenangan Jaksa Untuk Mengajukan Peninjauan Kembali Melalui Sudut Pandang Teori Hukum Positifisme. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Apakah yang menjadi dasar Pemohon dalam mengajukan judicial review terhadap kewenangan Jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali? Dan Bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam memberikan putusan Nomor: 20/PUU-XXI/2023 tentang kewenangan jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali melalui sudut pandang teori hukum positisme. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum positifisme, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian bahwa Dasar Pemohon dalam mengajukan judicial review terhadap kewenangan Jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali dapat dilihat dari beberapa ketentuan sbb: 1) pasal 263 ayat (2) dan (3) KUHAP; 2) Pasal 21 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman; 3) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1980; 4) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung; 5) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman; 6) Peraturan Jaksa Agung Nomor: Per 036/A/JA/09/2011 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum. Selain dari peraturan perundang-undang yang dsebutkan diatas JPU mengajukan PK atas dasr asas keadilan dan asas keseimbangan. Perintah KUHAPidana sudah jelas bagi seorang terpidana yang dihukum salah diberi kesempatan terakhir atau paling akhir untuk menempuh upaya hukum luar biasa peninjauan kembali. Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan terhadap: 1) putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde zaak); 2) Peninjauan Kembali tidak dapat diajukan terhadap putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum; 3) Permohonan Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan oleh terpidana atau ahli warisnya; 4) Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan terhadapputusan pemidanaan. Jadi permohonan Peninjauan Kembali (PK) adalah hak terpidana atau ahli warisnya, bukan hak Jaksa/Penuntut Umum. Pertimbangan Hukum pada Putusan Nomor 20/PUU-XXI/2023 bahwa tidak sepatutnya kewenangan Peninjauan Kembali berada diranah Jaksa.

TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 20/PUU-XXI/2023 TENTANG KEWENANGAN JAKSA UNTUK MENGAJUKAN PENINJAUAN KEMBALI MELALUI SUDUT PANDANG TEORI HUKUM POSITIVISTIK

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 20/PUU-XXI/2023 Tentang Kewenangan Jaksa Untuk Mengajukan Peninjauan Kembali Melalui Sudut Pandang Teori Hukum Positifisme. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Apakah yang menjadi dasar Pemohon dalam mengajukan judicial review terhadap kewenangan Jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali? Dan Bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam memberikan putusan Nomor: 20/PUU-XXI/2023 tentang kewenangan jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali melalui sudut pandang teori hukum positisme. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum positifisme, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian bahwa Dasar Pemohon dalam mengajukan judicial review terhadap kewenangan Jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali dapat dilihat dari beberapa ketentuan sbb: 1) pasal 263 ayat (2) dan (3) KUHAP; 2) Pasal 21 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman; 3) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1980; 4) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung; 5) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman; 6) Peraturan Jaksa Agung Nomor: Per 036/A/JA/09/2011 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum. Selain dari peraturan perundang-undang yang dsebutkan diatas JPU mengajukan PK atas dasr asas keadilan dan asas keseimbangan. Perintah KUHAPidana sudah jelas bagi seorang terpidana yang dihukum salah diberi kesempatan terakhir atau paling akhir untuk menempuh upaya hukum luar biasa peninjauan kembali. Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan terhadap: 1) putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde zaak); 2) Peninjauan Kembali tidak dapat diajukan terhadap putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum; 3) Permohonan Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan oleh terpidana atau ahli warisnya; 4) Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan terhadapputusan pemidanaan. Jadi permohonan Peninjauan Kembali (PK) adalah hak terpidana atau ahli warisnya, bukan hak Jaksa/Penuntut Umum. Pertimbangan Hukum pada Putusan Nomor 20/PUU-XXI/2023 bahwa tidak sepatutnya kewenangan Peninjauan Kembali berada diranah Jaksa.