2026 · Book ·
Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kitosan cangkang kerang kapah (Meretrix sp) dalam perbaikan kualitas kima tanah tambak tradisional udang windu. Penelitian ini dimulai dengan mensintesis kitosan dari kitin cangkang kerang kapah (Meretrix sp). Kitosan di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan kitosan diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berhasil disintesis dengan di tandai puncak bilangan gelombang 1082,76 cm⁻¹ nm. Nilai efektivitas kitosan memiliki nilai yang sama dengan kapur dolomit dalam meningkatkan pH tanah mencapai 16,67% (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pH yang terjadi tidak berbeda nyata dibandingkan tanah alami, dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 81,52% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter Al, Semua perlakuan menunjukkan efektivitas sebesar 100%, sedangkan parameter besi (Fe) kitosan sebesar 97,23%. Berdasarkan hasil didapatkan kitosan efektif memperbaiki kualitas tanah parameter potensial redoks.
2026 · Thesis ·
Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kitosan cangkang kerang kapah (Meretrix sp) dalam perbaikan kualitas kima tanah tambak tradisional udang windu. Penelitian ini dimulai dengan mensintesis kitosan dari kitin cangkang kerang kapah (Meretrix sp). Kitosan di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan kitosan diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berhasil disintesis dengan di tandai puncak bilangan gelombang 1082,76 cm⁻¹ nm. Nilai efektivitas kitosan memiliki nilai yang sama dengan kapur dolomit dalam meningkatkan pH tanah mencapai 16,67% (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pH yang terjadi tidak berbeda nyata dibandingkan tanah alami, dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 81,52% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter Al, Semua perlakuan menunjukkan efektivitas sebesar 100%, sedangkan parameter besi (Fe) kitosan sebesar 97,23%. Berdasarkan hasil didapatkan kitosan efektif memperbaiki kualitas tanah parameter potensial redoks.
2025 · Book ·
Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Bandar Narkotika yang Berstatus Warga Binaan di Lapas Kelas IIa Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah penegakan hukum terhadap narapidana yang berstatus bandar narkoba dalam mencegah terjadinya tindak pidana berulang dan Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan narapidana dengan status bandar narkoba cenderung mengulangi tindak pidana setelah menjalani hukuman Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) Berdasarkan hasil penelitian, Efektivitas penegakan hukum terhadap bandar narkoba dalam mencegah residivisme masih memiliki banyak tantangan, terutama dalam aspek pengawasan, pembinaan, dan pemberantasan jaringan. Jika sistem pemasyarakatan masih memiliki celah, maka hukuman seberat apa pun tidak akan efektif dalam menghentikan kejahatan mereka. Sehingga diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif, termasuk rehabilitasi dan reformasi sistem pemasyarakatan, menjadi kunci utama dalam pencegahan tindak pidana berulang. Selanjutnya, Residivisme bandar narkoba dipicu oleh ketergantungan finansial, mentalitas kriminal, dan kecanduan. Tekanan jaringan kriminal, kurangnya dukungan sosial, serta lingkungan yang tidak sehat semakin memperburuk keadaan. Sistem pemasyarakatan yang lemah, korupsi di dalam lapas, dan minimnya program reintegrasi juga berkontribusi. Selain itu, sulitnya mendapatkan pekerjaan serta faktor kemiskinan mendorong mereka kembali ke bisnis narkoba. Upaya pencegahan memerlukan pembinaan efektif, pemberdayaan ekonomi, dan penegakan hukum yang lebih ketat. Kata Kunci: Efektivitas, Penegakan Hukum, Bandar Narkoba, Warga Binaan. ABSTRACT This research aims to analyze the effectiveness of law enforcement against drug kingpins who hold the status of inmates at Class IIA Tarakan Correctional Facility, from the North Kalimantan Province National Narcotics Agency. Based on the background, this study raises two main issues: the enforcement of law against inmates with drug kingpin status in preventing recidivism and the factors that contribute to their tendency to re-offend after serving their sentences. This research employs a normative legal research type, using a statutory approach and a conceptual approach. Based on the findings, the effectiveness of law enforcement in preventing drug kingpin recidivism still faces numerous challenges, particularly in terms of supervision, rehabilitation, and dismantling criminal networks. If the correctional system continues to have loopholes, even the harshest punishments will not be effective in stopping their crimes. Therefore, a more comprehensive legal approach, including rehabilitation and correctional system reforms, is crucial in preventing repeat offenses. Furthermore, the recidivism of drug kingpins is triggered by financial dependence, a criminal mindset, and addiction. Pressure from criminal networks, lack of social support, and an unhealthy environment further exacerbate the situation. A weak correctional system, corruption within prisons, and inadequate reintegration programs also contribute to the problem. Additionally, difficulty in finding employment and poverty drive them back into the drug trade. Preventive efforts require effective rehabilitation, economic empowerment, and stricter law enforcement. Keywords: Effectiveness, Law Enforcement, Drug Kingpin, Inmate
2025 · Book ·
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Bandar Narkotika yang Berstatus Warga Binaan di Lapas Kelas IIa Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah penegakan hukum terhadap narapidana yang berstatus bandar narkoba dalam mencegah terjadinya tindak pidana berulang dan Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan narapidana dengan status bandar narkoba cenderung mengulangi tindak pidana setelah menjalani hukuman Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) Berdasarkan hasil penelitian, Efektivitas penegakan hukum terhadap bandar narkoba dalam mencegah residivisme masih memiliki banyak tantangan, terutama dalam aspek pengawasan, pembinaan, dan pemberantasan jaringan. Jika sistem pemasyarakatan masih memiliki celah, maka hukuman seberat apa pun tidak akan efektif dalam menghentikan kejahatan mereka. Sehingga diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif, termasuk rehabilitasi dan reformasi sistem pemasyarakatan, menjadi kunci utama dalam pencegahan tindak pidana berulang. Selanjutnya, Residivisme bandar narkoba dipicu oleh ketergantungan finansial, mentalitas kriminal, dan kecanduan. Tekanan jaringan kriminal, kurangnya dukungan sosial, serta lingkungan yang tidak sehat semakin memperburuk keadaan. Sistem pemasyarakatan yang lemah, korupsi di dalam lapas, dan minimnya program reintegrasi juga berkontribusi. Selain itu, sulitnya mendapatkan pekerjaan serta faktor kemiskinan mendorong mereka kembali ke bisnis narkoba. Upaya pencegahan memerlukan pembinaan efektif, pemberdayaan ekonomi, dan penegakan hukum yang lebih ketat. Kata Kunci: Efektivitas, Penegakan Hukum, Bandar Narkoba, Warga Binaan. ABSTRACT This research aims to analyze the effectiveness of law enforcement against drug kingpins who hold the status of inmates at Class IIA Tarakan Correctional Facility, from the North Kalimantan Province National Narcotics Agency. Based on the background, this study raises two main issues: the enforcement of law against inmates with drug kingpin status in preventing recidivism and the factors that contribute to their tendency to re-offend after serving their sentences. This research employs a normative legal research type, using a statutory approach and a conceptual approach. Based on the findings, the effectiveness of law enforcement in preventing drug kingpin recidivism still faces numerous challenges, particularly in terms of supervision, rehabilitation, and dismantling criminal networks. If the correctional system continues to have loopholes, even the harshest punishments will not be effective in stopping their crimes. Therefore, a more comprehensive legal approach, including rehabilitation and correctional system reforms, is crucial in preventing repeat offenses. Furthermore, the recidivism of drug kingpins is triggered by financial dependence, a criminal mindset, and addiction. Pressure from criminal networks, lack of social support, and an unhealthy environment further exacerbate the situation. A weak correctional system, corruption within prisons, and inadequate reintegration programs also contribute to the problem. Additionally, difficulty in finding employment and poverty drive them back into the drug trade. Preventive efforts require effective rehabilitation, economic empowerment, and stricter law enforcement. Keywords: Effectiveness, Law Enforcement, Drug Kingpin, Inmate
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2023 · Thesis ·
.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH HARGA, BRAND IMAGE, KUALITAS, DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HELM INK DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, brand image, kualitas dan desain produk terhadap keputusan pembelian helm INK di Kota Tarakan (Studi kasus pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Borneo Tarakan yang pernah membeli dan menggunakan helm merek INK dengan jumlah sampel sebanyak 220 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (3,759 > 1651) dan nilai signifikan 0,000 0,05, 2) kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (2,451 >1,651) dan nilai signifikan 0,017 0,05, dan 3) desain produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (6,376 > 1,651) dan nilai signifikan 0,000 0,05. Sedangkan variabel brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan thitung ttabel (0,479 1,651) dan nilai signifikan 0,633 > 0,05.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH HARGA, BRAND IMAGE, KUALITAS, DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HELM INK DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, brand image, kualitas dan desain produk terhadap keputusan pembelian helm INK di Kota Tarakan (Studi kasus pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Borneo Tarakan yang pernah membeli dan menggunakan helm merek INK dengan jumlah sampel sebanyak 220 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (3,759 > 1651) dan nilai signifikan 0,000 0,05, 2) kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (2,451 >1,651) dan nilai signifikan 0,017 0,05, dan 3) desain produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan thitung > ttabel (6,376 > 1,651) dan nilai signifikan 0,000 0,05. Sedangkan variabel brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan thitung ttabel (0,479 1,651) dan nilai signifikan 0,633 > 0,05.