2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan metode pembelajaran yang tidak optimal pada pembelajaran daring di masa pandemi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan pada siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan dan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas VI-B SDN 030 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VI-A SDN 030 Tarakan sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Hasil analisis uji Man Whitney U-test terhadap kelas eksperimen yang menerapkan metode Project Based Learning dan kelas kontrol yang menerapkan metode penugasan menunjukkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 atau probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 (0,001 0,05) sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan di kelas VI Gugus IX Tarakan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa metode Project Based Learning lebih meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding dengan siswa yang menerapkan metode penugasan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan metode pembelajaran yang tidak optimal pada pembelajaran daring di masa pandemi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan pada siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan dan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas VI-B SDN 030 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VI-A SDN 030 Tarakan sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Hasil analisis uji Man Whitney U-test terhadap kelas eksperimen yang menerapkan metode Project Based Learning dan kelas kontrol yang menerapkan metode penugasan menunjukkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 atau probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 (0,001 0,05) sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan di kelas VI Gugus IX Tarakan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa metode Project Based Learning lebih meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding dengan siswa yang menerapkan metode penugasan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.
2021 · Thesis ·
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien DM dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, seperti Ulkus Diabetikum penyakit kardiovaskular, penyakit jantung, stoke, dan tekanan darah tinggi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota tarakan dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondi. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis yang teratasi, satu masalah teratasi sebagian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (Studi Kasus Pada Rumah Makan Di Kota Tarakan) Erni Kartika Ratna Dewi Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Hasil penilitian ,menunjukkan Nilai t hitung untuk variabel motivasi sebesar 1,478 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,636 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (Motivasi) tidak berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Jadi dapat disimpulkan variabel motivasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Produktivitas. Nilai t hitung untuk variabel Pengalaman sebesar 6,141 > 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X2 (Pengalaman) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Jadi dapat disimpulkan variabel Pengalaman secara parsial berpengaruh terhadap produktivitas. Nilai t hitung untuk variabel kketerampilan sebesar 7,849 > 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X3 (Keterampilan) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Secara simultan, nilai F hitung (48,059) > F tabel (2,98) dan nilai Sig F hitung lebih besar (0,000 0,05) sehingga dapat disimpulkan variabel X1 (Motivasi), X2 (Pengalaman) danX 3(Keterampilan) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Nilai R-Square adalah sebesar 0,847 ,hal ini menunjukkan variabel Motivasi, Pengalaman, dan Keterampilan mempengaruhi Produktivitas sebasar 84,7% sedangkan sisanya 15,3%, dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi. Kata Kunci :Lama Usaha, Modal, Pendapatan, Tenaga Kerja
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman jagung (Zea mays L) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia yang kaya kandungan gizi dan memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya jagung adalah ketersediaan hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan vegetatif tanaman jagung. Pemenuhan kebutuhan unsur hara pada tanaman jagung dapat diperoleh dari media tanamnya sendiri maupun penambahan pupuk dari luar. Pupuk yang dianjurkan dan baik digunakan adalah urin sapi selain menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, juga dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian urin sapi terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagun (Zea mays L). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kampung satu Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Dengan parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering. Hasil penelitian adalah sebagai berikut, pemberian urin sapi pada tanaman jagung mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif jagung, yaitu pada tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat basah (gram) berat kering (gram). Pemberian urin sapi dengan perlakuan P1 konsentrasi 300 ml/L memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung (Zea Mays L) yaitu pada parameter tinggi tanaman 3MST - 8 MST (14,3 cm), (18,2 cm), (21 cm), (24,9 cm), (28,8 cm), (31,6 cm), parameter jumlah daun 3 MST – 8 MST (3,8 helai), (4,9 helai), (5,7 helai), (6,6 helai), (7,2 helai), (7,9 helai), parameter berat basah (24,3 gram), dan berat kering (9,9 gram).
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ratna Dewi, 2019, “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Tradisional Kalimantan Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompak saat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dan sulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasi interpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka H_0 ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan desain berbeda dari peneliti sebelumnya.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fasilitas pelayanan Bandar Udara Internasional Juwata Kota Tarakan yang diukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian di lakukan di Kota Tarakan. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik random samping (secara acak). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk fasilitas pelayanan Bandar Udara Internasional Juwata kota Tarakan adalah 3.182352919 dengan angka konversi sebesar 79.55882298. maka kinerja kualitas fasilitas pelayanan publik berada dalam kategori mutu pelayanan baik. Hasil dari 4 indikator dan 17 unsur pertanyaan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan nilai antara 0-100, adalah sebagai berikut : (1) Akses dan Infromasi terdapat 4 unsur pertanyaan fasilitas pelayanan, (A) pusat infromasi penumpang memiliki nilai IKM sebesar 79.75 dengan kategori baik. (B) rambu-rambu petunjuk memiliki nilai IKM sebesar 79 dengan kategori baik. (C) monitor informasi penumpang memiliki nilai IKM sebesar 81 dengan kategori baik. (D) panggilan penerbangan memiliki nilai IKM sebesar 82 dengan kategori baik. (2) Keberangkatan dan Kedatangan terdapat 4 unsur pertanyaan fasilitas pelayanan, (A) antrian check-in memiliki nilai IKM sebesar 76.25 dengan kategori kurang baik. (B) kecepatan pemeriksaan keamanan memiliki nilai IKM sebesar 78.75 dengan kategori baik. (C) kecepatan bagasi memiliki nilai IKM sebesar 75.75 dengan kategori Kurang baik. (D) sikap petugas keamanan memiliki nilai IKM sebesar 77.75 dengan kategori baik. (3) Kenyamanan Terminal terdapat 5 unsur pertanyaan fasilitas pertanyaan. (A) kebrsihan terminal memiliki niali IKM sebesar 83.72 dengan kategori baik. (B) kesejukan/AC Ruang tunggu memiliki nilai IKM sebesar 84.5 dengan kategori baik. (C) ketersediaan tempat duduk memiliki nilai IKM sebesar 83.75 dengan kategori baik. (D) kebersihan toilet memiliki nilai IKM sebesar 81.75 dengan kategori baik. (E) aturan/ruang merokok memilikinilai IKM sebesar 81.75 dengan kategori baik. (4) Fasilitas dan Kemudahan terdapat 4 unsur pertanyaan fasilitas pelayanan. (A) ATM/Money changer memiliki nilai IKM sebesar 78 dengan kategori baik. (B) Wi-fi fasilitas internet memiliki nilai IKM sebesar 73.73 dengan kategori kurang baik. (C) pilihan restoran/kafe dan pertokoan memiliki nilai IKM sebesar 74 dengan kageori kurang baik. (D) mushola memiliki nilai IKM sebesar 81.5 dengan kategori baik.
2019 · Thesis ·
Ratna Dewi, 2019, “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Tradisional Kalimantan Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompak saat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dan sulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasi interpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka H_0 ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan desain berbeda dari peneliti sebelumnya.