Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nur

1.698 karya publik ditemukan.

2027: 12026: 3342025: 2932024: 3222023: 2682022: 2692021: 1482020: 522019: 8

HUBUNGAN LITERASI SAINS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.

Pengembangan Permainan Engklek Terhadap Dimensi Mandiri Siswa di SMPN 13 Tarakan

2024 · Thesis ·

Nur Fadillah HS 2024. Pengembangan Permainan Engklek Terhadap Dimensi Mandiri Siswa di SMPN 13 Tarakan Tahun 2024/2025. Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd, Pembimbing Anggota Nurul Fadilah, S.Pd.I.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan pengembangan permainan engklek terhadap dalam meningkatkan dimensi mandiri siswa di SMPN 13 Tarakan. Permainan engklek merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak yang satu kekotak berikutnya. Terdapat manfaat dalam melakukan permainan tradisional engklek dapat melatih keseimbangan, kemandirian, kemampuan, gerak motorik, kreativitas, melatih kemampuan bersosialisasi dengan teman lain sebagainya, salah satu manfaat permainan engklek yaitu kemandirian yang terdapat didalam aturan profil pelajar pancasila. Penelitian pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap dimensi mandiri, dengan adanya permainan ini diharapkan dapat menjadi media untuk digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling terutama di bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan permainan engklek ini terhadap dimensi mandiri. Pengembangan permainan engklek ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Adapun subjek pada penelitian ini yaitu ahli media, materi dan bahasa, 8 orang siswa dan 1 guru BK. Hasil dari ahli media diperoleh presentase sebesar 76% berada pada kategori layak, hasil dari ahli materi diperoleh presentase sebesar 86% berada pada kategori layak, dan hasil dari ahli bahasa diperoleh presentase sebesar 80% berada pada kategori layak. Kemudian uji coba respon dilakukan pada 8 orang siswa dan 1 guru BK dengan mendapatkan respon baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan engklek terhadap dimensi mandiri siswa di SMPN 13 Tarakan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.

Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.N di Puskesmas pantai amal

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. N di Puskesmas Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 03 Maret 2024 di Puskesmas Pantai Amal, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 38 minggu, dilakukan 1 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 22 Maret 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 22 Maret 2024 Postpartum 6 jam KF-1. Pada tanggal 28 Maret 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 11 April 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 22 April Postpartum hari ke-31 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 22 Maret februari 2024 6 jam atau KN1. Pada tanggal 28 Maret 2024 hari ke-6 atau KN2. Pada tanggal 11 April 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.N mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 09 Maret 2024 di Puskesmas Pantai Amal. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.

IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI KOTA TARAKAN

2024 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SMPN Kota Tarakan. Penelitian ini jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 di SMPN di Kota Tarakan terdapat beberapa tahapan Pertama, desain P5 dengan rincian : membentuk tim fasilitator, identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, penentuan dimensi, tema dan alokasi waktu projek P5, membuat modul P5, dan perencanaan asesmen. Desain P5 yang dijalankan pada sekolah SMPN di Kota Tarakan telah sesuai dengan panduan P5 Kemendikbud Ristek yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Kedua, megelola projek, mengawali projek dengan pengenalan dan konseptualisasi, mengoptimalkan projek dengan aksi nyata dan menutup projek dengan perayaan hasil belajar berupa pameran dan bazar. Ketiga, mengolah asesmen dengan menggunakan asesmen formatif, sumatif dan diagnostik disediakan oleh setiap sekolah di SMPN Kota Tarakan. Pelaporan dengan rapor P5 sekali pada setiap akhir semester genap. Namun, beberapa sekolah di SMPN di Kota Tarakan masih didapati belum menyediakan rapor P5

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS KARANG REJO TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Profil Kesehatan Tahun 2023 mengatakan bahwasannya terjadi penurunan Angka Kematian Ibu yaitu 194 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan AKI dan AKB saat ini masih merupakan program kesehatan prioritas di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Tujuan penyusunan LTA ini untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil Trimester III yang fisiologis dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Pelayanan asuhan kehamilan pada Ny. S G2P1A0 di lakukan di Puskesmas Karang Rejo, Jl. R.A Kartini, Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Waktu yang di gunakan selama melakukan asuhan yaitu pada bulan Desember 2023 - Januari 2024. Pada kasus Ny. S masa kehamilan yang dialami tidak terdapat masalah dalam kehamilan. Ny. S melakukan kunjungan antenatal sebanyak 4 kali dan belum memenuhi standart asuhan antenatal yaitu minimal 6 kali. Ny. S belum memenuhi standart asuhan 14 T. Tidak ada masalah yang di alami Ny. S selama kehamilannya hanya memberikan konseling pada Ny. S dengan pemberian pendidikan kesehatan. Seluruh asuhan yang dilakukan pada Ny. S sudah sesuai dengan standart dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA RISIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK) DI RUANG PERAWATAN TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DAN NY. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus Tipe II adalah kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan gula darah yang meningkat (hiperglikemia). Tingginya kadar gula darah disebabkan karena penurunan produksi hormon insulin oleh kelenjar pankreas dan atau penurunan sensitivitas dari hormon insulin (retensi hormon insulin) sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh dan beredar didalam darah. Diabetes Melitus Tipe II dapat menyebabkan gejala klinis yang sering muncul seperti sering buang air kecil, sering haus, banyak makan. Apabila tidak ditangani secara efektif dapat menimbulkan komplikasi seperti penyakit ginjal, neuropati/gangguan pada saraf, kerusakan pada retina, dan amputasi. Oleh karena itu, penulis melakukan studi kasus dengan melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada Ny. S dan Ny. R yang terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe II dan sedang menjalani perawatan diruang Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK. Pelaksanaan studi kasus bertujuan untuk melakukan perbandingan asuhan keperawatan pda Ny. S dan Ny. R. Dalam studi kasus ini penulis menemukan adanya perbedaan tanda dan gejala dari komplikasi Diabetes Melitus Tipe II pada kedua pasien. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan Diabetes Melitus Tipe II adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah dan dapat menyebabkan komplikasi yang akan mempengaruhi kesehatan jika tidak ditangani dengan segera. Oleh sebab itu, melakukan pengkajian sesuai dengan standar keperawatan dan melaksanakan tindakan keperawatan yang tepat akan membantu proses pemulihan pasien dengan baik.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN AN.R DAN AN. J DENGAN DIAGNOSIS GASTROENTERITIS DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis adalah penyakit yang sering ditemukan di masyarakat termasuk pada anak, yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian abdomen atau disertai perubahan frekuensi buang air besar. Gastroenteritis termasuk salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortilitas yang sangat tinggi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H Jusuf SK Tarakan. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan case study. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien anak dengan gastroenteritis Hasil yang didapatkan terdapat 3 diagnosis keperawatan yang berbeda yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2. Diagnosis keperawatan pada pasien 1 yaitu nyeri akut, diare, nausea, resiko defisit nutrisi, dan resiko hipovolemia sedangkan diagnosis keperawatan pada pasien 2 yaitu diare, ansietas, nyeri akut, dan resiko hipovolemia diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan 5 diagnosis tersebut teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat 6 diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada anak dengan gastroenteritis. Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana.Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan gastroenteritis.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF (DENGUE HEMORRHAGIC FEVER) DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) adalah salah satu penyakit tropis yang paling sering menyerang manusia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis demam, pusing, mual, muntah, ruam, nyeri perut, nyeri sendi dan pegal, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Menurut WHO kasus DHF di dunia pada 2023 mencapai 6,5 juta kasus dengan kasus anak tertinggi di Indonesia mencapai 88.593 kasus, Kota Tarakan menempati posisi pertama dengan kasus DHF tertinggi di Kalimantan Utara. Tujuan penulisan ini agar penulis mendapatkan gambaran nyata terkait asuhan keperawatan komprehensif dengan dua subjek studi pasien An. M dan An. Y dengan DHF. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Pemberian asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, penyusunan rencana intervensi, implementasi dan evaluasi. Pengkajian meliputi identitas klien, riwayat kesehatan sekarang dan lalu, kondisi klien sebelum dan saat sakit, adapun didapatkan kesenjangan antara teori dengan laporan studi kasus pada pengkajian dan penegakan diagnosis. Diagnosis yang didapatkan pada pasien 1 dan 2 adalah risiko perdarahan, risiko hipovolemia, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan rasa nyaman, defisit pengetahuan. Pengambilan data dapat dilaksanakan dengan mudah karena keluarga pasien yang sangat kooperatif. Intervensi dan kriteria hasil yang disusun sudah disesuaikan berdasarkan penegakkan diagnosis dan kondisi pasien. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan diagnosis teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil. Akan tetapi ada beberapa diagnosis yang teratasi sebagaian pada pasien 1 dan 2 yaitu risiko perdarahan dan risiko hipovolemia. Hasil studi kasus disimpulkan bahwa terdapat prioritas masalah yang berbeda yang menyebabkan adanya perbedaan implementasi kepada kedua pasien.

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN BERSOSIALISASI ANAK PRASEKOLAH DI TK SI JEMPOL KAMPUNG 1 SKIP KOTA TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pola komunikasi keluarga seringkali dikaitkan dengan kemampuan personal anak prasekolah yaitu kemampuan anak dalam bersosialisasi. Pola komunikasi sendiri merupakan komunikasi antar dua arah yang harus dibangun secara harmonis sedangkan kemampuan bersosialisasi anak adalah proses seseorang saat memasuki dunia sosial, seseorang yang mampu untuk bersosialisasi dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pola komunikasi keluarga yang terbuka akan mempengaruhi kemampuan bersosialisasi anak dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pola komunikasi keluarga terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang ada di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan pola komunikasi terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar dapat menambah kan sampel atau menggunakan populasi dan menggunakan metode lain.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kebakaran yakni nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki dan sukar untuk dikendalikan. Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang sering terjadi di Kota Tarakan terutama di kawasan padat penduduk. Penyebab paling banyak terjadinya kebakaran di kawasan penduduk kota Tarakan yakni karna kebiasaan masyarakat. Hal ini menunjukkan kawasan pemukiman padat pesisir Kota Tarakan memiliki risiko kebakaran yang tinggi, maka dari itu perlunya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di kawasan padat penduduk wilayah pesisir kota Tarakan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan tipe pendakatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 144 orang dan sampel yang digunakan adalah 106 orang. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 73 orang (68,9%), dan mayoritas responden memiliki sikap yang positif sebanyak 78 orang (73,6%) serta mayoritas kesiapsiagaan responden berada pada kategori siap sebanyak 64 orang (60,4%). Hasil uji menggunakan gamma menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagan dalam menghadapi kebakaran (p=0.0000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk kota Tarakan, sehingga pentingnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran menjadi kategori sangat siap.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PERAWATAN LUKA BAKAR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kejadian luka bakar dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah dengan aktivitas siswa seperti kegiatan yang menggunakan fasilitas laboratorium yang mengandung cairan keras yang mudah terbakar, kontak dengan terminal listrik, tersentuh knalpot kendaraan di sekolah, dapat memicu terjadinya luka bakar. Masih banyak siswa yang belum mengetahui tentang bagaimana pertolongan pertama jika terjadi luka bakar saat di sekolah. Kebiasaan yang sering dilakukan jika terjadi luka bakar yaitu memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut memberikan efek buruk jika diaplikasikan ke daerah luka yang menyebabkan infeksi pada luka bakar. Perawatan dan penanganan luka bakar yang ditangani dengan kurang tepat dapat menimbulan dampak yang akan merugikan bagi penderita. Baik buruknya kondisi seseorang yang mengalami luka bakar dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki first responden atau penolong pertama. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki maka perilaku seseorang terhadap suatu masalah dan cara menghadapinya akan semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 254 siswa SMPN 2 Tarakan kelas 7 dan 8. Proses pengambilan data dengan menggunakan kuisioner pengetahuan kemudian dilakukan analisis data yang menghasilkan distribusi frekuensi dan pesentase. Hasil penelitian berdasarkan indentifikasi tingkat pengetahuan siswa menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden sebagian besar memiliki pengetahuan pada kategori baik yaitu sebanyak 217 responden (85,4%), kategori cukup sebanyak 35 responden (13,8%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (0,8%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar berada pada kategori baik.

PENERAPAN TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR TERHADAP PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku agresif merupakan kecenderungan perilaku yang niatnya untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Perilaku agresif juga ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan, peserta didik yang melakukan tindakan perilaku agresif mempunyai pandangan yang salah terhadap lingkungan atau situasinya. Perilaku agresif termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya rangsangan, terutama rangsangan dari lingkungan yang sering kali mengakibatkan dampak yang lebih besar. Upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan perilaku agresif adalah menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior. Teknik rational emotive behavior membantu seseorang menyadari bahwa mereka dapat hidup lebih rasional dan produktif, mengubah kebiasaan berpikir, perilaku yang merusak diri sendiri, serta mengurangi perasaan yang tidak diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational emotive behavior terhadap perilaku agresif peserta didik di SMA Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 405 peserta didik dan sampel berjumlah 5 peserta didik kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang perilaku agresif. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,001 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh teknik rational emotive behavior terhadap perilaku agresif peserta didik di SMA Negeri 1 Tarakan.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.M di Puskesmas Mamburungan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Asuhan komprehensif kebidanan adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, melahirkan sampai enam minggu pertama postpartum. Bidan diharuskan memberikan pelayanan kebidananan yang continue mulai dari Antenatal Care, Intranatal Care, Asuhan Bayi Baru Lahir, Asuhan postpartum, Asuhan Neonatus dan Pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas. Model asuhan kebidanan komprehensif bertujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan selama periode tertentu. Asuhan kebidanan komprehensif dimana bidan sebagai tenaga profesional, memimpin dalam perencanaan, organisasi dan pemberian asuhan selama kehamilan, kelahiran, periode postpartum, termasuk bayi dan program keluarga berencana, dan mampu memberikan kontribusi untuk kualitas asuhan yang lebih baik. Dampak yang akan terjadi apabila tidak dilakukannya asuhan kebidanan yang berkesinambungan adalah dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi yang tidak ditangani, sehingga menyebabkan penanganan yang terlambat terhadap komplikasi dan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis melakukan pengkajian dengan mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif berbasis Continuity Of Care (COC) pada ibu hamil trimester III, bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana (KB) melalui pendekatan Asuhan Kebidanan Varney dan metode pendokumentasian SOAP. Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada Ny. “M” selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, semua normal dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pelayanan asuhan kehamilan kepada Ny,M G4P3A0 dilakukan di Puskesmas Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan Kalimantan Utara. Waktu yang digunakan selama melakukan asuhan yaitu pada bulan Desember-Maret 2024. Pada kasus Ny.M masa kehamilan yang dialami tidak terdapat adanya tanda-tanda komplikasi. Ny.M melakukan kunjungan antenatal sebanyak 6 kali dan sudah memenuhi standar asuhan antenatal yaitu minimal 4 kali. Ny.M juga telah memenuhi standar asuhan 14 T. Masalah yang dialami Ny.M selama kehamilannya yaitu sulit tidur dimalam hari dan mengalami sakit punggung dan telah teratasi dengan pemberian pendidikan kesehatan dan juga beberapa cara untuk meringankan insomnia ibu saat malam hari. Seluruh asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny.M sudah sesuai dengan standar dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. S Di Puskesmas Karang Rejo

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Di Indosesia upaya peningkatan upaya status kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu program prioritas. Hal ini dikarenakan masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi salah satu permasalahan utama di bidang kesehatan. Hasil Long Form SP 2020 mencatat nilai AKI Kalimantan Utara adalah sebesar 194 per 100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 189. Penulisan LTA ini memiliki tujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil terutama pada Trimester III dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan. Pelayanan asuhan kehamilan pada Ny. S G3P2A0 dilakukan di Puskesmas Karang Rejo Jl. Yos Sudarso, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Waktu yang digunakan selama melakukan asuhan pada Ny. S yaitu pada bulan Maret – April 2024. Pada pemeriksaan kunjungan pasien mengeluh nyeri perut bagian, tidak di dapatkan masalah dan hasil pemeriksaan pada Ny. S masih dalam batas normal. Ny. S melakukan kunjungan antenatal sebanyak 7 kali dan telah memenuhi standar asuhan 10 T. Seluruh asuhan yang dilakukan dan diberikan pada Ny. S sudah sesuai dengan standar asuhan kebidanan dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

Analisis Pengaruh Perlakuan Panas Pada Plat Baja Terhadap Kekerasan Permukaan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bracket motor listrik berfungsi sebagai pengguat kontruksi pemasangan komponen motor namun rentan terhadap kegagalan kerena harus menahan beban statis pada motor saat beoperasi. Bahan Bracket umumnya adalah baja karbon, salah satu metode untuk meningkatkan sifat baja karbon dengan perlakuan panas dan pendinginan. Eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu perlakuan panas dengan variasi media pendingin oli dan udara pada plat baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pada plat baja terhadap kekerasan dengan menggunakan material plat baja 5mm. Setelah dilakukan eksperimen kemudian dilakukan di uji kekerasan BrinelL pada spesimen. Hasil yang diperoleh dari spesimen non treatment memilki nilai kekerasan yaitu 58,5 kgf/mm2. Spesimen heat treatment dengan pendingin oli memiliki nilai kekerasan yaitu 75,3 kgf/mm2 dan spesimen heat treatment dengan pendingin udara memiliki nilai kekerasan yaitu 58,1 kgf/mm. Bisa disimpulkan bahwa nilai kekerasan dilakukan heat treatment dengan pendingin oli paling tertinggi yakni 75,3 kgf/mm2. Ini disebabkan kerena oli termasuk dengan pendinginan cepat.

Analisa Perbaikan Jatuh Tegangan Akibat Penambahan Beban Pada Jaringan Distribusi di PT PLN (Persero) Tarakan

2024 · Thesis ·

Penambahan beban pada jaringan distribusi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tegangan yang signifikan, sehingga kondisi jaringan distribusi yang tidak optimal dapat mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki jatuh tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi kota Tarakan akibat penambahan beban. Untuk mencapai sistem kelistrikan yang handal dilakukan simulasi aliran daya untuk mengetahui nilai jatuh tegangan yang terjadi pada sistem kelistrikan kota tarakan dengan menggunakan ETAP 19. Sebelum penambahan beban, jatuh tegangan terjadi di dua titik feeder 4 yaitu pada bus 8 dan bus 9 dengan nilai tegangan yang diperoleh 18,68 kV dan 18,66 kV. Setelah penambahan beban, tegangan pada titik feeder yang sama mengalami penurunan tegangan yang drastis sebesar 18,46 kVdan 18,44 kV. Dan juga terjadi jatuh tegangan di feeder 10 pada titik penambahan beban baru yaitu pada bus 5 sebesar 18,74 kV. Pada ketetapan SPLN No.72 : 1987 bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja. Sehingga dilakukan perbaikan tegangan dengan penambahan kapasitor bank menggunakan OCP dan diperoleh yaitu feeder 4 pada bus 8 dan bus 9 mengalami perbaikan sebesar 0,59 kV dengan tegangan 19,05 kV dan 0,65 kV dengan tegangan 19,09 kV dan pada feeder 10 bus 5 mengalami perbaikan sebesar 0,43 kV dengan tegangan 19,17 kV . Sehingga tegangan yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penambahan beban telah memenuhi standar SPLN No.72 :1987.