Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

KAJIAN KANDUNGAN NITRAT (NO3-) TANAH DENGAN APLIKASI BEBERAPA BAKTERI PENAMBAT NITROGEN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nitrate is one of the major nutrients for growth of plants and algae. Nitrate is very soluble in water and is very unstable so it becomes unavailable. The main source of nitrate comes from soil erosion, fertilizer, waste and nitrogen (N) accumulation. N uptake is done either by symbiotic or non-symbiotic bacteri. The Faculty of Agriculture of UBT has 14 rhizobacterial isolates capable of digesting N, but it is not yet known how much it can absorb N in the from of nitrates that such rhizobacteria can provide. This study aimed to determine the extent of the ability of 14 N-bonding bacterial isolates to provide nitrate (NO3-). This research used a complete randomized design that consisted of 16 treatmenst and 2 replicates. The treatments were K0 (soil without treatmen), K1 (Nutrient Broth) P1 (B1(17)) P2 (B1(19)), P3 (B3(10)), P4 (B4(15)), P5 (B3(12)), P6 (B3(16)), P7 (B3(19)) P8 (B3(9)), P9 (B4(12)), P10 (B4(5)), P11 (B5(13)), P12 (B5(15)), P13 (B5(19)) dan P14 (B5(9)). At P1 to P14 treatments the soil was irrigated whit nitogen-fixing bacterial isolates suspension at a densityof 108 cfu/mL. The treatment of K0 was soil without the addition of Nutrient Broth (NB) and bacterial whereas K1 was soil added with 100 mL organic Nutrient Broth (NB). The soil was then incubated for 21 dasy. The parameters of this study were soil pH analysis and soil nitrate (NO3-) analysis.The results showed that the bacterial isolate was able to provide N in the from of nitrates ranging from 35,06 ppm to 45,42 ppm and bacterial isolate B3(12), was able to provide N of 45,42 ppm. The results of soil pH parameters showed that the isolates with the highest pH score was isolate B3(10) , (P3) with pH acore of 4,69 the lowest pH was of 4,20 obtained from isolates B4(12), (P9).

APLIKASI RHIZOBAKTERI SEBAGAI PENGINDUKSI TOLERANSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA KONDISI TERCEKAM GENANGAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cekaman genangan merupakan kendala yang sering dihadapi petani jagung. Cekaman genangan dapat menyebabkan tanaman menjadi stres akibat ketersediaan O2 di dalam tanah yang terbatas, unsur hara tidak tersedia, meningkatnya konsentrasi etilen dan adanya senyawa oksidan. Metode yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan adalah aplikasi rhizobakteri yang mampu mengatasi jumlah etilen berlebih pada tanaman yang tercekam genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang mampu menginduksi toleransi tanaman jagung terhadap cekaman genangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol positif (K+) dengan genangan dan tanpa isolat bakteri, kontrol negatif (K-) tanpa genangan dan tanpa isolat bakteri dan 5 perlakuan isolat bakteri dengan genangan yaitu G1 (isolat B316) ,G2 (isolat B412), G3 (isolat B413), G4 (isolat B54) dan G5 (isolat B58). Hasil penelitian menunjukkan 5 isolat rhizobakteri yang digunakan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan. Perlakuan G1 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G2 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G3 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G4 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G5 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering.

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Nama : Pebriansyah NPM : 14.301010.005 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah lempung pada lokasi penelitian, mengetahui besarnya kapasitas kolom pasir yang terjadi pada tanah lempung, serta untuk mengetahui perbandingan penurunan tanah lempung yang terjadi apabila diberikan perkuatan dengan kolom pasir dan yang tidak diberikan perkuatan, dengan melakukan beberapa pengujian yaitu membandingkan hasil analisis laboratorium dengan hasil analisis program plaxis 2D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ASTM (American Society for Testing and Materials). Metode eksperimental pengembangan pengujian dilakukan dalam menguji rancangan model perkuatan dalam bak silinder (drum besi) uji dengan ukuran diameter 60 cm dan tinggi 50 cm. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, pola penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan perkuatan kolom pasir sangat berpengaruh dalam mereduksi penurunan tanah. Dari hasil analisis laboratorium dan analisis program plaxis 2D, perkuatan kolom pasir sebagai perkuatan pada tanah dasar dengan penggunaan variasi ukuran plat bearing hasilnya tidak jauh berbeda pada akhir pembebanan.

PADAT POPULASI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DAN BELALANG (Valanga nigricornis) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemakaian nilai budaya yang terdapat pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu analisis nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif etnografi. Artinya, prosedur penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan kata-kata secara tertulis dari lirik lagu yang analisis menggunakan kajian sosiologi sastra. Etnografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan. Sehingga pada penelitian kali ini peneliti akan menjelaskan tentang nilai budaya yang terdapat dalam lirik lagu kebudayaan masyarakat suku Tidung. Penelitian kualitatif etnografi merupakan penelitian yang menganalisis sebuah data-data baik tertulis maupun lisan dari sebuah kebudayaan. Lirik nyanyian yang diteliti dalam gaya bahasa pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, yaitu: 1) Usak Amad Tantu, 2) Pagun Bakin Banta, 3) Beladaw, 4) Dindang pagun, 5) Belimpung Taka Tagas dan 6) Bebilin. Data dalam penelitian ini adalah berupa bait atau lirik nyanyian yang mengandung nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini hanya mengambil beberapa judul nyanyian dari sederetan nyanyian rakyat suku Tidung. Dari 6 lirik nyanyian yang telah dianalisis dengan kajian sosiologi sastra dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan data yang didapatkan yaitu nilai budaya terdapat 33 data lirik lagu. Nilai budaya paling dominan yang terdapat dalam lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara yaitu mata pencaharian suku rakyat Tidung, interaksi sosial. Kata kunci: Nilai Budaya, Nyanyian Rakyat Suku Tidung, Sosiologi Sastra.

ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH CAP KENAWAI DI UPT KPH KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRACT Abstract Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. "Analysis of Optimization of Cap Kenawai Eucalyptus Oil Agroindustry at UPT. KPH of Tarakan City ". Supervised by Elly Jumiati. Eucalyptus tree is one of the industrial plants that can be cultivated as agroforestry. Agroforestry was developed to provide benefits to improve community welfare. Main agroforesty is expected to help optimize the results of a form of land use in a sustainable manner to guarantee and improve food needs. Agroforestry is one of the effective means for equity and stages to overcome poverty in the forest village community, which can increase food income and production. In increasing the income and food production of forest village people must integrate agroforestry and agro-industry. So that this research is carried out with the aim of determining the optimal amount of production that can provide maximum benefit to the UPT. KPH Tarakan. The method of determining the sample is done by purposive sampling technique, which is the technique of determining the sample with certain considerations. With the method of data analysis and processing namely linear programming analysis used is a simplex method that will be processed using the POM For Windows 3 application with objective functions and constraint functions. By optimizing the factors of production that are used can increase the initial production profit of Rp. 1599,325 / l can increase by Rp 3238 / l or equal to an additional profit of Rp. 1639 / l. If the results of eucalyptus oil processing are reduced from 3 liters to 2.02 liters per production, a maximum profit of Rp. 3,238 / liter. ABSTRAK Abstrak Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. “Analisis Optimalisasi Agroindustri Minyak Kayu Putih Cap Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Elly Jumiati. Pohon kayu putih merupakan salah satu tumbuhan industri yang dapat diusahakan menjadi Agroforestry. Agroforestry dikembangkan untuk memberi manfaat untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Agroforesty utamanya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan. Agroforestry merupakan salah satu sarana yang efektif untuk pemerataan dan tahapan untuk mengatasi kemiskinan dilingkungan masyarakat desa hutan, yang bisa meningkatkan pendapatan dan produksi pangan. Dalam peningkatan pendapatan dan produksi pangan masyarakat desa hutan haruslah memadukan agroforestry dan agroindustri.Sehingga peneitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menentukan berapa jumlah produksi optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap UPT. KPH Tarakan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sengaja) yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Dengan metode analisis dan pengolahan data yaitu Analisis liniear programming yang digunakan merupakan metode simpleks yang akan diolah menggunakan aplikasi POM For Windows 3 dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor produksi yang digunakan dapat meningkatkan keuntungan produksi yang awalnya sebesar Rp. 1599,325 /l dapat meningkat sebesar Rp 3238 /l atau sama dengan penambahan keuntungan sebesar Rp. 1639 /l . Apabila dalam hasil pengolahan minyak kayu putih dikurangi dari 3 liter menjadi 2.02 liter per produksi maka akan didapatkan jumlah keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.238 /liter.

STRATEGI PEMASARAN PISANG KEPOK DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.

ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) DI DESA KALIAMOK KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah - masalah pemasaran kopi di Desa Kaliamok antara lain adalah hubungan harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang mungkin tidak merangsang petani untuk meningkatkan produksi baik jumlah dan mutu. Margin pemasaran yang relatif tinggi dan kemungkinan fasilitas pemasaran yang belum memadai untuk memperlancar arus komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dan margin pemasaran serta share pemasaran di Desa Kaliamok. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah kouta sampling yaitu pengambilan dengan cara menetapkan sejumlah sampel sebanyak 30 petani kopi. Purposive sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang memenuhui syarat hanya 11 orang petani dengan beberapa pertimbagan tertentu: 1. Petani yang berusaha tani tanaman kopi berumur 5 – 10 tahun, 2. Petani yang telah memproduksi kopi. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, margin distribusi, dan harga yang diterima petani serta rasio keuntugan dan biaya dan farmer’s share dalam pemasaran biji kopi robusta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada satu saluran pemasaran biji kopi di desa kaliamok, yaitu saluran I: petani – pedagang pengumpul – konsumen. Pada saluran pemasaran I memiliki total biaya pemasaran Rp 11.093 per Kg. dan memiliki dua marjin yang berbeda margin grade 1&2 Rp 90.000 per Kg dan margin grade 3 Rp 35.000 per Kg serta keuntugan pemasaran pada grade 1&2 Rp 98,79% dan grade 3 Rp 27,13%. Dilihat dari efesiensi pemasaran secara ekonimis dari saluran pemasaran yang ada di Desa Kaliamok tidak efisien karena memiliki marjin yang besar pada grade 1&2 sebesar 90.000 per Kg dan grade 3 Rp 35.000 per Kg dan memiliki nilai farmer’s share yang rendah pada grade 1&2 Rp 10% dan grade 3 Rp 22.22%. Adapun saran yang diajukan peneliti oleh peneliti adalah petani perlu mencari informasi harga di tingkat konsumen agar tawar – menawar lebih kuat dan untuk meningkatkan share harga yang diterima petani, perlu diupayakan petani melakukan pemisah kulit kopi dari biji, penjemuran dan sortir agar share harga yang didapat petani lebih besar.

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

STUDI PEMETAAN KETERSEDIAAN JARINGAN DITRIBUSI AIR BAKU EMBUNG HANDULUNG

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI BATU LAMAMPU DI KECAMATAN SEBATIK INDUK KABUPATEN NUNUKAN (STUDI KASUS DESA TANJUNG KARANG).

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ardiansyah. 15201020113. 2019. “Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu Di Kecamatan Sebatik Induk Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Desa Tanjung Karang)”. Di Bimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas pertanian Universitas Borneo. Objek wisata Pantai Batu Lamampu berada di Desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik Induk Kabupaten Nunukan dan memiliki berbagai permasalahan yaitu: kurang perhatian dari pemerintah daerah terhadap pengembangan objek wisata terutama infrastruktur seperti akses jalan, kurang perhatian dari masyarakat dan wisatawan akan kebersihan lingkungan, serta fasilitas pendukung lainnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendorong terhadap pengembangan objek wisata Pantai Batu Lamampu. (2) Untuk merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode key informan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil dan analisis untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat menunjukan bahwa faktor pendorong, (1) Pemandangan alam objek wisata yang indah dan menarik, (2) Suasana objek wisata yang memberikan kenyamanan, (3) Jarak tempuh objek wisata yang dekat dengan kota, (4) Kondisi keamanan yang baik. Sedangkan faktor penghambat, (1) Promosi objek wisata yang masih kurang, (2) Akses jalan yang kurang baik, (3) Keterbatasan anggaran untuk pengembangan objek wisata, (4) Sarana-prasarana objek wisata yang masih sederhana. Berdasarkan dari hasil dan analisis didapatkan strategi Diversifikasi artinya meminimalkan masalah-masalah internal objek wisata sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik, (1) Menggerakan masyarakat untuk menanam pohon cemara untuk mencegah abrasi dan menambah keindahan panorama pantai (2) Mempertahankan keunikan pariwisata budaya sesuai kearifan lokal yang didukung dengan produk kerajinan tangan. Adapun saran dalam penelitian ini adalah (1) Pemerintah daerah perlu adanya keseriusan kebijakan dalam hal meningkatkan faktor-faktor pendorong agar pengembangan pariwisata di Objek Wisata Pantai Batu Lamampu menjadi lebih baik dan lebih mengoptimalkan faktor-faktor penghambat untuk menjaga keberlangsungan pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu (2) Pemanfaatan teknologi informasi perlu ditingkatkan untuk mempromosikan potensi-potensi wisata kepada masyarakat luas. Selainkan mempromosikan kepada masyarakat luas, pemanfaatan teknologi informasi dapat menarik investor untuk berkontribusi aktif dalam usaha peningkatan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu (3) Bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi untuk bahan pembelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

ANALISIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK LUNDAYEH PADA USAHA TANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA LONG MIDANG KECAMATAN KRAYAN INDUK KABUPATEN NUNUKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

"Indonesia is a country rich in natural resources, where rice fields are one of them. Rice fields are one of the inheritance of ancestors that should be preserved and maintained in order to sustain the lives of future generations and the continuity of social ties. Along with the development of technology and culture towards modern life and the effects of globalization, cultural heritage and traditional values of indigenous peoples face challenges to their existence, where cultural heritage and traditional values contain a lot of local wisdom that is still very relevant to current conditions, and should be preserved and adapted or even further developed. Therefore this study aims to determine the local wisdom of the Lundayeh Dayak community which is maintained in rainfed lowland rice cultivation. The method used is the Snowball Sampling chain sequence sampling and this method is used for key informants in analyzing local wisdom. The results obtained from this study are 22 local wisdoms that are retained. And for the factors that cause local wisdom is maintained is the availability of organic fertilizer, the used of traditional tools that still exist, the preservation of land and respect for ancestral heritage (ancestors). For the village government, it is suggested to assist the community in maintaining existing traditions by directing and guiding farmers in the cultivation of rice paddy fields while maintaining their local wisdom.

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

SRI SUHARTINI. 2020. Usaha tani jagung manis di Kota Tarakan merupakan usaha tani yang dilakukan di lahan garapan dengan kondisi lahan yang kering. Kondisi utama di daerah penelitian yaitu rendahnya pendapatan yang diperoleh petani dengan terjadinya penurunan harga hasil produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung manis, dan menganalisis kelayakan usaha tani jagung manis di Kota Tarakan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan usaha tani jagung adalah analisis BEP (Break Even Point), R/C Ratio (Revenue Cost), dan B/C Ratio (Benefit Cost). Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendapatan petani jagung manis di Kota Tarakan dikategorikan yaitu sebesar Rp. 6.122.526/musim tanam. Usaha tani jagung di Kota Tarakan dikategorikan layak diusahakan secara finansial dilihat dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp. 639.070, BEP produksi yaitu sebesar 94 kg, BEP harga yaitu sebesar Rp. 4.125/kg, R/C yaitu sebesar 2,76 dan B/C yaitu sebesar 1,76. Adapun saran dari penelitian ini adalah Kepada petani, sebaiknya saling memberikan informasi kepada petani yang lain mengenai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP AGROWISATA KARUNGAN DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRACT Karungan Agrotourism has a tourism charm that is worth to visit. When the sunny weather, natural beauty will be clearly visible. Karungan Agrotourism is managed by the local government in collaboration with the surrounding community as managers in the field. The purpose of this study: 1) Were to determine the level of visitor satisfaction with the management of Karungan Agrotourism Area. 2) Find out what facilities can be improved, maintained and added by the manager in improving the service and development of Karungan Agrotourism. Sampling method in this study was Quota Sampling where the samples taken based on a predetermined amount with quota 70 people. Data collected in the form of primary data and secondary data. The analytical method in this study uses CSI (Customer satisfaction Index) and IPA (Importance Performance Analysis) analysis. Based on the value of visitor satisfaction index (CSI) Karungan Agrotourism by 63.48 percent, this shows that visitors are satisfied with the services provided by Karungan Agrotourism. Based on the IPA analysis, the facilities that need to be repaired are in the main priority quadrant which contains services in Karungan Agrotourism, toilet cleanliness, security in Karungan Agrotourism, cleanliness in Karungan Agrotourism, an information center and hospitality of employees / officers in Karungan Agrotourism. Facilities that must be maintained are the cleanliness of the resting place, the natural beauty of the Karungan Agrotourism, worship facilities, toilets and road conditions to Karungan Agrotourism. The facilities that can be added to the Karungan Agrotourism are fruit and vegetable picking rides, outboun rides, selfie spots, war games, airsoft gun, driving ATVs. Key word : Agrotourism, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis ABSTRACT Agrowisata Karungan memiliki pesona pariwisata yang layak untuk dikunjungi. Saat cuaca sedang cerah, keindahan alam akan tampak secara jelas di kawasan ini. Agrowisata Karungan dikelola oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar sebagai pengelola di lapangan. Tujuan Penelitian ini : 1) Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pengelolaan Kawasan Agrowisata Karungan. 2) Untuk mengetahui fasilitas apa saja yang dapat diperbaiki, dipertahankan dan di tambahkan oleh pengelola dalam meningkatkan pelayanan dan pengembangan Agrowisata Karungan. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Quota Sampling dimana sampel diambil berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 70 orang. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis CSI (Customer satisfaction Index) dan IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan nilai indeks kepuasan pengunjung (CSI) Agrowisata Karungan sebesar 63.48 persen, hal ini menunjukkan bahwa pengunjung puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Agrowisata Karungan. Berdasarkan analisis IPA, Fasilitas yang perlu diperbaiki berada dalam kuadran utama yang diprioritaskan yang berisi pelayanan di Agrowisata Karungan, kebersihan toilet, keamanan di Agrowisata Karungan, kebersihan di Agrowisata Karungan, adanya pusat informasi dan keramahan pegawai/petugas di Agrowisata Karungan. Fasilitas yang harus dipertahankan yaitu kebersihan tempat istirahat yang disediakan, keindahan alam di Agrowisata Karungan, sarana peribadatan, toilet dan kondisi jalan menuju Agrowisata Karungan. Adapun fasilitas yang dapat ditambahkan pada Agrowisata Karungan Ialah wahana petik buah dan sayur, wahana outboun, spot selfie, war game, airsoft gun, mengendarai ATV. Kata kunci : Agrowisata, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis

ANALISIS DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG (STUDI KASUS PT. TEKNIK UTAMA MANDIRI).

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Analisis Dampak Keberadaan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kecamatan Sesayap Hilir Kabupatan Tana Tidung (Studi Kasus PT.Utama Mandiri) Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam upaya pembangunan sektor industri untuk meningkatkan taraf perekonomian disuatu daerah juga, muncul beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh indusri tersebut baik dampak yang bersifat positif maupun yang negatif. Dalam hal ini perlunya adanya identifikasi dampak yang ditimbulkan industri/perusahaan sebagai bentuk antisipasi dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Teknik Utama Mandiri dengan tujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan dan mengetahui berapa kesediaan menerima (Wilingness To Accept) masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan pada perusahaan kelapa sawit di PT. Teknik Utama Mandiri di Kabupaten Tana Tidung. Metode analisis yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis WTA dengan menggunakan metode contingent valuation method (CVM).hasil penelitian menunjukan keberadaan perusahaan kelapa sawit PT.Teknik Utama Mandiri di Desa Sepala Dalung, memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan bagi masyarakat disekitarnya. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat yaitu pencemaran udara dan pencemaran air. Nilai rata-rata WTA responden sebesar Rp 314.026 perbulan per KK. Hal ini dikarenakan banyak responden yang menginginkan dana kompensasi untuk keperluan pembelian profil/tangki penampungan air, pembelian air bersih, biaya kesehatan, dan perbaikan kualitas lingkungan, sedangkan nilai total WTA responden sebesar Rp 27.200.000 per bulan. Nilai tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak perusahaan kelapa sawit PT. TUM dalam pengambilan keputusan dalam penyelesaian eksternalitas negatif. Saran bagi pemerintah perlu mempertegas peraturan dan undang-undang tentang pengelolaan dampak negatif perkebunan kelapa sawit agar dapat memberi kenyamanan dan mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar perkebunan.

ANALISIS OPTIMALISASI USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING (BROILER) (STUDI KASUS PADA USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING (BROILER) MILIK BAPAK ARSYAD DI KOTA TARAKAN)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

RISKY TRI UTOMO. 2020. Salah satu kendala yang sering di hadapi oleh para pengusaha peternakan ayam broiler di Kota Tarakan adalah susahnya mendapatkan faktor-faktor produksi untuk meningkatkan produksi yang ada. Salah satu usaha ternak ayam ras pedaging yang memiliki masalah tersebut adalah usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad. Usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad beroperasi secara mandiri. Sehingga bapak Arsyad belum mampu mengoptimalkan penggunaan faktor produksi dalam manajemen usahanya Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tau seberapa besar keuntungan yang diperoleh dan bagaimana penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal. Metode penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan adalah linier programing dengan metode simpleks. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah keuntungan aktual yang diterima oleh bapak Arsyad dalam satu periode sebesar Rp 23.025.111. Dari analisis aplikasi penunjang linier programing, kondisi optimal mengunakan 4 faktor produksi seperti Day Old Chick (DOC), Pakan, Obat – obatan, dan Tenaga Kerja dapat dicapai pada iterasi ke tiga. Produksi yang diperoleh pada keadan optimal sebesar 5000 kilogram. Hasil tersebut menunjukan bahwa pengguanan faktor – faktor produksi di dua lokasi kandang belum optimal. Untuk bapak arsyad disarankan agar dapat menjadikan hasil analisis ini dari penelitian ini sebagai acuan dalam produksi. Menururt peneliti biaya masih bisa dikurangi, karena faktor produksi seperti pakan dan obat – obatan masih berlebih. Untuk penelitian selanjutnya agar bisa menganalisis optimalisasi penjualan ayam ras pedaging untuk masing – masing kandang yang masih ada sehingga mengetahui berapa penjualan ayam ras pedaging dari tiap kandang.

ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN USAHATANI JAMUR TIRAM DAN BIBIT JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreaus) STUDI KASUS UKM AQSHA DI KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANISA FITRI. 15201020040. 2020 “Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Jamur Tiram Dan Bibit Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Studi Kasus UKM AQSHA Di Kota Tarakan” Dibimbing oleh Nia Kurniasih suryana. Fakultas Pertanian Univesitas Borneo Tarakan. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu solusi untuk memenuhi permintaan konsumen karena penyediaan jamur tiram secara alami tidak lagi dapat memenuhi permintaan konsumen. Dari saluran pemasaran yang ada rendahnya tingkat harga yang diterima produsen erat kaitannya dengan saluran pemasaran yang panjang. Penelitian ini bertujuan 1.Untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 2.Untuk mengetahui marjin pemasaran dan farmer’s share jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 3.Untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. Metode penentuan sampel yang di gunakan adalah metode judgemental dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, margin pemasaran dan famer’share. Hasil penelitian menunjukan di UKM AQSHA untuk jamur tiram ada satu saluran pemasaran dengan tiga pedagang pengecer yaitu STB, pasar tenguyun dan pedagang sayur dengan saluran pemasaran yang sama ialah produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Sedangkan saluran pemasaran bibit jamur tiram ada dua saluran pemasaran dengan lokasi yang berbeda yaitu podusen – konsumen akhir dan pedagang luar kota dengan saluran pemasaran produsen- pedagang pengecer – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Margin pemasaran yang paling terendah untuk jamur tiram adalah di STB yang memiliki nilai presentase margin yaitu 16,67% dimana melalui pemasaran produsen - pedagang pengecer- konsumen akhir. Sedangkan Margin pemasaran yang paling rendah untuk bibit jamur tiram adalah yang memiliki nilai presentase margin yaitu Rp.0,- per ons di mana melalui pemasaran peodusen – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada jamur tiram yaitu pemasaran di STB dengan farmer’s share sebesar 83,33 %. Sedangkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada pemasaran bibit jamur tiram diperoleh yaitu sebesar 100%. Adapun saran dalam penelitian ini adalah (1) UKM AQSHA mampu meningkatkan skala produksi dengan cara menambakan kapasitas baglog (2) Kepada pemerintah kota Tarakan di harapkan perlu mengembangkan serta membantu UKM Jamur Tiram dalam hal permodalan maupun pembinaan dalam hal teknis (3) Bagi peneliti selanjutnya bahan referensi sebagai bahan pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

PENGARUH SUHU PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF BENIH TANAMAN HANJELI (Coix lacryma Jobi L.)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Sultan. 15201010009. “Pengaruh Suhu Perendaman Terhadap Pertumbuhan Perkecambahan dan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Hanjeli”. Dibimbing oleh Mardhiana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman hanjeli merupakan tanama pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Tanaman hanjeli perlu dikembangkan, salah satu kendala dalam budidaya tanaman hanjelii adalah biji hanjeli memiliki kulit yang tebal sehingga menghambat dalam proses perkecambahan. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan pemberian suhu perendaman yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif benih hanjeli menggunakan suhu perendaman yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan suhu yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu S0 (air biasa), S1 (suhu 40°C), S2 (suhu 60°C), S3 (suhu 80°C) dan S4 (suhu 100°C) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini menggunakan 2 parameter pengamatan yaitu parameter pengamatan perkecambahan dan parameter pertumbuhan vegetatif. Pada parameter perkcembahan meliputi daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan potensi tumbuh maksimum sedangkan pada paraameter pertumbuhan vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah pupus, berat basah akar, berat kering pupus, berat kering akar, jumlah akar dan volume akar. Hasil penelitian pada parameter perkecambahan yang meliputi daya berkecambah (26%), kecepatan tumbuh (0.98%/hari) dan potensi tumbuh maksimum (37%) menunjukkan bahwa perlakuan S2 memberikan nilai rata-rata tertinggi dibandingkan dengan S0, S1, S3, dan S4. Pada parameter pertumbuhan vegetatif, perlakuan S1 memberikan rata-rata data tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman 28 HST (40,75 cm), tinggi tanaman 35 HST (60.45 cm), tinggi tanaman 42 HST (75.58 cm), jumlah daun 28 HST (5.60), jumlah daun 35 HST (8.00), jumlah daun 42 HST (8.93), berat basah pupus (19.82 gram), berat basah akar (5.61 gram) dan berat kering pupus (13.44 gram). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan suhu perendaman antara suhu 60-80°C untuk mengetahui suhu maksimal perendaman terhadap perkecambahan benih hanjeli dan diharapkan dapat menggunakan suhu perendaman antara kontrol hingga 40°C untuk mengetahui suhu maksimal perendaman terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman hanjeli.

PENGARUH PEMBERIAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SEKAM BAKAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays.L)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman Jagung manis merupakan komoditas penting setelah padi. Peningkatan produktifitas jagung manis di Indonesia tidak terlepas dari penggunaaan pupuk anorganik. Pupuk anorganik yang di gunakan secara terus menerus akan berdampak negatif pada tanaman yang dapat menimbulkan pencemaran pada tanah akibatnya tanah menjadi keras oleh sebab itu solusi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah dengan pemberian bahan organik. Penambahan bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menambah tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar. Tandan kosong kelapa sawit dapat menambah unsur hara dalam tanah dan meningkatkan bahan organik tanah. Sekam bakar memiliki kemampuan menyerap air yang rendah dan mempunyai porositas yang baik dalam tanah. Upaya dalam mengatasi permasalahan di atas adalah dengan pengaplikasian tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung untuk mendapatkan hasil yang optimal Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dimulai bulan Januari sampai dengan April. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat kali ulangan dan enam perlakuan jenis perlakuan Taraf perlakuan bahan organik yaitu P0: kontrol (Tanpa tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar), (P1: Tandan Kosong Kelapa Sawit 5 ton per hektar), (P2: Tandan Kosong Kelapa Sawit 10 ton per hektar), (P3 : Sekam Bakar 5 ton per hektar), (P4: Sekam Bakar 10 ton per hektar), (P5: Tandan Kosong Kelapa Sawit 5 ton per hektar +Sekam Bakar 5 ton per hektar). Hasil penelitian Pertumbuhan tanaman jagung manis yang diberikan perlakuan 5 ton per hektar tandan kosong kelapa sawit dan 5 ton per hektar sekam bakar memberikan hasil terbaik meliputi parameter tinggi (225.09 cm), jumlah daun (14.40 helai), diameter batang (3.99 cm) dan pada hasil tanaman jagung manis terbaik pada parameter berat tongkol tanpa kelobot (192.88 g), berat basah (440.31 g), berat kering (193.23 g), panjang tongkol (20.82 cm) dan berat 100 biji (21.06 g). Perlu di uji lanjut kombinasi di atas 5 ton per hektar untuk tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar agar dapat menghasilkan produksi jagung manis yang sesuai dengan deskripsi tanaman jagung manis varietas Bonanza F1.