2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Halijah. 15201020103. 2020. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Buah Kopi Robusta Di Desa Kaliamok Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Kopi merupakan salah jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Melihat kondisi wilayah yang cukup berpotensi dan dukungan wilayah yang cukup besar serta mayoritas penduduk yang secara turun menurun berkerja di sektor pertanian menjadi faktor pendukung utama dalam membudidakayan kopi di Desa Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desa Kaliamok merupakan salah satu daerah yang membudidayakan perkebunan kopi di Kecamatan Malinau Utara, namun seiring dengan perkembangan tersebut, banyak petani kopi yang tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui produksi kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau (2) untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja terhadap produksi buah kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara metode Non Probability sampling yaitu teknik sampel dengan Sampling Jenuh (Sensus), dan Analisis data menggunakan program SPSS 25 64x regresi linier berganda dengan menggunakan persamaan Cobb Douglas untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi buah Kopi robusta di Desa Kaliamok. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis produksi buah kopi di Desa Kaliamok, dengan jumlah produksi rata-rata 1.209 kg persatuan luas. Besarnya nilai R² sebesar 0,968 yang berarti bahwa besarnya pengaruh dari variabel luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja sebesar 96,8% terhadap hasil produksi sedangkan sisanya sebesar 0,032% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F didapat nilai F sebesar 30,447 dengan tingkat sig 0,001 < 0,05 maka secara bersama-sama mempengaruhi hasil produksi buah kopi robusta (Y) Di Desa Kaliamok. parsial/uji t variabel jumlah tanaman menunjukan pengaruh yang signifikan sebesar 0,044<0,05 terhadap hasil produksi, sedangkan variabel luas lahan berpengaruh tidak nyata dan tidak signifikan terhadap hasil produksi, sedangkan variabel pupuk kandang dan tenaga kerja bertanda negatif menunjukan hubungan yang terbalik pupuk kandang dan tenaga kerja terhadap hasil produksi maka tidak berpengaruh nyata dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi kopi di Desa Kaliamok. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu Petani perlu memperhatikan penggunaan faktor produksi dan teknik dalam budidaya kopi agar dapat meningkatkan produksinya. Bagi petani untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi, perlunya melakukan peningkatan terhadap faktor-faktor produksinya sehingga mencapai produksi yang tinggi. Seperti memperluas lahan dan memaksimalkan pemanfaatan lahan serta memperhatikan jumlah tanaman dengan jarak pertanam dimana untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal. Serta perlu perawatan yang lebih baik lagi pada saat musim pemeliharaan agar bisa meningkatkan hasil produksi petani Kecamatan Malinau Utara. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode analisis terbaru agar dapat menjelaskan lebih terperinci mengenai penelitian tersebut.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ulyl Khasanafa. 15201020093. 2020. “ Analisis Pendapatan Dan Kepemilikan Jiwa Wirausaha Pedagang Sayur Keliling Di Wilayah Kecamatan Tarakan Timur ”. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Borneo Tarakan.
Tujuan penelitian yang (1) untuk mengetahui pendapatan usaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (3) untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 30 responden. Pendapatan pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Tarakan timur sebesar Rp. 54.411 per hari, jika perbulan pendapatan yang di hasilkan sebesar Rp. 1.620.000 jika dibandingkan upah minimum kota Tarakan yang sebesar Rp. 3.756.824 jauh berbeda karena penelitian ini hanya menghitung pendapatan dari sayuran saja. Kepemilikan jiwa wirausahawan sebagian besar sebanyak 28 responden (93%) telah memiliki jiwa wirausaha dan sifat sebagai wirausaha yang kuat. Sedangkan yang masih memerlukan pembekalan sebanyak 2 responden (7%). Hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha bersifat lemah dengan nilai r (0,319
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 8 Tarakan pada kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Game pembelajaran “Mobile Refun” berbasis Android yang layak sebagai media pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan terkhususnya pada materi relasi dan fungsi. Model pengembangan yang digunakan adalah model penemuan Thiagarajan yaitu four-D. Pada model four-D terdiri dari 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Evaluasi produk Game pembelajaran“Mobile Refun” dilakukan sebanyak 4 tahapan yaitu (1) validasi oleh ahli isi atau materi, media, dan desain pembelajaran, (2) uji coba lapangan awal dengan subjek 6 orang siswa, (3) uji coba lapangan utama dengan subjek 30 orang siswa, dan (4) uji coba lapangan operasional dengan subjek 40 orang siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa Game pembelajaran “Mobile Refun” yang dikembangkan berdasarkan aspek ahli materi memperoleh skor sebesar 33 dengan kategori sangat baik, ahli media memperoleh skor sebesar 50 dengan kategori baik serta ahli desain pembelajaran memperoleh skor sebesar 32 dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil penelitian di lapangan, Game pembelajaran “Mobile Refun” telah memenuhi syarat mudah untuk dioperasikan, mudah untuk dipelajari isinya dan memiliki tampilan yang menarik. Sehingga Game pembelajaran “Mobile Refun” dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran tambahan untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
FENDIK ARDIANSYAH. 1640202015. 2020. “ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI KOTA TARAKAN”. DIBIMBING OLEH ANANG SULISTYO. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN.
SETIAP MASYARAKAT TENTU MENGHARAPKAN BERAS DENGAN HARGA YANG TERJANGKAU NAMUN MEMILIKI KUALITAS YANG BAIK. DISISI LAIN HAL INI MENYEBABKAN PARA PETANI TERCEKIK DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN TIDAK AKAN MENINGKAT. HARGA BERAS MEMILIKI KEUNIKAN DALAM PROSES PENENTUANNYA SEHINGGA PERLU KEHATI-HATIAN DALAM PENENTUANNYA. ADAPUN TUJUAN DARI PENELITIAN INI (1) UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK KONSUMEN BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN, (2) UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK FISIK BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN, (3) UNTUK MENGETAHUI PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN. DALAM PENELITIAN INI METODE YANG DIGUNAKAN IALAH ANALISIS DESKRIPTIF YANG MENJELASKAN TENTANG KARAKTERISTIK RESPONDEN DIMANA KONSUMEN BERAS DIPASAR GUSHER KOTA TARAKAN DIDOMINASI OLEH WANITA DENGAN RENTANG UMUR 25 HINGGA 30 TAHUN, DENGAN PEKERJAAN SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA DAN MEMILIKI TINGGKAT PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR.
HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN KARAKTERISTIK FISIK BERAS YANG TERDAPAT DIPASAR GUSHER KOTA TARAKAN LEBIH DIDOMINASI DENGAN KUALITAS SLYP SUPER DIBANDINGKAN DENGAN KUALITAS YANG LAINNYA KARENA KUALITAS BERAS INILAH YANG PALING BANYAK DIBELI OLEH KONSUMEN. ANALISIS REGRESI YANG DIGUNAKAN UNTUK MELIHAT PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA MELALUI UJI F DAN UJI T. HASIL ANALISIS REGRESI BAHWA VARIABEL BUTIR MENGAPUR, BUTIR RUSAK, DAN BUTIR KEPALA BERPENGARUH TERHADAP HARGA, SEDANGKAN VARIABEL BUTIR MENIR, BUTIR PATAH, BENDA ASING, BUTIR MERAH, DAN RASIO P/L TIDAK BERPENGARUH TERHADAP HARGA.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tarakan pada kelas VIII-7. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 November 2019 - 12 November 2019 dan 3 Maret 2020 – 9 Maret 2020 di SMP Negeri 5 Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 5 Tarakan, yaitu 28 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi pemecahan masalah dan instrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data keterlaksanaan pembelajaran guru dan siswa, pemecahan masalah, dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I sebanyak 20 siswa atau 71.43% siswa berada pada kategori tidak baik. Pada siklus II mengalami penurunan dengan sebanyak 14 siswa atau 50% siswa berada pada kategori baik. Sedangkan pada hasil belajar siswa pada siklus I memiliki rata-rata sebesar 55 dengan ketuntasan klasikal 42.86% siswa. Hasil belajar siswa pada siklus II memiliki rata-rata sebesar 76 dengan ketuntasan 67.86% siswa. Kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus I ke siklus 2 menurun sebanyak 6 siswa atau 21.43%. ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat dengan rata-rata sebesar 21 atau 75%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kelas VIII-7 SMP Negeri 5 Tarakan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
1. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak internal UPTD.KPH dan petani yang bekerjasama dengan UPTD.KPH yang menjadi faktor internal kekuatan utama UPTD.KPH yaitu : (1) Tersedianya populasi lebah alami (2) Memiliki SDM(Sumber Daya Manusia) yang minat dan kemauan beusaha sangat tinggi (3) Kualitas madu baik (4) Ketersediaan tanaman pakan alami lebah (5) Harga jual madu kelulut terjangkau. Sedangkan yang menjadi kelemahan : (1) Usaha madu kelulut belum dikenal oleh pasar (2) Lahan yang digunakan kecil (3) Kurang stok madu (4) Lokasi budidaya jauh (5) Kurangnya perencanaan dan perhitungan keuangan. Faktor eksternal yang menjadi peluang UPTD.KPH adalah (1) Pembinaan dinas dan instansi terkait (2) Permintaan konsumen meningkat (3) Regulasi atau aturan dan tren (4) Pengembangan media promosi melalui media sosial (5) Lembaga diklat, sedangkan yang menjadi ancaman adalah (1) Iklim yang tidak teratur (2) Kebakaran hutan dan lahan mengancam keberadaan koloni (3) Keamanan (4) Tingkat kepercayaan konsumen terhadap mutu madu (5) Gangguan hama.
2. Berdasarkan hasil Analisis SWOT yang menunjukkan posisi UPTD.KPH berada dikuadran 1 yang berarti mendukung strategi agresif atau dapat diartikan memanfaatkan kekuatan uantuk mencapai peluang, strategi yang dapat digunakan UPTD.KPH yaitu strategi SO dengan Memanfaatkan dukungan pemerintah yang ada dan memperluas promosi menggunakan media sosial, Membuat produk madu yang berkualitas dan mempertahankan kemurnian madu dengan harga yang ditetapkan dan Meningkatkan kerja sama dengan lembaga terkait.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kecamatan Sebatik Utara merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Aktivitas perdagangan antar negara sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan khususnya daerah Sebatik. Pasar yang ada di Tawau menjadi tempat bagi petani di Sebatik untuk menjual hasil sumber daya mereka, salah satu diantaranya ialah komoditas kelapa sawit yang merupakan komoditas unggul di Daerah Sebatik khususnya Desa Lapri. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran kelapa sawit petani di Desa Lapri (2) Menganalisis margin pemasaran yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran kelapa sawit (3) Menganalisis farmer’s share yang diterima petani (4) Menganalisis besarnya efisiensi saluran pemasaran kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis margin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dalam penelitian ini ialah terdapat dua saluran pemasaran dengan margin, famers share dan perhitungan efisiensi yang berbeda – beda. Pada pola pemasaran I diperoleh total margin sebesar Rp 412/kg dan pada saluran pemasaran II diperoleh total margin sebesar Rp 548/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada pola pemasaran I diperoleh sebesar 73%, dan pada pola saluran pemasaran II diperoleh sebesar 63%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 73%, sedangkan pada pola saluran pemasaran II merupakan saluran yang kurang efisien karena hasil analisis efisiensinya lebih besar dari saluran pemasaran I yaitu sebesar 36,6%.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah salah satunya adalah Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Tumbuhan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan tersebut seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi yang sama sebagai antibacterial agent dan Antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan Hutan Penelitian Borneo yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan potensi sebagai Antioksidan. Pada uji antimikroba mengunakan metode difusi agar sumuran dengan mengunakan beberapa jenis tumbuhan dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif mengunakan Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Pada uji antioksidan mengunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan variasi konsentrasi 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Kontrol positif mengunakan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan ekstrak daun P. alternifolium konsentrasi 25 ppm hingga 100 ppm pada konsentrasi 100 ppm nilai persentase hambat sebesar 87,19%. tidak berbeda nyata dengan vitamin C sehingga aktivitas antioksidan ekstrak daun hutan Borneo diindikasi sama dengan vitamin C. Hasil yang diperoleh pada uji antimikroba penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun F. fulgens memiliki aktivitas penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 10000 ppm terhadap bakteri S. sobrinus, P. acne dan S. mutans tetapi konsentrasi paling efektif yaitu 2500 ppm secara berturut-turut sebesar 58,4%, 57,6% dan 50%.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Area budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati cendawan entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi di area budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi cendawan, dan seleksi cendawan entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi cendawan entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat cendawan yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi cendawan entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 16 isolat cendawan, (2) area budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat cendawan tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 4 (empat) isolat cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen, dan (5) terdapat perbedaan tingkat mortalitas isolat yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen. Serta, isolat ST16-3 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di area perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi tertinggi sebagai cendawan entomopatogen.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu UMKM yang mengolah rumput laut yang ada di Kota Tarakan adalah UMKM Ar-Raihan. Produk olahan rumput laut yang paling banyak diminati adalah dodol. Oleh karena itu, UMKM Ar-Raihan perlu menyusun suatu perencanaan, baik dalam penjualan maupun perencanaan mengenai biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pendapatan produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan dalam satu tahun. (2) Mengetahui break even point pada produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan. (3) Mengetahui sensitivitas produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi (4) Mengetahui kemampuan UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan untuk menghasilkan keuntungan dari kekayaan yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan puprposive sampling dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha Dodol UMKM Ar-Raihan dalam satu tahun sebesar Rp 4.1352.136, BEP produksi sebesar 1.434 Kotak, BEP Harga sebesar Rp 11.108, BEP Penerimaan Rp. 18.640.256. Analisis Sensitivitas Sensitivitas harga terjadi dengan penurunan nilai sampai dengan 15%, biaya produksi dengan kenaikan 24%, dan produksi penurunan nilai sensitivitas sampai dengan 15%. Rentabilitas Ekonomi Dodol di UMKM Ar-Raihan pada tahun 2019 adalah sebesar 19% dan masih tergolong rendah. Kepada pelaku usaha dodol rumput laut di UMSKM Ar-Raihan terus mempertahankan atau meningkatkan jumlah produksinya sehingga tidak mendekati titik impas.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
SEPRINA DU RUMABUTAR. 1640202079. 2020. “OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS KARYAWAN STUDI KASUS : UMKM AR-RAIHAN KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR”. DIBIMBING OLEH DR. NIA KURNIASIH ,SP.,MP. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN.
KOTA TARAKAN MENJADI SALAH SATU KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PENGHASILAN RUMPUT LAUT JENIS EUCHEUMA BAIK DALAM BENTUK KERING MAUPUN OLAHAN. UMKM AR-RAIHAN ADALAH SALAH SATU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) YANG ADA DI KOTA TARAKAN YANG MEMPRODUKSI PRODUK-PRODUK YANG BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT, MENGOLAH RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK MAKANAN YANG BERNILAI EKONOMIS MEMBUAT PENINGKATAN EKONOMI DAN MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN BAGI WARGA SEKITAR. SAAT INI BANYAK USAHA YANG MEMPRODUKSI BARANG DAN JASA. PRODUK YANG DIHASILKAN HARUS MAMPU MENYAINGI PRODUK LAIN. PENGUSAHA DITUNTUT UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SDM PADA USAHANYA. BIAYA DAN WAKTU PENGOPERASIAN PRODUK MENJADI OPTIMAL MERUPAKAN TUJUAN AKHIR YANG INGIN DICAPAI DALAM OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS, DIMANA BIAYA DAN WAKTU YANG OPTIMAL ADALAH KEPUASAN UMKM. TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH : 1. UNTUK MENGETAHUI HASIL OPTIMALISASI PENUGASAN KARYAWAN DENGAN MELIHAT DARI WAKTU PENYELESAIAN MINIMUM PEKERJAAN DAN BIAYA PRODUKSI MINIMUM DI UMKM AR-RAIHAN. METODE YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN MENGGUNAKAN METODE SENSUS DISEBUT JUGA SAMPLING TOTAL, ADAPUN DALAM PENELITIAN INI SELURUH TENAGA KERJA UMKM AR-RAIHAN YANG MENJADI SEMPEL, DAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS LINIER PROGRAMMING METODE HUNGARIAN. HASIL YANG DIPEROLEH DALAM PENELITIAN INI ADALAH TERDAPAT PENEMPATAN TENAGA KERJA UNTUK MEMBUAT PRODUK DENGAN WAKTU YANG OPTIMAL, SEBELUM MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN WAKTU PENGERJAAN SELAMA 190,8 JAM, SEDANGKAN TOTAL WAKTU OPTIMAL YANG DIPEROLEH 185 JAM DENGAN EFISIENSI WAKTU SEBANYAK 5,8 JAM. ONGKOS KERJA KARYAWAN MENGALAMI PENURUAN SETELAH DIANALISIS SEBANYAK RP.41.998, TOTAL ONGKOS KERJA OPTIMAL YANG DIKELUARKAN OLEH UMKM SEBANYAK RP.1.295.000/BULAN SEDANGKAN SEBELUM DIANALISIS UMKM MENGELUARKAN ONGKOS KERJA SEBESAR RP.1.336.998/BULAN.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa pada materi matematika kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 5 September 2019 – 5 Oktober 2019 di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Namun, setelah dilakukan penelitian yang lebih mendalam, maka ditemukan yang benar-benar memiliki kemampuan koneksi matematis yang bagus adalah empat siswa dengan kode A, B, C, dan D. Subjek A dan B selalu mendapatkan nilai yang bagus di kelas dan pandai berorganisasi, subjek C juga selalu mendapatkan nilai yang bagus dikelas tetapi C sangat pendiam, sedangkan subjek D selalu mendapatkan nilai yang bagus dalam mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan D juga selalu aktif dikelas. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh bahwa subjek D masuk dalam tiga kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis, kemampuan koneksi matematis dengan bidang lain (IPA), dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Subjek A dan B masuk dalam dua kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan subjek C masuk dalam satu kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemanfaatan agens hayati semut predator O. smaragdina dengan metode introduksi telah digunakan pada beberapa tanaman, namun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan introduksi belum diketahui, khususnya pada tanaman akasia. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perbedaan tingkat keberhasilan metode introduksi menggunakan jumlah sarang dan asal koloni berbeda, (2) mengetahui hubungan waktu dan faktor pendukung lainnya (karakteristik tanaman dan iklim mikro) terhadap tingkat keberhasilan introduksi, dan (3) membandingkan pohon tanpa kompetitor dan dengan kompetitor, serta terjadinya hujan dan tanpa hujan terhadap kehadiran semut predator. Penelitian ini mengobservasi dua metode introduksi. Metode pertama yaitu menggunakan 3 (tiga) sarang semut predator yang berasal dari tanaman akasia dan metode kedua yaitu menggunakan 1 (satu) sarang yang berasal dari tanaman mangga. Setiap metode terdiri dari 6 pohon akasia. Tingkat keberhasilan diukur dari kehadiran dan sarang semut predator. Analisis data menggunakan regresi dan korelasi (R2), uji perbandingan menggunakan uji t dan uji tuckey (HSD), serta nilai AIC untuk menentukan model regresi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan; (1) tingkat keberhasilan introduksi menggunakan 3 (tiga) sarang dan asal koloni tanaman akasia lebih tinggi dibandingkan menggunakan 1 (satu) sarang dan asal koloni tanaman mangga (2) faktor tinggi tanaman, diameter tanaman, luas tajuk tanaman, curah hujan, dan intensitas cahaya di bawah tajuk cenderung memiliki hubungan negatif terhadap kehadiran semut predator. Sedangkan, suhu dan kelembapan, cenderung memiliki hubungan positif terhadap kehadiran semut predator; (3) faktor keberadaan kompetitor sebelum introduksi cenderung memiliki jumlah kehadiran tertinggi dibandingkan tanpa keberadaan semut kompetitor; (4) faktor waktu adaptasi memiliki hubungan positif yang nyata terhadap kehadiran dan jumlah sarang semut predator. Selain itu, hari hujan memiliki jumlah kehadiran semut predator lebih rendah dibandingkan dengan tanpa terjadinya hujan. Hasil ini juga menunjukkan waktu adaptasi dan hari hujan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan introduksi semut predator O. smaragdina pada tanaman akasia.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan