2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan mas koki dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki,konsentrasi 50% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan ikan mas koki
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan mas koki dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki,konsentrasi 50% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan ikan mas koki
2021 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perkerasan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga dan mengetahui tebal lapis tambah (overlay) serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk biaya pemeliharaan. Untuk menganalisis kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (Bina Marga 2017), Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Hasil penilaian secara rata-rata menunjukan jalan dalam kondisi cukup (fair) dengan nilai PCI = 45 untuk metode PCI dan metode Bina Marga menghasilkan nilai 5 untuk sisi kanan dan kiri yang menyatakan bahwa ruas jalan tersebut perlu mendapatkan penanganan pemeliharaan berkala. Karena pada perhitungan tebal overlay menggunakan metode Bina Marga 2017 diperlukan data lendutan dan data tersebut tidak ada, maka dilakukan perhitungan dengan metode lain yaitu Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Pada pehitungan overlay dengan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 didapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 4,9 cm ≈ 5 cm dan jika menggunakan metode Bina Marga 2002 tidak diperoleh kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) karena nilai SNol yang diperoleh bernilai negatif. Maka untuk tebal lapis tambah (overlay) digunakan tebal sebesar 5 cm untuk tebal HRS. Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tebal lapis tambahan (overlay) pada Jl.Bhayangkara Kota Tarakan adalah sebesar Rp. 3.434.342.000,00. This study aimed to assess road pavement conditions using the Pavement Condition Index (PCI) and Bina Marga methods and to determine the thickness of the overlay as well as the budget plan required for maintenance costs. To analyze the need for overlay thickness, the Road Pavement Design Manual Method 2017 (Bina Marga 2017), Component Analysis Method 1987 (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B ) were used. The results showed that the road was in fair condition with a PCI value of 45 for the PCI method and the Bina Marga method resulted in a value of 5 for the right and left sides, which stated that these roads needed to be subject to periodic maintenance. Because in calculating the thickness of the overlay using the 2017 Bina Marga method, deflection data was needed and the data was not available, calculations were then carried out using other methods, namely the 1987 Component Analysis Method (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01 -2002-B). In the calculation of the overlay using the 1987 Component Analysis Method, it was obtained that the pavement thickness was 4.9 cm = 5 cm and in using the Bina Marga 2002 method the need for overlay thickness was not obtained because the SNol value was negativ, so for the added layer thickness (overlay) was 5 cm for the HRS. The budget plan required in the implementation of the additional layer thickness (overlay) on the Jalan Bhayangkara, Tarakan City, was Rp. 3,434,342,000.00.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait dengan risiko produksi usaha sarang burung walet (Collacalia Fuciphagus) di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Pertama bagaimanakah agribisnis usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? kedua, apakah sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? ketiga, berapakah probabilitas dan dampak dari sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? keempat, bagaimana strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap?. Metode penentuan sampel menggunakan Kuota sampling dan purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis probabilitas dan dampak menggunakan metode Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian ini menjelaskan agribisnis usaha sarang burung walet terdiri dari produksi hingga pemasaran yaitu mulai dari sarana peroduksi, persiapan gedung/rumah walet, pemanggil suara, pengisian air, pemeliharaan, pengendalian hama, panen, dan pemasaran. Sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca/iklim, dan kesalahan sumber daya manusia. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca/iklim pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan sumber daya manusia pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan sumber daya manusia menggunakan strategi preventif yaitu memilih waktu yang tepat saat panen dan memilih peralatan yang memiliki kualitas yang baik.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan pendapatan per kapita, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan antarwilayah dan mengetahui dampak pemekaran wilayah terhadap pendapatan per kapita, kemiskinan dan ketimpangan antarwilayah di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2007-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode analisis tren dan uji beda. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa pendapatan per kapita memiliki tren positif, hal ini menunjukkan bahwa pendapatan per kapita yang terjadi selama periode analisis berada pada tren meningkat. Kemiskinan memiliki tren negatif, sehingga menunjukkan bahwa kemiskinan yang terjadi selama periode analisis berada pada tren menurun. Ketimpangan memiliki tren positif , sehingga menunjukkan bahwa ketimpangan yang terjadi selama periode analisis berada pada tren meningkat. Hasil uji beda yaitu uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemekaran wilayah terhadap pendapatan per kapita, pengujian Uji t diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (-57,521>2,13185) dan probabilitas thitung lebih kecil dari taraf signifikansi (0,0000,1). Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemekaran wilayah terhadap kemiskinan, pengujian Uji t diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (7,115>2,13185) dan probabilitas thitung lebih kecil dari taraf signifikansi (0,0020,1). Tidak terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemekaran wilayah terhadap ketimpangan antarwilayah, pengujian Uji t diperoleh nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-1,7362,13185) dan probabilitas thitung lebih besar dari taraf signifikansi (0,158>0,1).