Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IRPAN

9 karya publik ditemukan.

2026: 42022: 12021: 22020: 12019: 1

PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.)

2026 · Thesis ·

Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan komoditas hortikultura yang penting, dan peningkatan produksinya dapat dilakukan melalui intensifikasi teknik budidaya seperti pemangkasan daun. Efektivitas pemangkasan sangat bergantung pada penentuan waktu yang tepat agar mampu memaksimalkan hasil dan mencegah penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra, serta menentukan waktu pemangkasan daun yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali, menghasilkan 25 unit percobaan. Perlakuan yang diuji meliputi: Tanpa Pemangkasan (P0), Pemangkasan 3 Minggu Setelah Tanam (MST) (P1), Pemangkasan 5 MST (P2), Pemangkasan 7 MST (P3), dan Pemangkasan 9 MST (P4).Parameter yang diamati meliputi seluruh aspek pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang) dan generatif (umur berbunga, jumlah buah, dan bobot buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman okra. Perlakuan P2 (Pemangkasan Daun pada usia 5 MST) terbukti menjadi perlakuan yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Perlakuan P2 menghasilkan rata-rata jumlah daun tertinggi (27,28 helai) , diameter batang terbesar (2,53 cm) , umur berbunga tercepat 40 hst, serta mencapai jumlah buah (16,19 buah) dan bobot buah (252,79 g) tertinggi.

Pemertahanan Bahasa Tidung dalam Ranah Rumah Tangga di Desa Sepala Dalung Kabupaten Tana Tidung (Kajian Sosiolinguistik)

2026 · Book ·

Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.

Pemertahanan Bahasa Tidung dalam Ranah Rumah Tangga di Desa Sepala Dalung Kabupaten Tana Tidung (Kajian Sosiolinguistik)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.

PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.)

2026 · Book ·

Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan komoditas hortikultura yang penting, dan peningkatan produksinya dapat dilakukan melalui intensifikasi teknik budidaya seperti pemangkasan daun. Efektivitas pemangkasan sangat bergantung pada penentuan waktu yang tepat agar mampu memaksimalkan hasil dan mencegah penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra, serta menentukan waktu pemangkasan daun yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali, menghasilkan 25 unit percobaan. Perlakuan yang diuji meliputi: Tanpa Pemangkasan (P0), Pemangkasan 3 Minggu Setelah Tanam (MST) (P1), Pemangkasan 5 MST (P2), Pemangkasan 7 MST (P3), dan Pemangkasan 9 MST (P4).Parameter yang diamati meliputi seluruh aspek pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang) dan generatif (umur berbunga, jumlah buah, dan bobot buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman okra. Perlakuan P2 (Pemangkasan Daun pada usia 5 MST) terbukti menjadi perlakuan yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Perlakuan P2 menghasilkan rata-rata jumlah daun tertinggi (27,28 helai) , diameter batang terbesar (2,53 cm) , umur berbunga tercepat 40 hst, serta mencapai jumlah buah (16,19 buah) dan bobot buah (252,79 g) tertinggi.

Keefektifan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan, Menulis Cerita Fantasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas vii smp negeri 8 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data deskriptif posttest, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 73,11 sedangkan pada kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran yang tidak media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 69,33 dan pengujian statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test pada software SPSS version 26 for window diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan”.

Keefektifan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Fantasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas vii smp negeri 8 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data deskriptif posttest, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 73,11 sedangkan pada kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran yang tidak media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 69,33 dan pengujian statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test pada software SPSS version 26 for window diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan”.

ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE TIME STUDY PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas pekerja menentukan keberhasilan pelaksanaan jadwal proyek konstruksi, karena berdampak kepada kesesuaian antara perencanaan jadwal konstruksi dengan progres pekerjaan di lapangan. Oleh karena itu, pekerjaan struktur beton bertulang yang merupakan salah satu aktivitas kritis dalam perencanaan jadwal sebuah proyek perlu dianalisa produktivitas pekerjanya. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang dan mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produktivitas pekerja pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Perhitungan produktivitas dilakukan dengan metode Time Study. Metode time study adalah metode pengukuran produktivitas tenaga kerja di lapangan dengan cara menentukan standard time suatu pekerjaan. Standard time diperoleh dari pengamatan. Pada pengamatan akan diukur nilai basic time yang akan diolah menjadi standard time, dan digunakan untuk menghitung nilai produktivitas.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan bekisting kolom, bekisting balok, dan bekisting pelat adalah 16.68 m2/OH, 20.16 m2/OH, dan 9.88 m2/OH. Untuk nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan tulangan kolom, tulangan balok, dan tulangan pelat adalah 318.08 kg/OH, 41.43 kg/OH, dan 1.103 kg/OH. Sedangkan nilai produktivitas pada pekerjaan pengecoran kolom, pengecoran balok, dan pengecoran pelat adalah 48.89 m3/OH, 22.55 m3/OH, dan 32.45 m3/OH. Dari hasil analisa produktivitas menunjukkan bahwa letak antara material dan tempat pengerjaan, jumlah pekerja, relaxation allowances, material yang digunakan, dan penggunaan alat dalam pekerjaan adalah faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A DENGAN DIAGNOSA MEDIK INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020 · Thesis ·

Infeksi Saluran Kemih (ISK) menempati urutan kedua infeksi yang sering menyerang setelah infeksi saluran pernapasan dengan jumlah 8,3 juta pertahun. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningaktan angka kejadian ISK. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran kemih. Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database proquest dan google scholar. Artikel yang digunakan sesuai dengan kata kunci yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya ISK (risk factor of urinary tract infection) dari tahun 2013-2018. Jenis penelitiannya adalah korelasi. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 508 dan 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut. Teknik penulisan menggunakan IMRAD. Faktor- faktor yang mempengaruhi angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) dapat dipengaruhi oleh bakteri (uropatogen) pseudomonas aeruginosa E.coli (UPEC) yang bermuatan P fimbriae, dan dapat dipengaruhi faktor penyakit seperti HIV,DM tipe 2, Inkontinesia urin serta dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti multi-drug resisten terhadap ISK, penggunaan popok yang lama pada anak, kebiasaan hygiene yang kurang baik dan anak yang belum disirkumsisi.

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI DASAR UNTUK PERENCANAAN LABA PADA UMK KERUPUK ANEKA RASA DI KOTA TARAKAN

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari perusahaan yaitu memperoleh laba. laba tidak muncul secara otomatis, melainkan membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan adalah salah satu fungsi manajemen yang dapat mempengaruhi secara langsung terhadap keberhasilan suatu perusahaan, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya laba diantaranya yaitu perubahan perubahan volume produksi, volume penjualan, harga jual, biaya tetap dan biaya variabel. Perusahaan yang tidak memiliki penggolongan biaya yang rinci dapat menimbulkan kehancuran bagi manajemen dalam pengambilan keputusan termasuk keputusan tentang tentang dampak perubahan biaya dan volume penjualan atau produksi terhadap laba perusahaan. Analisis break even point perlu dilakukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan tentang bagaimana perusahaan dapat mengalami titik impas dan meningkatkan keuntungan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui omset penjualan UMK Kerupuk Aneka Rasa, agar dapat mencapai BEP dan untuk mengetahui target omset penjualan yang harus dijual agar mencapai laba sesuai yang direncanakan sehingga perusahaan tidak memgalami rugi maupun untung atau dalam kondisi break event point (BEP), sedangkan metode yang digunakan dengan menggunakan metode least square untuk memisahkan biaya tetap dan biaya varibel dari biaya semi variabel,selanjutnya dilakukan perhitungan biaya tetap dan biaya varibel serta penentuan volume produksi dan penjualan dan selajutnya dilakukan perhitungan analisis BEP dan perhitungan perencanaan laba untuk masa yang akan datang. Dari hasil analisis Break Even Point (BEP) dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 kerupuk aneka rasa melakukan penjualan diatas tingkat Break Even Point. Titik impas perusahaan tersebut dicapai sebesar Rp 326.778.601 atau sebesar 7.261 Kg dengan tingkat keamanan (MOS) senilai Rp. 111.521.399 atau dengan perhitungan persentase sebesar 25%. Karena nilai penjualan selama tahun 2018 adalah sebasar Rp.438.300.000 maka hal ini menunjukkan bahwa pemilik UMK kerupuk aneka rasa telah melakukan penjualan di atas titik impas serta memperoleh keuntungan. Dengan tingkat laba yang ditargetkan perusahaan pada tahun sebesar 10 % (Rp. 3.985.059) dari laba tahun 2018 (Rp. 39.850.591) maka nilai penjualan yang harus dicapai pada tahun 2019 adalah sebesar Rp. 449.430.111 atau menjual sebanyak 9.987 Kg kerupuk, dengan tingkat keamanan (MOS) sebesar Rp.122.651.510 dengan 26% persentase. Kata Kunci : Break Even Point, Kerupuk Aneka Rasa