Analisa Pengaruh Variasi Beban Terhadap Kinerja Turbin Archimedes Screw
-
Profil penulis
38 karya publik ditemukan.
-
Salah satu langkah mengurangi konsumsi energi BBM adalah pemanfaatan teknologi pada energi terbarukan. Mikrohidro adalah salah satu sumber energi terbarukan yang energinya dimanfaatkan untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator hingga menghasilkan energi listrik. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh variasi beban kerja sebagai beban terhadap kinerja turbin archimedes screw yang meliputi daya, putaran dan efisiensi yang telah dihasilkan dari penelitian. Beban kerja yang digunakan pada penelitian ini adalah tiga buah beban yang terdiri dari dua buah lampu dengan variasi 0,3 Watt, 0,6 Watt, dan satu buah resistor 10 ohm. Dari pengujian yang telah pada tiga beban berturut-turut tersebut diperoleh putaran pada turbin yakni 359,1 rpm, 324,5 rpm, dan 271,6 rpm. Dari pengujian tersebut pula pengujian diperoleh daya luaran generator secara berturut-turut yakni 0,252 Watt, 0,278 Watt dan 0,387 Watt. Berdasarkan hal ini pula diperoleh bahwa efisiensinya secara berturut-turut yakni 0,007%, 0,0084% dan 0,0117%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengaruh dari variasi beban kerja mempengaruhi putaran poros dan torsi sehingga berdampak pada efisiensi turbin archimedes screw.
Pendidikan matematika realistik merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep matematika dengan berpedoman pada karakteristik pendidikan matematika realistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan matamatika realistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV SD materi pecahan senilai. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol dengan desain penelitian The One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan yaitu 1 kali pretest, 3 kali pembelajaran, 1 kali posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual mendapatkan nilai rata-rata 82,07 dengan kategori tinggi dan ketuntasan secara klasikal mencapai 85,7%. (2) Persentase aktivitas siswa berada pada rentang persentase sebesar 80%-90% dengan kategori baik sekali. (3) Pembelajaran melalui penerapan pendidikan matematika realiistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV mendapat respon positif dengan rata-rata persentase sebesar 92,7% dengan kategori sangat baik. Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial ketiga indikator efektivitas telah terpenuhi, maka pembelajaran dikatakan efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas IV SD materi pecahan senilai.
Pendidikan matematika realistik merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep matematika dengan berpedoman pada karakteristik pendidikan matematika realistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan matamatika realistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV SD materi pecahan senilai. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol dengan desain penelitian The One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan yaitu 1 kali pretest, 3 kali pembelajaran, 1 kali posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual mendapatkan nilai rata-rata 82,07 dengan kategori tinggi dan ketuntasan secara klasikal mencapai 85,7%. (2) Persentase aktivitas siswa berada pada rentang persentase sebesar 80%-90% dengan kategori baik sekali. (3) Pembelajaran melalui penerapan pendidikan matematika realiistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV mendapat respon positif dengan rata-rata persentase sebesar 92,7% dengan kategori sangat baik. Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial ketiga indikator efektivitas telah terpenuhi, maka pembelajaran dikatakan efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas IV SD materi pecahan senilai.
Kamar operasi atau ruang pembedahan menjadi ruangan yang berpotensi menimbulkan masalah yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Hal ini menjadi masalah serius jika budaya kesalamatan pasien masih rendah yang diterapkan di rumah sakit. Penerapan prinsip keselamatan pasien di kamar bedah dikenal dengan Surgical safety checklist (SSC), ini merupakan sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien, Organisasi kesehatan dunia atau world health organization (WHO) menetapkan bahwa SSC merupakan alat komunikasi yang praktis dan dibuat sederhana untuk memastikan keselamatan pasien dalam pra operatif, intraoperative dan paska operatif agar menurunkan tingkat komplikasi dan kematian karena tindakan pembedahan, jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskritif kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode cross x sectional, dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa 26% sangat patuh menjalankan SOP SSC, 74% perawat bekerja lebih 5 tahun di kamar bedah, 66% perawat menjalankan tanggungjawab dengan baik, 84% perawat mengatakan mendapatkan dukungan pimpinan, 62% dalam menjalankan SOP SSC dan 62% perawat mengatakan mendapatkan supervisi pimpinan dalam pelaksanaan SOP SSC.
Kamar operasi atau ruang pembedahan menjadi ruangan yang berpotensi menimbulkan masalah yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Hal ini menjadi masalah serius jika budaya kesalamatan pasien masih rendah yang diterapkan di rumah sakit. Penerapan prinsip keselamatan pasien di kamar bedah dikenal dengan Surgical safety checklist (SSC), ini merupakan sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien, Organisasi kesehatan dunia atau world health organization (WHO) menetapkan bahwa SSC merupakan alat komunikasi yang praktis dan dibuat sederhana untuk memastikan keselamatan pasien dalam pra operatif, intraoperative dan paska operatif agar menurunkan tingkat komplikasi dan kematian karena tindakan pembedahan, jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskritif kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode cross x sectional, dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa 26% sangat patuh menjalankan SOP SSC, 74% perawat bekerja lebih 5 tahun di kamar bedah, 66% perawat menjalankan tanggungjawab dengan baik, 84% perawat mengatakan mendapatkan dukungan pimpinan, 62% dalam menjalankan SOP SSC dan 62% perawat mengatakan mendapatkan supervisi pimpinan dalam pelaksanaan SOP SSC.
Prosiding Konferensi Nasional Hak Asasi Manusia, Kebudayaan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19: Tantangan untuk Keilmuan Hukum dan Sosial Volume 1
PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN Abstrak Diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Usaha yang dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan yaitu dengan memanfaatkan potensi tanaman kelor (Moringa oleivera) menjadi olahan makanan yang kaya akan antioksidan dan protein. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi yang sangat baik terhadap kesehatan seperti anti-hipertensi, anti kanker dan antimikroba. Penggunaan tepung daun kelor dapat digunakan sebagai prevensi untuk penyakit diabetes mellitus. Serbuk daun kelor berperan dalam memperbaiki sistem imun dan kandungan zat-zat bioaktif kelor yang telah dianalisa adalah beta carotene yang berfungsi sebagai phagocitotic activity. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor menjadi olahan makanan (kue kering) yang kaya antioksidan dan sumber protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor dengan total 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaans. Perlakuannya yaitu P0 = control (Tanpa penambahan tepung kelor), P1 = 30 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P2 = 60 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P3 = 90 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu. Data yang diperoleh dianalis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur taraf 5%. Berdasarkan hasil uji protein membuktikan dengan penambahan tepung kelor menambah nilai protein dan aktivitas antioksidan dari kue kering.
PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN Abstrak Diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Usaha yang dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan yaitu dengan memanfaatkan potensi tanaman kelor (Moringa oleivera) menjadi olahan makanan yang kaya akan antioksidan dan protein. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi yang sangat baik terhadap kesehatan seperti anti-hipertensi, anti kanker dan antimikroba. Penggunaan tepung daun kelor dapat digunakan sebagai prevensi untuk penyakit diabetes mellitus. Serbuk daun kelor berperan dalam memperbaiki sistem imun dan kandungan zat-zat bioaktif kelor yang telah dianalisa adalah beta carotene yang berfungsi sebagai phagocitotic activity. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor menjadi olahan makanan (kue kering) yang kaya antioksidan dan sumber protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor dengan total 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaans. Perlakuannya yaitu P0 = control (Tanpa penambahan tepung kelor), P1 = 30 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P2 = 60 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P3 = 90 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu. Data yang diperoleh dianalis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur taraf 5%. Berdasarkan hasil uji protein membuktikan dengan penambahan tepung kelor menambah nilai protein dan aktivitas antioksidan dari kue kering.
Tambak merupakan salah satu jenis habitat atau ekosistem buatan manusia berupa kolam yang berada di daratan sekitar pantai dengan kondisi air bersifat payau. Kualitas air tambak sebagai salah satu dasar penentuan kesesuaian terhadap organisme yang akan dibudidayakan. Tujuan penelitian yakni menganalisis kualitas air tambak melalui parameter fisika berupa Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) di perairan tambak Kepiting Soka (Soft Crab) Kampung Empat Kota Tarakan. Metode uji parameter Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) menggunakan gravimetri dengan baku mutu air kelas III menurut Peraturan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pengambilan sampel dilakukan 5 kali pengulangan selama Satu Bulan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Total Suspended Solid (TSS) berkisar antara 52 - 216 mg/L. Sedangkan kandungan Total Dissolved Solid (TDS) berkisar antara 14.105 - 26.965 mg/L. Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) telah melebihi batas baku mutu Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS). Menurut kelas III parameter fisika TSS 100 mg/L dan TDS 1.000 mg/L yang dipersyaratkan Peraturan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Tambak merupakan salah satu jenis habitat atau ekosistem buatan manusia berupa kolam yang berada di daratan sekitar pantai dengan kondisi air bersifat payau. Kualitas air tambak sebagai salah satu dasar penentuan kesesuaian terhadap organisme yang akan dibudidayakan. Tujuan penelitian yakni menganalisis kualitas air tambak melalui parameter fisika berupa Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) di perairan tambak Kepiting Soka (Soft Crab) Kampung Empat Kota Tarakan. Metode uji parameter Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) menggunakan gravimetri dengan baku mutu air kelas III menurut Peraturan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pengambilan sampel dilakukan 5 kali pengulangan selama Satu Bulan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Total Suspended Solid (TSS) berkisar antara 52 - 216 mg/L. Sedangkan kandungan Total Dissolved Solid (TDS) berkisar antara 14.105 - 26.965 mg/L. Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) telah melebihi batas baku mutu Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS). Menurut kelas III parameter fisika TSS 100 mg/L dan TDS 1.000 mg/L yang dipersyaratkan Peraturan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
.
PLTS adalah salah satu pembangkit listrik alternatif yang sedang dikembangkan di Indonesia dikarenakan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Permasalahan yang ditimbulkan pada penggunaan sel surya adalah daya keluaran sel surya yang seringkali tidak mencapai maksimal dari daya yang sebenarnya. Untuk itu dibutuhkan suatu cara untuk menemukan dan mengoptimalkan keluaran daya dari PV, salah satunya dengan menerapkan system Maximum Power Point Tracking (MPPT). Penelitian ini menggunakan software PSIM untuk melakukan desain dan simulasi converter zeta. Perancangan sistem dimulai dengan membuat rangkaian converter zeta dengan parameter yang telah ditentukan, kemudian melakukan setting parameter PV yang telah disesuaikan dengan datasheet pada modul PV yang digunakan, kemudian melakukan pemodelan sistem kendali MPPT IC. Berdasarkan analisa yang dilakukan dalam penelitian ini, semakin tinggi nilai irradiassi yang diberikan pada PV maka nilai Isc dan Voc semakin meningkat. Masukan irradiasi yang digunakan untuk pengujian yaitu 500 W/m², 800 W/m², dan 1000 W/m². Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, titik daya maksimum PV yaitu sebesar 200.07 W dengan tegangan output 12.02 dan arus output 16.69 A.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara bahasa Tidung dengan bahasa Agabag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metedologi penelitian bahasa dengan menggunakan teori linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya yaitu menjelaskan hubungan kekerabatan dan kesejarahan suatu bahasa dengan bahasa lainnya di suatu wilayah yang ditentukan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 kosakata dasar Swades. Kosakata dasar yang sudah diuji dan sangan membantu dalam penelitian metedologi bahasa. Peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik cakap, rekam dan catat untuk mendapakan data yang lebih lengkap. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 139 dari 198 kosa kata dasar Swadesh. Persentase kata kerabat antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 70 % yang menghasilkan perhitungan waktu pisah awal antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 882 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah bahasa tunggal pada 1039 – 725 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 980 – 1296 (dihitung dari tahun 2021). Bahasa Tidung dan bahasa Agabag merupakan bahasa yang serumpun dengan besaran 70% sehingga masuk dalam kelompok keluarga bahasa (family).
Wilayah Kota Tarakan sebagian besar dikelilingi perairan, sehingga banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai macam jenis alat tangkap. Salah Satu alat Tangkap yang banyak digunakan adalah jaring insang. Pada penelitian menggunakan perlakuan perendaman 2 jam 3 jam dan 4 jam dimana perlakuan 3 jam merupakan perlakuan ril nelayan, sedangkan 2 jam dan 4 jam perlakuan dalam percobaan untuk mengetahui perbedaan dengan waktu ril nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data jenis produksi hasil tangkapan serta mengatahui pengaruh lama perendaman terhadap hasil tangkapan jaring insang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Metode eksperimental fishing penelitian ini mengguakan mata jaring (mesh size) 4” (10 cm) sebanyak 3 lembar. Analisa data menggunakan analisa sidik ragam satu jalur. Uji anova pada jumlah satuan ekor diperoleh nilai signifikan 0,687, maka H0 diterima dan Ha ditolah. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang terhadap jumlah ekor hasil tangkapan. Berdasarkan uji anova pada jumlah satuan berat diperoleh nilai signifikan sebesar 0,399. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan baik dalam bentuk jumlah ekor maupun jumlah berat.
Wilayah Kota Tarakan sebagian besar dikelilingi perairan, sehingga banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai macam jenis alat tangkap. Salah Satu alat Tangkap yang banyak digunakan adalah jaring insang. Pada penelitian menggunakan perlakuan perendaman 2 jam 3 jam dan 4 jam dimana perlakuan 3 jam merupakan perlakuan ril nelayan, sedangkan 2 jam dan 4 jam perlakuan dalam percobaan untuk mengetahui perbedaan dengan waktu ril nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data jenis produksi hasil tangkapan serta mengatahui pengaruh lama perendaman terhadap hasil tangkapan jaring insang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Metode eksperimental fishing penelitian ini mengguakan mata jaring (mesh size) 4” (10 cm) sebanyak 3 lembar. Analisa data menggunakan analisa sidik ragam satu jalur. Uji anova pada jumlah satuan ekor diperoleh nilai signifikan 0,687, maka H0 diterima dan Ha ditolah. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang terhadap jumlah ekor hasil tangkapan. Berdasarkan uji anova pada jumlah satuan berat diperoleh nilai signifikan sebesar 0,399. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan baik dalam bentuk jumlah ekor maupun jumlah berat.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara bahasa Tidung dengan bahasa Agabag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metedologi penelitian bahasa dengan menggunakan teori linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya yaitu menjelaskan hubungan kekerabatan dan kesejarahan suatu bahasa dengan bahasa lainnya di suatu wilayah yang ditentukan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 kosakata dasar Swades. Kosakata dasar yang sudah diuji dan sangan membantu dalam penelitian metedologi bahasa. Peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik cakap, rekam dan catat untuk mendapakan data yang lebih lengkap. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 139 dari 198 kosa kata dasar Swadesh. Persentase kata kerabat antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 70 % yang menghasilkan perhitungan waktu pisah awal antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 882 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah bahasa tunggal pada 1039 – 725 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 980 – 1296 (dihitung dari tahun 2021). Bahasa Tidung dan bahasa Agabag merupakan bahasa yang serumpun dengan besaran 70% sehingga masuk dalam kelompok keluarga bahasa (family).
Studi ini bertujuan untuk mengetahui reksadana saham yang memiliki kinerja terbaik dengan metode Jensen Alpha, Fama & french 3 factor model, dan model 4 factor Carhat serta mengetahui kinerja reksadana saham yang memiliki kinerja terbaik jika dibandingkan dengan kinerja pasar selama periode januari 2015 sampai dengan desember 2019. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan reksadana yang terdaftar di bursa efek indonesia sejak tahun 2015 sampai tahun 2019. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga hanya ada 121 reksadana saham yang menjadi sampel penelitian. metode analisis menggunakan metode Jensen Alpha, Fama & french 3 factor model, dan model 4 factor Carhat. hasil dari pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan kinerja pasar maupun kinerja rata-rata reksadana lain untuk mengetahui reksadana manakah yang memiliki kinerja paling baik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa inkonsisten reksadana saham dalam mempertahankan kinerjanya pada setiap periode, hal ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan metode Jensen Alpha, Fama & french 3 factor model, dan model 4 factor Carhat yang menunjukkan setiap periode reksadana terbaik selalu berubah. Peneliti juga menemukan bahwa kinerja reksadana mampu menghasilkan kinerja di atas kinerja investasi bebas resiko berdasarkan hasil dari Sharpe rasio yang menunjukkan hasil positif selama penelitian.