Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AYNI

8 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 22021: 3

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM KASUS PENYALAHGUNAAN DANA HIBAH OLEH PT BENUANTA KALTARA JAYA (PERSERODA)

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum mengenai pertanggungjawaban pidana dalam kasus penyalahgunaan dana hibah oleh PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), serta mengkaji terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi berdasarkan hukum pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan penyalahgunaan dana hibah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, dan kerugian keuangan negara. Dalam kasus PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), unsur tindak pidana korupsi dapat dilihat dari adanya perbuatan melawan hukum, unsur memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, serta timbulnya kerugian negara yang bersumber dari dana hibah pemerintah. Pertanggungjawaban pidana tidak hanya dapat dikenakan kepada individu yang terlibat, tetapi juga kepada korporasi apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi korporasi. Dengan demikian, penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap individu maupun korporasi penting untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta mencegah penyalahgunaan dana publik.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM KASUS PENYALAHGUNAAN DANA HIBAH OLEH PT BENUANTA KALTARA JAYA (PERSERODA)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum mengenai pertanggungjawaban pidana dalam kasus penyalahgunaan dana hibah oleh PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), serta mengkaji terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi berdasarkan hukum pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan penyalahgunaan dana hibah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, dan kerugian keuangan negara. Dalam kasus PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), unsur tindak pidana korupsi dapat dilihat dari adanya perbuatan melawan hukum, unsur memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, serta timbulnya kerugian negara yang bersumber dari dana hibah pemerintah. Pertanggungjawaban pidana tidak hanya dapat dikenakan kepada individu yang terlibat, tetapi juga kepada korporasi apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi korporasi. Dengan demikian, penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap individu maupun korporasi penting untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta mencegah penyalahgunaan dana publik.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM KASUS PENYALAHGUNAAN DANA HIBAH OLEH PT BENUANTA KALTARA JAYA (PERSERODA)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum mengenai pertanggungjawaban pidana dalam kasus penyalahgunaan dana hibah oleh PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), serta mengkaji terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi berdasarkan hukum pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan penyalahgunaan dana hibah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, dan kerugian keuangan negara. Dalam kasus PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda), unsur tindak pidana korupsi dapat dilihat dari adanya perbuatan melawan hukum, unsur memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, serta timbulnya kerugian negara yang bersumber dari dana hibah pemerintah. Pertanggungjawaban pidana tidak hanya dapat dikenakan kepada individu yang terlibat, tetapi juga kepada korporasi apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi korporasi. Dengan demikian, penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap individu maupun korporasi penting untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta mencegah penyalahgunaan dana publik.

ANALISIS PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN KETAHANAN PANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2025 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pengeluaran rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan dari 25 responden petani kelapa sawit menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan perhitungan pendapatan, pengeluaran pangan dan non pangan, serta proporsi pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 3.759.800 per bulan, yang mayoritas berasal dari usaha tani kelapa sawit. Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 1.833.440 per bulan, dengan komposisi 39% untuk pangan dan 61% untuk non pangan. Berdasarkan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit berstatus tahan pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendapatan petani belum optimal, sebagian besar rumah tangga di Desa Belayan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak, yang menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang cukup baik.

ANALISIS PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN KETAHANAN PANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2025 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pengeluaran rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan dari 25 responden petani kelapa sawit menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan perhitungan pendapatan, pengeluaran pangan dan non pangan, serta proporsi pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 3.759.800 per bulan, yang mayoritas berasal dari usaha tani kelapa sawit. Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 1.833.440 per bulan, dengan komposisi 39% untuk pangan dan 61% untuk non pangan. Berdasarkan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit berstatus tahan pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendapatan petani belum optimal, sebagian besar rumah tangga di Desa Belayan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak, yang menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang cukup baik.

KAJIAN PENGARUH BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA Fe (BESI) PADA TANAH MASAM

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Besi (Fe) merupakan salah satu hara mikro yang mutlak dipenuhi dalam rekasi metabolisme tumbuhan. Hara besi dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, dan dinamika ketersediaannya dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh biochar sebagai pembenah tanah terhadap ketersediaan hara Fe pada tanah masam di Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yaitu dosis biochar (B), terdiri dari 5 tingkat dosis : B0, B1, B2, B3, dan B4 (dosis 0, 2.1, 4.4, 6.3, dan 8.4 g/100 g tanah), dan diinkubasi selama 8 minggu. Parameter pengamatan antara lain pH, kandungan C-Organik, Fe-tersedia dalam tanah, yang diamati pada lama inkubasi 0, 1, 4, dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dosis biochar berpengaruh terhadap ketersediaan Fe pada tanah masam. Pada semua lama inkubasi aplikasi biochar dosis 2,1 g/100 g tanah (B2) mampu menurunkan kandungan Fe tersedia dalam tanah menjadi berturut-turut 4.17, 3.59, 3.51 ppm pada lama inkubasi 1, 4, dan 8 minggu.

KAJIAN PENGARUH BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA Fe (BESI) PADA TANAH MASAM

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Besi (Fe) merupakan salah satu hara mikro yang mutlak dipenuhi dalam rekasi metabolisme tumbuhan. Hara besi dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, dan dinamika ketersediaannya dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh biochar sebagai pembenah tanah terhadap ketersediaan hara Fe pada tanah masam di Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yaitu dosis biochar (B), terdiri dari 5 tingkat dosis : B0, B1, B2, B3, dan B4 (dosis 0, 2.1, 4.4, 6.3, dan 8.4 g/100 g tanah), dan diinkubasi selama 8 minggu. Parameter pengamatan antara lain pH, kandungan C-Organik, Fe-tersedia dalam tanah, yang diamati pada lama inkubasi 0, 1, 4, dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dosis biochar berpengaruh terhadap ketersediaan Fe pada tanah masam. Pada semua lama inkubasi aplikasi biochar dosis 2,1 g/100 g tanah (B2) mampu menurunkan kandungan Fe tersedia dalam tanah menjadi berturut-turut 4.17, 3.59, 3.51 ppm pada lama inkubasi 1, 4, dan 8 minggu.

IDENTIFIKASI GULMA PADA LAHAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2021 · Thesis ·

Sektor pertanian budidaya di Tarakan Timur didominasi tanaman sayuran yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman sehingga berakibat pada penurunan produksi. Salah satu OPT yang berkaitan langsung dengan budidaya sayuran adalah gulma dengan segala jenis, dampak, dan biologinyaa. Oleh sebab itu perlu tindakan identiikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi gulma dengan mengetahui spesies gulma dan spesies gulma yang dominan dimana pelaksanaan penelitian ini pada lahan budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Tarakan Timur yang berlangsung dari bulan Oktober 2020 hingga November 2020. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 50 sampel dengan ukuran petakan 1 m x 1 m. Hasil penelitian menemukan 39 jenis/spesies gulma, 24 spesies termasuk gulma golongan berdaun lebar, 12 spesies rumputan dan 3 jenis diantaranya golongan tekian. Spesies gulma dominan ialah gulma Cyperus compressus dengan nilai SDR tertinggi sebesar 23,11.