Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ARDI

244 karya publik ditemukan.

2026: 582025: 472024: 382023: 342022: 372021: 162020: 122019: 2

PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PEMAHAMAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TANA TIDUNG

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Pemahaman Perencanaan karir Siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung.Rani Mardiana.Nisa Ariantini.2026. pemahaman perencanaan karir adalah kemampuan individu dalam mengenali dan memahami diri sendiri meliputi kelebihan,kekurangan,minat,sikap,dan potensi serta memahami dunia kerja, sehingga mampu menentukan tujuan karir dan merencanakan langkah -langkah yang tepat secara sadar dan terarah untuk mencapai karir yang diinginkan dimasa depan.tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap pemahaman perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ekperimen yaitu desain penelitian pre-eksperimental design dengan model one group pretest-posttest design. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. populasi penelitian ini adalah 71 siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung pada pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 24 siswa hasil uji hipotesis menggunakan wilcoxon menunjukkan nilai Asymp.sig.(2 -tailed) sebesar 0,000. karna ini lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi berpengaruh terhadap pemahaman perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGUNJUNG PELABUHAN FERRY JUATA LAIT KOTA TARAKAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen pelabuhan ferry juata laut Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden merupakan pengguna jasa pelabuhan yang telah berkunjung lebih dari dua kali dalam dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kepuasan Konsumen (Y), diketahui dari hasil uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 4,803 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen). Variabel kepercayaan konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Y), diketahui hasil dari uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,005 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 2,846 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti variabel X2 juga berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen).

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGUNJUNG PELABUHAN FERRY JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen pelabuhan ferry juata laut Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden merupakan pengguna jasa pelabuhan yang telah berkunjung lebih dari dua kali dalam dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kepuasan Konsumen (Y), diketahui dari hasil uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 4,803 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen). Variabel kepercayaan konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Y), diketahui hasil dari uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,005 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 2,846 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti variabel X2 juga berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen).

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI KECAMATAN BAHAU HULU

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi terhadap efektivitas kerja pada pegawai kecamatan Bahau Hulu Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi sedangkan variabel dependen adalah efektivitas kerja pegawai. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pada pegawai. Secara parsial, masing-masing variabel kepemimpinan, kedisiplinan dan motivasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pada pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik akan membuat efektivitas kinerja semakin baik, sedangkan untuk kedisiplinan dalam hal pengelolaan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan penyelesaian tugas memengaruhi efektivitas kerja pegawai serta motivasi kerja yang tinggi, sistem kompensasi yang adil dan kompetitif, merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas kerja. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah organisasi perlu memberikan perhatian lebih pada kepemimpinan, kedisiplinan dan pemberian motivasi yang adil salah satu hal positif dalam meningkatkan efektivitas pegawai.

EFIKASI SISTEM BIOFLOK DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP PRODUKTIVITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) DAN TOTAL HETEROBAKTERI

2024 · Book ·

Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan masih dibudidayakan hingga saat ini. Namun, produktivitas udang windu saat ini mengalami penurunan yang signifikan. penggunaan sistem bioflok yang mengandung populasi bakteri yang memainkan peranan penting dalam kegiatan budidaya baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan juga menjaga kondisi kualitas air pemeliharaan. Kitosan berperan sebagai koagulan dan pengikat partikel, sehingga dapat membantu pembentukan flok-flok mikroba yang lebih stabil dan memperbaiki kualitas air dalam sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi sistem bioflok yang diperkaya dengan kitosan untuk meningkatan pertumbuhan udang windu (P. monodon). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 kolam tanpa bioflok, P2 kolam bioflok tanpa kitosan, P3 kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm) memberikan hasil terbaik dalam budidaya udang windu (P. monodon), dengan nilai ADG 0,00074 g/hari, SGR 14,25 %/hari, SR 68,33 %, FCR 1,14, ABW 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm dan Total Heterobakteri (THB) 1,53 x 106 CFU/mL yang paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.

EFIKASI SISTEM BIOFLOK DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP PRODUKTIVITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) DAN TOTAL HETEROBAKTERI

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan masih dibudidayakan hingga saat ini. Namun, produktivitas udang windu saat ini mengalami penurunan yang signifikan. penggunaan sistem bioflok yang mengandung populasi bakteri yang memainkan peranan penting dalam kegiatan budidaya baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan juga menjaga kondisi kualitas air pemeliharaan. Kitosan berperan sebagai koagulan dan pengikat partikel, sehingga dapat membantu pembentukan flok-flok mikroba yang lebih stabil dan memperbaiki kualitas air dalam sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi sistem bioflok yang diperkaya dengan kitosan untuk meningkatan pertumbuhan udang windu (P. monodon). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 kolam tanpa bioflok, P2 kolam bioflok tanpa kitosan, P3 kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm) memberikan hasil terbaik dalam budidaya udang windu (P. monodon), dengan nilai ADG 0,00074 g/hari, SGR 14,25 %/hari, SR 68,33 %, FCR 1,14, ABW 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm dan Total Heterobakteri (THB) 1,53 x 106 CFU/mL yang paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.

Analisis Pemahaman Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas VIII SMPN 13 Tarakan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemahaman matematika merupakan suatu kompetensi dasar pada pelajaran matematika yang meliputi kemampuan siswa yang menyerap materi, mengingat rumus terhadap konsep matematika, serta mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan sejumlah data secara empiris berdasarkan fakta dilapangan atau secara alamiah. Dengan tujuan analisis pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada siswa kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan wawancara, observasi, maupun dokumentasi kepada empat subjek yang telah dipilih sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan dari segi kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika pada materi SPLDV. Pada subjek laki-laki (LK1) dan (LK2) didapatkan bahwa dari ketiga indikator pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin masih rendah terutama pada indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang ditanyakan. Berbeda dengan tingkat pemahaman siswa perempuan (PR1) dan (PR2) diantara ketiga indikator yang telah ditentukan siswa perempuan mampu menyelesaikan soal pada materi SPLDV dengan memiliki pemahaman yang baik. Maka dapat disimpulkan kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika siswa perempuan lebih unggul dari siswa laki-laki.

LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 6 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan motivasi belajar di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu satu orang guru bk sebaagi subjek utama dan satu orang siswa sebagai subjek sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada layanan konseling individual, guru bimbingan dan konseling menggunakan teknik self-talk serta memberi materi tentang mengatasi motivasi belajar rendah. Dalam layanan konseling ini terdapat fungsi dari motivasi belajar diantaranya keinginan untuk giat belajar, berpikir positif dan selalu optimis, tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri

Pengaruh Teknik Sosiodrama Terhadap Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas X Di SMA Negeri 4 Tarakan.

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengaruh Teknik Sosiodrama Terhadap Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas X Di SMA Negeri 4 Tarakan. Keterampilan Komunikasi interpersonal merupakan proses kegiatan manusia yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling bertukar informasi, pengetahuan, pikiran agar dapat menggugah partisipasi satu sama lain. Ciri-ciri siswa yang memiliki komunikasi interpersonal yang efektif adalah memiliki keterbukaan (openess), yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan interpersonal, dapat berempaty (empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain, dukungan (supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif, memiliki rasa positif (positiveness), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondisif untuk interaksi yang efektif, merasa setara dengan orang lain (equality), yaitu pengakuan secara diam-diam kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Metode penelititian adalah kuantitatif, dnegan pendekatan eksperimen, adapun teknik pengumpulan data, adalah skala dan dokumentasi, Dan teknik analisis data adalah analisis statistik deskriftif dan analisis inferensial dengan menggunakan t-test. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh teknik sosiodrama terhadap keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X di SMA Negeri 4 Tarakan. Keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X di SMA Negeri 4 Tarakan, sebelum diberikan perlakuan berupa latihan sosiodrama atau berdasarkan hasil pretest berada dalam kategori sedang dan setelah diberi perlakuan berupa latihan sosiodrama atau berdasarkan hasil posttest keterampilan komunikasi interpersonal siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori tinggi. Jadi, dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 22 for windows melalui paired sample t-test diperoleh nilai t-test 15,368 dengan df =24. Harga t tabel pada t 0,05 = 2,06 dengan nilai signifikan (P) = 0,000 α = 0,05. Hal ini berarti bahwa hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi ”tidak ada pengaruh penerapan sosiodrama terhadap keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X di SMA Negeri 4 Tarakan” dinyatakan ditolak.

IDENTIFIKASI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 5 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan keadaan suatu objek secara akurat sesuai dengan keadaan sekarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan yang berjumlah 205 siswa yang terdiri dari 8 kelas. Sampel penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan yang berjumlah 205 siswa terdiri dari 8 kelas dari 9 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan nilai PAS (penilaian akhir semester) SMP Negeri 5 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Untuk uji validitas dari 28 item pernyataan menggunakan rumus korelasi product moment dengan hasil 25 item yang dinyatakan valid. Nilai alpa cronbach adalah 0,908 dan berada pada kategori sangat tinggi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif (Mean, Simpangan baku, dan Persentase). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa minat belajar siswa tergolong sedang sebesar 69,76% atau (143 siswa dari 205 sampel). Sedangkan hasil belajar siswa dominan rendah yang dapat dilihat pada hasil penelitian yang menunjukkan sebesar 47,80% atau (98 siswa dari 205 sampel).

Struktur Novel Parable Karya Brian Khrisna (Kajian Struktural)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai struktural novel parable menggunakan kajian struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Pada setiap tulisan pastilah mempunyai tema, karena dalam sebuah penulisan di anjurkan untuk harus memikirkan tema apa yang akan di buat. Penokohan merupakan cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita sehingga dapat di ketahui karakter atau sifat para tokoh tersebut. Alur merupakan rangkaian peristiwa yang di reka dan di jalin sedemikian rupa sehingga menggerakan jalan cerita, banyak cara untuk menyusun alur cerita. Latar merupakan keterangan mengenai ruang, waktu, suasana terjadinya peristiwa di dalam suatu karya sastra yang meliputi ruang dan waktu serta suasana yang terjadi pada suatu peristiwa di dalam karya sastra. Sudut Pandang merupakan cara penulis menyampaikan sebuah cerita yang terekam pada pikiran penulis yg bersifat khusus

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.

Morfometrik dan Meristik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Tempat Pendaratan Ikan Juata Laut Kota Tarakan

2024 · Book ·

Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang terdapat ditempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kakap putih jantan dan betina secara morfologi di tempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Pengambilan sampel selama 2 minggu pada tanggal 16 April sampai dengan 30 April dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kakap putih jantan dan kakap putih betina memiliki keberatan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kakap putih betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kakap putih jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kakap putih jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.12, P. 18, V.II. 18, A¹.III; A².7, C. 18- 20, LL 67 - 80. Kata Kunci : Lates calcarifer; Morfometrik dan Meristik; TPI Juata Laut

Kajian waktu pemangkasan dan tipe cabang terhadap produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.)

2024 · Book ·

Salah satu tindakan agronomis yang dapat dilakukan untuk memperbaiki teknik budidaya tanaman dalam rangka meningkatkan produksi adalah dengan melakukan pemangkasan cabang. Pembentukan arsitektur cabang melalui pemangkasan cabang primer bertujuan untuk mengoptimalkan intersepsi cahaya dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan cabang dan tunas ke arah yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan dan tipe cabang terhadap produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian dilaksanakan pada tahun 2023 di lahan Praktek Fakultas Pertanian UBT. Metode penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 2 fakfor, yaitu. Faktor pertama yaitu tipe cabang yang terdiri dari: C1= Cabang Primer C2= Cabang Sekunder Faktor yang kedua waktu pemangkasan terdiri dari 4 taraf yaitu: W1 = di Pangkas setelah 30 HST W2 = di Pangkas setelah 37 HST W3 = di Pangkas setelah 44 HST W4 = di Pangkasa setelah 51 HST Terdapat 8 kombinasi setiap kombinasi di ulangi 3 kali dengan unit pemangkasan yang di peroleh sebanyak 24 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata perlakuan pemangkasan cabang dan pengaturan waktu pemangkasan terhadap produksi tanaman kacang hijau. Perlakuan pemangkasan cabang primer lebih mendominasi dalam pertumbuhan dan produksi hasil tanaman kacang hijau, sementara waktu pemangkasan 51 HST jauh lebih baik dibanding perlakuan waktu pemangkasan lainya, sedangkan pada kombinasi perlakuan C1W4 menunjukkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan produksi tanaman kacang hijau .

Pengaruh Non Performing Loan, Suku Bunga Kredit Dan Jumlah Simpanan Masyarakat Terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum Di Provinsi Kalimantan Utara

2024 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh non performing loan, suku bunga kredit, dan jumlah simpanan masyarakat bank umum di provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data penelitian ini tahun 2017 – 2022 secara bulanan. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 26 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel non performing loan tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit modal kerja pada bank umum di Provinsi Kalimnatan Utara, untuk variabel suku bunga kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit modal kerja pada bank umum di Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan simpanan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit Modal Kerja pada bank umum Di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil uji t (parsial) pada Penyaluran Kredit Investasi menunjukkan bahwa variabel non performing loan tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit investasi pada bank umum di Provinsi Kalimantan Utara, untuk variabel suku bunga kredit berpengaruh signifikan terhadap penyaluran investasi kerja pada bank umum di Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan simpanan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit investasi pada bank umum Di Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan uji F (simultan) variabel non performing loan, suku bunga kredit, dan simpanan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit modal kerja dan investasi pada bank umum di provinsi kalimantan utara. Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) pada penyaluran Kredit Modal Kerja sebesar 0,827 atau sebesar 82,7% dan Koefisien Determinsi pada penyaluran Kredit Ivestasi sebesar 0,911 atau sebesar 91,1%.

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa) di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024 · Book ·

Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa) di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.