Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ARDI

244 karya publik ditemukan.

2026: 582025: 472024: 382023: 342022: 372021: 162020: 122019: 2

.SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ATLET BOLA VOLI PORPROV TARAKAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN VIKOR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Pemilihan atlet bola voli untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kota Tarakan merupakan proses yang memerlukan penilaian terhadap berbagai kriteria dan kemampuan atlet yang beragam. Proses seleksi yang masih dilakukan secara manual dapat membutuhkan waktu dalam pengolahan data dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) seleksi atlet bola voli berbasis website menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan VIKOR. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas lima kriteria teknik dasar, yaitu passing bawah, passing atas, smash, service, dan block berdasarkan tingkat kepentingannya pada masing-masing posisi pemain. Selanjutnya, metode VIKOR digunakan untuk menghasilkan perankingan atlet berdasarkan nilai kompromi pada posisi setter, spiker, dan libero. Penilaian setiap teknik dasar dilakukan melalui 10 kali percobaan dengan skor 0 sampai 10 sehingga diperoleh nilai kriteria dalam rentang 0 sampai 100. Sistem dikembangkan menggunakan framework laravel untuk mengelola data atlet, kriteria, penilaian, perhitungan AHP dan VIKOR, serta hasil seleksi. Hasil AHP menunjukkan bobot tertinggi pada posisi setter adalah passing atas sebesar 0.5049, spiker adalah smash sebesar 0.4641, dan libero adalah passing bawah sebesar 0.5028. Hasil VIKOR menunjukkan tiga peringkat teratas pada posisi setter adalah Ga. 0.0000, Wa. 0.0296, dan Yu. 0.0419 spiker adalah Ar. 0.0000, An. 0.0555, dan Ha. 0.0812 serta libero adalah Ad. 0.0000, Za. 0.0442, dan Ra. 0.0523. Berdasarkan aturan klasifikasi, diperoleh 9 atlet kategori Layak dan 21 atlet kategori Tidak Layak. Pengujian black box testing menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya, sedangkan pengujian System Usability Scale (SUS) terhadap 20 responden memperoleh skor rata-rata 65.125 dengan kategori marginal. Sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses seleksi atlet secara sistematis dan terstruktur.

PENERAPAN INHALASI DIFFUSER DENGAN AROMA TERAPI PEPPERMINT DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK B RSUD dr.H. JUSUF SK KOTA TARAKA

2026 · Thesis ·

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, yang memicu peningkatan produksi sekret dan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Terapi non-farmakologis, seperti penggunaan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint, berpotensi sebagai intervensi pendukung untuk mengencerkan sekret dan memperbaiki pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan subjek dua pasien anak (An. N dan An. K, usia 5 tahun) yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat pneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari perawatan dengan durasi 15–20 menit per sesi menggunakan diffuser ultrasonik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi selama 3x24 jam, terjadi perbaikan klinis yang signifikan pada kedua pasien. Frekuensi pernapasan (RR) menurun dari rentang 42- 44x/menit menjadi 22x/menit (mendekati rentang normal), saturasi oksigen (SpO2) meningkat dari 94% menjadi 98%, serta suara napas tambahan ronchi berkurang drastis atau hilang. Sputum yang semula kental dan berwarna kuning kehijauan menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint efektif sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan bersihan jalan napas, mengencerkan sekret, dan menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Disarankan bagi tenaga keperawatan untuk mempertimbangkan intervensi ini sebagai bagian dari standar prosedur operasional (SPO) asuhan keperawatan komplementer pada kasus gangguan sistem respirasi anak.

Implementasi Biblioterapi Menggunakan Pop Up Book pada Anak Pra Sekolah dengan Hospitalisasi di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan

2026 · Thesis ·

Hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) merupakan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis, terutama jika tidak ditangani sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam keperawatan anak karena dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh Biblioterapi menggunakan pop up book merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu anak mengelola kecemasan melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan cerita. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan implementasi biblioterapi menggunakan pop up book serta menganalisis perubahan tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien anak usia pra sekolah yang dirawat di Ruang Anggrek B1 RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 06-08 Juni 2026 dengan diagnosis observasi febris disertai kecemasan akibat hospitalisasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Intervensi dilaksanakan melalui lima fase, yaitu persiapan, orientasi, kerja, diskusi, dan evaluasi, dengan melibatkan orang tua. Hasil menunjukkan penurunan skor FIS pada An. F dari 4 menjadi 1 dan pada An. M dari 5 menjadi 1, dengan rata-rata penurunan 3,5 poin. Penurunan kecemasan juga ditunjukkan oleh berkurangnya tangisan, meningkatnya kooperatif selama tindakan keperawatan, perbaikan pola tidur, serta normalisasi frekuensi nadi. Biblioterapi menggunakan pop up book efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi (child centered care).

Asuhan keperawatan pada anak dengan Gea di ruang perawatan anggrek B rumah sakit Dr.H.Jusuf.SK Tarakan

2026 · Book ·

Gastroinintestinal merupakan penyakit akibat infeksi mikroorganisme yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan pada dua anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan Anggrek B Rumah Sakit Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan beberapa masalah keperawatan, yaitu diare, hipertermia, resiko defisit nutrisi, hipovolemia, dan nyeri akut. Intervensi yang diberikan meliputi terapi cairan intravena, pemantauan karakteristik feses dan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan sistematis mampu mendukung proses pemulihan anak dengan gastroenteritis akut serta dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan anak.

hubungan mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin dirumah sakit pertamina tarakan

2026 · Book ·

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator utama kinerja rumah sakit yang turut menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. Kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan yang diterima menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan rumah sakit dalam memberikan layanan yang berorientasi pada pasien, sekaligus mencerminkan sejauh mana standar mutu pelayanan kebidanan telah dijalankan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 55 ibu bersalin yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan 52,7% responden menilai mutu pelayanan bidan dalam kategori "Kurang Baik", sedangkan 47,3% menilai "Baik". Tingkat kepuasan ibu bersalin menunjukkan 89,1% responden merasa "Puas" dan 10,9% merasa "Tidak Puas". Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai p-value sebesar 0,887 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin. Meskipun penilaian ibu bersalin terhadap mutu pelayanan bidan hampir berimbang antara baik dan kurang baik, sebagian besar ibu tetap merasa puas. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien di RS Pertamina Tarakan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis bidan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kenyamanan ruangan dan fasilitas rumah sakit, maupun harapan awal pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Manajemen rumah sakit disarankan tetap melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar prosedur pelayanan untuk memastikan kualitas yang optimal, guna mempertahankan tingkat kepuasan pasien yang sudah baik. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Pelayanan Kebidanan, Kepuasan Ibu Bersalin, asuhan persalinan, Rumah Sakit

PENGARUH JUMLAH PRODUKSI, TENAGA KERJA, DAN PROMOSI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN BATIK KABUPATEN MALINAU 2024

2026 · Book ·

Tujuan Penelitian Ini, Yakni Untuk Mengetahui Pengaruh Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja Dan Promosi Terhadap Pendapatan Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau 2024. Penelitian Ini Ialah Penelitian Kuantitatif Yang Menggunakan Metode Analisis Regresi Linear Berganda, Penelitian Ini Pun Dilaksananakan Pada Pelaku Usaha Atau Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau, Data Yang Digunakan Yakni Data Primer Pada Kurun Waktu Satu Tahun Yaitu Tahun 2024. Yang Mana Terdapat 14 Responden Yakni Pengrajin Batik Malinau, Dan Dalam Peneitian Ini Menunjukan Bahwa Secara Parsial Total Produksi, Dan Promosi Berpengaruh Secara Parsial Dan Jumlah Tenaga Kerja Tidak Berpengaruh Secara Parsial, Namun Secara Simultan Seluruh Variabel Yakni Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Terhadap Pendapatan Berpengaruh, Koefisien Determinasi Sebesar 87,2% Variasi Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Mampu Menjelaskan Variasi Dari Pendapatan Sedangkan 12,8% Dijelaskan Oleh Faktor Lain Yang Tidak Diteliti Oleh Peneliti.

Gambaran Mutu Pelayanan Bidan Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin DiRumah Sakit Pertamina Tarakan

2026 · Thesis ·

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator utama kinerja rumah sakit yang turut menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. Kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan yang diterima menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan rumah sakit dalam memberikan layanan yang berorientasi pada pasien, sekaligus mencerminkan sejauh mana standar mutu pelayanan kebidanan telah dijalankan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 55 ibu bersalin yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan 52,7% responden menilai mutu pelayanan bidan dalam kategori "Kurang Baik", sedangkan 47,3% menilai "Baik". Tingkat kepuasan ibu bersalin menunjukkan 89,1% responden merasa "Puas" dan 10,9% merasa "Tidak Puas". Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai p-value sebesar 0,887 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin. Meskipun penilaian ibu bersalin terhadap mutu pelayanan bidan hampir berimbang antara baik dan kurang baik, sebagian besar ibu tetap merasa puas. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien di RS Pertamina Tarakan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis bidan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kenyamanan ruangan dan fasilitas rumah sakit, maupun harapan awal pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Manajemen rumah sakit disarankan tetap melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar prosedur pelayanan untuk memastikan kualitas yang optimal, guna mempertahankan tingkat kepuasan pasien yang sudah baik. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Pelayanan Kebidanan, Kepuasan Ibu Bersalin, asuhan persalinan, Rumah Sakit

PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PEMAHAMAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TANA TIDUNG

2026 · Book ·

Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Pemahaman Perencanaan karir Siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung.Rani Mardiana.Nisa Ariantini.2026. pemahaman perencanaan karir adalah kemampuan individu dalam mengenali dan memahami diri sendiri meliputi kelebihan,kekurangan,minat,sikap,dan potensi serta memahami dunia kerja, sehingga mampu menentukan tujuan karir dan merencanakan langkah -langkah yang tepat secara sadar dan terarah untuk mencapai karir yang diinginkan dimasa depan.tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap pemahaman perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ekperimen yaitu desain penelitian pre-eksperimental design dengan model one group pretest-posttest design. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. populasi penelitian ini adalah 71 siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung pada pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 24 siswa hasil uji hipotesis menggunakan wilcoxon menunjukkan nilai Asymp.sig.(2 -tailed) sebesar 0,000. karna ini lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi berpengaruh terhadap pemahaman perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tana Tidung.

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.

IMPLEMENTASI SANKSI PELATIHAN KERJA SEBAGAI PENGGANTI PIDANA DENDA BAGI ANAK BINAAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum serta penerapan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana bagi anak binaan dalam sistem pidana pidana anak, khususnya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengatur bahwa pidana denda yang dijatuhkan kepada anak dapat diganti dengan pelatihan kerja. Meskipun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala karena belum adanya pengaturan teknis yang secara rinci mengatur tata cara pelaksanaan, mekanisme pengawasan, serta bentuk pelatihan kerja yang harus diberikan kepada anak binaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan lapangan melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pengaturan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, namun belum didukung oleh peraturan pelaksana yang lebih komprehensif. Dalam implementasinya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, pelatihan kerja dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan diwujudkan dalam kegiatan pertanian, perikanan, sablon, pengelasan, barista, serta keterampilan produktif lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak binaan. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pembimbing, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kehadiran anak binaan yang dipengaruhi faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang lebih jelas, dukungan sumber daya yang memadai, serta sinergi antarlembaga agar sanksi pelaksanaan pelatihan kerja dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pelatihan dan reintegrasi sosial anak.

IMPLEMENTASI SANKSI PELATIHAN KERJA SEBAGAI PENGGANTI PIDANA DENDA BAGI ANAK BINAAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II TARAKAN

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum serta penerapan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana bagi anak binaan dalam sistem pidana pidana anak, khususnya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengatur bahwa pidana denda yang dijatuhkan kepada anak dapat diganti dengan pelatihan kerja. Meskipun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala karena belum adanya pengaturan teknis yang secara rinci mengatur tata cara pelaksanaan, mekanisme pengawasan, serta bentuk pelatihan kerja yang harus diberikan kepada anak binaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan lapangan melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pengaturan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, namun belum didukung oleh peraturan pelaksana yang lebih komprehensif. Dalam implementasinya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, pelatihan kerja dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan diwujudkan dalam kegiatan pertanian, perikanan, sablon, pengelasan, barista, serta keterampilan produktif lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak binaan. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pembimbing, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kehadiran anak binaan yang dipengaruhi faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang lebih jelas, dukungan sumber daya yang memadai, serta sinergi antarlembaga agar sanksi pelaksanaan pelatihan kerja dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pelatihan dan reintegrasi sosial anak.

Asuhan keperawatan pada anak dengan Gea di ruang perawatan anggrek B rumah sakit Dr.H.Jusuf.SK Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastroinintestinal merupakan penyakit akibat infeksi mikroorganisme yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan pada dua anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan Anggrek B Rumah Sakit Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan beberapa masalah keperawatan, yaitu diare, hipertermia, resiko defisit nutrisi, hipovolemia, dan nyeri akut. Intervensi yang diberikan meliputi terapi cairan intravena, pemantauan karakteristik feses dan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan sistematis mampu mendukung proses pemulihan anak dengan gastroenteritis akut serta dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan anak.

PENGARUH JUMLAH PRODUKSI, TENAGA KERJA, DAN PROMOSI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN BATIK KABUPATEN MALINAU 2024

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan Penelitian Ini, Yakni Untuk Mengetahui Pengaruh Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja Dan Promosi Terhadap Pendapatan Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau 2024. Penelitian Ini Ialah Penelitian Kuantitatif Yang Menggunakan Metode Analisis Regresi Linear Berganda, Penelitian Ini Pun Dilaksananakan Pada Pelaku Usaha Atau Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau, Data Yang Digunakan Yakni Data Primer Pada Kurun Waktu Satu Tahun Yaitu Tahun 2024. Yang Mana Terdapat 14 Responden Yakni Pengrajin Batik Malinau, Dan Dalam Peneitian Ini Menunjukan Bahwa Secara Parsial Total Produksi, Dan Promosi Berpengaruh Secara Parsial Dan Jumlah Tenaga Kerja Tidak Berpengaruh Secara Parsial, Namun Secara Simultan Seluruh Variabel Yakni Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Terhadap Pendapatan Berpengaruh, Koefisien Determinasi Sebesar 87,2% Variasi Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Mampu Menjelaskan Variasi Dari Pendapatan Sedangkan 12,8% Dijelaskan Oleh Faktor Lain Yang Tidak Diteliti Oleh Peneliti.

PERAN TRUST SEBAGAI MEDIASI DALAM PENGARUH KNOWLEDGE SHARING DAN ABSORTIVE CAPACITY TERHADAP INNOVATION CAPABILITY PEGAWAI (STUDI PADA ALUMNI PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEGAWAI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2024)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Riset ini dikonstruksikan bermaksud memverifikasi serta menelaah kontribusi Trust sebagai variabel perantara pada keterkaitan antara knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap Innovation Capability pegawai yang berstatus lulusan Diklat Kepemimpinan Provinsi Kalimantan Utara era 2024. Studi ini mengaplikasikan metode kuantitatif melalui rancangan riset kausalitas (explanatory research) yang bermaksud mendeskripsikan interaksi kausalitas antar seluruh variabel yang diobservasi. Ekstraksi data dilaksanakan lewat sirkulasi instrumen survei kepada subjek penelitian. Lingkup populasi pada riset ini mencakup keseluruhan lulusan Diklat Kepemimpinan selama rentang waktu 2024. Prosedur penentuan sampel ditempuh dengan menyalurkan daftar pertanyaan kepada populasi dimaksud, sehingga didapatkan total 88 partisipan yang menyerahkan umpan balik. Evaluasi data pada studi ini menerapkan teknik Analisis Jalur (Path Analysis) yang dioperasikan via aplikasi SPSS, guna memfasilitasi pemeriksaan dampak langsung ataupun sirkuit tersembunyi antarseluruh variabel. Temuan riset memaparkan bahwa variabel knowledge sharing mempunyai dampak searah serta meyakinkan terhadap innovation capability. Di samping itu, absorptive capacity turut terkonfirmasi menyumbangkan efek nyata terhadap innovation capability, selaras dengan variabel Trust yang mengekspresikan impak substansial terhadap Innovation Capability pegawai. Seterusnya, hasil verifikasi fungsi perantara memperlihatkan bahwa Trust secara faktual teruji sanggup menjembatani korelasi antara knowledge sharing dan innovation capability. Tidak sebatas itu, Trust pun berfungsi selaku mediator yang krusial dalam keterhubungan antara absorptive capacity dan innovation capability. Hasil ini memberikan gambaran bahwa derajat keyakinan yang terbentuk di antara pegawai memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pemanfaatan pengetahuan serta kemampuan menyerap pengetahuan baru guna meningkatkan kemampuan berinovasi.

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEMERDEKAAN PERS SEBAGAI BENTUK PEMENUHAN HAK ATAS INFORMASI BAGI PUBLIK

2026 · Book ·

Akses terhadap data publik merupakan amanat konstitusional dalam menjalankan roda pemerintahan yang berdaulat sekaligus instrumen demokrasi yang memberikan mandat kepada Media Pers serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk mendistribusikan berita sesuai koridor hukum. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya diskrepansi antara regulasi dengan implementasi, ditandai dengan aksi birokrat yang menutup akses informasi serta adanya tekanan terhadap awak media yang menyimpangi prosedur baku. Studi ini dirancang untuk membedah tanggung jawab otoritas negara dalam mengelola informasi terbuka serta menganalisis sistem proteksi yuridis bagi jurnalis dan institusi media saat memublikasikan kabar kepada khalayak. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan studi kasus (case approach), analisis ini mengeksplorasi referensi hukum primer, sekunder, hingga materi non?hukum. Hasil penelitian menegaskan bahwa tanggung jawab negara dalam pemenuhan informasi adalah kewajiban mutlak aparatur negara demi mencegah praktik korupsi, sementara negara wajib menjamin keamanan ekosistem pers agar dapat bekerja secara profesional dalam menyajikan fakta objektif yang berfungsi sebagai fungsi kontrol sosial. Secara spesifik tanggung jawab negara dalam keterbukaan informasi public dan perlindungan hukum terhadap wartawan dan perusahaan pers yaitu memastikan informasi harus bersifat terbuka setiap dikelola badan publik pengecualian informasi harus berdasarkan uji konsenkuensi yang ketat dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku. Wartawan dan perusahaan pers harus juga dijamin perlindungannya oleh negara dengan setiap kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan dan penyampaian berita melalui perusahaan pers tidak boleh dikenakan hukum pidana dan perdata melainkan dengan dewan pers selagi menaati kode etik jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan pers dan keterbukaan informasi publik

PERAN TRUST SEBAGAI MEDIASI DALAM PENGARUH KNOWLEDGE SHARING DAN ABSORTIVE CAPACITY TERHADAP INNOVATION CAPABILITY PEGAWAI (STUDI PADA ALUMNI PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEGAWAI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2024)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Riset ini dikonstruksikan bermaksud memverifikasi serta menelaah kontribusi Trust sebagai variabel perantara pada keterkaitan antara knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap Innovation Capability pegawai yang berstatus lulusan Diklat Kepemimpinan Provinsi Kalimantan Utara era 2024. Studi ini mengaplikasikan metode kuantitatif melalui rancangan riset kausalitas (explanatory research) yang bermaksud mendeskripsikan interaksi kausalitas antar seluruh variabel yang diobservasi. Ekstraksi data dilaksanakan lewat sirkulasi instrumen survei kepada subjek penelitian. Lingkup populasi pada riset ini mencakup keseluruhan lulusan Diklat Kepemimpinan selama rentang waktu 2024. Prosedur penentuan sampel ditempuh dengan menyalurkan daftar pertanyaan kepada populasi dimaksud, sehingga didapatkan total 88 partisipan yang menyerahkan umpan balik. Evaluasi data pada studi ini menerapkan teknik Analisis Jalur (Path Analysis) yang dioperasikan via aplikasi SPSS, guna memfasilitasi pemeriksaan dampak langsung ataupun sirkuit tersembunyi antarseluruh variabel. Temuan riset memaparkan bahwa variabel knowledge sharing mempunyai dampak searah serta meyakinkan terhadap innovation capability. Di samping itu, absorptive capacity turut terkonfirmasi menyumbangkan efek nyata terhadap innovation capability, selaras dengan variabel Trust yang mengekspresikan impak substansial terhadap Innovation Capability pegawai. Seterusnya, hasil verifikasi fungsi perantara memperlihatkan bahwa Trust secara faktual teruji sanggup menjembatani korelasi antara knowledge sharing dan innovation capability. Tidak sebatas itu, Trust pun berfungsi selaku mediator yang krusial dalam keterhubungan antara absorptive capacity dan innovation capability. Hasil ini memberikan gambaran bahwa derajat keyakinan yang terbentuk di antara pegawai memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pemanfaatan pengetahuan serta kemampuan menyerap pengetahuan baru guna meningkatkan kemampuan berinovasi.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEMERDEKAAN PERS SEBAGAI BENTUK PEMENUHAN HAK ATAS INFORMASI BAGI PUBLIK

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Akses terhadap data publik merupakan amanat konstitusional dalam menjalankan roda pemerintahan yang berdaulat sekaligus instrumen demokrasi yang memberikan mandat kepada Media Pers serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk mendistribusikan berita sesuai koridor hukum. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya diskrepansi antara regulasi dengan implementasi, ditandai dengan aksi birokrat yang menutup akses informasi serta adanya tekanan terhadap awak media yang menyimpangi prosedur baku. Studi ini dirancang untuk membedah tanggung jawab otoritas negara dalam mengelola informasi terbuka serta menganalisis sistem proteksi yuridis bagi jurnalis dan institusi media saat memublikasikan kabar kepada khalayak. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan studi kasus (case approach), analisis ini mengeksplorasi referensi hukum primer, sekunder, hingga materi nonhukum. Hasil penelitian menegaskan bahwa tanggung jawab negara dalam pemenuhan informasi adalah kewajiban mutlak aparatur negara demi mencegah praktik korupsi, sementara negara wajib menjamin keamanan ekosistem pers agar dapat bekerja secara profesional dalam menyajikan fakta objektif yang berfungsi sebagai fungsi kontrol sosial. Secara spesifik tanggung jawab negara dalam keterbukaan informasi public dan perlindungan hukum terhadap wartawan dan perusahaan pers yaitu memastikan informasi harus bersifat terbuka setiap dikelola badan publik pengecualian informasi harus berdasarkan uji konsenkuensi yang ketat dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku. Wartawan dan perusahaan pers harus juga dijamin perlindungannya oleh negara dengan setiap kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan dan penyampaian berita melalui perusahaan pers tidak boleh dikenakan hukum pidana dan perdata melainkan dengan dewan pers selagi menaati kode etik jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan pers dan keterbukaan informasi publik