Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: mobilisasi dini
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN EDUKASI DENGAN TINDAKAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST SECTION CEASARIA DI RSUD KABUPATEN MALINAU

2024•

Mobilisasi dini adalalah upaya untuk mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan membimbing pasien untuk mempertahankan fungsi fisiologis. Mobilisasi dini pada pasien paska operasi sesar sangat penting dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan ibu setelah operasi sesar. Salah satu cara untuk meningkatkan tindakan mobilisasi dini adalah dengan pemberian informasi edukasi sesuai dengan SOP mobilisasi dini yang ada di RSUD Kabupaten Malinau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan edukasi dengan tindakan mobilisasi dini pada pasien paska operasi sesar di RSUD Kabupaten Malinau. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan quasy eksperimental one group pre-post intervention without control. Pengumpulan data dengan lembar observasi untuk menilai tindakan mobilisasi dini sebelum dan sesudah diberi edukasi mobilisasi dini post section ceasaria. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu paska operasi sesar dalam tiga bulan terakhir yaitu Januari-Maret 2024 yang berjumlah 125 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 orang. Analisa Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan data berdistribusi tidak normal dengan p value 0,0000,05. Rata-rata tindakan mobilisasi sebelum diberikan edukasi 4,62 dan setelah diberikan edukasi 9.61. Ada hubungan pemberian edukasi dengan peningkatan mobilisasi dini pada pasien paska opersi sesar. Bagi Rumah sakit diharapkan bisa mengembangkan media edukasi yang inovatif seperti membuat video mobilisasi dini atau booklet yang mudah dipahami oleh pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EDUKASI MOBILISASI DINI DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI APENDEKTOMI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH EDUKASI MOBILISASI DINI DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI APENDEKTOMI Abstrak Pada umumnya, pasien post operasi apendektomi lebih cenderung berbaring di tempat tidur karena pasien masih mempunyai rasa takut untuk bergerak. Kurangnya pemahaman pasien mengenai mobilisasi dini juga menyebabkan pasien enggan untuk melakukan pergerakan post operasi. Faktor yang menghambat pasien untuk melakukan mobilisasi dini disebabkan oleh kekhawatiran kalau tubuh digerakkan pada posisi tertentu setelah operasi akan mempengaruhi luka operasi yang belum sembuh dan robekan di tempat luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh edukasi mobilisasi dini dengan metode demonstrasi terhadap tingkat kemandirian mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-exsperimen dengan desain One group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 32 pasien post operasi apendektomi yang di rawat di RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test nilai p value 0,001 nilai tersebut lebih kecil dari α 0,05 dengan demikian Hipotesis alternatif (Ha) diterima Ho ditolak artinya terdapat pengaruh signifikan antara tingkat kemandirian mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi mobilisasi dini dengan metode demonstrasi. Kata kunci : Metode demonstrasi, mobilisasi dini, post apendektomi, tingkat kemandirian

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIF ICU RSUD dr. H JUSUF SK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) hampir seluruhnya mengalami kelemahan otot yang tidak terkait dengan diagnosis penyakit utamanya. Hal tersebut dikarenakan tirah baring lama sebagai akibat pasien mengalami gangguan satu atau lebih fungsi organ tubuh, sehingga tidak mampu untuk melakukan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental pendekatan cros sectional dan merupakan jenis penelitian kuantitatif. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 39 responden, yakni seluruh perawat ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan, sikap dan perilaku perawat, serta lembar observasi kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa, pengetahuan perawat sudah baik yakni 74,4 % (n=29), sikap perawat cukup baik sebesar 76,9 % (n=30), sedangkan perilaku perawat dominan buruk sebanyak 51,3 % (n=19) dan tidak patuh sebanyak sebanyak 43,6 % (n=17). Analisa korelasi faktor pengetahuan dengan kepatuhan perawat ditemukan nilai r = 0,329 dan nilai p = 0,041, korelasi faktor sikap dengan kepatuhan perawat diperoleh nilai r = 0,35 dan nilai p = 0,026, korelasi faktor perilaku dengan kepatuhan perawat diperoleh nilia r = 0,340 dan nilai p = 0,034. Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku dengan Kepatuhan perawat dalam pemenuhan Mobilisasi Dini pada pasien kritis di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Dengan demikian diharapkan perawat yang bekerja di ruang ICU supaya lebih care terhadap pasien, mempertahankan pengetahuan, meningkatkan perilaku baik dan lebih patuh dalam melakukan Mobilisasi Dini sehingga tercipta mutu pelayanan yang baik dan berkualitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail