Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
asuhan keperawatan pada klien anak dengan diagnosis medis faringitis di ruang perawa anggrek B rsud dr.H. jusuf Sk tarakan
Faringitis adalah peradangan pada mukosa faring, yang sering menyebar ke jaringan sekitarnya. Faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus ß hemolyticus group A. Indonesia merupakan negara dengan banyak penyakit menular, terutama infeksi pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kondisi antara klien 1 dan 2 dan mengetahui bagaimana penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosis medis faringitis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengenali masalah asuhan keperawatan pada klien anak dengan diagnosis medis faringitis.. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Partisipan dalam studi kasus ini yaitu dua klien anak yang memiliki diagnosis medis yang sama yaitu faringitis yang diamati secara mendalam. Ditemukan diagnosis keperawatan yaitu bersihan jalan nafas, nyeri akut, hipertermi, gangguan pola tidur. Asuhan keperawatan terlaksana dengan baik sesuai dengan intervensi keperawatan yang direncanakan dan masalah keperawatan yang terjadi teratasi semua.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Anak Gastroenteritis Di ruang Angrek B RSUD Dr.H.Jusuf.SK.Tarakan
Gastroenteritis merupakan suatu penyakit gangguan pada lambung dalam proses penyerapan metabolisme yang disebabkan adanya peradangan dengan gejala diare akut berlangsung kurang dari 7 hari hingga 14 hari dengan konsistensi feses cair. Prevelensi gastroenteritis di Kalimantan Utara berjumlah 2.733 kasus berdasarkan Riskesda tahun 2018 dan di kota Tarakan pada tahun 2019 yaitu 309 kasus. Tujuan studi kasus ini yaitu mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis di Ruang Anggrek B RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Studi kasus penelitian menggunakan analisis data dengan cara melakukan observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan data penunjang untuk di interpretasikan dengan teori sehingga mendapatkan data dalam menegakkan intervensi. Pelaksanaan tindakan keperawatan selama 3x24 jam maka pada klien 1 terdapat masalah keperawatan yaitu diare, nyeri akut, dan defisit pengetahuan serta pada klien 2 masalah keperawatan yang ditemukan yaitu hipertermia, diare, dan ansietas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada kedua klien selama 3 hari maka masalah teratasi. Pelaksanaan tindakan intervensi keperawatan sesuai dengan intervensi yang ditegakkan oleh penulis sehingga tidak terdapat kesenjangan dalam pelaksanaan. Pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan pada klien gastroenteritis terbukti efektif dalam mencegah terjadinya komplikasi dan masalah yang berarti jika tidak dilakukan tindakan keperawatan secara komperhensif. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi bahan acuan dan gambaran dalam melakukan asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosis medik gastroenteritis.
Asuhan keperawatan pada An.R dengan diagnosis GNAPS diruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. R DENGAN DIANGNOSIS MEDIK GNAPS DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. JUSUF SK TARAKAN ABSTRAK Glomerulonefritis akut pasca-streptokokus (GNAPS) masih menjadi permasalahan global terutama di negara berkembang. Pemahaman mengenai karakteristik GNAPS pada anak penting untuk meningkatkan kewaspadaan klinis dan sebagai data dasar untuk penelitian lanjutan. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada An. R dengan Glomerulonefritis akut pasca sterptokokus (GNAPS). Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunkan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi litelatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukan untuk gejala utama GNAPS tidak ditemukan karena klien sudah berada di rumah sakit selama 2 minggu dan penulis mengkaji 1 hari sebelum pulang dan ditemukan gejala penyerta seperti perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin. Penyusuanan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimplementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan proses Asuhan Keperawatan penulis telah mendapatkan gambaran nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian yang dilakukan pada An.R. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.
Asuhan Keperawatan Pada By. S Dengan Pneumonia Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr.H.Jusuf SK Tarakan
Asuhan Keperawatan pada By. S dengan diagnosa medis Pneumonia di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan. Aisyah Aprilianti, Alfianur, Nurman Hidaya Pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk memperoleh pengalaman dan dan gambaran perawatan klien By. S dengan Pneumonia secara komperhensif dengan menggunakan proses keperawatan. Metode penulisan adalah deskriptif melalui studi kasus dengan teknik penggumpulan data, melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Pemberian Asuhan Keperawatan Menggunakan Langkah-Langkah Proses Keperawatan Yang Meliputi: Pengakajian, Diagnosis Keperawatan, Intervensi, Implementasi dan Evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencangkup Identitas Klien, Riwayat Kesehatan Terdahulu dan Sekarang, Pemeriksaan fisik dan Pengkajian Kesehatan Secara Keseluruhan. Diagnosis Keperawatan yang ditemukan pada By. S adalah Bersihan jalan napas tidak efektif, Gangguan pola tidur. Intervensi yang telah dilakukan dengan Kriteria Hasil yang telah disusun berdasarkan Prioritas Masalah. Evaluasi hasil tindakan Keperawatan menunjukkan bahwa masalah Keperawatan yang Penulis Rumuskan dalam Diagnosis Keperawatan yang didapat adalah 2 diagnosis, 1 masalah tidak teratasi, Bersihan jalan napas tidak efektif dan 1 diagnosis teratasi, Gangguan pola tidur.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M DENGAN DIAGNOSA DEMAM DENGUE DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr H. JUSUF SK TARAKAN
Demam dengue saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat. Demam dengue juga merupakan penyebab kematian pada anak jika tidak ditangani dengan cepat. Demam dengue dapat menyerang semua kelompok usia terutama pada anak, karena pada anak sistem pertahanan tubuh belum sempurna. Asuhan keperawatan yang komprensif diperlukan untuk mencegah penyakit demam dengue dan meminimalkan resiko komplikasi. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses asuhan keperawatan pada anak yang dirawat dengan demam dengue. kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. M. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencangkup lima langkah proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan merupakan kesenjangan pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. M yaitu, termoregulasi tidak efektif, risiko konstipasi, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan. Intervensi dan implementasi keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil empat diagnosa keperawatan yang dapat teratasi tiga diagnosa. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.