ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode Bahasa Toraja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan alih kode Bahasa Toraja dalam khotbah ibadah di Gereja Toraja Jemaat Elim Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan pengkhotbah dalam ibadah hari minggu pagi dan malam serta ibadah persekutuan PPGT yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendeta dan majelis yang mengambil peran dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai pengkhotbah di Gereja Toraja jemaat Elim Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode simak beserta teknik selanjutnya yaitu, teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode. Dalam penelitian ini ditemukan data alih kode sebanyak 46 data yang terdapat dalam 9 khotbah. Berbagai alih kode yang ditemukan yaitu, alih kode situasional dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial, intra-sentensial dan tag-switching sebanyak 20 data dan alih kode metaforis dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial dan intra-sentensial ditemukan sebanyak 26 data. Alih kode yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu alih kode metaforis. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode antara lain: faktor penutur dalam bentuk menghormati lawan tutur, menekankan poin penting, menunjukkan keakrban, dan membangkitkan rasa rumor serta topik pembicaraan/topik pembahasan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bantuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode di pasar Gusher Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan dari interaksi pedagang dan pembeli di pasar Gusher kota Tarakan yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pedagang dan pembeli yang ada di pasar Gusher serta informan yang akan menvalidkan data mengenai bahasa Toraja. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik metode simak beserta teknik lanjutannya yaitu teknik sadap, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknk catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode dan campur kode serta faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Data dalam penelitian ini berjumlah 31 data, diantaranya yaitu: bentuk alih kode internal dan eksternal antar bahasa, alih kode internal antar ragam ringkas, bentuk campur kode penyisipan kata, frasa, kata dan frasa, serta klausa. Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode antara lain agar lawan tutur memahami maksud yang ingin disampaikan, untuk membuat suasana menjadi lebih santai, agar lebih sopan jika berkomunikasi dengan yang lebih tua, dan sudah menjadi kebiasaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini membahas tentang alih kode dan campur kode dalam interakasi pada tuturan mahasiswa dayak lundayeh yang berada di kota tarakan, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan bentuk campur kode. Serta mendeskripsikan beberapa faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada tuturan mahasiswa, khususnya mahasiswa dayak lundayeh. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena penggunaan campur kode dan alih kode dalam interaksi tuturan di kalangan mahasiswa dayak lundayeh dan faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode di klangan mahasiswa Dayak Lundayeh Kota Tarakan. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan kajian sosiolinguistik dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, teknik rekam, teknik simak, teknik pengamatan, teknik catat, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dipilah dan dianalisis berdasarkan dengan teori sosiolinguistik yang mengandung sebuah unsur Alih kode dan Campur kode khususnya pada tuturan mahasiswa dayak lundayeh. Peneliti menemukan adanya peristiwa campur kode antarbahasa yang terdapat pada bahasa Indonesia dan bahasa dayak lundayeh, atau sebaliknya. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut adalah (a) faktor kebiasaan antara penutur dan mitra tutur, (b) faktor yang memiliki latar belakang yang sama antara penutur dan lawan tutur, (c) faktor penyebab kurang menguasi suatu bahasa, (d) faktor yang menyebabkan tidak ada padanan kata atau frasa yang terdapat pada bahasa yang digunakan. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode adalah (a) faktor ada hal yang di sembunyikan dengan alasan tertentu, (b) faktor hadirnya orang ketiga pada saat penutur dan mita tutur sedang berinteraksi, (c) faktor yang menyebabkan peralihan kode karana diantara penutur dan mitra tutur memiliki latar belakang yang sama. Bentuk alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi tuturan mahasiswa Dayak Lundayeh Kota Tarakan adalah berupa penyisipan kata, frasa, klausa, dan kalimat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Analisis Alih Kode dan Campur Kode Pada Siswa Kelas VII-1 Di MTs DDI Tarakan Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan landasan teori kajian Sosiolinguistik. Kajian sosiolinguistik yang dikaitkan dengan pnelitian, yaitu alih kode dan campur kode. penulis menggunakan jenis penelitian seskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data-data berdasarkan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan rekam. Data yang ada kemudian diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar serta dianalisis, diinterpretasikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1, yaitu bahasa Bugis, bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Keempat kode bahasa tersebut diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar. Pada alih kode imtern terdapat dua kode bahasa, yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa dan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sedangkan campur kode ke dalam terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa. Sedangkan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Penyebab terjadinya alih kode dan campur kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1 adalah (a) identifikasi peran (penutur), (b) identifikasi ragam, (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, (d) Kesantaian penutur, (e) kebiasaan, (f) tidak adanya ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai, (g) hadirnya penutur ketiga, (h) perubahan topik pembicaraan antara penutur dengan lawan tutur, (i) perubahan situasi berbicara dari tidak formal menjadi formal, (j) mengimbangi kemampuan berbahasa lawan tuturnya, (k) untuk membangkitkan rasa humor, dan (l) untuk sekedar bergengsi.