ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus mengenai sistem penjualan konsinyasi dan kondisi keuangan usaha pada Usaha Mikro Camilan Tiara di Desa Gunung Putih, yang dilatarbelakangi oleh penerapan sistem konsinyasi yang dapat membantu memperluas pemasaran produk, tetapi juga menimbulkan kendala dalam pencatatan transaksi, pengawasan produk, pembayaran hasil penjualan, dan perputaran modal usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan sistem penjualan konsinyasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, menganalisis kondisi keuangan usaha, serta mengetahui keterkaitan antara sistem penjualan konsinyasi dengan kondisi keuangan Usaha Mikro Camilan Tiara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, terdiri atas satu orang pemilik usaha dan enam orang mitra konsinyasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penjualan konsinyasi pada Usaha Mikro Camilan Tiara dilaksanakan melalui tahapan pengantaran dan penitipan produk, pemesanan, serah terima produk, pemajangan produk, pencatatan transaksi, pelaporan hasil penjualan, dan pembayaran setelah produk terjual. Kendala yang dihadapi meliputi keterlambatan pembayaran, keterbatasan pengawasan produk, risiko produk rusak atau tidak terjual, pencatatan transaksi yang masih sederhana, serta keterbatasan stok ketika permintaan meningkat. Kondisi keuangan usaha masih dikelola secara sederhana, dengan modal yang terbatas, pendapatan yang bergantung pada kelancaran penjualan dan pembayaran dari mitra, serta pencatatan keuangan yang belum tersusun secara formal. Berdasarkan hasil tersebut, sistem konsinyasi membantu memperluas pemasaran dan meningkatkan peluang pendapatan, namun juga memengaruhi perputaran modal, arus kas, dan keberlangsungan operasional usaha.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi kasus pelaku UMK di Kota Tarakan yang terhambat memperoleh NIB karena DPMPTSP mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi dalam OSS. Kebijakan ini memang sejalan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Perwali Tarakan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah, tetapi berpotensi menghambat UMK dan bertentangan dengan tujuan OSS yang dirancang untuk mempermudah izin usaha dan mendorong investasi, mengingat dalam sistem OSS sendiri syarat BPJS hanya bersifat opsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat wajib dalam memperoleh NIB dan mekanisme penerbitan NIB bagi UMK di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa dalam praktik perizinan di Kota Tarakan, tidak terdapat ketentuan tegas yang mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi penerbitan NIB. Aplikasi OSS pun tidak mensyaratkan hal tersebut, sehingga prioritas utama bagi pelaku usaha adalah memperoleh NIB terlebih dahulu, lalu kemudian mendaftarkan kepesertaan jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan tetap penting dalam konteks perlindungan hukum ketenagakerjaan, namun jika dikaitkan dengan tujuan OSS untuk menyederhanakan perizinan dan mendorong investasi, kewajiban BPJS di awal justru berpotensi menghambat penerbitan izin usaha. Kedua bagi UMK yang ingin mendaftaran perizinan berusaha melalui sistem OSS bisa dilakukan secara mandiri (melalui laman https://oss.go.id/ ataupun aplikasi Mobile OSS Indonesia). Dalam hal UMK mengalami kesulitan dalam mendaftarkan izin usahanya secara mandiri, pendaftaran tersebut dapat difasilitasi melalui layanan berbantuan DPMPTSP Kota Tarakan. Penulis menyarankan agar standar pelayanan DPMPTSP yang mensyaratkan BPJS Ketenagakerjaan dihapuskan dan pemerintah Kota Tarakan perlu membuat perda khusus yang terkait perizinan berusaha berbasis resiko.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH HARUS DISERTAI DENGAN PENINGKATAN KUALITAS PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DENGAN CARA MENINGKATKAN KOMPETENSI AGRIBISNIS AGAR DAPAT MENGELOLA AGRIBISNIS DENGAN BAIK DAPAT BERSAING DIERA GLOBAL SERTA DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM). PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI TERKAIT KOMPETENSI AGRIBISNIS PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH. PERTAMA, KOMPETENSI AGRIBISNIS PELAKU UMKM DI KOTA TARAKAN. KEDUA, TINGKAT PENDAPATAN PELAKU UMKM DI KOTA TARAKAN. KETIGA, HUBUNGAN KOMPETENSI AGRIBISNIS PELAKU UMKM DENGAN PENDAPATAN UMKM DI KOTA TARAKAN. JENIS PENELITIAN INI ADALAH PENELITIAN DESKRIPTIF. PENELITIAN DILAKSANAKAN PADA BULAN DESEMBER 2019 – JULY 2020. PENGAMBILAN SAMPEL DILAKUKAN SECARA PURPOSIVE SAMPLING DENGAN MELIBATKAN 14 UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) BERBASIS AGRIBISNIS YANG ADA DI KOTA TARAKAN. DATA DIKUMPULKAN DENGAN TEKNIK WAWANCARA, OBSERVASI DAN DOKUMENTASI. ANALISIS DESKRIPTIF, ANALISIS PENDAPATAN DAN UJI KORELASI KONTIGENSI DIGUNAKAN UNTUK MENGANALISIS DATA. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA 1) KOMPETENSI AGRIBISNIS DARI KE 14 PELAKU UMKM DIKOTA TARAKAN DIKATEGORIKAN CUKUP DENGAN PERSENTASE 43% DAN BAIK DENGAN PERSENTASE 57%. 2) RATA-RATA PENDAPATAN YANG DIPEROLEH PELAKU UMKM DI KOTA TARAKAN SEBESAR RP. 1.648,077.38 UNTUK SATU KALI PROSES PRODUKSI. 3) TIDAK ADA HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI DAN PENDAPATAN UMKM DI KOTA TARAKAN DENGAN HASIL CHI-SQUARE (X2 HITUNG) SEBESAR 1,05 DAN NILAI DF SEBESAR 3,84.