ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA ANTUTAN (Studi Kasus KWT Mawar, Binaan UPTD KPH BULUNGAN) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana proses produksi cokelat di KWT Mawar, Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas, Kabuaten Bulungan, 2) menganalisis besarnya nilai tambah produk cokelat menggunakan analisis metode Hayami. Data yabg digunakan yaitu data primer dan data sekunder, analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Snowball Sampling melalui observasi langsung dan wawancara kepada staff KPH Bulungan sebagai sampel pertama untuk mendapatkan informasi dan dilanjutkan dengan ketua KWT Mawar yang akan dijadikan reponden. Analisis digunakan untuk menganalisis gambaran umum proses produksi cokelat dan menghitung nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kakao lokal menjadi cokelat di KWT PT Mawar Desa Antutan memberikan rasio nilai tambah sebesar 89% yang termasuk dalam kategori tinggi, marjin pendapatan tenaga kerja langsung sebesar 5% sumbangan input lain sebesar 6% dan keuntungan sebesar 89%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahawa kakao lokal memberikan keuntungan dalam hal kualitas dan kuantitas produksi cokelat. Kata Kunci: Cokelat, Proses Produksi, Nilai Tambah Dan Metode Hayami
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk tahu menggunakan analisis metode Hayami dengan fokus pada penggunaan kedelai impor dalam proses produksi dan mengetahui bagaimana proses produksi tahu di UD Sri Rahayu Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan. Masalah yang menjadi fokus adalah kesenjangan antara permintaan pasar akan tahu dan ketersediaan kedelai lokal yang tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah penggunaan kedelai impor yang memiliki harga dan kualitas yang berbeda dengan kedelai lokal, dapat memberikan keuntungan tambahan dalam proses produksi tahu. Metode penelitian sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik UD Sri Rahayu, seorang produsen tahu lokal yang menggunakan kedelai impor dalam produksinya. Analisis dilakukan untuk menggambarkan proses produksi tahu di UD Sri Rahayu dan mengukur nilai tambah produk tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedelai impor menjadi tahu di UD Sri Rahayu telah memberikan nilai tambah sebesar 33,31% yang termasuk dalam kategori sedang, marjin pendapatan tenaga kerja langsung sebesar 22,58%, sumbangan input lain sebesar 10,58% dan keuntungan sebesar 66,84%. Proses produksi tahu di UD Sri Rahayu melibatkan langkah-langkah yang cermat untuk memastikan kualitas produk akhir. Kedelai impor memberikan keuntungan dalam hal kualitas dan kuantitas produksi tahu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu sub sektor pertanian yang cukup penting dalam pembangunan ekonomi nasional adalah sub sektor pangan, ubi kayu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang penting dan sangat strategis karena pengolahan ubi kayu akan memperoleh hasil lanjutan berupa proses produksi. Ubi kayu memiliki nilai tambah jika diolah menjadi produk jadi maupun setengah jadi. Wilayah yang mengalami perkembangan dalam usaha pengolahan ubi kayu terdapat di Desa Deralon Kecamatan Lumbis kabupaten Nunukan. Adanya agroindustri yang mendukung nilai tambah produk pertanian sangat bermanfaat dalam peningkatan pendapatan masyarakat desa. Penelitian ini termasuk penelitian populasi atau metode sampel jenuh (sensus), Data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu kuisioner, observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif karena bertujuan untuk menganalisis nilai tambah ubi kayu menjadi sagu. Bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan sagu yaitu ubi kayu, peralatan produksi yang dibutuhkan adalah mesin penggiling ubi, baskom besar, dan saringan. Adapun proses produksi yaitu pengupasan, pencucian, penggilingan, pemerasan, pendiaman, dan pengemasan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan pengolahan sagu ubi kayu memberikan pendapatan sebesar Rp.274.882 per produksi, nilai tambah yang dinikmati dari usaha ini sebesar Rp.13.611/kg bahan baku yang dimanfaatkan. Nilai tambah ini merupakan keuntungan yang didapatkan dari usaha sagu ubi kayu dalam 1 kilogram penggunaan bahan baku. Dengan adanya pengolahan ubi kayu menjadi sagu memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Deralon dimana selain masyarakat dapat menjadikan sagu ubi kayu sebagai ladang usaha, masyarakat juga dapat terus melestarikan adat budaya yaitu makanan tradisional khas suku Dayak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS BAHAN BAKU DAN PROSES PRODUKSI TERHADAP KUALITAS PRODUK (Studi Pada PT. Idec Abadi Wood Industries Tarakan). Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan Proses Produksi terhadap Kualitas Produk pada PT. Idec Abadi Wood Industries Tarakan dengan total 190 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan software SPSS versi 29. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel Kualitas Bahan Baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Produk. Proses Produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Desa Gunung Putih menjual buah kelapa tua dan buah kelapa muda dengan harga rendah, tanpa mengolah nira menjadi gula kelapa nilai jual buah kelapa sangat rendah. Selain itu, usaha skala rumah tangga gula kelapa bapak Imam Ahmadi juga tidak memiliki pembukuan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi sehingga, bapak Imam Ahmadi tidak mengetahui pasti persentase keuntungan yang diperoleh dari modal yang dikeluarkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimanakah proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 2). Berapakah nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 3). Berapakah nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi. Lokasi penelitian di RT 20 Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Jenis data dalam penelitian yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Berdasarkan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu koesioner dan dokumentasi. Proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak meliputi penyiapan bahan, alat, proses pengolahan meliputi penyadapan nira, pemasakan, pencetakan dan pengemasan gula kelapa. Nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak selama satu bulan produksi sebesar 2,30%>0 kriteria menguntungkan. Nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi menggunakan metode hayami selama satu bulan proses produksi sebesar Rp.364,200 maka dapat memberikan nilai tambah (positif).