Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ketidakadilan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP POSISI PEREMPUAN DALAM NOVEL YUNI KARYA ADE UBAIDIL (KAJIAN SASTRA FEMINISME)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KHARUNIA INDAH 2025. Representasi Ketidakadilan Gender Terhadap Posisi Perempuan dalam Novel Yuni Karya Ade Ubaidil Kajian Sastra Feminisme. (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A., dan Rita Kumala Sari, M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan representasi ketidakadilan gender terhadap Perempuan yang terdapat dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil dan untuk menguraikan bentuk-bentuk spesifik ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh Perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Yuni karya Ade Ubaidil. Adapun data dikumpulkan melalui teknik membaca, mendengarkan (Simak), dan mencatat. Data terdiri dari kalimat, dialog, dan paragraph dari novel yang mencerminkan ketidakadilan gender berdasarkan tinjauan kritik sastra feminisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada lima bentuk ketidakladilan gender terhadap Perempuan yang dikritik dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil, yaitu: 1) ketidakadilan gender marginalisasi orang dikampungnya menganggap lamaran Adalah bagian dari rezeki. Sebagaimana kata orang bijak, rezeki pantang ditolak.. 2) ketidakadilan subordinasi, Perempuan tetap akan Kembali di dapur, jadi ibu, jadi istri. 3) ketidakadilan stereotip, anak laki-laki sedang bermain kelereng sementara Perempuan bermain lompat tali membatasi Perempuan pada peran domestik sejak kecil. 4) kekerasaan, suci sering dipukulin sampai sempat trauma. 5) beban kerja, melakukan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan mencari nafkah, menjaga stabilitas emosional keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BENTUK KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DI DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA (KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINISME)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Adapun data dalam penelitian ini berupa wujud kalimat, dan penggalan dialog yang menggambarkan perbedaan gender yang melahirkan ketidakadilan gender terhadap perempuan di dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma berdasarkan tinjauan kritik sastra feminisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya lima bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang dikritik dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan, yaitu: 1) Ketidakadilan gender marginalisasi, Amara sulit mendapatkan pekerjaan ketika ia sudah menjadi seorang ibu. 2) Subordinasi, pendapat Amara dianggap remeh oleh suaminya. 3) Stereotipe, Amara terbebani dengan anggapan masyarakat bahwa anak adalah tanggung jawab ibu seorang. 4) Kekerasan, Amara mengalami kekerasan fisik maupun psikologis oleh suaminua. 5) Beban kerja ganda, semenjak bangkrut Amara dituntut untuk bekerja di ruang domestik dan ruang public sekaligus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail