BENTUK KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DI DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA (KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINISME)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Adapun data dalam penelitian ini berupa wujud kalimat, dan penggalan dialog yang menggambarkan perbedaan gender yang melahirkan ketidakadilan gender terhadap perempuan di dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma berdasarkan tinjauan kritik sastra feminisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya lima bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang dikritik dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan, yaitu: 1) Ketidakadilan gender marginalisasi, Amara sulit mendapatkan pekerjaan ketika ia sudah menjadi seorang ibu. 2) Subordinasi, pendapat Amara dianggap remeh oleh suaminya. 3) Stereotipe, Amara terbebani dengan anggapan masyarakat bahwa anak adalah tanggung jawab ibu seorang. 4) Kekerasan, Amara mengalami kekerasan fisik maupun psikologis oleh suaminua. 5) Beban kerja ganda, semenjak bangkrut Amara dituntut untuk bekerja di ruang domestik dan ruang public sekaligus.