Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata Kunci : Balita
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN STATUS EKONOMI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Balita berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan yang krusial, membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Malnutrisi pada usia ini dapat terjadi karena keterbatasan pengetahuan ibu tentang makanan bergizi dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik. Kedua faktor tersebut berkontribusi signifikan terhadap risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keterkaitan antara tingkat pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita di area kerja Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 85 responden dijadikan sampel melalui teknik total sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman rank untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil dari 85 responden yang diteliti, sebagian besar ibu berada pada rentang usia 26 –35 tahun (80,0%), dengan mayoritas balita berusia 2 tahun (30,6%) dan berjenis kelamin perempuan (51,8%). Berdasarkan penilaian pengetahuan, 63 ibu (74,1%) tergolong memiliki pengetahuan baik. Sementara itu, sebagian besar keluarga (55 orang atau 64,7%) termasuk dalam kategori ekonomi cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu serta status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal. Toddlers are at a critical stage of growth and development and require adequate nutritional intake to meet their physiological needs. Malnutrition at this age may occur due to limited maternal knowledge regarding nutritious foods and unfavorable family economic conditions. Both factors contribute significantly to the risk of stunting. This study aimed to assess the relationship between maternal knowledge level and family socioeconomic status and the incidence of stunting among toddlers in the service area of Pantai Amal Primary Health Center. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 85 respondents were included using a total sampling technique, and data analysis was conducted using the Spearman rank correlation test to evaluate the relationships among variables. Of the 85 respondents, most mothers were aged 26–35 years (80.0%), while the majority of toddlers were 2 years old (30.6%) and female (51.8%). Based on the assessment of maternal knowledge, 63 mothers (74.1%) were categorized as having good knowledge. Meanwhile, most families (55 respondents or 64.7%) were classified as having a moderate socioeconomic status. The findings indicate a significant relationship between maternal knowledge level and family socioeconomic status and the incidence of stunting among toddlers in the service area of Pantai Amal Primary Health Center.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia balita. Salah satu upaya untuk menurunkan kasus pneumonia yaitu dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang mengakibatkan terjadinya pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah balita yang didiagnosis pneumonia dan tidak pneumonia dari bulan Mei-Juni 2023 di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok sebanyak 101 responden dan didapatkan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square diperoleh ada hubungan antara status merokok anggota keluarga dengan kejadian pneumonia (p-value : 0,001) dan tidak ada hubungan antara status gizi (p-value : 0,534), riwayat ASI ekslusif (p-value : 0,210)dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok. Kesimpulan penelitian ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang upaya pencegahan pneumonia terutama dalam hal paparan asap rokok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail