ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Taman kota di Kota Tarakan masih menghadapi beberapa keterbatasan dalam penyediaan fasilitas dan aksesibilitas yang dapat memengaruhi kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Fasilitas dan Aksesibilitas terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Taman Kota di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pengguna taman kota dengan nilai t sebesar 4,880 dan signifikansi 0,000. Aksesibilitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t sebesar 2,214 dan signifikansi 0,029. Secara simultan, fasilitas dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat Pengguna taman Kota dengan nilai F sebesar 20,128 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,302 menunjukkan bahwa fasilitas dan aksesibilitas mampu menjelaskan 30,2% variasi kepuasan masyarakat, sedangkan 69,8% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Fasilitas menjadi variabel yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas dan kemudahan akses secara bersama-sama penting untuk mendukung taman kota terhadap kepuasan masyarakat di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Keberadaan tenaga kerja kesehatan memegang peran penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal. Namun diberbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Tanah Tidung di Provinsi Kalimantan Utara, tedapat kekurangan signifikan dalam jumlah tenaga kerja kesehatan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pada tenaga kerja kesehatan di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara, dengan studi kasus UPT. Puskesmas Sesayap Hilir. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif (mix method). Metode kuantitatif merupakan penelitian yang dilakukan berdasarkan perhitungan pembobotan sebagai dasar analisis dan data diolah dengan program SPSS Versi 27. Penggunaan metode kualitatif dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para pegawai tenaga kesehatan yang ada di UPT. Puskesmas Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian menyatakan infrastruktur kesehatan dan aksesibilitas secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan. Sedangkan insentif dan remunerasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan. Secara simultan, infrastruktur kesehatan, insentif dan remunerasi dan aksesibilitas mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Daerah yang menjadi basis tanaman hortikultura sayuran yaitu pada Kecamatan Tarakan Utara yang merupakan salah satu daerah utama penghasil sayuran. Namun, petani hortikultura sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Utara perekonomiannya masih menengah kebawah. Hal ini dikarenakan sulitnya memperoleh bantuan modal yang disebabkan ketidakmampuan dalam menyediakan agunan dan karena persyaratan yang tidak dapat dipenuhi oleh para petani. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Agar mengetahui sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara (2) Untuk mengetahui aksesibilitas terhadap sumber pembiayaan di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball sampling dan analis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara adalah dari sumber pembiayaan lembaga informal dan formal, Adapun sumber pembiayaan lembaga informal berasal dari: Tengkulak dan Rentenir. Sumber pembiayaan dari lembaga formal berasal dari Kur Bank Bri, Baznas dan Dinas Pertanian. Aksesibilitas petani hortikultura sayuran terhadap sumber pembiayaan yang mudah diakses adalah berasal dari Lembaga Informal yaitu Tengkulak dan Rentenir karena dalam prosedurnya tidak mensyaratkan agunan dan mekanisme peminjaman pada lembaga ini relatif sangat cepat dan sederhana, sesuai dengan kemampuan petani. Pada umumnya lembaga informal lebih menekankan pada persyaratan kejujuran dan kepercayaan. Hal ini bisa dilihat dari, apabila petani terlambat membayar pinjaman maka sanksi dari lembaga ini hanya berupa Bunga yang semakin hari bertambah, teguran/peringatan. Namun, karena kemudahan dalam mengaksesnya maka petani banyak memilih menggunakan sumber pembiayaan dari lembaga ini.