Abstrak
Keberadaan tenaga kerja kesehatan memegang peran penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal. Namun diberbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Tanah Tidung di Provinsi Kalimantan Utara, tedapat kekurangan signifikan dalam jumlah tenaga kerja kesehatan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pada tenaga kerja kesehatan di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara, dengan studi kasus UPT. Puskesmas Sesayap Hilir. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif (mix method). Metode kuantitatif merupakan penelitian yang dilakukan berdasarkan perhitungan pembobotan sebagai dasar analisis dan data diolah dengan program SPSS Versi 27. Penggunaan metode kualitatif dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para pegawai tenaga kesehatan yang ada di UPT. Puskesmas Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian menyatakan infrastruktur kesehatan dan aksesibilitas secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan. Sedangkan insentif dan remunerasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan. Secara simultan, infrastruktur kesehatan, insentif dan remunerasi dan aksesibilitas mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap tenaga kerja kesehatan.