Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: RYZA AVRIL YONO
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

hubungan kecanduan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja di SMPN tana tidung

2025•

Penggunaan teknologi digital yang semakin berkembang membuat game online menjadi salah satu hiburan favorit di kalangan remaja. Namun, jika dimainkan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama, game online bisa menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah kecanduan. Kecanduan ini dapat memengaruhi kondisi emosional dan perilaku remaja, seperti munculnya sikap kasar dalam berbicara atau perilaku agresif verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa yang bermain game online berjumlah 408 orang. Sampel berjumlah 202 orang yang di ambil dengan purposive sampling. Kecanduan game online adalah variabel independen dan diukur dengan kuesioner Game Addiction Scale (GAS-21), sedangkan perilaku agresif verbal adalah variabel dependen dan di ukur dengan kuesioner Verbal Aggressiveness Scale (VAS). Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Sperman rank dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki kecanduan bermain game online ringan sebesar 105 responden ( 52,0% ) dan sebagian besar memiliki perilaku agresif verbal ringan sebanyak 110 ( 54, 5%). Uji statistik Sperman rank di dapatkan nilai p = 0,001 α = 0,05. Berdasarkan temuan ini di dapatkan hubungan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja di SMPN Tana Tidung. Semakin tinggi kecanduan bermain game online, semakin besar kecenderungan remaja untuk menunjukkan perilaku agresif secara verbal. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua, guru, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam mengawasi dan membimbing penggunaan game online agar tidak berdampak buruk pada perkembangan perilaku remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan kecanduan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja di SMPN tana tidung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan teknologi digital yang semakin berkembang membuat game online menjadi salah satu hiburan favorit di kalangan remaja. Namun, jika dimainkan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama, game online bisa menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah kecanduan. Kecanduan ini dapat memengaruhi kondisi emosional dan perilaku remaja, seperti munculnya sikap kasar dalam berbicara atau perilaku agresif verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa yang bermain game online berjumlah 408 orang. Sampel berjumlah 202 orang yang di ambil dengan purposive sampling. Kecanduan game online adalah variabel independen dan diukur dengan kuesioner Game Addiction Scale (GAS-21), sedangkan perilaku agresif verbal adalah variabel dependen dan di ukur dengan kuesioner Verbal Aggressiveness Scale (VAS). Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Sperman rank dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki kecanduan bermain game online ringan sebesar 105 responden ( 52,0% ) dan sebagian besar memiliki perilaku agresif verbal ringan sebanyak 110 ( 54, 5%). Uji statistik Sperman rank di dapatkan nilai p = 0,001 α = 0,05. Berdasarkan temuan ini di dapatkan hubungan bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada remaja di SMPN Tana Tidung. Semakin tinggi kecanduan bermain game online, semakin besar kecenderungan remaja untuk menunjukkan perilaku agresif secara verbal. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua, guru, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam mengawasi dan membimbing penggunaan game online agar tidak berdampak buruk pada perkembangan perilaku remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail