Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: AYU SAFITRI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman. Tahapan Newman terdiri atas lima langkah, yaitu membaca (Reading), memahami (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa di kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 dan S2 mampu menyelesaikan tahap membaca masalah, memahami masalah dan mentransformasi masalah dengan benar namum masih mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses hingga berdampak pada jawaban akhir yang ditulisnya. Sedangkan S3 dan S4 belum mampu menyelesaikan soal dengan benar karena mengalami kesalahan sejak tahap memahami soal sehingga berdampak pada tahapan selanjutnya seperti transformasi, keterampilan proses hingga penulisan jawaban akhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam membaca dan memahami masalah, hal ini memberikan dampak kesalahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman. Tahapan Newman terdiri atas lima langkah, yaitu membaca (Reading), memahami (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa di kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 dan S2 mampu menyelesaikan tahap membaca masalah, memahami masalah dan mentransformasi masalah dengan benar namum masih mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses hingga berdampak pada jawaban akhir yang ditulisnya. Sedangkan S3 dan S4 belum mampu menyelesaikan soal dengan benar karena mengalami kesalahan sejak tahap memahami soal sehingga berdampak pada tahapan selanjutnya seperti transformasi, keterampilan proses hingga penulisan jawaban akhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam membaca dan memahami masalah, hal ini memberikan dampak kesalahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Deskriptif Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan

2025•

STUDI DESKRIPTIF MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 KOTA TARAKAN ABSTRAK Devi Ayu Safitri, 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan minat belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan. Minat belajar adalah energi kekuatan yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan belajar. Minat belajar tidak hanya bergantung pada kemampuan, namun juga bergantung pada apakah seseorang memilih tujuan penguasaan (tujuan mempelajari), yang fokusnya adalah mempelajari suatu kemampuan baru dengan baik; atau tujuan kinerja, yang fokusnya adalah mendemonstrasikan atau memperlihatkan kemampuan kita pada orang lain. Minat belajar siswa juga sangat erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi dan konsep diri atau identifikasi, factor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Metode penelitian digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek penelitian sebanyak 2 orang siswa, dan 1 guru BK. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa minat belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan memiliki beberapa factor, yaitu emosi dan perasaan. Selain itu terdapat perhatian siswa yang mengalami perubahan dalam minat belajar siswa, yaitu siswa yang memiliki perhatian terhadap materi yang di pelajarinya, jika materi pelajaran itu tidak menjadi perhatian siswa maka akan menimbulkan kebosanan. Antusias siswa dapat di tingkatkan dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan lingkungan yang menyenangkan. Kata Kunci: Minat, Belajar, Siswa Mengetahui

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengawasan Balai Pemasyarakatan dalam Meminimalisir Residivis Pada Masa Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan kelas II Tarakan

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Permasyarakatan Kelas II Tarakan dalam melakukan pengawasan terhadap Narapidana. Serta untuk mengetahui Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Pengawasan yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, mengambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Penggunaan metode deskriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas dan dapat memberikan data sedetail mungkin tentang objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Permasyarakatan Kelas II Tarakan dalam melakukan pengawasan terhadap Narapidana yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) serta faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa pengawasan dilakukan melalui wajib lapor, home visit, dan koordinasi dengan instansi terkait, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, serta kurangnya pemahaman klien tentang pengawasan. Tingginya angka residivisme di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan juga menunjukkan bahwa pengawasan belum berjalan optimal. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, diperlukan peningkatan jumlah tenaga Pembimbing Kemasyarakatan (PK), optimalisasi anggaran, regulasi yang lebih tegas dalam pencabutan Pembebasan Bersyarat, serta penguatan kerja sama dengan instansi terkait. Selain itu, pengembangan program rehabilitasi berbasis keterampilan menjadi langkah penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengawasan Balai Pemasyarakatan dalam Meminimalisir Residivis Pada Masa Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan kelas II Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Permasyarakatan Kelas II Tarakan dalam melakukan pengawasan terhadap Narapidana. Serta untuk mengetahui Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Pengawasan yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, mengambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Penggunaan metode deskriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas dan dapat memberikan data sedetail mungkin tentang objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Permasyarakatan Kelas II Tarakan dalam melakukan pengawasan terhadap Narapidana yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) serta faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa pengawasan dilakukan melalui wajib lapor, home visit, dan koordinasi dengan instansi terkait, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, serta kurangnya pemahaman klien tentang pengawasan. Tingginya angka residivisme di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan juga menunjukkan bahwa pengawasan belum berjalan optimal. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, diperlukan peningkatan jumlah tenaga Pembimbing Kemasyarakatan (PK), optimalisasi anggaran, regulasi yang lebih tegas dalam pencabutan Pembebasan Bersyarat, serta penguatan kerja sama dengan instansi terkait. Selain itu, pengembangan program rehabilitasi berbasis keterampilan menjadi langkah penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Deskriptif Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI DESKRIPTIF MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 KOTA TARAKAN ABSTRAK Devi Ayu Safitri, 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan minat belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan. Minat belajar adalah energi kekuatan yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan belajar. Minat belajar tidak hanya bergantung pada kemampuan, namun juga bergantung pada apakah seseorang memilih tujuan penguasaan (tujuan mempelajari), yang fokusnya adalah mempelajari suatu kemampuan baru dengan baik; atau tujuan kinerja, yang fokusnya adalah mendemonstrasikan atau memperlihatkan kemampuan kita pada orang lain. Minat belajar siswa juga sangat erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi dan konsep diri atau identifikasi, factor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Metode penelitian digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek penelitian sebanyak 2 orang siswa, dan 1 guru BK. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa minat belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan memiliki beberapa factor, yaitu emosi dan perasaan. Selain itu terdapat perhatian siswa yang mengalami perubahan dalam minat belajar siswa, yaitu siswa yang memiliki perhatian terhadap materi yang di pelajarinya, jika materi pelajaran itu tidak menjadi perhatian siswa maka akan menimbulkan kebosanan. Antusias siswa dapat di tingkatkan dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan lingkungan yang menyenangkan. Kata Kunci: Minat, Belajar, Siswa Mengetahui

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail