Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Karakter Berkebhinekaan Global Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Kekayaan Budaya Indonesia Bagi Siswa Kelas IV-B SDN 005 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SDN 005 Tarakan dengan melibatkan guru dan peserta didik. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu guru dan peserta didik sementara untuk data sekunder yaitu profil sekolah, visi misi dan administrasi dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah teknik analisis Interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IV-B SDN 005 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) Teladan, telah memperagakan atau mencontohkan bentuk pendidikan karakter yang baik, hal ini dapat dibuktikan secara langsung yaitu peserta didik sudah menerapkan perilaku sopan santun seperti membungkukkan badan, menyalimi guru, bertutur kata yang baik dan berpakaian yang rapi. Hal ini terjadi karena sopan santun sangat penting dalam berinteraksi sehingga sopan santun yang peneliti temukan pada diri peserta didik dapat dipicu dengan adanya peran guru sebagai teladan yang mencontohkan cara membangun sikap dan perilaku yang sopan untuk membaca karakter berkebhinekaan global pada diri peserta didik. (2) Fasilitator, selama proses pembelajaran berlangsung guru sangat memperhatikan masing-masing kebutuhan peserta didiknya. Salah satunya yaitu guru telah memfasilitasi peserta didik dalam belajar secara efektif melalui gotong royong dengan membentuk kelompok kecil yang berinteraksi dan bekerja sama tanpa memandang kriteria tertentu. Hal ini Bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, mengurangi diskriminasi toleransi dan membangun sikap peduli terhadap peserta didik lainnya. Peran guru dapat memberi keuntungan dalam meningkatkan interaksi sosial antar peserta didik sehingga mendorong kesejahteraan dalam proses belajar.