Abstrak
Salah satu bentuk pelayanan perawat yang menentukan kualitas rumah sakit yaitu dengan menggunakan komunikasi yang efektif pada saat perawat melakukan timbang terima (handover) menggunakan penerapan komunikasi SBAR. Dalam menjaga mutu pelayanan keperawatan di sarana kesehatan yang berhubungan keselamatan pasien, banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam pelaksanaan tindakan termasuk pelaksanaan perawat dan keselamatan pasien (patient safety) dalam berkomunikasi efektif. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan croos sectional. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kalimantan Utara. Populasi penelitian semua perawat di Ruang Rawat Inap Asoka, Ruang Rawat Inap Anggrek A, dan Ruang Rawat Inap Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK Kalimantan Utara dengan jumlah 86 responden dengan tehnik Total Sampling. Variabel Independen pengetahuan, sikap, motivasi, dan beban kerja dengan variable dependen penerapan komunikasi SBAR pada perawat di Ruang Rawat Inap dengan menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian dari 86 responden, sebagian besar 64 responden (74,4%) memiliki pengetahuan baik dengan penerapan komunikasi SBAR baik, sebagian besar 73 responden (84,9%) memiliki sikap baik dengan penerapan komunikasi SBAR baik, sebagian besar 67 responden (77,9%) memiliki motivasi baik dengan penerapan komunikasi SBAR baik, sebagian besar 73 responden (84,9%) memiliki beban kerja ringan dengan penerapan komunikasi SBAR yang baik, sehingga ada hubungan pengetahuan, sikap, motivasi, beban kerja, dengan penerapan handover pendekatan komunikasi SBAR. Pengetahuan yang dimiliki akan menentukan sikap perawat dalam pelaksanaan penerapan handover. Serta kemauan perawat untuk melaksanakan memenuhi kebutuhan pasien dalam melakukan asuhan perawatan dan beban kerja yang dimiliki perawat mempengaruhi kualitas dan kuantitas komunikasi antar tenaga medis lainnya. Sehingga bisa mencapai mutu pelayanan kesehatan.