Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode time series dalam peramalan penjualan untuk optimalisasi produksi, menganalisis tingkat akurasi metode peramalan, serta menentukan metode peramalan yang paling akurat pada UMKM Bunda Titi Kota Tarakan. Penelitian ini menjawab dalam menentukan penentuan jumlah produksi yang masih berdasarkan intuisi dan pengalaman, sehingga berpotensi menyebabkan kelebihan atau kekurangan produksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan landasan teori peramalan penjualan dengan metode moving average, exponential smoothing, serta pengukuran kesalahan peramalan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Data penelitian berupa data historis penjualan selama 12 periode pada tiga varian produk nasi kuning, yaitu ayam, telur, dan ikan, yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis di gunakan dengan bantuan aplikasi QM for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode moving average menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan exponential smoothing pada seluruh varian produk. Nilai MAPE metode moving average berturut-turut sebesar 16,423% pada nasi kuning ayam, 8,218% pada nasi kuning telur, dan 16,278% pada nasi kuning ikan. Dengan demikian metode moving average merupakan instrumen peramalan yang paling tepat untuk digunakan sebagai landasan perencanaan produksi di UMKM Bunda Titi, karena mampu memberikan estimasi penjualan yang lebih mendekati kondisi aktual dibandingkan metode exponential smoothing.