Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 40 dari 338

APLIKASI EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR SEMI REFINED CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI PENGEMAS BUMBU

RANDI RAMADANI
2026 · Thesis · Open Access

Penggunaan plastik sintetis sebagai pengemas makanan, termasuk bumbu, telah menjadi masalah lingkungan yang serius karena sifatnya yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik edible film berbahan dasar semi refined carrageenan (SRC) dari rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diaplikasikan sebagai pengemas bumbu. Metode penelitian meliputi pembuatan tepung SRC dengan ekstraksi KOH 8%, dilanjutkan pembuatan edible film dengan variasi konsentrasi gliserol (0%; 0,1%; 0,3%; dan 0,5%) serta penambahan asam malat 0,3%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik fisik edible film dipengaruhi secara signifikan oleh konsentrasi gliserol. Nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 0,0% sebesar 43,7 MPa, sedangkan nilai terendah pada konsentrasi 0,5% sebesar 29,2 MPa. Seluruh sampel telah memenuhi standar Japanese Industrial Standard (JIS) untuk kuat tarik (minimal 0,39 MPa) dan ketebalan (maksimal 0,25 mm). Ketebalan film berkisar antara 0,023 mm hingga 0,036 mm, yang cenderung meningkat seiring bertambahnya konsentrasi gliserol. Nilai perpanjangan (elongasi) mengalami peningkatan dengan bertambahnya gliserol, mencapai nilai tertinggi 46,29% pada konsentrasi 0,5%, meskipun hasil ini belum mencapai standar minimal JIS sebesar 70%. Kelarutan film menunjukkan nilai terendah pada konsentrasi gliserol 0,3% yaitu sebesar 26,7%. Secara keseluruhan, edible film berbahan dasar SRC berpotensi sebagai alternatif pengemas bumbu yang ramah lingkungan.

SISTEM DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI BERBASIS SENSOR MULTIMODAL DAN DEEP LEARNING DENGAN ANTARMUKA DESKTOP

IRDAN RAMADHANI
2026 · Thesis · Open Access

Stunting merupakan tantangan kesehatan nasional di Indonesia yang memerlukan pemantauan antropometri secara akurat, namun metode manual di Posyandu sering terhambat oleh faktor subjektivitas petugas dan ketidaknyamanan subjek. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem deteksi dini stunting otomatis berbasis sensor multimodal dan deep learning yang mengintegrasikan sensor load cell dan kamera pada Raspberry Pi 5 melalui antarmuka desktop. Sistem ini mengombinasikan algoritma YOLOv8n untuk lokalisasi objek dan MediaPipe Pose Estimation untuk mengekstraksi landmark tubuh guna mengukur panjang serta berat badan secara non-kontak. Dataset yang digunakan berjumlah 2.200 citra digital dengan pembagian 60% data latih (1.320 citra), 20% data validasi (440 citra), dan 20% data uji (440 citra). Hasil evaluasi model YOLOv8n yang mencapai titik optimal pada epoch ke-35 dengan nilai mAP50 sebesar 0,862, serta nilai precision, recall, dan F1-score dalam mendeteksi citra bayi masing-masing sebesar 86%, 75%, dan 80%. Kemudian hasil pengujian laboratorium dalam mengukur panjang badan manekin bayi dengan variasi posisi sudut, sistem mampu mencapai akurasi tinggi sebesar 98,47% untuk panjang badan (RMSE 1,079 cm). Sedangkan akurasi sensor berat badan yang divalidasi dengan menimbang kembali beban uji terhadap massa acuan menggunakan sensor terkalibrasi sebesar 96,56% untuk berat badan (RMSE 0.01543 kg). Pengujian fungsionalitas menggunakan metode black-box testing, menunjukkan 100% fitur antarmuka sistem berjalan sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Penerapan integrasi sistem secara keseluruhan terhadap pengukuran bayi dan manekin secara realtime sebanyak 20 responden di lapangan, mendapatkan nilai akurasi sebesar 94% untuk panjang badan bayi (RMSE 4.87 cm) dan 92% untuk akurasi berat badan bayi (RMSE 0,64 kg), serta akurasi dalam mendeteksi stunting berdasarkan kategori Panjang Badan per Umur (PB/U) 70% dan Berat Badan Per Panjang Badan BB/PB = 35%. Selain itu, hasil skor SUS (System Usability Scale) antarmuka sistem sebesar 45 kategori "Not Acceptable" dengan Grade Scale "F". Hasil pengujian tersebut, menunjukkan bahwa antarmuka desktop masih kurang user-friendly bagi kader Posyandu.

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

MUHAMMAD IRFAN
2026 · Thesis · Open Access

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BANGUN RUANG BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS VIII SLB NEGERI TARAKAN

IRMA NURILHANNA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

ARTIKA SARI DEVI
2026 · Thesis · Open Access

Through ongoing support across the prenatal, intranatal, postnatal, and neonatal stages, holistic maternity services, also known as continuity of care (CoC), strive to detect problems early. Mrs. Saya, G3P2A0, 35, has been receiving this care at the Karang Rejo Community Health Center since February 27, 2026, when she was 37 weeks and 3 days pregnant. Evaluation results indicated that both mother and fetus were in good condition. The client had attended six antenatal visits according to established standards. A hemoglobin examination revealed mild anemia with a Hb value of 10.7 g/dL and complaints of lower back pain. Education covered the importance of balanced nutrition, adherence to iron tablet consumption, recognition of maternal emergency signs, and childbirth preparedness. The labor proceeded physiologically on March 5, 2026, at 38 weeks and 2 days pregnant, following the standard 60-step APN. The labor lasted 3 hours and 30 minutes, from 6:30 a.m. to 10:00 a.m. WITA (Central Indonesian Time), without any complications. During the expulsive phase (stage II), lasting 8 minutes, meconium was detected in the amniotic fluid, but the baby was born spontaneously in good condition. The baby girl weighed 3200 grams, was 50 cm long, and had an Apgar score of 8/9. The placenta was delivered (stage III) in 8 minutes, between 10:08 and 10:15 WITA (Central Indonesian Time), without complications. Stage IV lasted 2 hours, and observations showed no complications or postpartum hemorrhage. Postpartum monitoring showed the mother's condition remained stable until the 28th day after delivery. Uterine involution occurred with good signs and no infection. The mother was provided with education on nutrition, personal hygiene, breastfeeding techniques, and family planning. The newborn was conscious until 28 days old, exhibited good health, normal reflexes, and was uncomplicated. Education for the baby included nursing care, exclusive breastfeeding, developmental monitoring, and basic immunizations. Overall, continuous care helps maintain the stability of the mother and baby and reduces the risk of complications

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.H di Puskesmas Gunung Lingkas

FRADITA RILKE AMELIA
2026 · Thesis · Open Access

Layanan kebidanan yang menyeluruh merupakan perawatan kebidanan yang bersifat holistik dan terorganisir, mencakup periode kehamilan, proses melahirkan, fase nifas, serta perawatan neonatus. Fokus utama layanan ini adalah mengidentifikasi secara awal penyimpangan pada ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam penilaian menyeluruh, penetapan diagnosis yang akurat, deteksi proaktif terhadap kemungkinan masalah, pengambilan keputusan tepat waktu, penyusunan rencana perawatan terstruktur, serta penilaian hasil intervensi. Evaluasi menyeluruh pertama dilakukan pada kunjungan kehamilan trimester III pada 17 Maret 2026, dengan usia kehamilan 37 minggu 1 hari. Pemeriksaan mengindikasikan kondisi ibu tetap normal tanpa adanya komplikasi. Perawatan persalinan dilakukan pada 23 April 2026, dengan usia kehamilan 42 minggu 4 hari, mengikuti pedoman 60 tahapan Asuhan Persalinan Normal (APN). Tahap I berlangsung selama 2 jam 43 menit, tahap II selama 33 menit. Bayi lahir pada usia kehamilan penuh, segera menangis, kulit berwarna merah muda, tonus otot baik. Tahap III memakan waktu 8 menit setelah pemberian oksitosin, plasenta dikeluarkan secara utuh tanpa kelainan serta tidak terdapat luka pada perineum. Tahap IV berlangsung selama 2 jam, dengan pemantauan tanda vital ibu tetap dalam batas normal, perdarahan sekitar 100 ml, dan tidak ada robekan pada perineum. Kunjungan fase nifas serta penilaian neonatus dilakukan pada 23 April 2026. Pemeriksaan fisik dan tanda vital ibu serta perdarahan nifas berada dalam rentang normal, tinggi fundus uteri berada 2 jari di bawah pusar, terdapat lochia merah tanpa indikasi infeksi. Perawatan neonatus meliputi pengukuran antropometri dengan hasil: jenis kelamin laki-laki, berat 3 400 gram, panjang 49 cm, lingkar kepala 33 cm, lingkar dada 33 cm. Selama periode perawatan menyeluruh pada Ny. H yang mencakup kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus, tidak ditemukan adanya kelainan.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R dengan Anemia Ringan dan Kekurangan Energi Kronis Di Puskemas Pantai Amal

DWI AGUSTINI PANJAITAN
2026 · Thesis · Open Access

Asuhan Kebidanan Komprehensif atau Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir. Tujuan pemberian asuhan komprehensif pada Ny. R adalah memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkelanjutan selama masa kehamilan sampai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pantai Amal pada tanggal 27 Januari-01 Maret 2026 yang meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, satu kali kunjungan nifas, dan satu kali kunjungan bayi baru lahir. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan langsung, dan konseling. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kunjungan kehamilan trimester III, Ny. R usia kehamilan 33 minggu 4 hari mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10,4 g/dL dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan LILA 21 cm. Asuhan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan ibu. Pada kunjungan ulang, ibu mengeluh nyeri perut bawah menjalar ke punggung dan telah diberikan penatalaksanaan sesuai keluhan. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Bayi lahir spontan, cukup bulan, jenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3000 gram, panjang badan 46 cm, dan APGAR Score 9/10. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan 6 jam postpartum dengan hasil ibu dan bayi dalam kondisi baik, tanpa perdarahan maupun tanda infeksi.Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Masalah yang ditemukan selama kehamilan dapat ditangani dengan baik, sedangkan pada masa persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tidak ditemukan komplikasi. Seluruh asuhan telah didokumentasikan menggunakan metode SOAP.

PROBLEMATIKA PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU DALAM PEMENUHAN HAK ATAS PENDIDIKAN ANAK DI KAWASAN PERBATASAN

JALUNG
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan serta mengidentifikasi problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewajiban tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan, dan (2) apa saja problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memenuhi hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelaah kesesuaian antara norma hukum yang berlaku dengan pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah dalam pemenuhan hak pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemenuhan hak atas pendidikan anak telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta berbagai peraturan pelaksana lainnya. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau masih menghadapi sejumlah problematika normatif dan implementatif, antara lain belum optimalnya pengaturan kebijakan operasional di tingkat daerah, ketidakmerataan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan, keterbatasan dan distribusi tenaga pendidik, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Berbagai kendala tersebut berdampak pada belum efektifnya pemenuhan hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi yang bersifat operasional di tingkat daerah guna menjembatani norma hukum dengan pelaksanaan di lapangan. Selain itu, diperlukan peningkatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat, dalam rangka perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan di kawasan perbatasan.

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

JIMMY SEPTIAN ANANDA
2026 · Thesis · Open Access

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M di Puskesmas Karang Rejo

CLODYA PUSPITA SARI
2026 · Thesis · Open Access

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia, khususnya Kalimantan Utara dan Kota Tarakan, menunjukkan urgensi peningkatan upaya kesehatan yang tidak hanya kuratif tetapi juga promotif dan preventif. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. M di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bertujuan mengidentifikasi, mencegah risiko, serta memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir, sejalan dengan landasan teori dan standar asuhan kebidanan yang berlaku. Pengkajian pada Ny. M G4P2A1, dimulai pada usia kehamilan 34 minggu 0 hari, menunjukkan kondisi kehamilan fisiologis, namun teridentifikasi adanya keluhan peningkatan frekuensi berkemih dan nyeri punggung atas dan bawah yang memerlukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan. Seluruh tahapan asuhan antenatal telah dilakukan sesuai standar 10T. Proses persalinan Ny. M berlangsung fisiologis pada 28 Maret 2026. Kemajuan persalinan kala I berjalan optimal dengan durasi singkat sekitar 21 menit, diikuti kelahiran bayi perempuan spontan dalam 15 menit di kala II dengan kondisi baik. Total durasi persalinan yang kurang dari 3 jam ini menunjukkan karakteristik partus presipitatus. Kala III dan IV juga berlangsung lancar tanpa komplikasi serius. Asuhan masa nifas hari ke-6 postpartum serta asuhan bayi baru lahir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, dengan adaptasi yang baik tanpa keluhan. Pembahasan dalam laporan ini mengidentifikasi kesenjangan antara asuhan dilapangan dengan standar teori yang berlaku. Asuhan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan, tanpa ditemukan masalah atau komplikasi yang mengindikasikan faktor risiko. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan telah efektif dalam mendukung proses fisiologis Ny. M dan bayinya. Saran yang diberikan mencakup pentingnya Komunikasi, Informasi dan edukasi berkelanjutan bagi klien demi tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal.

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.S di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

EKA JUNIATI
2026 · Thesis · Open Access

COMPREHENSIVE MIDWIFERY CARE FOR NY.S AT GUNUNG LINGKAS HEALTH CENTER, TARAKAN CITY Abstract Comprehensive midwifery care (Continuity of Care/CoC) is midwifery service that is provided continuously from pregnancy, birth, postpartum, to the newborn. This service aims to monitor the health of mothers and babies, detect risks early, and prevent complications. In this case study, care was carried out at the Gunung Lingkas Community Health Center in the period 09 January-18 February 2026. The visits included two pregnancy visits, one delivery visit, one postpartum visit, and one neonate visit. Care began on 09 February 2026 when the gestational age was 38 weeks 4 days. The examination results showed that the condition of the mother and fetus was normal without complications. The birth took place on February 17 2026 at 39 weeks 5 days of gestation and was assisted according to Normal Childbirth Care (APN) standards. The first stage lasts 1 hour 55 minutes, the second stage lasts 10 minutes, the third stage lasts 10 minutes, the fourth stage is monitored for 2 hours. The baby was born spontaneously, full term, cried immediately, with reddish skin colour and good muscle tone. The placenta was delivered complete, the bleeding was around 100 cc, and no tears were found in the birth canal. Postpartum and newborn visits were carried out on February 18 2026. The results of the examination showed that the mother was in good condition, vital signs were within normal limits, TFU 2 fingers below the center, lochea rubra was normal, and there were no signs of infection. Newborn examination showed a male baby weighing 3,500 grams, body length 49 cm, head circumference 32cm and chest circumference 30 cm. Overall, comprehensive midwifery care for Mrs. S has been implemented well. Pregnancy, childbirth, postpartum and the neonatal period proceed physiologically without complications. Sustainable care is expected to maintain the health of mothers and babies and support early detection if health problems occur. Keywords: Comprehensive Midwifery Care, Continuity Of Care (COC), Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Newborn.

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.S di Puskesmas Sebengkok

ADINDA NOPRIANI SAPUTRI
2026 · Thesis · Open Access

Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan kepada perempuan sepanjang siklus kehidupannya, khususnya pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir. tujuannya dilakukan Asuhan Kebidanan Komprehensif diberikan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi, mendeteksi dini serta menangani komplikasi dan memberikan dukungan dan edukasi secara berkelanjutan. Asuhan Kebidanan yang dilakukan di Puskesmas Sebengkok pada Ny. S G1P0A0 yaitu dengan melakukan kunjungan antenatal care (ANC) hanya 3 kali selama kehamilan, padahal anjuran pemerintah ANC dilakukan 6x sampai dengan usia kehamilan 38 minggu. Pada saat pemeriksaan kunjungan ANC Ny. S ada beberapa standar asuhan 10 T yang dilakukan di Puskesmas Sebengkok pada tanggal 17 Maret 2026 pukul 08.00 WITA. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 20 Maret 2026 pukul 05.25 WITA ibu datang dengan keluhan rasa mules pada perut serta keluarnya lendir yang bercampur dengan darah dari jalan lahir. Pada proses persalinan kala 1 Ny. S terjadi partus presipitatus atau partus yang berlangsung dengan sangat cepat sekitar 5 jam 25 menit, tetapi tidak terjadi resiko atau komplikasi seperti perdarahan dan retensio plasenta. Pada kala II persalinan yang berlangsung selama 37 menit, dengan lahirnya bayi perempuan yang memiliki berat badan 3000 gram, panjang badan 47 cm, lingkar kepala 31 cm dan lingkar dada 30 cm, kala III berlangsung 5 menit dengan plasenta lahir lengkap dan terdapat robekan perineum grade 2, kala IV berlangsung 2 jam. Asuhan nifas dilakukan pada 26 jam (KF 1), dan 6 hari (KF2) postpartum didapatkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan masalah pada Ny. S. Asuhan bayi baru lahir dilakukan pada 26 jam (KN1) dan 6 hari (KN2) tidak didapatkan masalah pada bayi Ny. S. Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S di mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir efektif memantau dan menjaga Kesehatan ibu dan bayi sesuai dengan kebutuhan dan wewenang bidan. Diharapkan kedepannya bagi calon bidan yang akan memberikan asuhan kebidanan komprehensif dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga saat menghadapi pasien dapat memberikan asuhan kebidanan secara optimal sesuai dengan standar asuhan kebidanan.

ANALISIS MINAT MEMBACA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

RYAN MARCELINO
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya minat membaca sebagai penunjang keberhasilan akademik mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Namun, berdasarkan observasi awal, minat membaca mahasiswa belum optimal dan belum menjadi kebiasaan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat membaca mahasiswa PGSD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan tahun akademik 2025/2026, dengan sampel sebanyak 104 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca mahasiswa berada pada kategori tinggi (69,23%), cukup (26,92%), dan rendah (3,85%). Indikator motivasi membaca memiliki nilai tertinggi, sedangkan kebiasaan membaca terendah meskipun masih dalam kategori tinggi. Faktor yang memengaruhi minat membaca meliputi faktor internal (motivasi, kebiasaan, persepsi) dan faktor eksternal (lingkungan, fasilitas, dukungan dosen) yang keduanya berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, frekuensi membaca mahasiswa masih rendah dan belum dilakukan secara rutin. Dengan demikian, minat membaca mahasiswa PGSD tergolong tinggi, namun belum mencapai kategori sangat tinggi secara merata. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kebiasaan membaca melalui dukungan internal dan eksternal secara berkelanjutan.

Eksplorasi kualitatif pengalaman pasien Chronic Kidney Disease (CKD) hemodialisis dengan pembatasan asupan cairan

SITI HUSNUL KHOTIMAH
2026 · Thesis · Open Access

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisis. Pada pasien yang menjalani hemodialisis, pembatasan asupan cairan merupakan bagian penting dalam mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan. Namun, banyak pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan pembatasan cairan akibat rasa haus yang tinggi serta perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien CKD yang menjalani hemodialisis dalam melakukan pembatasan asupan cairan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 13 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu restriksi cairan sebagai pola hidup yang baru, ketidakpatuhan dalam pembatasan cairan, adaptasi pasien hemodialisis dalam pembatasan cairan, dan dukungan dalam menjalankan pembatasan cairan. Pasien mengalami berbagai tantangan dalam membatasi cairan, tetapi tetap berusaha beradaptasi melalui dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan asupan cairan memberikan dampak fisik dan psikologis bagi pasien hemodialisis. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan kemampuan adaptasi pasien berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan.

Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan, dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan pada KFC di Kota Tarakan (Studi pada Masyarakat Kota Tarakan)

ISNANIA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada KFC di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah melakukan pembelian di KFC Tarakan, dengan teknik purposive sampling sebanyak 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kualitas layanan berpengaruh negatif dan signifikan, sementara kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas produk yang baik dan kepuasan pelanggan yang tinggi menjadi faktor kunci dalam membentuk loyalitas pelanggan KFC di Kota Tarakan.

Dynamic Economic Dispatch Dengan Integrasi Photovoltaic (PV) dan Pump Storage Hydroelectricity (PSH)

ALIF FAQLI SAMUDRA
2026 · Thesis · Open Access

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat menuntut sistem tenaga listrik yang efisien, andal, serta berkelanjutan. Salah satu pendekatan strategis untuk mencapai efisiensi tersebut adalah Dynamic Economic Dispatch (DED), yaitu optimasi pembagian beban pembangkitan listrik secara ekonomis berdasarkan perubahan beban dan kondisi sistem setiap waktu. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan DED dengan integrasi Photovoltaic (PV) dan Pump Storage Hydroelectricity (PSH) guna meminimalkan total biaya operasional dan emisi sistem tenaga listrik. Metode yang digunakan adalah pemodelan sistem IEEE 30-Bus menggunakan perangkat lunak GAMS dengan pendekatan Quadratic Programming (QP), dengan tiga skenario utama: sistem existing, sistem dengan integrasi PV, dan sistem dengan integrasi PV dan PSH. Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi PV 50% mampu menurunkan biaya operasional sebesar $2.718,52 (17,16%) dan emisi sebesar 1.723,63 kg (20,70%) dibanding skenario existing. Penambahan PSH meningkatkan penghematan biaya menjadi $2.763,32 (17,44%) dan reduksi emisi menjadi 2.015,42 kg (24,20%), sekaligus menggeser pola charging dari dini hari ke siang hari (jam 10–15) mulai penetrasi 30% guna menyerap surplus PV. Dibandingkan skenario PV 50% tanpa PSH, konfigurasi PV 50% dengan PSH terbukti lebih hemat biaya operasional sebesar $44,81 (0,34%), dengan ramp-up tertinggi G1 sebesar 43,767 MW/jam masih dalam batas teknis 65 MW/jam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem tenaga listrik yang berkelanjutan dan menjadi referensi bagi penerapan teknologi energi hijau di Indonesia.

PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIDESA LIDUNG PAYAU KECAMATAN KAYAN SELATAN KABUPATEN MALINAU MELALUI ADAT DAYAK KENYA

MERANG DIAN
2026 · Thesis · Open Access

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap korban, keluarga, dan tatanan sosial masyarakat. Di Indonesia, penanganan KDRT telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Namun, dalam masyarakat adat, khususnya di wilayah pedesaan, penyelesaian KDRT tidak selalu ditempuh melalui mekanisme hukum negara, melainkan melalui hukum adat yang hidup dan dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini mencerminkan adanya pluralisme hukum dalam praktik penegakan hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penyelesaian KDRT melalui Lembaga Adat Dayak Kenyah di Desa Lidung Payau, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, dengan ketentuan UU PKDRT, serta untuk mengkaji peran lembaga adat tersebut dalam menyelesaikan kasus KDRT. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur yang relevan dengan hukum adat dan perlindungan korban KDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian KDRT melalui adat Dayak Kenyah menekankan prinsip musyawarah, keseimbangan, keharmonisan, dan pemulihan hubungan sosial. Penyelesaian dilakukan secara bertahap, dimulai dari musyawarah keluarga besar, sidang adat yang dipimpin oleh tetua adat, hingga penjatuhan sanksi adat berupa denda adat, permintaan maaf terbuka, dan ritual pemulihan. Pendekatan ini mencerminkan keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan korban, tanggung jawab pelaku, dan terjaganya harmoni komunitas. Secara substantif, mekanisme adat tersebut sejalan dengan tujuan UU PKDRT dalam mencegah kekerasan berulang dan memulihkan korban. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penyelesaian adat memiliki keterbatasan, terutama dalam kasus KDRT berat seperti kekerasan fisik berat dan kekerasan seksual. Dalam kasus demikian, penyelesaian adat tidak dapat menggantikan kewajiban negara untuk melakukan penegakan hukum pidana demi menjamin perlindungan hukum yang optimal bagi korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian KDRT di Desa Lidung Payau idealnya dilakukan melalui harmonisasi antara hukum adat dan hukum negara. Lembaga adat berperan sebagai mekanisme pemulihan sosial dan budaya, sedangkan hukum negara menjamin perlindungan hak korban dan penegakan hukum. Sinergi kedua sistem hukum ini penting untuk mewujudkan keadilan substantif yang berlandaskan perlindungan korban dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat.

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN ADDITIVE (SERAT DAUN NANAS) TERHADAP LAPISAN PERKERASAN TIPE OPEN GRADED FRICTION COURSE (OGFC) 13

MELANI
2026 · Thesis · Open Access

Campuran Open Graded Friction Course (OGFC) 13 memiliki kemampuan drainase yang baik, namun rentan terhadap kerusakan berupa raveling, rendahnya stabilitas, dan kehilangan aspal (draindown). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap kinerja campuran dan menentukan kadar optimum serat. Metode yang digunakan meliputi eksperimen laboratorium dengan pengujian secara langsung terhadap benda uji dengan variasi kadar serat 0,25%; 0,50%; 0,75%; dan 1,00%. Pada tiap variasi kadar serat dibuat sebanyak 30 buah benda uji pada kadar aspal optimum 5,65%. Sebanyak 10 benda uji untuk pengujian raveling, 10 benda uji untuk pengujian draindown, dan 10 benda uji untuk pengujian stabilitas dan permeabilitas. Sehingga, total benda uji berjumlah 120 buah benda uji. Penelitian ini dilaksanakan dengan merujuk pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025, Standar Nasional Indonesia dan Spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) 1997. Penambahan serat daun nanas meningkatkan stabilitas hingga 1239,33 kg pada kadar serat 0,50%, draindown 0,07% pada kadar serat 0,25%, permeabilitas 0,41 cm/s pada kadar serat 0,50%, dan raveling 52,89% pada kadar serat 0,50%. Serat daun nanas efektif meningkatkan stabilitas, draindown, dan permeabilitas, hanya belum mampu memenuhi standar raveling. Sehingga, diperoleh kadar serat optimum pada variasi 0,50%. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi variasi panjang serat dan kadar serat disekitar nilai optimum.

Deskripsi Peran Guru Sebagai Motivator Dalam Pembelajaran Pada Siswa Kelas IV-B Di SDN 013 Tarakan

MEMEY
2026 · Thesis · Open Access

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di kelas IV-B SDN 013 Tarakan, masih terdapat siswa yang kurang aktif dan kurang fokus selama proses pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran pada siswa kelas IV-B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru kelas IV-B dan tiga siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya sebagai motivator melalui beberapa indikator, yaitu: (1) mendorong keaktifan siswa dengan memberikan pertanyaan, meminta siswa menjawab di depan kelas, dan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok; (2) menciptakan suasana kelas yang kondusif dengan mengatur tempat duduk, menegur siswa yang ribut, dan memberikan ice breaking; (3) menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi seperti diskusi kelompok, tanya jawab, kuis, dan penggunaan proyektor; (4) menunjukkan antusias dan semangat dalam mengajar melalui sikap ramah, suara yang jelas, serta pemberian motivasi; (5) memberikan penghargaan berupa pujian, acungan jempol, tepuk tangan, dan nilai tambahan kepada siswa yang aktif; dan (6) menciptakan aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung melalui kerja kelompok dan penyelesaian proyek bersama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran telah terlaksana dengan baik meskipun masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dan kurang fokus selama pembelajaran berlangsung.