Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 29 dari 338

Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pulau Bunyu Kalimantan Utara

CYNDI CAHYANTI
2026 · Thesis · Open Access

Pulau Bunyu merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami perubahan garis pantai akibat interaksi antara energi gelombang Laut Sulawesi, suplai sedimen daratan, dinamika muara, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai secara multitemporal serta faktor pengendali dinamika pesisir berupa abrasi dan akresi di Pulau Bunyu, khususnya pada kawasan Pantai TPI. Data utama berupa citra satelit multitemporal tahun 2016, 2022, 2024, dan 2026 yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter perubahan dihitung menggunakan End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR), serta interpretasi spasial terhadap sebaran abrasi dan akresi. Analisis didukung oleh data gelombang, angin, fetch, pasang surut, dan arus perairan. Hasil menunjukkan bahwa 66 transek (68,04%) mengalami abrasi yang terkonsentrasi pada segmen timur–tenggara yang terpapar langsung gelombang Laut Sulawesi, sedangkan 31 transek (31,96%) mengalami akresi yang terkonsentrasi di wilayah muara akibat suplai sedimen fluvial. Nilai EPR berkisar antara −2,99 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,59 m/tahun, sedangkan LRR berkisar antara −2,54 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,80 m/tahun. Gelombang swell dari arah utara menjadi pengendali utama dinamika sedimen, didukung oleh fetch panjang ke arah timur–tenggara. Studi ini menegaskan pentingnya pemantauan garis pantai berbasis citra satelit dan DSAS untuk mendukung pengelolaan pesisir Pulau Bunyu secara adaptif dan berkelanjutan.

ANALISIS USAHATANI KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

RENALDY RAMADANI
2026 · Thesis · Open Access

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

ANALISIS KEBIASAAN MAKAN IKAN HIU SUNGAI Glyphis fowlerae DI PERAIRAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

WAHYU ASRI RAHMADANI
2026 · Thesis · Open Access

Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies elasmobranch yang hidup di perairan tawar dengan status konservasi Critically Endangered serta memiliki distribusi yang terbatas, termasuk di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Informasi mengenai ekologi makan spesies ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan G. fowlerae berdasarkan isi lambung sebagai indikator ekologi makan. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis isi lambung terhadap 40 sampel ikan dengan panjang tubuh 52–99 cm dan berat 1.100–7.100 gram. Analisis meliputi jumlah (N), berat (W), frekuensi kemunculan (F) jenis makanan, Indeks Bagian Terbesar (Index of Preponderance), serta Indeks Kepenuhan Lambung (ISC). Hasil analisis menunjukkan bahwa G. fowlerae bersifat karnivora dengan komposisi makanan utama berupa udang (IP = 75,70%), diikuti ikan (IP = 16,95%), serasah (IP = 4,65%), dan organisme tidak teridentifikasi (IP = 2,71%). Total berat isi lambung yang teridentifikasi mencapai 579,31 gram. Nilai ISC menunjukkan variasi antar individu yang mengindikasikan perbedaan aktivitas makan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa G. fowlerae merupakan predator aktif yang sangat bergantung pada krustasea, terutama udang, sebagai sumber makanan utama di ekosistem Sungai Sesayap.

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DI KELOMPOK TANI TUNAS HARAPAN DESA MAKMUR KECAMATAN TULIN ONSOI KABUPATEN NUNUKAN

BADRI
2026 · Thesis · Open Access

Palm oil is one of Indonesia's principal agricultural commodities and a key driver of agribusiness development across the value chain, from production to processing. Enhancing palm oil production necessitates systematic attention to multiple production factors, particularly within Tulin Onsoi District. This study identifies internal and external factors influencing production and formulates strategies to improve outcomes for the Tunas Harapan Farmer Group. The research was conducted in Tulin Onsoi District with the Tunas Harapan Farmer Group in Desa Makmur. The sample consisted of 14 farmer group members selected through purposive sampling. Data were analyzed using SWOT analysis. The findings identified several internal factors. Strengths comprised high-quality palm fruit, stable harvest volumes across growth phases, sufficient labor availability, government support, and extensive farmland. Weaknesses included limited farmer group activity, suboptimal land conditions, inadequate fertilizer supply, restricted farm capital, and distance from water sources. External opportunities included optimizing harvest potential for increased productivity, institutional support for superior seedling distribution, opportunities for technology adoption in mechanized agriculture, maximizing production output, and access to multiple fresh fruit bunch marketing outlets. Threats consisted of stricter government land regulations, restrictions on subsidized fertilizer allocation, unpredictable weather, rising pesticide prices, and palm oil price volatility. The analysis recommends defensive strategies from quadrant four, specifically eliminating intermediaries by selling directly to palm oil mills, utilizing organic waste for fertilizer production, implementing integrated pest management with natural materials, and collectively substituting organic inputs to reduce production costs.

Analisis Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Merek Minyak Goreng di Kecamatan Sebatik Utara

NURSIMAWATI
2026 · Thesis · Open Access

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan banyak pilihan merek di pasaran. Di Kecamatan Sebatik Utara. Sebagai wilayah perbatasan, Kecamatan Sebatik Utara memiliki karakteristik konsumsi yang unik, karena masyarakat tidak hanya mengenal produk dalam negeri, tetapi juga produk minyak goreng dari Malaysia. Kondisi ini menjadikan persaingan antar merek semakin ketat, sehingga pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan merek menjadi hal yang penting Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemasaran minyak goreng dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang berada di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Kesadaran Merek (X₁) dan Persepsi Kualitas (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pemilihan Merek (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Namun, secara parsial hanya Persepsi Kualitas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek, sedangkan Kesadaran Merek tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan kualitas produk dibandingkan tingkat popularitas atau pengenalan merek dalam menentukan pilihan minyak goreng.

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT DIKELURAHAN KARANG HARAPAN, KECAMATAN TARAKAN BARAT, KOTA TARAKAN

FATHUR RAHMAN
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.

ANALISIS RANTAI PASOK DAN SALURAN PEMASARAN KOMODITAS CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DI KECAMATAN MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

MELY YULSI PRISCILA
2026 · Thesis · Open Access

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.

ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L) DI KOTA TARAKAN

AGUSTINA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung

THE EFFECT OF FLASHCARDS ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF EIGHT GRADE AT SMPN 11 TARAKAN

M.RIZAL
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.

Deskripsi media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD negeri 043 Tarakan

BILI RUDI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD Negeri 043 Tarakan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif Subjek penelitian yaitu GK1 dan GK2 Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru menggunakan berbagai media, termasuk audio, visual, audio-visual, dan multimedia, untuk mendukung proses belajar mengajar Media yang digunakan meliputi mikrofon, jam kardus, piring penggaris gambar, speaker, led, laptop, permainan matematika, pulpen, video pembelajaran, dan pensil warna, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran Guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan media tersebut, sehingga variasi media yang relevan mempermudah proses belajar mengajar. This research is aimed at describing the mathematics learning media applied by phase A teachers at SD Negeri 043 Tarakan. The type of research applied is descriptive qualitative. The research subjects were GK1 and GK2 The data collection techniques applied were in the form of observation sheets, interview sheets, and documentation The data analysis techniques applied consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings from this research reveal that teachers use various media, including audio, visual, audio-visual, and multimedia, to support the teaching and learning process. The media used include microphones, cardboard clocks, plates, drawing rulers, speakers, LCDs, laptops, math games, pens, learning videos, and coloured pencils, which are adjusted to the learning objectives Teachers do not face difficulties in using this media, so that the variety of relevant media makes the teaching and learning process casier.

PENGEMBANGAN LKPD “FUN FRACTION” BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI PECAHAN UNTUK SISWA KELAS V SDN 013 TARAKAN

INDRIYANI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan bahan ajar yang mengaitkan materi pecahan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Selain itu, konsep pecahan yang bersifat abstrak menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD “Fun Fraction” berbasis kontekstual pada materi pecahan serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya bagi siswa kelas V SDN 013 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian dibatasi sampai tahap Develop karena berfokus pada proses pengembangan, validasi, dan uji coba produk. Produk divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, kemudian diuji cobakan kepada siswa melalui uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase sebesar 84% dari ahli materi, 82% dari ahli bahasa, dan 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Tingkat kepraktisan memperoleh persentase sebesar 90% pada uji coba terbatas dengan kategori sangat praktis dan 80,5% pada uji coba lapangan dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD “Fun Fraction” berbasis kontekstual memenuhi kriteria sangat layak dan praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi pecahan di sekolah dasar.

Uji Efisiensi Kitosan dan Media Filter Termodifikasi Terhadap Parameter Fisik-Kimia Air Sumur Bor di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan

ERNITA TANDI
2026 · Thesis · Open Access

Meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Tarakan mendorong masyarakat memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber air alternatif. Namun, kualitas air sumur bor di Kelurahan Mamburungan belum memenuhi baku mutu air higiene sanitasi karena memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, kadar besi (Fe) yang tinggi, serta teridentifikasi berbau. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik-kimia air sumur bor sebelum dan sesudah pengolahan serta menentukan efisiensi kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi dalam meningkatkan kualitas air. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan kitosan yang dilanjutkan dengan filtrasi menggunakan media filter termodifikasi yang terdiri atas cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix), arang aktif, pasir silika, kerikil, dan busa filter. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, pH, nitrat, nitrit, dan besi (Fe). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) serta dihitung nilai efisiensi pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p-value = 1,000), sedangkan parameter TDS, kekeruhan, pH, nitrat, dan Fe mengalami perubahan yang signifikan setelah pengolahan (p-value 0,05). Pengolahan mampu menurunkan TDS dengan efisiensi 73,6%, kekeruhan 94,1%, nitrat 39,6%, dan Fe 91,2%, serta meningkatkan pH dari kondisi asam menjadi memenuhi baku mutu. Parameter bau berubah dari berbau menjadi tidak berbau, sedangkan nitrit tetap memenuhi baku mutu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi efektif meningkatkan kualitas fisik-kimia air sumur bor sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan air skala rumah tangga di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan.

Efisiensi Koagulasi Kitosan, Filtrasi, dan Kombinasi keduanya terhadap penurunan kadar BESI (Fe) pada air sumur bor Mamburungan

PUTRI PATRISIA
2026 · Thesis · Open Access

Sumur bor merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat Kelurahan Mamburungan RT 07 Kota Tarakan. Berdasarkan hasil pengujian, air sumur bor di lokasi penelitian mengandung kadar besi (Fe) sebesar 2,2 mg/L yang melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi koagulasi kitosan, filtrasi, dan kombinasi koagulasi-filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tiga perlakuan, yaitu koagulasi menggunakan kitosan, filtrasi menggunakan media cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil, serta kombinasi koagulasi-filtrasi. Pengujian kadar Fe dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) berdasarkan SNI 6989.4:2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Fe setelah perlakuan koagulasi sebesar 0,827 ± 0,059 mg/L, filtrasi sebesar 0,350 ± 0,110 mg/L, dan kombinasi koagulasi-filtrasi sebesar 0,190 ± 0,105 mg/L. Efisiensi penurunan kadar Fe pada masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 62,42%, 84,09%, dan 91,36%. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar Fe (Fhitung = 30,59 > Ftabel = 5,14). Perlakuan kombinasi koagulasi-filtrasi merupakan metode yang paling efektif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor.

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

ELSA LESTARI
2026 · Thesis · Open Access

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi komoditas unggulan pada sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama di Kota Tarakan adalah rendahnya tingkat keberdayaan petani dalam mengakses, teknologi budidaya informasi, permodalan, serta strategi pemasaran hasil produksi. Selain itu, harga rumput laut juga sering mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani rumput laut, tingkat keberdayaan petani rumput laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda yang mencakup uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, menjadikan budidaya rumput laut sebagai pekerjaan utama, serta memiliki pendapatan dan produksi yang relatif baik. Tingkat keberdayaan petani tergolong tinggi dengan persentase sebesar 86%. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani adalah pemberdayaan petani dan persepsi petani, dengan persepsi petani sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat keberdayaan.

ASPEK REPRODUKSI IKAN PELIAN (Tor tambroides) DI SUNGAI MENTARANG HULU DESA LONG BERANG KABUPATEN MALINAU, KALIMANTAN UTARA

GUNADI YACANG
2026 · Thesis · Open Access

Ikan Pelian (Tor tambroides) merupakan salah satu ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang hidup pada perairan sungai berarus deras dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan lingkungan. Informasi mengenai aspek reproduksi ikan pelian diperlukan sebagai dasar pemgelolaan dan koservasi sumber daya ikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan pelian yang meliputi Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) di Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari – Maret 2026 mengunakan metode deskriftif kuantitatif. Sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jala. Sebanyak 62 ekor ikan pelian berhasil dikumpulkan yang terdiri atas 38 ekor jantan dan 24 ekor betina. Pengamatan dilakukan melalui identifikasi Jenis Kelamin, pengamatan Tingkat Kematangan Gonad serta perhitungan Indeks Kematangan Gonad. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nisbah Kelamin ikan Pelian tidak seimbang dengan perbandingan jantan dan betina sebesar 1,0: 0,63, dimana ikan jantan lebih dominan dibandingkan ikan betina. Tingkat Kematangan Gonad ikan jantan ditemukan pada TKG I dan II, sedangkan ikan betina ditemukan pada TKG I, II, III, dan IV. Nilai IKG ikan jantan berkisar antara 0,01 – 0,52%, sedangkan ikan betina berkisar antara 0,17 – 7,10%. Nilai IKG tertinggi ditemukan pada ikan betina TKG IV sebesar 5,73 – 7,10%, yang dimana menunjukan gonad telah matang dan siap memijah. Keberadaan ikan betina pada TKG IV mengindikasikan bahwa Sungai Mentarang Hulu diduga menjadi salah satu lokasi pemijahan ikan pelian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam upaya pengelolaan dan konsrvasi ikan pelian secara berkelanjutan.

ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI DESA TERAS NAWANG KABUPATEN BULUNGAN

EFRILTA FRENTISER
2026 · Thesis · Open Access

Sektor pertanian padi sawah memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional, namun petani sering berada pada posisi tawar yang lemah akibat keterbatasan akses informasi harga, teknologi pascapanen, dan jaringan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan pelaku rantai pasok beras di desa Teras nawang Kabupaten Bulungan, dan (2) menganalisis rantai pasok beras di desa Teras Nawang. Penelitian ini dilaksanakan di desa teras nawang kecamatan tanjung palas, kabupaten bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner terhadap petani, penggilingan padi, dan pedagang selaku responden. Metode analisis data mengunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras di desa Teras Nawang melibatkan empat pelaku utama, yaitu petani, usaha penggilingan padi, pedagang, dan konsumen. Aliran produk dalam rantai pasok beras di desa Teras Nawang bergerak secara linear dari petani sebagai produsen utama menuju penggilingan padi, kemudian ke pedagang, dan kepada konsumen. Aliran informasi mengenai harga berjalan secara asimetris dari pedagang kepada petani, sehingga posisi tawar petani masih relatif lemah. Aliran finansial dalam rantai pasok beras di desa Teras Nawang bergerak berlawanan arah dengan aliran produk menunjukkan bahwa setiap pelaku memperoleh bagian nilai ekonomi sesuai dengan peran, biaya, dan posisi tawarnya.

PERAN BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II TARAKAN DALAM REINTEGRASI SOSIAL KLIEN TERORISME

DEFFI MAISAH
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dalam reintegrasi sosial klien terorisme serta pembimbingan yang dilakukan terhadap klien terorisme. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji kesesuaian antara ketentuan normatif dengan pelaksanaannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dalam reintegrasi sosial klien terorisme belum berjalan secara optimal. Klien terorisme yang menjadi objek penelitian merupakan klien limpahan dari Lembaga Pemasyarakatan Bandung dan selama menjalani masa pembimbingan tidak pernah mengikuti program pembimbingan kepribadian, kemandirian, maupun kegiatan pembimbingan lainnya yang diselenggarakan Balai Pemasyarakatan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan normatif yang mewajibkan pelaksanaan pembimbingan terhadap seluruh klien pemasyarakatan dengan praktik yang terjadi di lapangan. Hambatan yang dihadapi meliputi luasnya wilayah kerja, ketidakseimbangan antara jumlah Pembimbing Kemasyarakatan dengan jumlah klien yang ditangani, serta belum adanya regulasi khusus mengenai mekanisme pembimbingan klien tindak pidana terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan optimalisasi pelaksanaan pembimbingan terhadap klien tindak pidana khusus guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial dan mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOKSIKSITAS, DAN KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK Sargassum sp DARI PERAIRAN NUNUKAN

DANDI
2026 · Thesis · Open Access

Sargassum sp merupakan makroalga cokelat yang keberadaannya cukup melimpah di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, dan diketahui berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, kandungan senyawa bioaktif, serta tingkat toksisitas pada berbagai ekstrak Sargassum sp. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan menggunakan empat jenis pelarut, yakni etanol 96%, etil asetat, n-heksana, dan petroleum eter. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, identifikasi senyawa bioaktif dilaksanakan melalui uji fitokimia, sementara pengujian toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 3,93 ppm, diikuti oleh ekstrak n-heksana dan etanol dengan nilai IC50 masing-masing 55,49 ppm dan 64,20 ppm, serta petroleum eter sebesar 4.032,33 ppm. Uji fitokimia mengkonfirmasi keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin dalam ekstrak. Adapun hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 petroleum eter sebesar 219,7475 ppm, n-heksana 257,8258 ppm, etil asetat 559,898 ppm, dan etanol 478.300.000.000 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak petroleum eter memiliki tingkat toksisitas tertinggi.