NURATIKA
2026 · Book · Open Access
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATERI GAYA DI KELAS IV B SDIT IBNU ABBAS TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi gaya dikelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pop-up book. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dihentikan pada siklus I karena hasil yang diperoleh telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi gaya. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 91,30% dengan 21 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM) dan 2 siswa belum mencapai KKM. Hasil observasi aktivitas siswa pada aspek sikap memperoleh presentase sebesar 84,35% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,52% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 70% siswa mencapai nilai KKM 67. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya di kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan.
RAMA MAULIA PARSA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi lembar observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua yang diambil dari hasil reduksi data yang dipilih secara pusposive sampling dari tanggapan kuesioner yang diisi oleh 26 siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan, yang menunjukkan atau tidak menunjukkan kedisiplinan dengan nilai-nilai sila ke-2 tersebut. Hasil pada penelitian ini mendeskripsikan bahwa S1 bisa menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti berbicara sopan kepada guru maupun teman, memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajaran serta datang tepat waktu ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia seperti menjaga kebersihan kelas, mengerjakan tugas tepat waktu serta melaksanakan piket sesuai dengan jadwal, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti tidak memilih-milih teman pada saat bermain maupun belajar serta tidak mengejek teman pada saat bermain maupun belajar. Pada S2 belum bisa menerapkan hingga perlu bimbingan dalam menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap prilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti kurang berbicara sopan kepada guru maupun teman,tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajran serta datang terlambat ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak mengerjakan tugas tepat waktu serta tidak melaksanakan piket kelas, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti memilih-milih teman saat bermain maupun belajar serta mengejek teman pada saat bermian maupun belajar.
NADIA FARRA REICHAN
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan dalam penggunaan kata santun sehari-hari, yang dipengaruhi oleh dampak globalisasi dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Metode pembelajaran konvensional dinilai belum mampu membentuk kebiasaan bersikap santun secara optimal, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media flashcard magic words berbasis pendidikan karakter sopan santun, serta mengetahui sikap sopan santun peserta didik kelas V-C dalam penggunaan media tersebut pada kegiatan belajar maupun interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap Development, sedangkan tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan cakupan penelitian sehingga penyebaran media secara lebih luas belum dapat dilakukan. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket kemenarikan siswa, dan lembar observasi pembiasaan sikap sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard magic words dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli media (95,38%), validasi ahli bahasa (90%), dan validasi praktisi (96,36%). Tingkat kemenarikan media pada uji coba terbatas mencapai 97,92% dan pada uji coba lapangan sebesar 91,76%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Adapun hasil analisis sikap sopan santun peserta didik setelah menggunakan media memperoleh persentase sebesar 61,42%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media flashcard magic words layak, menarik, dan cukup baik digunakan untuk membentuk karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan.
MARDI MARSON
2026 · Book · Open Access
DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.
LU'LU' MUTHOHIRAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah berdasarkan teori Nolting pada siswa kelas V MI Al-Mujahidin Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Calon subjek penelitian terdiri atas 16 siswa kelas V yang diberikan tes uraian, kemudian dipilih tiga subjek yang mewakili kategori kemampuan tinggi (S1), sedang (S2), dan rendah (S3). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori tinggi (S1) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Subjek kategori sedang (S2) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Sementara itu, subjek kategori rendah (S3) mengalami seluruh jenis kesalahan menurut teori Nolting, yaitu Misread-Directions Error, Careless Error, Concept Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Kesalahan yang dialami oleh semua subjek dan pada seluruh soal yang dianalisis adalah Test-Taking Error, yang ditunjukkan dengan tidak menyajikan kesimpulan akhir sesuai dengan konteks soal. Sebagai temuan tambahan, penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan proses dan hasil penyelesaian soal secara tertulis masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan, mencantumkan satuan, serta menyajikan kesimpulan sesuai konteks soal.
FITRIANA M
2026 · Book · Open Access
Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.
SISKA YULIANI FITRI
2026 · Book · Open Access
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.
DINA MARSELA
2026 · Book · Open Access
This research aims to determine the level of teacher readiness and barriers to digitizing mathematics learning at SDN 001 Sebatik Utara, in terms of the TPACK framework and barrier theory. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The research subjects included all teachers involved in the mathematics learning process, with a total sample of 18 teachers determined using total sampling techniques. Data collection was carried out using instruments in the form of questionnaires and interview guides. The research results show that the level of teacher readiness in facing the digitalization of mathematics learning consists of 22% of teachers in the high category, 72% in the medium category, and 6% in the low category. Meanwhile, the level of obstacles faced by teachers shows that 17% are in the high category, 61% in the medium category, and 22% in the low category. Based on these results, it can be concluded that the level of teacher readiness is generally in the medium category, but implementation is not yet fully optimal because there are still limitations in mastery of technology and experience in using digital devices for some teachers.
IRMAWAHIDA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas IV dalam memahami materi pengukuran konversi satuan baku panjang dan berat serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran konkret dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran TAPIRBAR (Tangga Pintar Satuan Baku Panjang dan Berat) pada materi pengukuran konversi satuan baku panjang dan berat untuk siswa kelas IV B SDN 013 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Kelayakan media diperoleh melalui validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui angket respons guru dan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 91,6% dengan kategori sangat layak dan validasi ahli media sebesar 89,6% dengan kategori sangat layak, sehingga diperoleh rata-rata kelayakan sebesar 90,6% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas menunjukkan respons guru sebesar 95,8% dan respons siwa sebesar 97,5%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Setelah dilakukan perbaikan pada bagian lubang pemasangan komponen media, hasil uji coba lapangan menunjukkan respons guru sebesar 100% dan respons siswa sebesar 97,03%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Hasil rekapitulasi respons guru dan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan memperoleh persentase rata-rata sebesar 97,6% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media pembelajaran TAPIRBAR dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran matematika materi pengukuran konversi satuan baku panjang dan berat bagi siswa kelas IV sekolah dasar.
ALBERT
2026 · Book · Open Access
Sirih tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) merupakan tumbuhan herbal yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid yang tersimpan dalam struktur sekretori. Penelitian terdahulu baru sebatas mengkaji keberadaan senyawa melalui ekstraksi umum tanpa menggambarkan lokasi dan distribusinya secara histokimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe struktur sekretori, mengidentifikasi lokasi kandungan senyawa dalam sel dan jaringan, serta mengkaji potensi P. pellucida sebagai sumber belajar biologi, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui sayatan tangan bebas (free hand section) pada batang dan daun serta uji histokimia (reagen Wagner, kupri asetat, dan Sudan IV). Hasil menunjukkan P. pellucida memiliki dua tipe struktur sekretori, yaitu trikoma kelenjar peltate eksternal batang dan daun yang positif alkaloid, serta sel idioblas internal hanya daun yang positif terpenoid; senyawa lipofilik tidak terdeteksi pada kedua struktur. Setiap struktur hanya menyimpan satu golongan metabolit secara spesifik, menunjukkan efisiensi pemisahan jalur biosintesis. Data tipe, ukuran, kerapatan, dan lokasi senyawa pada struktur sekretori dinilai relevan dikembangkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, dalam bentuk modul atau lembar kerja praktikum berbasis riset lokal.
NADIA ANINDITA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran terutama pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan. Proses pembelajaran masih didominasi oleh buku cetak, dan meskipun menggunakan media pembelajaran, media tersebut masih sederhana, kurang menarik, kurang tahan lama, serta belum sesuai dengan karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran KOSIBAS (Kotak Sifat Bangun Segiempat) pada materi sifat-sifat segiempat kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran KOSIBAS mendapat persentase kelayakan sebesar 91,6% dari ahli media, dan 87,5% dari ahli materi dengan rata-rata keseluruhan sebesar 89,55% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Sementara itu, media pembelajaran KOSIBAS juga mendapat persentase kepraktisan sebesar 100% dari guru dan 100% dari siswa pada uji coba terbatas, serta 95% dari guru dan 97,31% dari siswa pada uji coba lapangan, dengan rata-rata keseluruhan mendapat persentase 98,07% yang ternasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil observasi keterlaksanaan penggunaan media pembelajaran KOSIBAS juga menunjukkan bahwa seluruh tahapan dapat terlaksana dengan baik. Maka, media pembelajaran KOSIBAS pada materi sifat-sifat segiempat kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan telah dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
HIDAYATULLAH
2026 · Book · Open Access
REZKY AMANDA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
SITI HADIJAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pekerja terhadap penahanan ijazah dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu di Kota Tarakan serta mengetahui akibat hukum yang timbul dari tindakan penahanan ijazah oleh pemberi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilaksanakan di Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan wawancara dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap pekerja atas praktik penahanan ijazah bisa dilakukan melalui mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang tersedia. Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/5/HK.04.00/V/2025 memuat kebijakan terkait larangan penahanan ijazah, namun belum sepenuhnya mencegah praktik tersebut karena tidak disertai sanksi khusus dan belum didukung oleh peraturan khusus di tingkat daerah. Selain itu, akibat hukum dari penahanan ijazah dapat mempengaruhi keabsahan persyarat kesepakatan dalam perjanjian kerja apabila terbukti terdapat ketidakseimbangan posisi tawar menawar dan keterpaksaan ekonomi. Penahanan ijazah tanpa dasar hukum yang sah juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi pekerja, sehingga dapat dianalisis sebagai Perbuatan Melawan Hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata apabila seluruh unsurnya terpenuhi. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan khusus di tingkat daerah, transparansi pemberi kerja dalam proses rekrutmen, serta peningkatan pemahaman hukum bagi pekerja.
NURUL HUDA
2026 · Book · Open Access
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PEMERASAN MELALUI VIDEO CALL SEX (VCS) MEDIA DIGITAL DI POLRES NUNUKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemerasan melalui Video Call Sex (VCS) media digital dalam tinjauan kriminologi serta menganalisis upaya penanggulangannya oleh Polres Nunukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kasat Reskrim Polres Nunukan, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pemerasan melalui VCS dilakukan dengan memanfaatkan rekaman atau konten intim korban sebagai alat ancaman untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana tersebut meliputi motif memperoleh keuntungan, hubungan pacaran atau mantan pasangan, kerentanan korban yang sebagian masih berstatus pelajar, stigma sosial, rasa malu dan takut korban untuk melapor, serta kemudahan media digital dalam merekam, menyimpan, dan menyebarkan konten intim. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan kondisi kerentanan korban dan perkembangan teknologi digital untuk melakukan pemerasan. Berdasarkan Teori Strain Robert K. Merton, tindakan pelaku merupakan bentuk innovation, yaitu upaya mencapai tujuan memperoleh keuntungan dengan menggunakan cara yang tidak sah atau melawan hukum. Upaya penanggulangan oleh Polres Nunukan dilakukan melalui upaya preventif, represif, dan non-penal. Upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi bahaya VCS dan edukasi keamanan digital, terutama kepada pelajar dan remaja. Upaya represif dilakukan melalui penerimaan laporan, penyelidikan, penyitaan bukti elektronik, pemeriksaan saksi, dan forensik digital. Sementara itu, upaya non-penal dilakukan melalui edukasi kepada keluarga, sekolah, dan masyarakat serta pemberian perlindungan kepada korban agar berani melaporkan tindak pidana yang dialaminya.
ANINDITA PUTRI UTAMI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi korban dari tindak kejahatan child grooming, serta menganalisis upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban child grooming meliputi faktor usia, ketidakmatangan emosional, kurangnya pengawasan orang tua, kebutuhan terhadap perhatian dan kasih sayang, kondisi ekonomi, penggunaan media sosial tanpa pendampingan, ketimpangan relasi kuasa, budaya diam, serta stigma terhadap korban. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dipahami sebagai kesalahan anak, melainkan sebagai kondisi kerentanan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Berdasarkan perspektif viktimologi, anak merupakan korban yang mengalami viktimisasi primer melalui manipulasi, ancaman, pemaksaan, dan eksploitasi seksual, serta berpotensi mengalami viktimisasi sekunder akibat stigma, penghakiman, dan perlakuan yang tidak sensitif. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan penyelenggara platform digital. Pencegahan tersebut meliputi pendidikan perlindungan diri, peningkatan literasi digital, pengawasan yang proporsional, mekanisme pengaduan yang ramah anak, penegakan hukum, perlindungan identitas, pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan korban.
MIFTAHUL ADNAN AZHARI
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman Artemia salina terhadap profil nutrisi Artemia yang diperkaya dengan Chlorella vulgaris serta menentukan durasi perendaman optimal untuk menghasilkan Artemia dengan kualitas terbaik. Artemia salina banyak digunakan sebagai pakan alami larva ikan dan udang, namun dalam bentuk tidak diperkaya memiliki keterbatasan nutrisi, khususnya asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti EPA dan DHA, sehingga diperlukan metode bioenrichment menggunakan mikroalga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu P0 (kontrol tanpa bioenrichment), P1 (bioenrichment selama 9 jam), dan P2 (bioenrichment selama 12 jam), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tetas, Survival rate, kadar protein, lemak, karbohidrat, serta profil asam lemak Chlorella vulgaris. Hasil uji pendahuluan menunjukkan salinitas 25 ppt memberikan daya tetas dan Survival rate lebih tinggi dibandingkan 30 ppt. Bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris terbukti mampu meningkatkan kualitas nutrisi Artemia salina. Kadar protein meningkat signifikan dari 18,45% pada kontrol menjadi 22,75% pada perlakuan 9 jam dan 23,80% pada perlakuan 12 jam. Kadar karbohidrat dan lemak tertinggi diperoleh pada perlakuan 9 jam, masing-masing sebesar 27,46% dan 31,40%, namun keduanya menurun pada perlakuan 12 jam menjadi 23,77% dan 24,00% akibat pemanfaatan cadangan energi untuk metabolisme dan osmoregulasi. Survival rate tertinggi terdapat pada perlakuan 12 jam sebesar 49,28%, diikuti perlakuan 9 jam sebesar 44,89%, dan kontrol sebesar 39,20%, meskipun perbedaan tersebut belum signifikan secara statistik (p = 0,238). Hasil analisis GC-FID menunjukkan Chlorella vulgaris mengandung asam lemak esensial seperti EPA (0,24%), DHA (2,09%), dan ARA (0,30%) yang berpotensi meningkatkan kualitas nutrisi Artemia. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap peningkatan profil nutrisi Artemia salina, dengan durasi 12 jam memberikan hasil terbaik untuk peningkatan protein serta asam lemak esensial, sedangkan durasi 9 jam menghasilkan kadar lemak dan karbohidrat tertinggi.
GUSTI ANUGERAH MARDIKA
2026 · Book · Open Access
.
SITI AUSATUHA FALAHA
2026 · Book · Open Access
Lahan marginal memiliki tingkat kesuburan yang rendah sehingga memerlukan teknologi pengelolaan yang mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, khususnya unsur nitrogen (N). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan pupuk lepas lambat (Slow Release Fertilizer/SRF) dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bahan pelapis (coating), seperti limbah udang, arang sekam padi, dan arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sumber daya lokal sebagai bahan pendukung pupuk lepas lambat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) di lahan marginal. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium pertanian dan dilahan penelitian Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan pada September 2023 hingga April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (P0), urea (P1), urea coating limbah udang (P2), urea coating arang sekam padi (P3), dan urea coating arang tempurung kelapa (P4), yang masing-masing diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah berkelobot, bobot buah tanpa berkelobot, panjang buah, dan diameter buah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan pendukung pupuk lepas lambat berbasis sumber daya lokal memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan sebagian besar parameter produksi tanaman jagung. Perlakuan urea coating limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (125,68 cm), jumlah daun (10,60 helai), jumlah buah (1,77 buah per tanaman), dan panjang buah (22,67 cm). Sementara itu, perlakuan urea tanpa coating (P1) menghasilkan bobot buah berkelobot dan tanpa berkelobot tertinggi, masing-masing sebesar 222,25 g dan 211,67 g per tanaman. Dengan demikian, limbah udang merupakan bahan pendukung pupuk lepas lambat yang paling efektif dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan nitrogen, pertumbuhan, dan produksi tanaman jagung pada lahan marginal.
ASRIANDI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa serta perlunya media yang dapat mendukung pelaksanaan skrining awal kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan skrining kesehatan mental berbasis Android dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu menentukan tingkat risiko kondisi mental pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Waterfall serta framework Flutter. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mendeteksi gangguan mental emosional dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden mahasiswa, sebanyak 13 responden mahasiswa berada pada kategori normal dan 27 responden mahasiswa terindikasi mengalami gangguan mental emosional sehingga dilanjutkan dengan pengukuran PSS-10. Pengujian SRQ-20 terhadap data pembanding WHO menghasilkan accuracy sebesar 95%, precision 93%, recall 100%, dan F1-score 96%. Sementara itu, pengujian PSS-10 terhadap 27 responden mahasiswa secara langsung menghasilkan accuracy sebesar 66,67%, precision 57%, recall 57%, dan F1-score 57%. Pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hasil pengujian masih tergolong rendah yang disebabkan adanya persepsi subjektif responden mahasiswa terhadap kondisi stres yang dialami, aplikasi ini cukup mampu membantu proses skrining awal kesehatan mental mahasiswa secara mandiri dan terstruktur. Termasuk penggunaan metode pembobotan lain selain SAW guna untuk peningkatan akuratan aplikasi.