Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 326 dari 342

Pengembangan Game Pembelajaran "Mobile Refun" Berbasis Android Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 8 Tarakan pada kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Game pembelajaran “Mobile Refun” berbasis Android yang layak sebagai media pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan terkhususnya pada materi relasi dan fungsi. Model pengembangan yang digunakan adalah model penemuan Thiagarajan yaitu four-D. Pada model four-D terdiri dari 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Evaluasi produk Game pembelajaran“Mobile Refun” dilakukan sebanyak 4 tahapan yaitu (1) validasi oleh ahli isi atau materi, media, dan desain pembelajaran, (2) uji coba lapangan awal dengan subjek 6 orang siswa, (3) uji coba lapangan utama dengan subjek 30 orang siswa, dan (4) uji coba lapangan operasional dengan subjek 40 orang siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa Game pembelajaran “Mobile Refun” yang dikembangkan berdasarkan aspek ahli materi memperoleh skor sebesar 33 dengan kategori sangat baik, ahli media memperoleh skor sebesar 50 dengan kategori baik serta ahli desain pembelajaran memperoleh skor sebesar 32 dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil penelitian di lapangan, Game pembelajaran “Mobile Refun” telah memenuhi syarat mudah untuk dioperasikan, mudah untuk dipelajari isinya dan memiliki tampilan yang menarik. Sehingga Game pembelajaran “Mobile Refun” dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran tambahan untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan.

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

FENDIK ARDIANSYAH. 1640202015. 2020. “ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI KOTA TARAKAN”. DIBIMBING OLEH ANANG SULISTYO. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN. SETIAP MASYARAKAT TENTU MENGHARAPKAN BERAS DENGAN HARGA YANG TERJANGKAU NAMUN MEMILIKI KUALITAS YANG BAIK. DISISI LAIN HAL INI MENYEBABKAN PARA PETANI TERCEKIK DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN TIDAK AKAN MENINGKAT. HARGA BERAS MEMILIKI KEUNIKAN DALAM PROSES PENENTUANNYA SEHINGGA PERLU KEHATI-HATIAN DALAM PENENTUANNYA. ADAPUN TUJUAN DARI PENELITIAN INI (1) UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK KONSUMEN BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN, (2) UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK FISIK BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN, (3) UNTUK MENGETAHUI PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN. DALAM PENELITIAN INI METODE YANG DIGUNAKAN IALAH ANALISIS DESKRIPTIF YANG MENJELASKAN TENTANG KARAKTERISTIK RESPONDEN DIMANA KONSUMEN BERAS DIPASAR GUSHER KOTA TARAKAN DIDOMINASI OLEH WANITA DENGAN RENTANG UMUR 25 HINGGA 30 TAHUN, DENGAN PEKERJAAN SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA DAN MEMILIKI TINGGKAT PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN KARAKTERISTIK FISIK BERAS YANG TERDAPAT DIPASAR GUSHER KOTA TARAKAN LEBIH DIDOMINASI DENGAN KUALITAS SLYP SUPER DIBANDINGKAN DENGAN KUALITAS YANG LAINNYA KARENA KUALITAS BERAS INILAH YANG PALING BANYAK DIBELI OLEH KONSUMEN. ANALISIS REGRESI YANG DIGUNAKAN UNTUK MELIHAT PENGARUH KARAKTERISTIK FISIK BERAS TERHADAP HARGA MELALUI UJI F DAN UJI T. HASIL ANALISIS REGRESI BAHWA VARIABEL BUTIR MENGAPUR, BUTIR RUSAK, DAN BUTIR KEPALA BERPENGARUH TERHADAP HARGA, SEDANGKAN VARIABEL BUTIR MENIR, BUTIR PATAH, BENDA ASING, BUTIR MERAH, DAN RASIO P/L TIDAK BERPENGARUH TERHADAP HARGA.

Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika i kelas VIII-7 SMP Negeri 5 Tarakan.

None
2020 · Book · Open Access

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tarakan pada kelas VIII-7. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 November 2019 - 12 November 2019 dan 3 Maret 2020 – 9 Maret 2020 di SMP Negeri 5 Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 5 Tarakan, yaitu 28 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi pemecahan masalah dan instrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data keterlaksanaan pembelajaran guru dan siswa, pemecahan masalah, dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I sebanyak 20 siswa atau 71.43% siswa berada pada kategori tidak baik. Pada siklus II mengalami penurunan dengan sebanyak 14 siswa atau 50% siswa berada pada kategori baik. Sedangkan pada hasil belajar siswa pada siklus I memiliki rata-rata sebesar 55 dengan ketuntasan klasikal 42.86% siswa. Hasil belajar siswa pada siklus II memiliki rata-rata sebesar 76 dengan ketuntasan 67.86% siswa. Kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus I ke siklus 2 menurun sebanyak 6 siswa atau 21.43%. ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat dengan rata-rata sebesar 21 atau 75%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kelas VIII-7 SMP Negeri 5 Tarakan.

Analisis Strategi pengembangan usaha budidaya lebah madu jenis trigona sp di UPTD.KPH Kota Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

1. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak internal UPTD.KPH dan petani yang bekerjasama dengan UPTD.KPH yang menjadi faktor internal kekuatan utama UPTD.KPH yaitu : (1) Tersedianya populasi lebah alami (2) Memiliki SDM(Sumber Daya Manusia) yang minat dan kemauan beusaha sangat tinggi (3) Kualitas madu baik (4) Ketersediaan tanaman pakan alami lebah (5) Harga jual madu kelulut terjangkau. Sedangkan yang menjadi kelemahan : (1) Usaha madu kelulut belum dikenal oleh pasar (2) Lahan yang digunakan kecil (3) Kurang stok madu (4) Lokasi budidaya jauh (5) Kurangnya perencanaan dan perhitungan keuangan. Faktor eksternal yang menjadi peluang UPTD.KPH adalah (1) Pembinaan dinas dan instansi terkait (2) Permintaan konsumen meningkat (3) Regulasi atau aturan dan tren (4) Pengembangan media promosi melalui media sosial (5) Lembaga diklat, sedangkan yang menjadi ancaman adalah (1) Iklim yang tidak teratur (2) Kebakaran hutan dan lahan mengancam keberadaan koloni (3) Keamanan (4) Tingkat kepercayaan konsumen terhadap mutu madu (5) Gangguan hama. 2. Berdasarkan hasil Analisis SWOT yang menunjukkan posisi UPTD.KPH berada dikuadran 1 yang berarti mendukung strategi agresif atau dapat diartikan memanfaatkan kekuatan uantuk mencapai peluang, strategi yang dapat digunakan UPTD.KPH yaitu strategi SO dengan Memanfaatkan dukungan pemerintah yang ada dan memperluas promosi menggunakan media sosial, Membuat produk madu yang berkualitas dan mempertahankan kemurnian madu dengan harga yang ditetapkan dan Meningkatkan kerja sama dengan lembaga terkait.

Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Kelapa Sawit Di Desa Lapri Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan

None
2020 · Book · Open Access

Kecamatan Sebatik Utara merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Aktivitas perdagangan antar negara sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan khususnya daerah Sebatik. Pasar yang ada di Tawau menjadi tempat bagi petani di Sebatik untuk menjual hasil sumber daya mereka, salah satu diantaranya ialah komoditas kelapa sawit yang merupakan komoditas unggul di Daerah Sebatik khususnya Desa Lapri. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran kelapa sawit petani di Desa Lapri (2) Menganalisis margin pemasaran yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran kelapa sawit (3) Menganalisis farmer’s share yang diterima petani (4) Menganalisis besarnya efisiensi saluran pemasaran kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis margin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dalam penelitian ini ialah terdapat dua saluran pemasaran dengan margin, famers share dan perhitungan efisiensi yang berbeda – beda. Pada pola pemasaran I diperoleh total margin sebesar Rp 412/kg dan pada saluran pemasaran II diperoleh total margin sebesar Rp 548/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada pola pemasaran I diperoleh sebesar 73%, dan pada pola saluran pemasaran II diperoleh sebesar 63%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 73%, sedangkan pada pola saluran pemasaran II merupakan saluran yang kurang efisien karena hasil analisis efisiensinya lebih besar dari saluran pemasaran I yaitu sebesar 36,6%.

ANALISIS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBIAL ALAMI PADA BEBERAPA TUMBUHAN HUTAN PENELITIAN BORNEO

None
2020 · Book · Open Access

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah salah satunya adalah Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Tumbuhan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan tersebut seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi yang sama sebagai antibacterial agent dan Antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan Hutan Penelitian Borneo yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan potensi sebagai Antioksidan. Pada uji antimikroba mengunakan metode difusi agar sumuran dengan mengunakan beberapa jenis tumbuhan dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif mengunakan Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Pada uji antioksidan mengunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan variasi konsentrasi 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Kontrol positif mengunakan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan ekstrak daun P. alternifolium konsentrasi 25 ppm hingga 100 ppm pada konsentrasi 100 ppm nilai persentase hambat sebesar 87,19%. tidak berbeda nyata dengan vitamin C sehingga aktivitas antioksidan ekstrak daun hutan Borneo diindikasi sama dengan vitamin C. Hasil yang diperoleh pada uji antimikroba penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun F. fulgens memiliki aktivitas penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 10000 ppm terhadap bakteri S. sobrinus, P. acne dan S. mutans tetapi konsentrasi paling efektif yaitu 2500 ppm secara berturut-turut sebesar 58,4%, 57,6% dan 50%.

EKSPLORASI POTENSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN PADA BERBAGAI LOKASI DI AREA BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN KALIMANTAN UTARA

None
2020 · Book · Open Access

Area budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati cendawan entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi di area budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi cendawan, dan seleksi cendawan entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi cendawan entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat cendawan yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi cendawan entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 16 isolat cendawan, (2) area budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat cendawan tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 4 (empat) isolat cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen, dan (5) terdapat perbedaan tingkat mortalitas isolat yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen. Serta, isolat ST16-3 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di area perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi tertinggi sebagai cendawan entomopatogen.

Analisis Break Even Point dan Rentabilitas Ekonomi Dodol Rumput Laut di UMKM Ar-Raihan

None
2020 · Book · Open Access

Salah satu UMKM yang mengolah rumput laut yang ada di Kota Tarakan adalah UMKM Ar-Raihan. Produk olahan rumput laut yang paling banyak diminati adalah dodol. Oleh karena itu, UMKM Ar-Raihan perlu menyusun suatu perencanaan, baik dalam penjualan maupun perencanaan mengenai biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pendapatan produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan dalam satu tahun. (2) Mengetahui break even point pada produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan. (3) Mengetahui sensitivitas produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi (4) Mengetahui kemampuan UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan untuk menghasilkan keuntungan dari kekayaan yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan puprposive sampling dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha Dodol UMKM Ar-Raihan dalam satu tahun sebesar Rp 4.1352.136, BEP produksi sebesar 1.434 Kotak, BEP Harga sebesar Rp 11.108, BEP Penerimaan Rp. 18.640.256. Analisis Sensitivitas Sensitivitas harga terjadi dengan penurunan nilai sampai dengan 15%, biaya produksi dengan kenaikan 24%, dan produksi penurunan nilai sensitivitas sampai dengan 15%. Rentabilitas Ekonomi Dodol di UMKM Ar-Raihan pada tahun 2019 adalah sebesar 19% dan masih tergolong rendah. Kepada pelaku usaha dodol rumput laut di UMSKM Ar-Raihan terus mempertahankan atau meningkatkan jumlah produksinya sehingga tidak mendekati titik impas.

OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS KARYAWAN ( Studi Kasus : UMKM Ar-Raihan Kelurahan Pantai Amal Tarakan Timur)

None
2020 · Book · Open Access

SEPRINA DU RUMABUTAR. 1640202079. 2020. “OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS KARYAWAN STUDI KASUS : UMKM AR-RAIHAN KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR”. DIBIMBING OLEH DR. NIA KURNIASIH ,SP.,MP. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN. KOTA TARAKAN MENJADI SALAH SATU KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PENGHASILAN RUMPUT LAUT JENIS EUCHEUMA BAIK DALAM BENTUK KERING MAUPUN OLAHAN. UMKM AR-RAIHAN ADALAH SALAH SATU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) YANG ADA DI KOTA TARAKAN YANG MEMPRODUKSI PRODUK-PRODUK YANG BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT, MENGOLAH RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK MAKANAN YANG BERNILAI EKONOMIS MEMBUAT PENINGKATAN EKONOMI DAN MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN BAGI WARGA SEKITAR. SAAT INI BANYAK USAHA YANG MEMPRODUKSI BARANG DAN JASA. PRODUK YANG DIHASILKAN HARUS MAMPU MENYAINGI PRODUK LAIN. PENGUSAHA DITUNTUT UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SDM PADA USAHANYA. BIAYA DAN WAKTU PENGOPERASIAN PRODUK MENJADI OPTIMAL MERUPAKAN TUJUAN AKHIR YANG INGIN DICAPAI DALAM OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS, DIMANA BIAYA DAN WAKTU YANG OPTIMAL ADALAH KEPUASAN UMKM. TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH : 1. UNTUK MENGETAHUI HASIL OPTIMALISASI PENUGASAN KARYAWAN DENGAN MELIHAT DARI WAKTU PENYELESAIAN MINIMUM PEKERJAAN DAN BIAYA PRODUKSI MINIMUM DI UMKM AR-RAIHAN. METODE YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN MENGGUNAKAN METODE SENSUS DISEBUT JUGA SAMPLING TOTAL, ADAPUN DALAM PENELITIAN INI SELURUH TENAGA KERJA UMKM AR-RAIHAN YANG MENJADI SEMPEL, DAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS LINIER PROGRAMMING METODE HUNGARIAN. HASIL YANG DIPEROLEH DALAM PENELITIAN INI ADALAH TERDAPAT PENEMPATAN TENAGA KERJA UNTUK MEMBUAT PRODUK DENGAN WAKTU YANG OPTIMAL, SEBELUM MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN WAKTU PENGERJAAN SELAMA 190,8 JAM, SEDANGKAN TOTAL WAKTU OPTIMAL YANG DIPEROLEH 185 JAM DENGAN EFISIENSI WAKTU SEBANYAK 5,8 JAM. ONGKOS KERJA KARYAWAN MENGALAMI PENURUAN SETELAH DIANALISIS SEBANYAK RP.41.998, TOTAL ONGKOS KERJA OPTIMAL YANG DIKELUARKAN OLEH UMKM SEBANYAK RP.1.295.000/BULAN SEDANGKAN SEBELUM DIANALISIS UMKM MENGELUARKAN ONGKOS KERJA SEBESAR RP.1.336.998/BULAN.

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa pada materi matematika kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 5 September 2019 – 5 Oktober 2019 di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Namun, setelah dilakukan penelitian yang lebih mendalam, maka ditemukan yang benar-benar memiliki kemampuan koneksi matematis yang bagus adalah empat siswa dengan kode A, B, C, dan D. Subjek A dan B selalu mendapatkan nilai yang bagus di kelas dan pandai berorganisasi, subjek C juga selalu mendapatkan nilai yang bagus dikelas tetapi C sangat pendiam, sedangkan subjek D selalu mendapatkan nilai yang bagus dalam mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan D juga selalu aktif dikelas. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh bahwa subjek D masuk dalam tiga kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis, kemampuan koneksi matematis dengan bidang lain (IPA), dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Subjek A dan B masuk dalam dua kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan subjek C masuk dalam satu kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEBERHASILAN INTRODUKSI SEMUT PREDATOR Oecophylla smaragdina PADA TANAMAN AKASIA

None
2020 · Book · Open Access

Pemanfaatan agens hayati semut predator O. smaragdina dengan metode introduksi telah digunakan pada beberapa tanaman, namun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan introduksi belum diketahui, khususnya pada tanaman akasia. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perbedaan tingkat keberhasilan metode introduksi menggunakan jumlah sarang dan asal koloni berbeda, (2) mengetahui hubungan waktu dan faktor pendukung lainnya (karakteristik tanaman dan iklim mikro) terhadap tingkat keberhasilan introduksi, dan (3) membandingkan pohon tanpa kompetitor dan dengan kompetitor, serta terjadinya hujan dan tanpa hujan terhadap kehadiran semut predator. Penelitian ini mengobservasi dua metode introduksi. Metode pertama yaitu menggunakan 3 (tiga) sarang semut predator yang berasal dari tanaman akasia dan metode kedua yaitu menggunakan 1 (satu) sarang yang berasal dari tanaman mangga. Setiap metode terdiri dari 6 pohon akasia. Tingkat keberhasilan diukur dari kehadiran dan sarang semut predator. Analisis data menggunakan regresi dan korelasi (R2), uji perbandingan menggunakan uji t dan uji tuckey (HSD), serta nilai AIC untuk menentukan model regresi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan; (1) tingkat keberhasilan introduksi menggunakan 3 (tiga) sarang dan asal koloni tanaman akasia lebih tinggi dibandingkan menggunakan 1 (satu) sarang dan asal koloni tanaman mangga (2) faktor tinggi tanaman, diameter tanaman, luas tajuk tanaman, curah hujan, dan intensitas cahaya di bawah tajuk cenderung memiliki hubungan negatif terhadap kehadiran semut predator. Sedangkan, suhu dan kelembapan, cenderung memiliki hubungan positif terhadap kehadiran semut predator; (3) faktor keberadaan kompetitor sebelum introduksi cenderung memiliki jumlah kehadiran tertinggi dibandingkan tanpa keberadaan semut kompetitor; (4) faktor waktu adaptasi memiliki hubungan positif yang nyata terhadap kehadiran dan jumlah sarang semut predator. Selain itu, hari hujan memiliki jumlah kehadiran semut predator lebih rendah dibandingkan dengan tanpa terjadinya hujan. Hasil ini juga menunjukkan waktu adaptasi dan hari hujan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan introduksi semut predator O. smaragdina pada tanaman akasia.

EKPLORASI POTENSI BAKTERI ENTOMOPATOGEN PADA BERBAGAI LOKASI DI AREAL BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN KALIMANTAN UTARA

None
2020 · Book · Open Access

Areal budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati bakteri entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi di areal budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi bakteri, dan seleksi bakteri entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi bakteri entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat bakteri yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi bakteri entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 13 isolat bakteri, (2) areal budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat bakteri tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 7 (tujuh) isolat bakteri yang berpotensi sebagai bakteri entomopatogen, (4) lokasi budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki jumlah isolat yang berpotensi sebagai entomopatogen lebih tinggi dari lokasi lainnya. Namun, isolat ST6-4U2 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di areal perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi virulensi tertinggi sebagai bakteri entomopatogen.

Dampak Konversi Lahan Pertanian Ke Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan)

None
2020 · Book · Open Access

1. KONDISI SOSIAL BERDASARKAN (1) USIA PRODUKTIF ANTARA 14-64 TAHUN, DIMANA USIA MEMPUNYAI PENGARUH YANG BESAR TERHADAP PETANI KELAPA SAWIT KARENA USIA PETANI TERSEBUT LEBIH AGRESIF DAN LEBIH DINAMIS DALAM BERUSAHA BILA DIBANDINGKAN DENGAN UMUR YANG LEBIH MUDA. (2) JENIS PEKERJAAN DAPAT DISIMPULKAN SEBAGIAN DARI PETANI TIDAK TERPAKU DENGAN 1 JENIS PEKERJAAN SAJA KARENA PROSES PEMANENAN YANG CUKUP LAMA SEHINGGA MEREKA BERPIKIR UNTUK MEMBUKA USAHA ATAU PEKERJAAN SAMPINGAN AGAR KEBUTUHAN ATAU PEREKONOMIAN MEREKA TETAP TERPENUHI. (3) TINGKAT PENDIDIKAN, WAWASAN KETERAMPILAN DAN PENGALAMAN PETANI SANGAT MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PETANI SEPERTI MANAJEMEN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT YANG DIMILIKI. KONDISI SOSIAL BERDASARKAN EKONOMI (1) PENDAPATAN YANG DIPEROLEH OLEH PETANI SEBESAR > 2.000.000 HAL INI DAPAT DISIMPULKAN BAHWA PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA SETABU TERMASUK DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI. 2. DAMPAK DARI KONVERSI LAHAN DAMPAK KONVERSI SETELAH TERJADINYA PERALIHAN LAHAN PERTANIAN KE LAHAN PERKEBUNAN (1) TELAH TERJADI PERUBAHAN LUAS AREAL LAHAN YANG DIMILIKI OLEH PETANI (2) KETAHANAN PANGAN KETERSEDIAAN PANGAN DIMANA MASYARAKAT DESA SETABU YANG DULUNYA DAPAT MENGHASILKAN BAHAN PANGAN SENDIRI KARENA BELUM TERJADINYA PERALIHAN LAHAN SEHINGGA MASYARAKAT DESA SETABU DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MEREKA SENDIRI (3) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INI SANGAT MEMBUKA PELUANG KERJA KARENA SAWIT SANGAT MEMBUTUHKAN TENAGA EKSTRA. DAMPAK KONVERSI BERDASARKAN PENDAPATAN BAHWA DAMPAK DARI KONVERSI LAHAN TERSEBUT DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DAN MAMPU MENSEJAHTERAHKAN KEHIDUPAN PETANI

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAGUNG MANIS ( Zea mays L. Saccharata Sturt ) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Jagung manis adalah salah satu komoditas pangan yang dihasilkan oleh petani di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Pada budidaya jagung manis, petani menghadapi risiko produksi yang bersumber dari pupuk, hama dan perubahan cuaca sehingga mutu dan jumlah produksi menurun dan petani mengalami kerugian. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sistem agribisnis jagung manis, (2) mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi usahatani jagung manis, (3) menganalisis probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi usahatani jagung manis, (4) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko produksi usahatani jagung manis. Metode penentuan sampel menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis probabilitas dan dampak menggunakan metode Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian menjelaskan sistem agribisnis Jagung manis terdiri dari subsistem agribisnis hulu sampai subsistem penunjang yaitu mulai pengadaan sarana produksi, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, panen, pemasaran dan lembaga yang mendukung petani jagung. Sumber sumber risiko produksi usahatani jagung manis yang teridentifikasi yaitu pupuk, hama dan perubahan cuaca/iklim. Sumber risiko terbesar adalah serangan hama dengan probabilitas sebesar 9,63% dan dampak Rp.562.102,64/hektar sedangkan sumber risiko terbesar kedua adalah pupuk dengan probabilitas sebesar 6,55% dan dampak Rp.536.600,03/hektar dan sumber risiko terkecil yaitu perubahan cuaca/iklim dengan probabilitas 2% dan dampak Rp.337.150,10/hektar. Strategi penanganan sumber risiko hama dengan strategi preventif yaitu sanitasi lahan dan strategi mitigasi yaitu pemberian pestisida dan jaring serangga untuk hama belalang. Sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu meningkatkan ketrampilan petani dalam pemupukan dan strategi preventif yaitu pemberian jenis pupuk dan dosis yang tepat. Adapun untuk perubahan cuaca/iklim menggunakan strategi preventif yaitu pembuatan drainase, pembuatan bedengan tinggi, penyiraman dan pembumbuhan atau penimbunan akar.

Analisis Peran dan Alokasi Waktu Tenaga Kerja dalam Aktivitas Budidaya Rumput Laut di Pantai Amal Kota Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Potensi laut di Indonesia menjadi peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang masih memiliki prospek yang baik salah satunya adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir. Mengikutsertakan perempuan dalam proses produksi budidaya rumput laut dapat menjadi alternatif untuk berkonstribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pesisir dalam aktivitas budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Bagaimana karakteristik tenaga kerja dalam budidaya rumput laut (2) Bagaimana peran laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya rumput laut (3) Berapa alokasi waktu tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya (4) Berapa besar pendapatan keluarga petani dan kontribusi pendapatan wanita tani dalam aktivitas budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian menggunakan metode Slovin dan simple random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu umur responden di Pantai Amal tergolong produktif dengan rata-rata umur dibawah kisaran 60 tahun, rata-rata tingkat pendidikan responden adalah SD, pengalaman kerja rata-rata 6-7 tahun, jumlah tanggungan keluarga yaitu rata-rata 4 orang. Peranan tenaga kerja dalam budidaya rumput laut yaitu pria berperan pada semua kegiatan budidaya sedangkan wanita berperan pada proses pembibitan dan penjemuran. Adapun tenaga kerja mengalokasikan waktunya pada budidaya ini sebesar 7,22 HKP dengan jumlah jam kerja rata-rata sebesar 7,22 untuk laki-laki dan 6,32 HKP dengan 7,90 jam untuk perempuan dalam sehari. Besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap total pendapatan keluarga yaitu laki-laki sebesar 71% dan perempuan sebesar 41% dari keseluruhan kegiatan budidaya rumput laut.

peran kelompok tani dalammeningkatkan produktivitas usahatani padi sawah (studi kasus kelompok tani harapan baru desa karang agung, kabupaten bulungan)

None
2020 · Book · Open Access

Peran Kelompok Tani Dalammeningkatkan Produktivitas Usahatani Padi Sawah (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Baru Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani bagi anggota kelompok tani di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan antara peran kelompok tani dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode skoring, dan analisis statistik Korelasi Spearman dengan jumlah sampel responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Sebagian responden menilai tingkat keseluruhan peran Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Karang Agung sudah cukup berperan. Hal ini dapat dilihat dari anggota kelompok tani yang menilai kategori cukup berperan sebanyak 11 anggota dengan persentase (47.83%). Adapun parameter peran kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. (2) Hasil perhitungan korelasi Rank Spearman diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.543 yang artinya tingkat kekuatan hubungan (korelasi) antar peran kelompok tani Harapan Baru dengan produktivitas padi sawah adalah sebesar 0.543 atau hubungan sedang. Dari hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Peran kelompok tani memiliki persentase tertinggi (47.83%) dengan kategori cukup berperan (2) Adanya hubungan antara peran kelompok tani Harapan Baru dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah yang dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0.543 dengan signifikansi 0,007 (signifikan) Kata Kunci : Padi sawah, Peran Kelompok Tani, Produktivitas

Representasi Matematis Siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa kelas IX MTs DDI Tarakan yang berkemampuan tinggi dan cara mereka melatih kemampuan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sebanyak 10 orang siswa kelas IX yang memiliki representasi matematis yang tinggi dipilih dengan cara purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara serta Analisis Dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara Data collection, Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing. Setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, ditemukan yang benar-benar memiliki Representasi Matematis yang baik adalah tujuh siswa yang berinisial S1, S2, S3, S4, S5, S6 dan S7 dari sebanyak 10 siswa. Tujuh siswa yang memiliki representasi matematis yang baik terfokus pada ketiga aspek-aspek kemampuan representasi dan cara siswa melatihnya, ketiga aspek tersebut diantaranya: (1) representasi visual , (2) representasi berupa ekspresi matematis, dan (3) representasi berupa kata-kata atau verbal. Adapun cara siswa melatihnya (1) membuat representasi visual dari sebuah masalah matematis, (2) membuat representasi simbolik untuk memperjelas dan menyelesaikan masalah matematis, dan (3) menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematis dengan kata-kata atau verbal.