Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 260 dari 342

uji dosis oil crabs untuk mempercepat matang ovari induk kepiting bakau scylla serrata

BUDIMAN
2022 · Book · Open Access

Oil crab berperan penting dalam proses percepatan matang ovari pada kepiting bakau dan sudah diuji dalam media pemeliharaan terkontrol di Hactcery. Pematangan ovari merupakan usaha untuk mematangkan gonad kepiting bakau, pematangan ovari pada golongan krustase termasuk kepiting dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu: lingkungan, pakan dan hormonal. Metode yang dapat digunakan untuk mempercepat kematangan ovari kepiting bakau adalah menggunakan penambahan formula Oil Crab ini dapat mempercepat kematangan ovari pada kepiting bakau, Oil Crab juga dapat merangsang laju oksidasi bahan makanan, meningkatkan laju konsumsi oksigen, meningkatkan pertumbuhan dan mempercepat proses ganti kulit pada hewan crustacea. Sebagai langkah untuk mendukung perkembangan budidaya kepiting perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan perkembangan ovari induk kepiting bakau dengan penambahan formula Oil Crabs pada kepiting bakau. Penambahan Oil Crab ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau. Dengan adanya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang efektifitas penambahan formula Oil Crabs terhadap perkembangan ovari induk kepiting bakau sehingga dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif untuk penyediaan induk matang ovari. Sehingga Tujuan penelitian ini yaitu menguji efektifitas penambahan formula Oil Crab terhadap perkembangan ovari induk kepiting bakau (Scylla Serrata). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dosis Oil crab yang digunakan pada induk kepitng bakau terdiri dari 4 perlakuan yaitu A 0 ml (kontrol), B 0,2 ml, C 0,4 ml dan D 0,6 ml dan pengukuran kualitas air pada parameter DO 6,7-7,8 mg/L, suhu 27-31 °C, Salinitas 15-18 ppt dan pH 7, Amonia 0,02 ppm. Hasil penelitian dianalisa menggunakan software SPSS 23.0 dengan menunjukkan perlakuan Oil Crab berbeda nyata dengan perlakuan kontrol terhadapat kematangan ovari induk kepiting bakau. Berdasarkan dari perlakuan kontrol tidak mengalami perubahan ovari dan tidak sampai di tahap berried, hasil dari perlakuan dosis 0, 2 ml mendapatkan beriied pada hari ke 29, dan hasil dari dosis 0, 6 pada hari ke 30 sudah menggendong. Penambahan Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau pada hari ke 25.

identifikasi jenis- jenis kepiting bakau scylla spp diperairan kalimantan utara

SYAWALUDDIN
2022 · Book · Open Access

Salah satu sumber daya perikanan diwilayah perairan Indonesia adalah kepiting bakau namaun informasi mengenai keberadaan kepiting bakau khususnya jenis-jenis masih terbatas begitu juga pada wilayah perairan Kalimantan Utara Kota Tarakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan identifikasi jenis morfologi kepiting bakau. Penelitian ini yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021 ini adalah untuk mengetrahui jenis dan morfologi kepiting bakau. Sampel yang diteliti adalah kepiting bakau yang didaratkan di 3 (tiga) tempat. Perikanan di Instalasi Karantina Ikan Koperasi Produsen Nelayan Kecamatan Tarakan Barat, Juata laut di UD. Sinar Jaya kecamatan Tarakan Utara , dan Jl. Lapangan UD. Ashrap Jaya Kecamatan Tarakan Barat. Kepiting yang tertangkap oleh nelayan diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisa data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui daerah tangkapan. Jumlah spesies ytang didapatkan ada 2 (dua) spesie yaitu Scylla serrata dan Scylla tranquebarica.

Bioenrichment Tepung Spirulina Sp Pada Pakan Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Ikan Mas Koki (Carassius Auratus)

MEGAWATI
2022 · Book · Open Access

Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan mas koki dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki,konsentrasi 50% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan ikan mas koki

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING DENGANFREKUENSI PENYUNTIKAN YANG BERBEDA TERHADAP PEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

MOHD. AMIN
2022 · Book · Open Access

Ekstrak daun karamunting telah terbukti mampu mempercepat proses pematangan ovari induk kepiting bakau. Namun penggunaan ekstrak daun karamunting dengan frekuensi pemberian lebih dari satu kali belum pernah diujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak daun karamunting yang berbeda terhadap proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu A (kontrol), B (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), C (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan D (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 0.25 mg/g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 11,494%, HSI 3,450%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol. Karamunting leaf extract has proven accelerating the process of ovary maturation of mangrove crab broodstocks. However, the use of karamunting leaf extract with the administration frequency of more than once has never been tested before. This research aimed to figure out the effect of different karamunting leaf extract frequency administration on ovarian maturation process of mangrove crab (Scylla serrates). This study used a completely randomized design with four treatments and three repetitions. The treatments included treatment A (control), treatment B (administering karamunting leaf extract with one injection), treatment C (administering karamunting leaf extract with two injections), and treatment D (administering karamunting leaf extract with three injections). The injection dosage given was 0.25 mg/g. The observation parameters consisted of ovarian morphology, GSI value, HIS value, survival rate and water quality. The research results showed that Treatment D gave the best results with the values of GSI and HSI respectively at I I .494% and 3.450% reaching TKG IV. The administration of karamunting leaf extract with different injection frequencies significantly affected the ovarian maturation process of mangrove crab broodstocks when compared to those in the control treatment.

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN TANJUNG BATU KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

NURAIZAH
2021 · Book · Open Access

Struktur komunitas plankton di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara masih kurang dilakukan. Maka dari itu perlu dilakukan suatu pengkajian tentang struktur komunitas plankton khususnya di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan sehingga dapat diketahui jenis plankton yang terdapat di perairan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas plankton (kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi) yang berada di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan, dan untuk mengetahui kondisi lingkungan perairan dari habitat plankton di Perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan survei dan laboratorium. Penelitian ini dilakukan selama ± 3 (tiga) bulan dari bulan Februari - April 2021. Hasil pengamatan dan identifikasi plankton yang banyak ditemukan di perairan Tanjung Batu Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yaitu pada kelas Bacillarophyceae untuk jenis fitoplankton dan Crustacea untuk jenis zooplankton. Kelimpahan plankton tergolong dalam kelimpahan rendah, indeks keanekaragaman pada kedua stasiun termasuk dalam kategori nilai keanekaragaman sedang dan kestabilan komunitas sedang, indeks keseragaman tergolong dalam kategori indeks keseragaman merata dengan komunitas yang stabil, indeks dominansi tidak terdapat spesies yang mendominasi. Sebaran pada parameter kualitas air tidak menunjukkan perbedaan nilai signifikan antara stasiun. Nilai suhu dan pH di Perair tergolong dalam kategori optimal untuk pertumbuhan plankton, kecerahan tergolong dalam kategori rendah, nilai salinitas termasuk dalam kondisi baik bagi perairan, nilai nitrat tergolong dalam kesuburan perairan tinggi sedangkan nilai fosfat tergolong dalam kesuburan perairan sedang.

Uji Toksisitas Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L) Sebagai Pestisida Nabati Pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)

MUHAMAD RIJAL
2021 · Book · Open Access

Uji toksisitas ekstrak daun ketepeng cina sebagai pestisida nabati pada ikan mujair, pestisida nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) untuk menanggulangi hama ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini dilaksanaan dari bulan Januari hingga bulan Oktober 2020 yang berlokasi di Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan dan 1 control, dengan kepadatan 1 ekor/liter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat mortalitas ekstrak daun ketepeng cina yang di uji pada ikan mujair yang terbaik diperoleh pada konsentrasi 400 ppm dengan kematian 100% pada menit ke-90.

Bioenrichment Tepung Spirulina sp Pada Pakan Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Ikan Molly (Poecilia sphenops)

SUVIANTY
2021 · Book · Open Access

Ikan molly (Poecilia sphenops) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan molly dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna Ikan molly. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan molly,konsentrasi 70% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan molly. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan Ikan molly

TINJAUAN TENTANG KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA TARAKAN

ADELIA KRISTINA MARTA
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan yang dilakukan oleh kepolisian.. Pertama, bagaimana dari kewenangan kepolian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan? Kedua, bagaimana tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan oleh kepolisian di Kota Tarakan?. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yakni: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta peraturan yang terkait dengan penelitian ini serta pendekatan kasus yang terjadi di Kota Tarakan mengenai pelanggaran lalu lintas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait kewenangan kepolisian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan serta hasil wawancara dengan kepolisian dalam bidang lalu lintas. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kepolisian mempunyai kewenangan yang mutlak dalam melakukan pemeriksaan kendaraan di jalan yang diberikan oleh undang-undang sehingga harus diimplementasikan kewenangannya untuk mengatur lalu lintas agar tercipta keteraturan dalam berkendara. Kedua, kepolisian dalam menjalankan kewenangannya harus dengan tanggungjawab sepenuhnya menurut ubndang-undang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam menjalankan tugasnya. Pada kasus pelanggaran yang terjadi pada operasi patuh kayan 2020 yang terjadi dilatarbelakangi adanya masyarakat yang kurang mematuhi peraturan yang berkaitan dengan kelengkapan dalam berkendara dan melanggar marka jalan.

DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila)

SITI SUSILAWATI
2021 · Book · Open Access

Bakteri (Aeromonas hydrophila) merupakan jenis bakteri yang bersifat pathogen dan dapat menyebabkan penyakit sistemik serta mengakibatkan kematian secara massal. Infeksi bakteri A.hydrophila dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Infeksi bakteri A.hydrophila menjadi penyebab penyakit yang menyerang ikan air tawar baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri A.hydrophila. Aquades digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Pada uji antibakteri dilakukan sebanyak 6 perlakuan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (Tetrachyline), kontrol negatif (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm dan D 1250ppm. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi terbaik yaitu pada perlakuan D dengan konsentrasi 1250ppm sebesar 28mm. Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterial type which can cause a systemic disease and even mass death. A. hydrophila bacterial infection causes a disease attacking the freshwater fish, both ornamental and consumption fish. This research aimed to figure out the inhibitory power of ketapang leaf extract against A. hydrophila bacteria. Distilled water was used as a solvent in the extraction process. Antibacterial testing was conducted using a paper disc diffusion method in 6 treatments positive control (Tetrachyline), negative control, (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm and D 1250ppm with 3 repetitions. The antibacterial testing results showed that the best concentration of ketapang leaf extract was in treatment D with the concentration of 1250ppm at 28mm.

KELIMPAHAN DAN STRUKTUR UKURAN IKAN KIPER (Scatophagus argus) YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN BUNYU

ELISA
2021 · Book · Open Access

Secara umum permasalahan dalam usaha penangkapan yang beranggapan bahwa daerah penangkapan ikan potensial adalah perairan yang memiliki ikan yang melimpah, sehingga hasil tangkapan lebih banyak. Namun anggapan tersebut tidak selamanya dapat dibenarkan. Penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak selektif berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan yang bervariasi jenis dan ukurannya. Selain itu, pengamatan mengenai aspek biologi ikan kiper (Scatophagus argus) pada Perairan Bunyu belum pernah dilakukan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aspek biologi mengenai kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus) yang tertangkap pada alat tangkap bubu di Perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu total pengambilan sampel sebanyak 4 trip selama 2 bulan di tempat pendaratan ikan. Kemudian tahap kedua yaitu melakukan identifikasi dan pengukuran sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Juni – Juli 2021, bertempat di Perairan Bunyu. Kelimpahan hasil tangkapan alat tangkapan bubu terdapat 5 spesies ikan yaitu kakap merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus malabaricus), Jangki Tompel (Lutjanus russelli), kiper (Scatophagus argus), dan buntal (Tetraodon sp.) Jenis ikan yang paling dominan yaitu ikan kiper (Scatophagus argus) dengan jumlah 39,71 %, hal ini diduga karena ikan kiper melakukan ruaya atau migrasi dan terdapat karang sebagai tempat persembunyian setelah selesai mencari makan. Struktur ukuran kiper (Scatophagus argus) rata- rata panjang dominan yaitu berada pada kisaran 21,5 – 23,9 jika dibandingkan dengan ukuran panjang pertama kali matang gonad Lm = 14 cm dapat dinyatakan bahwa semua hasil tangkapan termasuk dewasa.

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN LAUT TANJUNG PASIR KOTA TARAKAN

CICI HELMI
2021 · Book · Open Access

Kota Tarakan adalah kota yang memiliki Sumber Daya Alam yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu daerah yang ada di kota Tarakan yaitu Tanjung Pasir dimana para penduduknya tinggal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan tanjung pasir dengan menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator perairan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, lokasi penelitian dilakukan di dua titik tempat yaitu stasiun I di daerah kawasan mangrove dan di stasiun II dekat dengan pemukiman penduduk. Pengambilan sampel dilakukan 2 hari sekali selama 15 kali turun kelapangan. komunitas plankton di perairan Tanjung Pasir sebagai objek penelitian meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada stasiun I dan Stasiun II yaitu terdiri dari 5 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae dan Dinophycea dan zooplankton dari kelas Crustacea. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan pada stasiun I dan stasiun II adalah dari kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae karena kedua kelas ini mendominasi semua jenis fitoplankton di seluruh dunia. dengan nilai kelimpahan fitoplankton pada stasun I yaitu 354 sel/l dan stasiun II yaitu 202 sel/l. kelimpahan zooplankton pada stasiun I yaitu 40 ind/l, dan stasiun II 38 ind/l Indeks kanekaragaman pada kedua stasiun tergolong kategori sedang dengan indeks keseragaman tegolong kategori keseragaman tinggi dan dominansi yang rendah. Berdasarkan dari nilai struktur komunitas plankton perairan Tanjung Pasir tergolong kategori tercemar ringan. Faktor lingkungan perairan Tanjung Pasir kota Tarakan meliputi faktor fisika dan faktor kimia pada stasiun I dan stasiun II masih baik untuk kehidupan organisme perairan.

Transportasi Kepiting Bakau (Scylla sp) Sistem Kering Menggunakan Pembiusan Suhu Rendah

HASRUDDIN
2021 · Book · Open Access

Proses pengiriman kepiting bakau ke luar negeri sering mengalami kematian produk. Penyebab kematian belum diketahui secara pasti namun diduga karena kesalahan dalam teknik penanganan produk. Teknik penanganan produk yang baik sebelum di kirim ke luar negeri perlu diterapkan untuk mengurangi resiko kematian selama proses pengiriman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu pembiusan optimum terhadap tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, Perlakuan A, perendaman dengan suhu 10℃, perlakuan B perendaman dengan suhu 15℃, perlakuan C perendaman dengan suhu 20℃ dan perlakuan D tanpa perendaman suhu dingin (kontrol), dengan perendaman selama 15 menit dan pengamatan setiap 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan perendaman dengan suhu rendah yaitu pada suhu 10℃-20℃, menunjukkan respon kepiting lambat. Perlakuan C menunjukkan respon positif setelah 3 jam sedangkan perlakuan A dan B menunjukkan respon positif setelah 9 jam. Berdasarkan analasis anova menunjukkan hasil perlakuan yang berbeda nyata dengan kontrol (P0,05). Perlakuan A menunjukkan hasil yang berbeda nanyata dengan seluruh perlakuan, perlakuan B dan C tidak berbeda nyata namun berbedanya dengan kontrol.

OPTIMALISASI DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) PADA PROSES GANTI KULIT KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

FILUJJATI BAKHRIL WAHDAH ALMALIKI
2021 · Book · Open Access

Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses moulting membutuhkan hormon ekdisteroid. Hormon ekdisteroid dihasilkan oleh hewan dan tumbuhan. Pada tumbuhan, ekdisteroid dikenal dengan fitoekdisteroid. Salah satu bahan baku yang memiliki kandungan bioaktif seperti hormon ekdisteroid adalah daun karamunting (Melastoma malabathricum L). Tujuan penelitian ini adalah menguji potensi karamunting sebagai sumber pengganti hormon yang berasal dari tumbuhan untuk stimulan proses moulting pada kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (3 µg/g), perlakuan C (5 µg/g) dan perlakuan D (7 µg/g). Diperoleh hasil bahwa penyuntikan dengan dosis terbaik adalah 5 µg/g bobot tubuh memberikan presentase moulting terbaik dengan nilai sintasan hidup 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabthricum L) dapat berperan terhadap stimulant moulting pada kepiting bakau (Scylla serrata). The growth of mangrove crabs through the moulting process requires ecdysteroid hormones. Ecdysteroid hormones are produced by animals and plants. In plants, ecdysteroids are known as phytoecdysteroids. One of the raw materials that has bioactive content such as ecdysteroid hormones is karamunting leaf (Melastoma malabathricum L). The purpose of this study was to examine the potential of karamunting as a substitute source of plant-derived hormones to stimulant the moulting process in mud crabs (Scylla serrata). This research is an experimental study, using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Treatment A (control), treatment B (3 g/g), treatment C (5 g/g) and treatment D (7 g/g). That the results of the injection with the best dose of 5 g/g body weight giving the best percentage of moulting with a survival value of 100% serrata).

TINJAUAN YURIDIS TERHDAP PENYULUNDUPAN PAKAIN BEKAS SECARA ILLEGAL DIKOTA TARAKAN

PUTRI NURALIFIA S
2021 · Book · Open Access

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer yang tidak luput dari kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman pakaian dijadikan untuk unjuk diri atau yang biasa disebut dengan fashion. Namun demikian, pada beberapa dekade, muncullah isu perdagangan pakaian bekas yang didasari oleh beberapa macam alasan peredaran pakaian bekas di dunia dapat berubah hibah untuk korban bencana alam ataupun perdagangan biasa seperti lelang baju bekas artis atau sekedar mencari keuntungan dengan harga murah. Dengan adanya fashion banyak orang yang membuka usaha untuk mendukung fashion sekaligus mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntun gan dan ada beberapa oknum yang mengambil jalan pintas untuk mendapat untung yang besar dengan cara menyelundupkan barang dari luar negeri dan dimasukkan ke tarakan melalui jalur illegal atau biasa disebut dengan penyelundupan. Penyelundupan adalah Merujuk pada UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, penyelundupan adalah tindakan pidana ringan juga berat jika dalam dikategorikan dalam kondisi tertentu. Dalam pasal 102 huruf a setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, dan pasal 102 huruf b, membongkar barang impor di luar kawasan pabean atau tempat lain tanpa izin kepala kantor pabean dikenakan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

DISTRIBUSI UKURAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus guttatus) HASIL TANGKAPAN GILLNET DI PERAIRAN JUATA LAUT PULAU TARAKAN

MUH HAFIZUL
2021 · Book · Open Access

Tenggiri Papan (Scomberomorus guttatus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi baik di pasar local maupun ekspor. Ikan ini temasuk ikan pelagis, menghuni perairan pantai pada kedalaman antara 15 - 200 m. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi ukuran. Metode yang digunakan untuk distribusi frekuensi menggunakan persamaan Walpole (1995), untuk pertumbuhan menggunakan Von Bertalanffy (1914), dibantu dengan software Fisat II. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2021 di Perairan Juata Laut Pulau Tarakan. Persamaan pertumbuhan adalah Lt = 71,34[1-exp-1.01(t+-0,40)] pertumbuhan ikan tenggiri papan (Scomberomorus guttatus) tergolong cepat karena nilai K diatas nilai standar pertumbuhan 1,0 (K). King Mackerel (Scomberomorus guttatus) is a fish that has high economic value in both local and export markets. This fish is a pelagic fish, inhabiting coastal waters at depths between 15 - 200 m. The purpose of this study is to find out the size distribution. The method used for frequency distribution used the Walpole equation (1995), for growth using Von Bertalanffy (1914), assisted by fisat II software. This study was conducted in January - March 2021 in the Juata Waters of the Tarakan Island Sea. The growth equation is Lt = 71.34[1-exp-1.01(t+-0.40)] the growth of mackerel board (Scomberomorus guttatus) is relatively fast because the value of K is above the standard value of growth of 1.0 (K) (Chodrijah U et al 2020).

TANGGUNG JAWAB HUKUM PT. SSU (SENTOSA SUKSES UTAMA) LONG BIA ESTATE TERHADAP PEKERJA YANG MENGALAMI KECELAKAAN KERJA

JUNITA AWAN
2021 · Book · Open Access

JUNITA AWAN NPM. 16.405010.89. TANGGUNG JAWAB HUKUM PT. SSU (SENTOSA SUKSES UTAMA) LONG BIA ESTATE TERHADAP PEKERJA YANG MENGALAMI KECELAKAAN KERJA. Untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja maka perusahaan wajib mengikutsertakan pekerja dalam program Jaminan sosial Tenaga Kerja. Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 Pasal 1 ayat 1 yang mengatakan bahwa Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah Suatu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin,harituadanmeninggaldunia. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan Tanggung jawab PT. SSU (Sentosa Sukses Utama) Long Bia Estate terhadap Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja (2) Apa saja yang menjadi kendala dan upaya perusahaan PT. SSU (Sentosa Sukses Utama) Long Bia Estate dalam melaksanan tanggung jawab terhadap Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.Penelitan ini berlokasi di PT. SSU (Sentosa Sukses Utama) Long Bia Estate. Perkebunan ini terletak di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan tanggung jawab PT. SSU LBE terhadap pekerja yang mengalami kecelakaan sudah cukup baik dalam kasus kecelakaan kerja, dengan adanya perjanjian kerja, maka pekerja dari PT. SSU LBE mendapatkan perlindungan dari PT. SSU LBE dengan diikutkan Jamsostek pada awal perjanjian kerja, kebijakan dan ketentuan Jaminan Kecelakaan Kerja sudah di atur dalam ketentuan direksi yang berlaku dan yang ditetapkan oleh PT. SSU LBE. Upaya yang dilakukan PT. SSU LBE dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja adalah semua pekerja PT. SSU LBE pada awal perjanjian kerja, diikutkan Jamsostek, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja, pekerja dari PT. SSU LBE mendapatkan biaya pengobatan, melalui program jaminan kecelakaan kerja.

Pengawasan terhadap Pelayanan Publik pada Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 oleh Ombudsman di Kota Tarakan

KASIM SANDRI FEBRIANI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Kasim Sandri Febriani, NPM: 1640501028 dengan Judul: Pengawasan Terhadap Pelayanan Publik pada Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 oleh Ombudsman di Kota Tarakan, dengan dosen Pembimbing Dr. Marthin, S.H., M.Hum dan Inggit Akim, S.H., M.H. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Utara mencatat masih ada berbagai kewajiban instansi penyelenggara pelayanan publik di kabupaten/kota belum dilakukan sesuai Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sehingga perlu adanya perbaikan-perbaikan sehingga masa sekarang yaitu pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 maladministrasi kemungkinan besar banyak terjadi di Kalimantan Utara dan terkhusus Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif, dengan teknik pengambilan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Ombudmsan wilayah Kalimantan Utara. Pelaksanaan tugas dan kewenangan ombudsman wilayah Kalimantan Utara dalam melakukan pengawasan pelayanan publik pada masa pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 khususnya wilayah Kota Tarakan melalui dasar hukum yang terdapat pada Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2020 tentang Posko Pengaduan Daring Corona Virus Disease (Covid)-19 bagi Masyarakat Terdampak Bencana Nasional Corona Virus Disease (Covid)-19 dalam melakukan pengawasan kebijakan layanan pemerintah bagi masyarakat dengan membuka saluran pengaduan daring (online). Penerimaan laporan masa pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 dikantor Ombudsman hanya diterima pada April hingga akhir Juli 2020 dan dilanjutkan dengan pengawasan menggunakan 2 (dua) metode yakni secara online maupun tatap muka. Pelaksanaan upaya pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, lembaga Ombudsman Perwakilan Kalimantan Utara melakukan program seperti supervisi pelayanan publik dibeberapa kantor yang berada di Kota Tarakan. Selain terkendala Sumber Daya Manusia (SDM), Kendala yang sering terjadi di Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara khususnya wilayah Kota Tarakan pada masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 saat melakukan Penerimaan Verifikasi Laporan (PVL), pelapor sulit untuk melengkapi syarat formil dan materiil (berupa bukti pendukung).

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN MELALUI MEDIA SOSIAL BERDASARKAN HUKUM POSITIF INDONESIA

DENDY FRAYITNO
2021 · Book · Open Access

Perkembangan teknologi memberi kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas demi memenuhi kebutuhannya dan melakukan interaksi dengan manusia lainnya di mana pun dia berada. Teknologi juga membawa keuntungan seperti memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Perkembangan teknologi juga merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kejahatan. Adapun Bentuk-bentuk kejahatan yang ada saat ini semakin hari semakin bervariasi. Sedangkan dampak dari ujaran kebencian pada pelanggaran HAM ringan hingga berat. Selalu awalnya hanya kata-kata, baik di media sosial, maupun lewat selebaran, tapi efeknya mampu menggerakan massa hingga memicu konflik dan pertumpahan darah. Apabila tidak ditangani dengan efektif efisien dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan dan atau penghilangan nyawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan dan teori hukum yang berhubungan dengan tindak pidana, ujaran kebencian melalui media sosial berdasarkan hukum positif indonesia. pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Penelitian ini menjelaskan bawasanya Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan ujaran kebencian di media sosial dapat dilakukan dengan menjerat si pelaku kejahatan ujaran kebencian di media sosial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Kapolri No. SE/06/X/2015 .selain pelaku pembuat postingan ujaran kebencian orang yang ikut membagikan postingan yang memuat ujaran kebencian tersebut seharusnya juga dapat dipidana sesuai dengan ketetentuan Undang-Undang. Terdapat juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi mengapa dalam setiap kasus aparat kepolisian selalu terkendala oleh hambatan dalam penaganan kasus. Adapun beberapa faktor yang menjadi hambatan yaitu Sarana dan Fasilitas, masyarakat dan kebudayaan. Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penanganan.

Penegakan hukum terhadap orang yang melakukan pembelaan diri dengan melakukan penganiyaan yang mengakibatkan kematian

ARIANSYAH
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bermasud untuk menjawab dua pertanyaan terkait pembelaan terpaksa dalam hukum pidana, Pertama bagaimana Pembelaan diri yang dapat dikatakan sebagai tindak pidana penganiayaan? Kedua Bagaimana Tindakan hukum terhadap pembelaan diri dengan melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif, dimana penulis menggunakan beberapa pendekatan seperti pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang digunakan bersumber dari data premier yang disumber-sumber hukum, dan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, ariket, data internet, dan kamus. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa : Pertama tindakan pembelaan terpaksa yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka melindungi dirinya meskipun tindakan tersebut melanggar hukum namun oleh KUHP tindakan tersebut dibenarkan, namun KUHP tidak memberikan batasan yang tegas terkait tindakan apa saja yang masih dikategorikan dapat dibenarkan oleh hukum. Kedua Pada perkara 372/Pid.B/2020/PN.Pdg dan 373/Pid.B/2020/PN.Pdg dimana perkara ini merupakan suatu kejadian yang sama dengan dua orang terdakwa, para terdakwa dijatuhi putusan penjara oleh hakim, hakim menilai bahwa tindakan pembelaan yang dilakukan oleh para terdakwa tidak dapat dikategorikan sebagai suatu pembelaan terpaksa sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 49 KUHP karena hakim menilai tindakan yang dilakukan oleh para terdakwa seharusnya dapat dihindari dan tidak dilakukan maka oleh hakim tindakan tersebut dikategorikan sebagai suatu penganiayaan karena mengakibatkan korban meninggal dunia pada kejadian tersebut hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Andi Hamzah dimana pembelaan terpaksa harus merupakan tindakan seketika, dan tidak dapat dihindari, serta tindakan pembelaan harus seimbang dengan serangan yang dihadapi. Kata Kunci : Pembelaan Terpaksa, Penganiayaan

PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA POLITIK UANG PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR KALIMANTAN UTARA TAHUN 2020 (Studi Kasus Putusan Pengadilan No.410/Pid.Sus/2020/PN Tar)

MUHAMMAD FAIZAL SULTAN
2021 · Book · Open Access

Salah satu ciri negara demokrasi adalah pelaksanaan Pemilihan Umum. Untuk mewujudkan konsep yang dianut di Indonesia, yakni pembagian kewenangan sebagaimana ajaran trias politika, maka pelaksanaan dan hasil pemilihan umum menentukan kebijakan Negara dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Namun demikian, seringkali pelaksanaan pemilu diwarnai kecurangan-kecurangan baik oleh partai politik, peserta konteslasi maupun masyarakat selaku pendudung. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis pertimbangan Sentra Gakkumdu dalam penanganan politik uang dan bagaimana rasio decidendi Hakim dalam menjatuhkan putusan dengan perkara Nomor: 410/Pid.Sus/2020/PNTar pada kasus pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode normatif. Sumber hukum utama yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020. Untuk melengkapi bahan analisis, dilakukan wawancara kepada key informan yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian tergambar pertama, bekerjanya Gakkumdu dalam penanganan kasus politik uang di Kota Tarakan saat berlangsungnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur adalah dimulai dari tindak lanjut laporan dari masyarakat. Kemudian melakukan serangkaian kajian, rapat pleno dan dilanjutkan dengan penyidikan. Layaknya tindak pidana pada umumnya, Sentra Gakkumdu selain menerima laporan juga menggali dan mencari bukti pendukung sesuai dengan keberlakukan kekuatan alat bukti. Kedua, beberapa faktor yang dijadikan sebagai pertimbangan Hakim dalam memutus perkara pada kasus politik uang Nomor: 410/Pid.Sus/2020/PNTar selain alat bukti yang dihadirkan di persidangan, Hakim memberatkan putusan dengan alasan bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Negara Indonesia yang menjunjung tinggi demokrasi pada hal proses pemilu yang fair, adil dan bersih.