Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SUSAN

58 karya publik ditemukan.

2026: 122025: 112024: 112023: 92022: 82021: 6

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 2,6 TAHUN PADA ASPEK FONOLOGI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.

Pengaruh kualitas produk kualitas pelayanan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus kopi jon house Tarakan)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.

Pengaruh kualitas produk kualitas pelayanan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus kopi jon house Tarakan)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.

EVALUASI DAMPAK LALU LINTAS BEBAN BERLEBIHAN (OVERLOADING) PADA PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS : RUAS JALAN PANGERAN AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN)

2024 · Thesis ·

Ruas jalan Pangeran Aji Iskandar merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat dengan lalu lintas yang padat, terutama dari kendaraan berat. Lalu lintas berat ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat pada jalan akibat beban berlebih (overload). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan umur sisa (remaining life) dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan dua metode analisis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak beban berlebih. Penghitungan dilakukan melalui data lalu lintas harian rata-rata (LHR), vehicle damage factor (VDF), dan equivalent single axle load (ESAL). Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa dan tingkat kerusakan menunjukan bahwa setiap tahunya mengalami penurunan. Pada LHR jampuncak menunjukkan bahwa umur sisa perkerasan pada kondisi normal hingga tahun keenam (2029) adalah 11,96% dengan tingkat kerusakan mencapai 88,04%. Namun, dengan penambahan beban 10%, umur sisa jalan pada tahun awal (2024) menjadi negatif, yaitu -13,50%, dan tingkat kerusakan mencapai 113,50%. Pada LHR kendaraan total, umur sisa jalan hingga tahun keenam (2029) adalah 3,04% dengan tingkat kerusakan 96,96%. Penambahan beban 10% mengakibatkan umur sisa perkerasan turun menjadi -39,26% pada tahun 2024, dengan tingkat kerusakan mencapai 139,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban lalu lintas yang berlebihan secara signifikan mengurangi umur jalan dan mempercepat tingkat kerusakan, sehingga diperlukan perawatan yang lebih sering untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.

Analisis Pengaruh Variasi Diameter Nozzle terhadap Karakteristik Aliran Fluida pada turbin Pelton

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan percobaan eksperimental yang membahas pengaruh variasi diameter nozzle terhadap karakteristik aliran fluida pada turbin Pelton. Diameter nozzle merupakan salah satu parameter penting yang memengaruhi kecepatan, tekanan, dan efisiensi aliran fluida dalam sistem turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perubahan ukuran nozzle mempengaruhi kinerja turbin, khususnya pada kecepatan dan tekanan aliran dan efisiensi energi yang dihasilkan, serta dampak yang akan terjadi pada turbin pelton. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara diameter nozzle dengan karakteristik aliran fluida dan efisiensi, pada nozzle berdiameter 4 mm, kecepatan air mencapai 14,3 m/s, dengan tekanan sebesar 165474 Pa, namun efisiensi turbin hanya sebesar 2%. Diameter nozzle 6 mm menghasilkan kecepatan 7,43 m/s dan tekanan 96526,6 Pa, dengan efisiensi meningkat menjadi 5,2%. Sementara itu, nozzle 7 mm menunjukkan kecepatan 5,46 m/s dan tekanan 75842,3 Pa, dengan efisiensi tertinggi sebesar 9,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa nozzle dengan diameter lebih besar mampu meningkatkan efisiensi turbin karena debit air yang lebih tinggi memungkinkan transfer energi yang lebih optimal ke sudu turbin. Meskipun nozzle kecil menghasilkan kecepatan dan tekanan yang lebih tinggi, efisiensinya lebih rendah karena dipengaruhi debit aliran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun nozzle kecil menghasilkan kecepatan dan tekanan yang lebih tinggi, efisiensi turbin lebih rendah dibandingkan nozzle berdiameter besar diameter nozzle 7 mm memberikan persentase efisiensi terbaik, yaitu 9,5%.

Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Seven Tools (Studi Pada Petani Rumput Laut di Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.

Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Seven Tools (Studi Pada Petani Rumput Laut di Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.

EMOTIONAL INTELEGENCE DAN WORK LIFE BALANCE DALAM MENINGKATKAN PERSPEKTIF ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA LIMA UPT BADAN PENDAPATAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Emotional Intelegennce dan Work Life Balance terhadap Organizational Citizinship Behaviour dan Kepauasan Kerja Sebagai Pemediasi, pengaruh Emotional Intelegennce, Work Life Balance dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizinship Behaviour, serta pengaruh mediasi Kepuasan Kerja terhadap hubungan antara Emotional Intelegennce dan Work Life Balance dengan Organizational Citizinship Behaviour. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Purpose SEMPLS. Metode pengambilan sampel yaitu seluruh pegawai negeri sipil yang bekerja pada 5 (lima) UPT Bapenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Squere (PLS) dengan bantuan program komputer SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Emotional Intelegence berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Emotional Intelligence tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja.Emotional Intelligence yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior.Work Life Balance yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior. Implikasi Teoritis Teori Kelembagaan dan Teori Disonansi Kognitif dalam menjelaskan faktor-faktor yang meningkatkan Organizational Citizinship Behaviour. Implikasi Praktis dalam penelitian ini memberikan kontribusi praktek manajemen yang dapat digunakan dalam membangun perilaku Organizational Citizinship Behaviour pada organisasI.

wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses ekadilan restoratif pada kasus penganiayaan di kota tarakan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penganiayaan merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendekatan alternatif yang berkembang dalam penanganan kasus kriminal, khususnya penganiayaan adalah keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses keadilan restoratif pada kasus penganiayaan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data empiris atau data yang diperoleh melalui observasi langsung atau pengalaman praktis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para jaksa, mediator, dan pihak terkait dalam proses keadilan restoratif. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan keadilan restoratif. Wewenang kejaksaan mencakup pemilihan kasus yang dapat diarahkan ke jalur restoratif, pembentukan tim mediator, dan pemantauan pelaksanaan perjanjian restoratif. Kendala dan tantangan yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya manusia dan pemahaman yang masih terbatas terkait keadilan restoratif. Namun kejaksaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap pelaku setelah menerapkan keadilan restoratif bertujuan untuk mengetahui apakah si pelaku mengulangi perbuatanya lagi atau melakukan tindak pidana lainya lagi atau tidak. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis mengenai peran kejaksaan dalam keadilan restoratif, khususnya pada kasus penganiayaan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi perbaikan kebijakan dan peningkatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi tantangan implementasi keadilan restoratif. Saran dalam penelitian ini adalah seharusnya kejaksaan harus lebih tegas dalam pemberlakuan syarat-syarat dalam penerapan keadilan restoratif.

wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses ekadilan restoratif pada kasus penganiayaan di kota tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penganiayaan merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendekatan alternatif yang berkembang dalam penanganan kasus kriminal, khususnya penganiayaan adalah keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses keadilan restoratif pada kasus penganiayaan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data empiris atau data yang diperoleh melalui observasi langsung atau pengalaman praktis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para jaksa, mediator, dan pihak terkait dalam proses keadilan restoratif. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan keadilan restoratif. Wewenang kejaksaan mencakup pemilihan kasus yang dapat diarahkan ke jalur restoratif, pembentukan tim mediator, dan pemantauan pelaksanaan perjanjian restoratif. Kendala dan tantangan yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya manusia dan pemahaman yang masih terbatas terkait keadilan restoratif. Namun kejaksaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap pelaku setelah menerapkan keadilan restoratif bertujuan untuk mengetahui apakah si pelaku mengulangi perbuatanya lagi atau melakukan tindak pidana lainya lagi atau tidak. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis mengenai peran kejaksaan dalam keadilan restoratif, khususnya pada kasus penganiayaan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi perbaikan kebijakan dan peningkatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi tantangan implementasi keadilan restoratif. Saran dalam penelitian ini adalah seharusnya kejaksaan harus lebih tegas dalam pemberlakuan syarat-syarat dalam penerapan keadilan restoratif.

EMOTIONAL INTELEGENCE DAN WORK LIFE BALANCE DALAM MENINGKATKAN PERSPEKTIF ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA LIMA UPT BADAN PENDAPATAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Emotional Intelegennce dan Work Life Balance terhadap Organizational Citizinship Behaviour dan Kepauasan Kerja Sebagai Pemediasi, pengaruh Emotional Intelegennce, Work Life Balance dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizinship Behaviour, serta pengaruh mediasi Kepuasan Kerja terhadap hubungan antara Emotional Intelegennce dan Work Life Balance dengan Organizational Citizinship Behaviour. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Purpose SEMPLS. Metode pengambilan sampel yaitu seluruh pegawai negeri sipil yang bekerja pada 5 (lima) UPT Bapenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Squere (PLS) dengan bantuan program komputer SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Emotional Intelegence berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Emotional Intelligence tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja.Emotional Intelligence yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior.Work Life Balance yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior. Implikasi Teoritis Teori Kelembagaan dan Teori Disonansi Kognitif dalam menjelaskan faktor-faktor yang meningkatkan Organizational Citizinship Behaviour. Implikasi Praktis dalam penelitian ini memberikan kontribusi praktek manajemen yang dapat digunakan dalam membangun perilaku Organizational Citizinship Behaviour pada organisasI.

Pengaruh Jam Operasional dan Jumlah Orderan Terhadap Pendapatan Grab Di Kota Tarakan

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH JAM OPERASIONAL DAN JUMLAH ORDERAN TERHADAP PENDAPATAN GRAB DI KOTA TARAKAN Yesica Susanti Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Penelitian ini bertujuan untuk: (i) untuk mengetahui pengaruh secara parsial jam operasional dan jumlah orderan terhadap pendapatan grab, (ii) untuk mengetahui pengaruh secara simultan jam operasional dan jumlah orderan terhadap pendapatan grab. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Objek penelitian ini pengemudi grab di Kota Tarakan. Populasi grab-bike berjumlah 117 dengan sampel 53 responden, populasi grab-car berjumlah 150 dengan sampel 60 responden. Dengan sampel keselurahahan grab-bike dan grab-car berjumlah 113 responden. Hasil penelitian menunjukkan jam operasional terhadap pendapatan yang artinya jam operasional berpengaruh terhadap pendapatan. Pengaruh jumlah orderan terhadap pendapatan yang artinya jumlah orderan berpengaruh secara parsial. Secara simultan menunjukan keseluruhan independen jam operasional dan jumlah orderan berpengaruh terhadap pendapatan. Kata Kunci : Jam Operasional, Jumlah Orderan, Pendapatan.

Pengaruh Jam Operasional dan Jumlah Orderan Terhadap Pendapatan Grab Di Kota Tarakan

2023 · Thesis ·

ABSTRAK PENGARUH JAM OPERASIONAL DAN JUMLAH ORDERAN TERHADAP PENDAPATAN GRAB DI KOTA TARAKAN Yesica Susanti Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Penelitian ini bertujuan untuk: (i) untuk mengetahui pengaruh secara parsial jam operasional dan jumlah orderan terhadap pendapatan grab, (ii) untuk mengetahui pengaruh secara simultan jam operasional dan jumlah orderan terhadap pendapatan grab. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Objek penelitian ini pengemudi grab di Kota Tarakan. Populasi grab-bike berjumlah 117 dengan sampel 53 responden, populasi grab-car berjumlah 150 dengan sampel 60 responden. Dengan sampel keselurahahan grab-bike dan grab-car berjumlah 113 responden. Hasil penelitian menunjukkan jam operasional terhadap pendapatan yang artinya jam operasional berpengaruh terhadap pendapatan. Pengaruh jumlah orderan terhadap pendapatan yang artinya jumlah orderan berpengaruh secara parsial. Secara simultan menunjukan keseluruhan independen jam operasional dan jumlah orderan berpengaruh terhadap pendapatan. Kata Kunci : Jam Operasional, Jumlah Orderan, Pendapatan.

Analisis Pendapatan Usaha Tani Di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan petani dalam setiap masa produksi di Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok tani yang ada di Kecamatan Tarakan Utara sebanyak 30 responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa total keseluruhan biaya-biaya yang dikeluarkan yaitu pembelian benih atau bibit dan juga pupuk oleh petani sebesar Rp. 83.039.000 per produksi dengan rata-rata sebesar Rp. 2.767.967. Total nilai penerimaan yang didapat oleh petani sebesar Rp 137.360.000 per produksi dengan rata-rata Rp. 4.578.667. Dengan pendapatan atau keuntungan bersih yang didapat oleh petani sebesar Rp. 54.321.000 dari satu kali masa panen. Dengan rata-rata seorang petani mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.810.700 dalam satu kali masa panen.

Analisis Pendapatan Usaha Tani Di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2023 · Thesis ·

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan petani dalam setiap masa produksi di Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok tani yang ada di Kecamatan Tarakan Utara sebanyak 30 responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa total keseluruhan biaya-biaya yang dikeluarkan yaitu pembelian benih atau bibit dan juga pupuk oleh petani sebesar Rp. 83.039.000 per produksi dengan rata-rata sebesar Rp. 2.767.967. Total nilai penerimaan yang didapat oleh petani sebesar Rp 137.360.000 per produksi dengan rata-rata Rp. 4.578.667. Dengan pendapatan atau keuntungan bersih yang didapat oleh petani sebesar Rp. 54.321.000 dari satu kali masa panen. Dengan rata-rata seorang petani mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.810.700 dalam satu kali masa panen.

PENDEKATAN MODEL PERSAMAAN SIMULTAN HARGA TERHADAP PRODUKSI DAN PERMINTAAN RUMPUT LAUT (STUDI KASUS: BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

The purpose of this study is to find out (1) what factors influence the production and demand for seaweed in Pantai Amal Village. (2) What is the concurrent relationship of pricing to seaweed output and demand in Pantai Amal Village? and makes use of cross-section data such as seaweed prices, production, demand, land area, number of seeds, capital, labor, business experience, income, and exports. (3) What factors influence seaweed production and demand in Pantai Amal Village? The analysis uses the simultaneous equation of the 2SLS (Two Stage Least Square) method. The findings indicated that the factors influencing production in Pantai Amal Village, specifically the number of seeds, had a significant value of 0.0030.05. While the factors that influence demand, specifically income, have a significance value of 0.000 0.05. It was discovered that the price of seaweed impacts output and demand significantly, with R2 =43.0%. It indicates that in Pantai Amal Village, there is a significant simultaneous relationship between price, production, and demand for seaweed.