Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PUTRI AULIA ROHMADIANA

4 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 2

Penerapan Terapi Afirmasi Positif pada Pasien Tuna Daksa dengan Diagnosis Keperawatan Harga Diri Rendah Kronis

2025 · Book ·

Penyandang disabilitas memiliki risiko tinggi mengalami harga diri rendah akibat keterbatasan fisik, stigma sosial, dan kurangnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar. Harga diri rendah kronis dapat berdampak negatif pada fungsi psikososial, termasuk menarik diri, merasa tidak berharga, serta mengalami gangguan emosi berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovatif dalam meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Desain penelitian menggunakan studi kasus pada seorang pasien penyandang tuna daksa dengan skor harga diri awal sebesar 10. Intervensi terapi afirmasi positif diberikan selama 3 hari dan menunjukkan peningkatan skor harga diri menjadi 22 dimana tingkat harga diri pasien berada pada kategori harga diri sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa afirmasi positif mampu membentuk pola pikir konstruktif, memperkuat persepsi diri yang positif, serta meningkatkan rasa percaya diri dan penerimaan diri pasien. Dengan demikian, afirmasi positif dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi terapeutik dalam keperawatan jiwa untuk pasien dengan harga diri rendah, khususnya penyandang disabilitas.

Penerapan Terapi Afirmasi Positif dengan Gratitude Journal pada Pasien Tunadaksa dengan Diagnosis Keperawatan Risiko Bunuh Diri

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyandang disabilitas khususnya tunadaksa, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan psikologis akibat stigma sosial, diskriminasi, dan penolakan dari lingkungan. Perilaku diskriminatif serta penolakan sosial dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental penyandang disabilitas, yang dapat memicu timbulnya gejala depresi hingga akhirnya mengarah pada ideasi bunuh diri. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tepat untuk membangun kembali harga diri, rasa percaya diri, serta makna hidup yang mungkin hilang akibat stigma dan diskriminasi yang mereka alami. Penulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gratitude journal sebagai intervensi inovasi yang dapat membantu menurunkan ideasi bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan penerapan gratitude journal selama 6 hari. Terapi diberikan dengan durasi 10 sampai dengan 15 menit tiap sesinya. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) untuk menilai perubahan ideasi bunuh diri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor ideasi bunuh diri, serta peningkatan ekspresi positif pada pasien. Kesimpulan dari penulisan ini menunjukkan bahwa gratitude journal dapat menjadi intervensi psikososial yang efektif, sederhana, dan aplikatif dalam menurunkan risiko bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Intervensi ini mampu memperkuat harga diri, meningkatkan penerimaan diri, serta mengurangi beban emosi negatif. Oleh karena itu, disarankan agar terapi ini dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan psikososial, khususnya pada kelompok pasien dengan risiko tinggi terhadap depresi dan ideasi bunuh diri.

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA SISWA SLTA DI KOTA TARAKAN

2024 · Book ·

Tidur merupakan salah satu proses biologis yang memainkan peranan penting pada proses kognitif dan juga psikologis, terutama pada remaja. Pola tidur yang sehat mampu membantu menjaga kualitas tidur. Penurunan kualitas tidur dapat menyebabkan terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS). EDS yang terjadi pada remaja ini dapat berdampak buruk terhadap fungsi memori, penurunan minat belajar, tidak optimal dalam beraktifitas pada siang dan sore hari serta dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional, melalui desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari 4 sekolah yang telah terpilih, dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 428 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multipel cluster random sampling. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil remaja yang mengalami kualitas tidur yang buruk sebanyak 83.4%, dan yang mengalami Excessive Daytime Sleepiness (EDS) sebanyak 73.1%. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur remaja maka akan semakin besar juga kemungkinan remaja mengalami EDS. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih mendalami terkait durasi pemakaina gadget dengan kualitas tidur serta EDS yang terjadi pada remaja, sehingga dapat mengembangakan strategi intervensi yang efektif bagi remaja dan meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kualitas tidur.

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA SISWA SLTA DI KOTA TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tidur merupakan salah satu proses biologis yang memainkan peranan penting pada proses kognitif dan juga psikologis, terutama pada remaja. Pola tidur yang sehat mampu membantu menjaga kualitas tidur. Penurunan kualitas tidur dapat menyebabkan terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS). EDS yang terjadi pada remaja ini dapat berdampak buruk terhadap fungsi memori, penurunan minat belajar, tidak optimal dalam beraktifitas pada siang dan sore hari serta dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional, melalui desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari 4 sekolah yang telah terpilih, dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 428 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multipel cluster random sampling. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil remaja yang mengalami kualitas tidur yang buruk sebanyak 83.4%, dan yang mengalami Excessive Daytime Sleepiness (EDS) sebanyak 73.1%. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur remaja maka akan semakin besar juga kemungkinan remaja mengalami EDS. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih mendalami terkait durasi pemakaina gadget dengan kualitas tidur serta EDS yang terjadi pada remaja, sehingga dapat mengembangakan strategi intervensi yang efektif bagi remaja dan meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kualitas tidur.